|
Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi pengalaman dan pembelajaran yang saya peroleh selama mengikuti Training Train of the Trainer (ToT) Level 4. Pelatihan ini merupakan jenjang lanjutan dalam pengembangan kompetensi instruktur, yang tidak hanya berfokus pada kemampuan menyampaikan materi, tetapi juga pada peran strategis trainer dalam merancang, mengelola, dan mengevaluasi proses pembelajaran secara profesional dan berkelanjutan. Kenapa saya mengikuti training ini? dan bahkan menggunakan uang pribadi? Sesimple karena saya tidak pernah merasa menggunakan uang pribadi untuk pertumbuhan saya adalah sesuatu yang merugikan. Dari dulu saya sudah ada target setidaknya minimal satu pernambahan skill dalam setiap tahunnya. Alasan yang kedua, saya penasaran sih, sebenarnya jadi trainer yang sebenarnya itu bagaimana sih.. Saya beberapa kali ikut TOT tapi belum pernah yang SKKNI itu bagaimana. Tapi, pengen saya rasa saya sudah qualilified enough lah buat menjadi Trainer. Persiapan
Gambaran Umum Training ToT Level 4 Training ToT Level 4 dirancang untuk meningkatkan kapasitas trainer agar mampu bertindak sebagai master trainer/fasilitator tingkat lanjut; mengembangkan program pelatihan berbasis kebutuhan organisasi, dan menjadi agen perubahan (change agent) dalam pengembangan SDM, serta memberikan pengakuan kompetensi resmi melalui sertifikat BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) sebagai bukti legalitas. Pada level ini, peserta tidak lagi diposisikan hanya sebagai pengajar, tetapi sebagai perancang sistem pembelajaran dan pengendali mutu pelatihan Materi Training yang DipelajariStrategic Learning & Development Materi ini akan membekali Trainer untuk tidak hanya “mengajar”, tetapi memastikan pelatihan memberikan nilai tambah nyata bagi organisasi, misalkan saja mengenai bagaimana pelatihan dikaitkan langsung dengan:
Instructional Design Tingkat Lanjut Materi ini menekankan bahwa kualitas pelatihan sangat ditentukan oleh desain pembelajaran yang tepat, bukan hanya oleh kemampuan berbicara trainer. Pada bagian ini, peserta mempelajari:
Facilitation & Coaching Skills Trainer dipersiapkan untuk mampu menjadi coach dan mentor, bukan sekadar penyampai materi satu arah dengan memperdalam keterampilan fasilitasi, seperti:
Evaluation & Assessment of Training Materi ini memperkuat peran trainer dalam memastikan pelatihan berjalan efektif, terukur, dan berkelanju; dan juga membahas evaluasi pelatihan secara menyeluruh, meliputi:
Professional Ethics & Trainer Leadership, Peserta juga dibekali pemahaman mengenai:
Tugas.. Tugas.. Tugas...Tugas serius yang pertama adalah dengan membuat Program Pelatihan, setidaknya sebagai berikut Presentasi SayaMelalui Training Train of the Trainer Level 4, saya memperoleh pemahaman bahwa peran trainer tidak hanya terbatas pada aktivitas mengajar di kelas, tetapi mencakup tanggung jawab strategis dalam pengembangan SDM dan peningkatan kinerja organisasi. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari training ini dapat diterapkan secara optimal serta dibagikan kepada rekan-rekan lainnya, sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi organisasi. Sebagai tugas akhir, saya mempersiapkan materi pelatihan dengan judul "Penanggulangan Tumpahan Minyak di Industri MIGAS" Tugas ini didesain mendetail, dengan sasaran peserta yang dituju, silabus, test, terori dan praktek, pamflet bahkan sesi tanya jawab yang harus bisa menjawab semua pemenuhan kualifikasi dalam KKNI dengan No SKKNI No. 118 Tahun 2024 / B.09KKK00.028.1. Capaian unit kompetensi dalam SKKNI No. 118 Tahun 2024 / B.09KKK00.028.1 adalah "Dapat melakukan penanggulangan tumpahan minyak di kegiatan tempat kerja baik di laut (offshore) maupun di darat (onshore) dengan tepat", dengan dua elemen kompetensi: "Menyiapkan peralatan untuk penanggulangan tumpahan minyak" dan "Mengimplementasikan penanggulangan tumpahan minyak" Dimulai dengan judul, Profile trainer, Sebagai Trainer, saya confidence untuk menyebutkan bahwa pengalaman kerja saya terlama adalah sebagai Consultant, my dream job saya dulu. Alhamdulillah yaaaa... Saya termasuk cukup serius sebenarnya dalam mempersiapkan materi pelatihan ini, karena saya tertarik untuk mengetahui dengan detail dan lebih banyak terutama di prakteknya. Saya menyiapkan 35 slide presentasi, panduan dengan video-video praktek dan File Presentasi saya saja hampir 1 GB sendiri.. wkwkwk.. Saya pribadi sudah mengikuti Training IMO Level-2 sebenarnya, jadi sangat melengkapi, materi yang saya buat menurut saya lebih mudah bahasanya.. Adios!
0 Comments
Sebelumnya saya sudah pernah menuliskan versi saya terkait Ibu Rumah tangga, Ibu Pekerja, bahkan saya kasih tambahan bonus Ibu pekerja freelance yang work from anywhere, amphibi, antara kerja dan tidak kerja, lebih sering dianggap pencitraan aka nda kerja.. Naah sekarang, berhubung referensi pekerjaan saya sudah bertambah sebagai seorang rotator, saya jadi mau nambahin nih tentang enak nda enaknya jadi Pekerja Rotator, tentusaja menurut point of view saya... btw, saya nyicil nulis disini dijam jam istirahat lho yaa.. karena rumah saya jauh, mager juga mau keluar kemana juga... makan siang sm coffee time saya juga bawa bekal, jadi jam istirahat tutup pintu ruangan n diam aja. nulis, dengerin lagu, atau nungguin monkey lewat... Pekerja Rotator atau Pekerja dengan sistem rotasi atau biasa disebut dengan Roster kerja adalah salah satu jenis sistem kerja yang sering diterapkan pada pekerjaan migas. Sistem ini memiliki aturan jam kerja tersendiri untuk meningkatkan efisiensi, serta membantu perusahaan untuk memaksimalkan seluruh tenaga kerja yang ada. Dari sisi tenaga kerja, sistem roster kerja juga dapat memberikan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadinya. Enaknya jadi Pekerja Rotator...Kerja hanya 14 hari dalam sebulan. yang kami sebut dengan on duty; selanjutnya 14 hari kami libur atau off duty. Karena berada dilokasi 24 jam, jadi kompensasinya 2 minggu full kerja -sabtu minggu/lebaran/tanggal merah tetap masuk kerja- trus 2 minggu full libur setelah dikurangi perjalanan. Off duty 14 hari bener-bener libur. Saat libur off duty kami benar-benar libur; karena masing-masing dari kami memiliki back to back; pekerja lain yang mempunyai tugas pokok dan fungsi sama persis seperti saya; jadi saat saya off duty pekerjaan tetap berjalan karena ada yang lain on duty. Pikiran bebas dan fokus kerja. Ini sih numero uno lah buat saya diawal-awal kerja rotator ya... Soalnya setelah saya punya anak, saya menahan diri nda bisa total di pekerjaan; yaa standar-standar aja nda mengejar apapun; karena nda bisa. Bangun sudah dari dini hari; mesti buru2 selesaiin kerjaan biar cepet pulang karena anak nungguin dirumah. Pas dulu baru Mas Aidan kami masih terpisah; saya tinggal berdua aja sm mas Aidan; jadi pikiran saya fokusnya ke Mas Aidan instead of kerjaan. Naah.. selama masuk jadi rotator kan; mau mikirin kaya apapun, sampai nangis-nangis berdarah juga saya nda bisa ngapa-ngapain kan selama 16 hari [14 hari kerja + 2 hari perjalanan]; jadi selama on duty saya fokus kerja aja... Semua kebutuhan hidup di Lokasi Kerja, ditanggung Perusahaan Misalkan nih, akomodasi kamar tidur dan kelengkapannya; kecuali ada preferensi pribadi ya beli sendiri. Makan nda pake mikir, makan pagi, siang, sore, 2x coffee time disediakan perusahaan. Laundry nda pakai mikir. Fasilitas olahraga disediakan, halaman luas, pengamanan tersedia 24 jam, Air listrik apalagi.. nda perlu isi token listrik.. kecuali ya lagi lagi, ada preferensi pribadi dari apa yang disediakan perusahaan ya mesti beli sendiri.. misalkan, pengen makan sate kambing; astor; buah-buahan, dll ya beli sendiri. Bisa Tarawih Bisa tarawih itu priviledge buat saya... Sejak diberi Mas Aidan saya nda bisa tarawih ke masjid atau mushola. Tarawih dirumah, sampai sekarang. Kalau pengen tarawih dimasjid ya gantian... Jadi selama saya on duty di Lawe saya selalu tarawih, gantian suami saya yang tarawihnya dirumah... Bisa tidur siang saat istirahat Setelah makan siang kami pada balik ke kamar masing-masing; dari akomodasi ke kantor cuman jalan kaki sebentar aja, jadi sempet tidur siang. Nda Enaknya jadi Pekerja Rotator...Tidur nda nyenyak... Selama jadi rotator saya punya ritual buat tidur. Pakai selimut, jaket, Matikan lampu, pakai penutup mata, pakai head set putar suara menenangkan/deepsleep/ceramahnya buya arrazy yang suaranya lembut, Kalau masih nda mempan saya minum obat yang ada efek mengantuk. sebegitupun banyak ritual saya lakukan, tetap ajaa.. kalau diluar masih ada suara saya tetap denger; nda ada suarapun - hening - juga bikin otak saya mikir kenapa hening. Trus lagi... jam 2 atau 3 pagi dah bangun; hampir selalu. Kasurnya juga nda mendukung. sempit dan keras. Jadi, seringkali agak kurang segar badan saya... Capek... Kerjanya sebagai HSSE officer, kesana kemari keliling... capek. Seringkali serasa energi saya tersedot habis. Apalagi jika harus bersosialisasi sepanjaaaang hariiii.. mesti smileee all the timeee... Melayani permintaan ini itu ini itu yang kadang permintaannya itu remeh temeh, tapi masih aja minta nyuruh orang yang ngerjakan... Setiap habis ada rombongan visitor datang; begitu sampai kamar langsung terkapar. dan saya membutuhkan waktu berhari-hari buat kembaliin energi saya full lagi Wasting time di jalan... Paling sebal ini. Wasting time. Saya paling nda suka wasting time begini. Buat saya yang domisili di Pekanbaru dan kerja di Kalimantan Timur, saya butuh waktu full 12 jam perjalanan. Saat berangkat on duty; rabu subuh saya dah berangkat dari rumah; pesawat jam 6 pagi ke Jakarta. di jakarta jam 8 pagi sudah sampai, trus nunggu pesawat ke Balikpapan yang hampir selalu delay. Sampai Balikpapan jam 3-an sore; lanjut perjalanan darat ke Pelabuhan Somber; trus naik seatruck ke Pelabuhan PSB. Dari PSB masih lanjut perjalanan darat ke Terminal Lawe-Lawe. Naah pas mau off duty, lebih daebak lagi. dari Terminal Lawe-Lawe saya jalan jam 3 sore ke Pelabuhan PSB; trus lanjut sea truck ke Pelabuhan Somber. dari Somber saya naik taxi online ke bandara; trus menunggu; pesawat jam 6 atau jam 7 sore. Sampai Jakarta sekitar jam 9 malam; mesti menginap di Jakarta dulu. Sampai di hotel sekitar jam 10 malem; trus besok subuhnya dari hotel jam 4 pagi pakai shuttle ke bandara lagi; ambil first flight ke Pekanbaru. Dulu pas awal pernah salah pesan maskapai; delay sampai jam 9 malam, alhasil sampai jakarta jam 12 malem. dan ini mencak-mencak pun nda ada guna. Sudahlah terlanjur booking hotel; ditempatin cuman 3 jam an; tapi kalau nda pesan hotel juga sedih betul kerja jauh2 begini ngemper di bandara. Peralatan tempur saya saat travel dijalan. Headphone, masker, tas kecil, buku. Seringkali susah mengalihkan kalau sudah ada yang ngejak ngobrol, jadi pake headphone dan masker, mode cuek. Makanan...... Dulu, makanannya buat saya aneh-aneh. Saya termasuk pemilih makanan; tapi diam aja disana karna menu udah ditentukan. Jadi suka nahan laper. Lebih sering basa basi memaksa diri makan biar nda sampai sakit; setidaknya beberapa suap perut terisi. Sampai akhirnya, mungkin ada yang notice ya.. jadi saya dibantu disisihkan lauk yang bisa masuk sama saya; alhamdulillah. terimakasiih... Sakit sendirian.... Sedihnya, saat sakit ya kamu sendirian disini. Sesimple pas sakit PMS bulanan jatuh pas on duty di lapangan; udahlah emosi bergejolak; sakit pula. Sedih. Belum lagi kalau semua menumpuk; energi habis; makanan nda sesuai; capek; demam; sering banget saya sepulang kerja itu pakai kompres demam. Jadi setiap berangkat on duty itu saya hampir selalu membawa obat-obatan macem-macem; mulai dari obat sakit kepala; obat pilek; obat batuk; obat demam; kompres demam; obat radang; obat tidur; obat nyeri; obat sakit kepala pun sampai sedia 3 level. Belum lagi per-minyakan.. Nda bisa ketemu anak-anak Pulang ke Akomodasi, ya udah. Saya bawa buku, tapi seringkali energi sudah habis jadi nda sanggup baca buku lagi. Bahkan nyalakan TV, lagi atau nonton pun tidak sanggup karena kadang dilapangan terlalu banyak exposure yang membuat telinga, mata dan kela itu over pressure. Apalagi anak-anak, Video call aja cuman bisa sebentar. Perbedaan waktu antara WIB dan WITA meskipun hanya 1 jam sangat berdampak. Jam 9 saya harus sudah memposisikan diri dengan ritual tidur saya aka jam 8 WIB. jika jamnya terlewat; alamat saya akan begadang hingga jam 2 pagi. Gender based Issue Isu gender di dunia pekerjaan rotator sangat santer saya terima dan alami langsung. Sangat menyedihkan dan tidak menyenangkan. Ini adalah salah satu alasan utama saya mengambil keputusan untuk berhenti. Yaaah.. terlepas dari priviledge yang didapatkan sebagai pekerja rotator; I deserved better dan saya yakin koq diluar sana masih banyak lingkungan kerja yang saling menghargai satu sama lain. Saya tidak merasa kekurangan dengan hilangnya benefit-benefit roatator. Saat off duty gabut sendirian dirumahKarena off duty kan hari kerja; jadi anak-anak sekolah; suami kerja.. sering menggabut sendirian dirumah atau dicafe. Capek juga lho. ada pertanyaan "Kenapa nda ambil side hustle lagi?" Nda Tega sayaa.. udah ninggalin anak-anak 16 hari, masih pula ambil kerja freelance... isi kepala saya juga rasanya capeeeeek banget selama jadi rotator. Awalnya sih segar; enjoy dan happy saya itu... Tapi sejak diserang bertubi tubi masalah respectful workplace, office politics dll itu saya jadi demotivasi dan berujung ke menurunnya performance otak saya. Beruntungnya saya... saya masih bisa menjaga pikiran saya untuk tetap berfikir jernih dan mengambil keputusan strategic thinking-based sehingga meskipun kondisi emosional acakadut tetap bisa mengambil keputusan yang tidak merugikan saya pribadi. Enaknya Sekarang.....Enaknya sekarang, saya berangkat pakai kendaraan sendiri; anak-anak udah sedikit ngerti; mereka happy banget meskipun jam 6 pagi saya udah siap-siap berangkat mereka happy mengantar saya keluar rumah karena mereka tahu mamahnya akan kembali kerumah disore harinya. Saat saya mesti pulang malem pun; mereka tetap happy dan nungguin sampai saya pulang kerumah; karena mereka tau mamahnya akan pulang kerumah. Trus, setiap kali saya pulang; dari garasi mobil aja udah terdengar jeritan mereka yang happy mamahnya pulang. Dan rasanya plong aja isi kepala saya dengan sambutan mereka... Saat tidur, saya nyenyak nyenyak sekali tidur dari jam 9 malam sampai jam 4 pagi; dengan sikembar memeluk saya dikanan dan kiri; di kasur yang empuk.. wkwkwk... Semua tentang anak anak saya ini tidak ternilai dan tidak ada bandingannya... Alhamdulillah... My last trip to LLW"Besok adalah last trip kamu ke Lawe-Lawe, jadi manfaatkanlah sebaik baiknya" Itu kalimat suami saya di 7 October 2025 yang sepertinya biasa saja tapi buat saya ada tafsir mendalam didalam kalimat itu. Yaah setidaknya, ada satu kesempatan kamu ke Lawe-Lawe sekali lagi untuk menyelesaikan semua, meninggalkan dan melupakan semua pengalaman yg tidak baik disana. Nikmati waktu kamu disana dengan bahagia dan penuh kenangan. Belum tentu kamu dapat balik lagi kesana. ----btw, ternyata saya masih ada ke LLW lagi setelah dibulan oktober itu.. on duty bulan Oktober saya udah kena mental; sepanjang on duty saya penyakitan; nda bisa makan; batuk, demam dan sariawan bukan cuma satu tapi 3 dan 4 titik, ajaibnya itu sariawan2 langsung hilang sembuh begitu di perjalanan dari somber ke bandara. ----on duty November, baru terasa menyenangkan, karena SKMJ nya keluar pas saya di bandara CGK menuju balikpapan. Saking happy nya sampai di bandara belanja buat token training ONE SIKA... wkwkwk.. meskipun tetap kena nyinyir juga... heran ya udah inisiatif sukarela pakai uang pribadi buat token tetap aja... Seperti nasehat leader saya saat farewell di 1 Oktober, "bawa kenangan yg baik2 saja, pengalaman yg jelek dan tidak baik ditinggalkan di Lawe-Lawe, tenggelamin di pond semayang". awalnya sih pas denger pesan tersebut saya merasa agak berat begitu ya,, saya kira akan sulit buat menghapuskan pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan. Akan tetapi, ternyata semua menghilang begitu saja setelah saya perjalanan pulang meninggalkan Terminal Lawe-Lawe untuk yang terakhir kalinya. Pas tujuan mutasi pertama masih adalah peluang buat kembali lagi ke Lawe-Lawe, tapi kalau yang sekarang, sangat kecil kemungkinan buat saya kesana lagi; setidaknya tidak dalam beberapa tahun kedepan. Jadi ya, tentu saja saya tidak mengingat lagi pengalaman tidak menyenangkan itu; itu pengalaman hidup; bukan kebencian atau dendam yang perlu disimpan dalam hati. Dimana-mana pasti ada aja koq yang jahat-jahat begitu, karena setiap orang punya latar belakang yang berbeda-beda, saya nda tau dan tidak mau tahu motif apa yang melatar belakangi tindakan jahat / nyinyir n whatever yang diberikan kepada saya. Meskipun saya nangis, sedih, tapi saya sepenuhnya yakin, kalau semua tindakan tidak baik yang saya alami itu mereka lakukan secara sadar dan ada tujuan. Jadi itu urusan mereka aja. I really don't care. Saya menangis bukan karena saya ingin dikasihani atau lemah, saya nangis karena sedih - ada orang-orang yang selalu melihat "negatif" dalam semua hal yang saya lakukan tanpa pamrih dan dengan tulus. Jadi, itu cuma pengalaman tidak menyenangkan. Its only takes 1%; the other 99% was an amazing journey! Easy jobs; Good friends; delicious foods; good fellows; lingkungan kerja yang sangat menyenangkan, nyaman dan supportif. Easy jobsWhat i mean with easy jobs adalah.. dulu... waktu jadi konsultan, kerjaan2 ringan saya kasih ke temen, saya bayar per pages - per halaman. Bahkan kadang saya kasih orderannya ke suami 😁 dengan harga spesial tentu saja. Sedangkan disini, kerjaan saya i can say laah 70% ringan, nda perlu pake mikir, banyak administratif things gitu laah - yg sebenernya bisa saya coaching ke temen buat dia kerjain dan saya bayar. Tapi waktu jadi konsultan kan gaji okee banget.. kerjaan yang sulit pake mikir banget juga ada, side hustle pulaa, jadi daripada wasting time buat ngerjain yg ringan2 kan mending buy the time aja.. jadi kerjaan ringan saya bisa jadi side hustle temen/suami. 😁😁😁 Lah kalo di llw, saya 24 jam x 13 hari disana. Mau ngapain lagi? Jadi beberapa kali coacing di tahun pertama adalah tentang bagaimana gabut nya saya dillw 🤣 Dan saya bukan penikmat kegabutan yg hakiki. Jadi itu jadi masalah saya sehingga saya mesti coaching saya mesti ngapain biar saya tetap termotivasi.. Saya nda bilang easy jobs itu gada kerjaan lho ya.. Kerjaan sih banyak banget. Takes time tapi ya itu easy... Energi saya masih melimpah buat mikirin yang lain-lain.. Sisi lain dari pekerjaan saya, sering mengajar yang lain, tapi juga sering saya disuruh belajar.. Good friendsSaya orangnya apa adanya. Bukan pula people pleaser. Dan menjadi apa adanya apalagi bukan tipe people pleaser pengalaman saya tidak begitu disukai. Saya juga tidak begitu perhatian ke orang. Tidak peduli tanggal ulang tahun, tidak peduli orang pake apa, tidak menelfon2, tidak begitu suka nongkrong-nongkrong, nda suka kegiatan macem-macem, nda supel lah pokoknya Tapi di Lawe-Lawe, I think I found the other version of me. And that's really amazing... Saya bisa buat komunitas jalan sehat, sharing session, coaching-coaching simple, saya bisa berkunjung ke rumah-rumah rekan kerja lokal.. btw tetangga saya aja nda pernah saya masuki rumahnya lho. Serius. Saya kerumah oranglain itu kalau disuruh mertua - main ke rumah temen baik mertua; ke saudara. Udah. Mas Miftah, Mba Hikmah dan Mas Budi, mereka satu Tim di OSF. Dulu mas Miftah awalnya di HSSE-OH, ketemu di per AoC an Zona 10 dan kami sefrekuensi, jadi ngobrol nyambung dan mengalir aja meskipun sebenernya jarang ketemu. Selain si Mas ini memang supel nyambungan ke siapa aja, high vibration ya jadi bisa masuk ke vibrasi mana aja.. Mba Hikmah ini pernah juga satu kamar di SQ-10; pas tiba-tiba pindah ke Zona 10 saya pikir ada kenapa napa lagi.. later on baru tau memang ada apa apa dan si mba nda mau cerita ke saya karena kuatir bakal saya jadiin panjang kali lebar. 😁😁 Mas Budi ini dia kusebut pembohong 😁😁. Saya sering nda bisa bedain omongan bercanda atau beneran; awalnya sering banget kena tipu. Trus tipe yang provokatif juga kalau berada di arena - Mess Hall. Katanya -berulang kali- saat pindah nanti saya bakalan merindukan suasana arena bercandaan di messhall. 😁😁 Mas Imin dan Mas Saman, bagaikan Upin dan Ipin.. 🤣🤣 Mas Imin ini soft spoken dan ngustadz banget, tapi becandaannya mesum juga kadang.. Pernah saya omelin gara-gara si Mas ini mencoba "menasehati" saya waktu berkonflik di LLW. Saya bilang waktu itu "Jangan ikut campur urusan pribadi saya, saya bisa selesaiin masalah saya sendiri dengan cara saya." Yaa gimana ya, saya tau Mas Imin bermaksud baik, tapi saya bukan tipe orang yang diam aja kalau dikerjain orang melebihi batas. Trus, saya bukan penganut mahzab "terima.. ikhlas... ikhlas.. diam.. diam.. pasrah..." ooh big No!. Mahzab saya lebih ke meme: "Lu tau rasanya kerja sama orang yang sebenernya pengen banget lu sleding?" Mas Saman, dari awal saya join ini satu schedule sama saya, jadi ya gimana.. pas diomongin tiap ada mba Maria pasti ada mas Saman ya gimana sih.. lah emang satu tim HSSE, satu schedule, bahkan dari datang ke Lawe sampai pulang lagi ya bakal bareng, sama sama ke bandara, satu schedule, gimana sih..🤣🤣
Pertama kali disuruh ikut keluar ke program CSR itu asli saya takut. Ke tempat maggot sampai malam karna jauh, wiih pikiran saya udah kemana mana itu.. 🤣🤣 Jadi saya state nya, kalau ada Pak Salahuddin saya mau ikut. 🤣🤣 Pak Salahuddin itu Section Head nya Maintenance; back to back nya dulu ada Pak Hartoyo dan Pak Rudy Hartono yang sekarang. Pak Hartoyo dan Pak Rudy juga suka ikut jalan sore... Bahkan Pak Hartoyo hafal semua jalan di Lawe-Lawe. Yang suka ngajakin saya jajan keluar juga temen-temen Maintenance... Makan bebek empuk, cari bebukaan puasa, karna mas Jhonson bawa mobil ke Lawe, waah kalau diajakin pasti saya iyain.. 🤣🤣 Yang Lucunya lagi, saya punya tas kembar persis sis sama mas Jhonson. jadinya tasnya nda saya pakai di Lawe-lawe, ntar kena gosip pula lagi.. udah dibilang mas Rommy buat beli tas yang sama, ntar kita pakai bertiga baru berani saya...🤣🤣 Saya duluan lho mas yang beli tas nya ya.. karna bagus jadi ikutan beli mas Jhonson tuuh.. mas Rommy juga naksir tasnya jugaa.. 🤣🤣 Lawe Fun WalkKegiatan yang paling saya sukai, saya nikmati, dan pastinya akan saya rindukan itu adalah Lawe Fun Walk... Lawe Fun Walk ini sesimple jalan sore... Tapi beneran jalan, berkilo-kilo meter. Rute jagoan kami tentu saja jalan sore melintas ke rumah-rumah warga sekitar Terminal Lawe-Lawe. Durasi waktu jalan sore; kalau jalan keluar Terminal kami harus mulai jam 4.30 sore, bisa dapat 7 km. kalau jam 5 sore baru mulai, cukup di perimeter Terminal aja, 4-5 km an. Trus, amazingnya.. pekerja lokal di Terminal Lawe-Lawe ya rumahnya dekat2 aja.. jadi saat kami Fun walk ada aja yang menyapa, bunyikan klakson, atau nawarin mampir buat berbagi buah-buahan yang ada dipekarangan rumahnya. Saya jadi merasa seperti di Jawa jaman dulu, serasa bukan di Kalimantan yang pernah ada dalam bayangan saya. Petik buah di halaman rumah orang.. ini apalagi.. sangat menyenangkan. Jalan sore keluar terminal saat musim buah2an. Paling banyak itu sekali jalan sekitar 8 orang, karena buat teman-teman di Lawe, jalan sore itu bukan olahraga, nda berkeringat dan tidak ada unsur kompetisi nya.. Di Lawe banyak atlit. Kalau udah kesorean, jalan sore kami ambil jalur ke perimeter. Perimeter maksudnya itu jalan mengelilingi pagar batas Terminal Lawe-Lawe PHKT; jadi mengikuti alur jalan dipinggir pagar keliling gitu... Lambat laun mba-mba yang ikut jalan semakin berkurang dan tersisa hanya saya, ternyata kalau nda terbiasa jalan jauh itu jadi sakit kaki nya dan kapok ikut.. karna jalan aja, PP. Sebelum negara api menyerang, setelah jalan kami mampir makan dan pulangnya dijemput bus. Setelah Negara api menyerang kami jalan pulang pergi nda pake mampir-mampir makan apalagi dijemput. Sebenernya ada satu lagi foto saya pegangan sama mas Arie waktu lewat digenangan lumpur.. tapi belum ketemu e.... kalau ada kesempatan begini sebenarnya memang tricky ya, bakal difoto mas imin pasti nya trus jadi objek ledekan kan, kalau saya sih cuek aja, daripada jatuh? Saya mah lebih malu jatuh kotor dan lebih parah ledekannya daripada hanya sekedar takut dan minta tolong pegangan... Lawe KondanganPergi kondangan. Pake baju kerja pula. Amazing. Nda perlu rempang-rempong cari baju.. Saya nda suka kondangan. Saya sering nda nda datang kondangan; paling banter suami maksa ikut karna temen kantor suami yg acara. Lawe MantaiMba Silmi ini Nutrisionist di Lawe, waktu itu kedapatan visit offshore yang pertama kali buat kami, objectivesnya buat saya sih buat explore aja. Sayang sekali something happens ya, jadi ya sudahlah.... banyak drama memang Mba Putri ini.. dulu satu kamar sama saya di SQ 1-10, hingga suatu saat si mba pindahan kamar dengan muka jutek dan diam seribu bahasa, nda ramah seperti biasa. Later on setelah beberapa lama karena hampir terjadi lagi kejadian yang serupa barulah saya tahu kalau saya dijadiin kambing hitam ala ala -dikriminalisasi- lah. Jijay... Well hey, saya tuh kuliah di asrama dulu,, pas kerja temen2 saya suka angkut kasur tidur rame2 dikamar saya. jadi sharing dorm itu nda masalah buat saya; sok-sok an di framing seolah saya mengusir mba-mba ini.. nda gentle banget. Satu dari sekian drama yang saya alami selama 3 tahun di LLW. Banyak drama memang kerja disini. Lucuu... Lawe Open HouseBerlebaran di Lawe-Lawe, sudah pernah saya tuliskan di postingan tentang Idul Fitri yang bisa dibilang dari sisi internal saya. Naah dari sisi yang lain, berlebaran di Lawe-Lawe itu ya seru-seru aja, asalkan kamu bisa men switch personality kamu. No guilty feeling saat dibilang "yang kasihan itu kamu", "suami kamu nda nelfon?", "suami kamu nda masalah kamu pergi sama laki2 rame begini?" -------laaaaaaaahhh...trus saya mesti hidup dipojokan kamar sendirian gitu pas lebaran? sambil nangis gitu ekspektasinya? endaaaa maaau laaaaahhhh.... 😁😁 Setelah saya switch kepribadian saya - di tulisan Idul Fitri Saya ngikut aja tiap kali ada tawaran jalan ke open house. Pokoknya kalau diajak saya iyain. 😁😁 Misalkan open house di rumah Capt Imam, beliau ini satu dari 3 Group Leader Tim FERT [Fire Emergency Response Team] di Lawe Terminal. Deketan rumah Capt Imam itu ada rumah Pak Rohmat dan Pak Salman. Beliau berdua ini ing nduwe ngarso nya per-makan-an di Terminal Lawe-Lawe; naah dirumah King Salman ini makanan yang terhidang juga bisa kami bungkus-bungkus masuk ke Terminal... 😁😁😁😁 Jadwal selanjutnya di undangan open house ke rumah mba Lady Paramita... Mba Lady ini artis nya Terminal Lawe-Lawe yang hobi masak memasak, jadi wajib dikunjungi saat open house Ada juga jadwal ke rumah Pak Eko Cahyono, Pak Wisnu, Daeng Darwis, mba Triesna, dan lain lain.. Terimakasih sudah pernah mengundang saya ke open house bapak2 dan mba2 semua yaaa... sangat berarti bagi saya... Good foodsDiundang makan... Weeh ini mantaaplaaah.. thanks for having me... kenangannya saya simpan baik2 buat feeding my souls Pernah makan bersama dipantai habis gowes; dihalaman rumah pak darwis; dipantai pribadinya Pak Kadri; belum lagi di open house open house nya bapak2 llw You know what... saya amaze banget lho bapak2 open house mempersilahkan kami segerombolan datang buat makan. 😀Ini serius; karna saya kebayang dong rempongnya masak sebanyak ituu.. busseeet dah. Saya mah lebaran masak seperti biasa aja; menu lebaran tapi porsi normal. Di Lawe-Lawe saya mengenal Coto Makassar, masakan toraja, weeh... enak... i'm gonna miss makanan2 inilah pokoknya... Di Lawe ini saya kembali merasakan keseruan seperti masa saya anak-anak dulu.. ngebolang kesana kemari nda mikirin beban apapun. Makan kelapa yang ambil dari pohon langsung disebelah klinik, meskipun ya rasanya masih kelapa baby,,, pernah juga ngawal upin ipin ambil tebu atau nangka atau apapun yang ditemukan dijalan saat jalan sore.. 😀😀 Saya sempat beberapa bulan hingga setahun mengalami rasa tidak enak di Lawe-Lawe, tetapi saya tetap show up datang bekerja. Saya beberapa bulan selalu membungkus makanan, menghindari makan di mess hall. Itu adalah masa paling sendiri dalam hidup saya. serasa berhibernasi. Saya mulai agak tenang setelah mendapatkan lampu kuning terkait kepindahan saya, I'm happy here, tapi disini sudah bukan lingkungan yang tepat untuk saya Good collaborationsBeberapa kali bikin inisiatif kegiatan, selalu disupport - atau dibiarin bebas aja.. tidak didikte, dan teman-teman di Lawe-Lawe selalu siap support terhadap tugas masing-masing. Kerjaan saya di Terminal Lawe-Lawe juga bervariasi sekali.. kadang ke mitra binaan, pernah diminta mengajar, sosialisasi ini itu, joint survey ini itu, tidak membosankan sama sekali.. trus, ternyata disini saya menemukan sisi lain saya yang ternyata saya suka fasilitatorin kegiatan, konseptor kegiatan, akomodir orang2. dibalik layar aja, nda butuh tampil didepan, Saya yang selama ini tidak begitu suka keramaian, ternyata setelah mengikuti kegiatan volunterting jadi makin suka membuat dan megikuti kegiatan .... Di Lawe-Lawe ini kami punya dua jagoan yang punya hobi dibidang sinematography, Mas Rommy dan Mas Hasan, Jadi even-even video dll hampir selalu mereka berdua yang handle. Project-project video saya berperan sebagai kompor dan eksekutor mereka berdua.. 😁😁 Sayangnya mas Rommy schedulenya berubah, jadi ketemu saya cuman beberapa hari, jadinya agak ngedrop gitu produksi nya Lawe nih.. Nice ViewAda beberapa spot - spot foto favorit saya, pemandangan cantik, menentramkan hati saya... Spot ke Main Office Building Sudut pandang yang berbeda... Spot jalan dalam perimeter terminal Spot jalan ke Mess... sayaa suka banget pemandangan iniiiii.... Pengalaman PertamaKhitanan MassalJadi MC pertama kali itu juga di kegiaatan Khitanan Massal yang pertama kali saya ikuti. Lihat anak-anak dikhitan itu kayak apa, bagaimana effortnya ortu saat mengkhitan anak2nya,, weeehh,,, Saya punya dua anak laki-laki memang, tapi sudah dari awal kami perjanjian, kalau yang begini begini urusan suami saya. Saya nda akan ikut campur. 😀😀😀 Potong daging kurbanSeriously. ini capek pake banget. Bahkan menjadi jam-jam tercapek sepanjang hidup saya. Saya terkapar disiang hari saking capeknya, sampai tak sanggup buat makan siang. Saya Kapok jadi panitia kurban. Jam tangan orange kesayangan saya sampai hilang entah kemana karena saya udah nda fokus kecapean. Saya sempat terpikir "ini aku lagi ngapaiiin disini.. ya ampuuuun..." Kali kedua pertanyaan tersebut terlintas di kepala saya, setelah sebelumnya terlintas saat saya sedang trekking di tengah hutan di lasusua sana. OlahragaTerakhir saya olahraga - beneran olahraga itu sepertinya SMA; karate. Setelah itu tidak ada olahraga dalam hidup saya.. 😀😀😀 Pengalaman pertama mengkuti senam aerobik bersama bapaks2 itu really awkward lah.. Macem gimana badan mau dibikinnya, ramai laki-laki masa gerak gerik gitu. Malu. Hingga akhirnya rasa aneh itu terpaksa saya buang jauh-jauh; lah gimana olahraga itu kegiatan rutin HSSE koq masa HSSE nya nda mau olahraga.. Suami saya saja sampai heran, "Lha.. koq eva bisa semangat banget olahraga aerobiknya gitu..?" 😀😀 tuntutan pekerjaan pap... Disini saya terpapar kembali dengan kegiatan olahraga, tersadar kembali akan pentingnya kesehatan.. trus terbawa masuk ke dunia per-Gym-an sampai dengan hari ini. alhamduliiah... Donor DarahDonor darah pertama kali dalam seumur hidup saya ya disini.. agak takut-takut, takut oleng, pingsan atau apalah ya kan kalo kejadian bakal malluuuu seumur hidup... 😁😁 Pamitan Teman LawePertama kali saya datang ke Terminal Lawe-Lawe saya keliling sendirian -memperkenalkan diri- ke workshop2; sampai ada personil Lab yang memperhatikan dan heran kenapa saya keliling memperkenalkan diri sendiri. Yaa... aneh aja kan ya,, 😁😁untungnya saya orangnya tipe "ya sudahlah". Saya sempat ngebatin, waaah sedih banget mau pindah juga mesti pamitan sendiri. orang sana pasti juga nda peduli saya mau pindah atau tetap di Lawe. Orang punya kesibukan masing-masing. inilah yang saya pelajari juga dari kerja di Lapangan. Tapi ternyata, tetap lebih banyak orang yang baik sama saya di Lawe-Lawe. Terimakasih banyak..... Acara berkumpul makan bersama di Rec Hall setelah jam kerja, biasanya saat ada perpisahan.. termasuk mutasi seperti saya ini. Hari itu saya sedang di Fire Station, bersama Tim FERT. Trus ada request induction satu kompi kontraktor di Posko Security Main Gate. Jalan kaki ke Posko Main Gate ketemu Bapak-Bapak dari GS [Pak Wisnu, Pak Rusman dan Pak Syarifuddin] ini sedang istirahat.. Kata Pak Syarifuddin: "Bu, katanya mau pindah ya??? boleh foto nda bu,, Ibu mau saya ceritain ke cucu saya.. Kalau ada perempuan hebat yang kerja disini.. dll..dll" really means a lot tau Pak.. With pleasure... Beberapa chat yang sangat berarti buat saya: Terima kasih banyak atas support nya ya mbak. Baik di HSSE, CIP zona 10 dll .. Big loss for us, tapi ikut senang bisa lebih dekat dengan keluarga. That's all matters All the best _ have a great new chapter yaa .. 👍🏻😇🙏🏻🙌🏻 Jadinya rumbai mba? Wohooo congrats yaa balik ke homebase Proses tidak mengkhianati hasil mba Stay active ya nanti disana Halo mbaaa Selamat yaa, bisa mutasi ke WK Rokan So much closer to your family keep in touch yaa sampai berjumpa lg di Rokan mba, 3 tahun lg aku susul kesana 🤭 Makasih Ya Mba Maria Kenang kenangan ini yang di beri ke aq, buat orang banyak, selamat bertugas di tempat yang baru, sukses selalu dan sehat selalu bersama keluarga, Amin. Iyaa mba Mar … selamat yaa, doa keluarga yang terkabul Alhamdulillah, rejeki banget mba Mar Doa nya nembus langit selamat dan sukses yaa mba di tempat yang baru, saya minta maaf jika pernah pernah melakukan kesalahan baik lisan maupun perbuatan semoga di tempat baru bisa lebih berkarya lagi dan ilmu nya menjadi berkah buat keluarga, sukses mba Maria terima kasih banyak mbaa atas support di lapangan selama ini dan pembelajarannya🙏😊 sy merasa sedih bu, karena bu maria udh gk kerja di lawe lawe lagi Saya minta maaf kalau selama ini selama kenal mba ada tingkah lakuu saya sifat saya yang kurang berkenan di mba ... dan apa yanf sudah mba berikan apa yang sdah saya maka saya minta ridho dunia akhirat ya mba ... semoga mba dpat beradaptasi dan kembali bertemu dengan orang" baik disekitar mba .... aamiin 🤲🏻😁 btw selamat ya mbak🥳 semoga disana dipermudahkan, semakin sukses, bahagia, dan lancar-lancar semua urusannya mbaa, amin amin amin Serius pindah,Mbk Mariah Kalau gitu cuma bisa do'a🤲,Semangat Sukses dan selamat di tempat yang baru,jagan lupa sama rekan rekan,🙏🙏🙏🙏🙏 assalamualaikum mba maria. saya belum sempat ngucapin salam perpisahan karena ga sempat ketemu pas on duty😅 semoga sukses di tempat yang baru ya mba, semoga dilancarkan segala usaha-usahanya dan diberikan kesehatan untuk mba maria dan keluarga aamiin ya rabbal alamin🤲🏻☺️ Selamat ya, mba Maria... Alhamdulillah bisa bekerja deket dg keluarga Ekspresi rupa-rupaDimanapun, kapanpun, saya tidak pernah merasa kesepian atau sendiri. because I Have Me! 😀😀😀 What they don't know....Apa yang mungkin mereka tidak tahu tentang saya adalah.... Saya datang ke Lawe-Lawe pada saat saya terluka sangat sangat dalam. PHE Saved me. Pekerjaan remote, roaster, adalah tempat saya mencari perlindungan. Menurut saya saya berhasil menyembuhkan luka saya itu selama di Lawe-Lawe sehingga saya siap move on untuk challenge selanjutnya. And I'm so grateful for that. Thanks a bunch! Dalam salah satu konseling sambil menangis saya sampaikan bahwa, "akhirnya saya bisa kembali tertawa lepas.." Menurut banyak orang bekerja di Remote Area dengan waktu roaster, jauh dari keluarga adalah beban bagi seorang perempuan, Ibu, akan tetapi I found my happiness selama bekerja di Lawe-Lawe. Saya memiliki jarak, saya mempunyai banyak waktu menyendiri, merenung dan memikirkan semuanya, jauh dari kebisingan dan kesibukan rutinitas yang seakan tidak pernah berhenti. Saya kembali memikirkan dan mengutamakan "Diri Saya". Jadi, sebenarnya yang teman-teman Lawe curigain tentang saya bisa jadi ada benarnya. selamat yaa... Pernah ada yang bilang saya itu "lagi happy-happy nya" kerja, karena baru. "Show up", "ngejar sesuatu", "masih butuh validasi orang" dll, dll, yaa buat mereka mungkin begitu ya.. saya show up, caper, petakilan, whateverlah... They just don't know that I have been through the hell. Ya ini jawaban saya buat semua omongan itu. Emang. Saya sangat bersyukur diterima kerja di PHE. I am enjoying myself so much selama di Lawe. Sampai hari itu tiba. Perkataan diskriminasi pekerja perempuan dan penghinaan terhadap saya pribadi didepan publik itu telah menyentak saya - jauh lebih dalam dari yang mereka bisa pikirkan. Saya tidak menyangka bakal menerima hal seperti itu didepan publik. Perkataan itu sempat sangat mengecewakan saya beberapa lama. Sekian lama saya menyendiri dan mencari jawaban "why this happens to me?" Hingga akhirnya saya seolah mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam kepala saya, bahwa "tempat kamu bukan disini". Kejadian ini adalah cara Allah menunjukkan kasih sayangnya untuk sekali lagi mengingatkan saya, "tempat kamu bukan disini, tujuan kamu bukan disini". Deep down in my heart sebenarnya Saya menyadari bahwa hidup saya seperti membentuk pola, saya harusnya ingat kalau hidup itu tidak linear, roda itu berputar, ada happinees, ada sad, ada angry, dll selalu berputar bagaikan siklus. naik turun. As the saying goes, "these too will pass..." selalu aware, ingatlah bahwa saat kamu sedang merasa bahagia, selanjutnya adalah kejutan - cobaan - kesedihan yang akan segera kamu hadapi, pun sebaliknya, saat kamu merasa dalam kesempitan, kesedihan, mendapatkan cobaan, selanjutnya akan tiba giliran kamu menuai hasilnya, kebahagiaan, naik level, dan begitu seterusnya. Saat fase denial, saya berusaha kesana kemari mencari jalur pindah. pindah schedule, pindah lokasi, bahkan pindah region. Hingga 3 attempt yang menurut saya bakal terjadi semuanya gagal, beberapa alternatif usaha yang saya bisa usahakan semua menemui jalan buntu, bahkan hanya yang sesimple tukar schedule saja, tidak ada yang bersedia, bahkan malah memberikan ungkapan yang menyakiti hati saya. Saat itulah saya menyadari bahwa Lawe-Lawe bukanlah tempat untuk saya. No one's want to help me at that time. Saat saya bermasalah itu tabir seperti terbuka, bagi saya wajah-wajah asli semua orang seperti terlihat dengan jelas. But Now Here I am! Saya bisa dapatin apa yang saya mau! Terminal Lawe-Lawe will always be in my heart...
adios! |
WorkLedge
|
Site powered by Weebly. Managed by Exabytes - Indonesia
RSS Feed