mariacreativity
  • Home
  • Kidsclopedia
  • BooksDiction
  • WorkLedge
  • Travelography
  • LifeCoaster
  • Contact
  • Home
  • Kidsclopedia
  • BooksDiction
  • WorkLedge
  • Travelography
  • LifeCoaster
  • Contact

Basic Sea Survival

12/8/2022

0 Comments

 
Siang hari di Balikpapan
Hariini adalah ke-6 saya berada di Balikpapan, untuk keperluan "on the job training". Disini saya ingin menuliskan pengalaman saya saat melakukan training sea survival. Training ini diwajibkan bagi saya sebagai persyaratan bekerja di tempat penugasan baru saya, field lawe-lawe.
Beruntungnya saya, training saya digabung dengan HUET & Sea survival training yang sudah ada 4 pesertanya. Jedinya kami sekelas ber-5, dengan saya juga jadi ikut membahas dan mendengarkan paparan materi mengenai HUET.
Training ini membuat saya agak takut-takut tapi penasaran. Penasaran, tapi takut karena ga pandai berenang dan takut dengan air dingin. Bayanginnya aja udah membuat saya bergidik..  Tadinya saya dijadwalkan training hari Kamis, trus pas sampai hotel di senin sore, dapat info kalau trainingnya maju hari selasa, wuuiih.. makin deg deg seer.. hahaha
Picture
Sebenarnya saya tidak ikut HUET training, tapi digabung kelasnya, jadi saya dapat pengetahuan juga tentang HUET secara teori, tapi tidak ikut prakteknya. Training sea survival ini terdiri dari 4 jam teori dan sekitar 3 jam an praktek. Teori saya tuliskan dibagian paling akhir, karena biasanya lebih suka visual foto by foto daripada membaca tinjauan teori panjang kali lebar
Buat saya yang alergi dingin, saya sempat takut pas tau mesti training di kolam renang. Pastilah dingin banget dan saya hampir tidak pernah membasahi kepala dan rambut dengan air dingin, karena bakalan auto sakit kepala dan meriang. jadi pikir..pikir.. pikir.. 
Tapi training nya seru, apalgi pas waktunya praktek. Karena prakteknya disiang hari, jadi airnya hangat, dan saya sukaaa.. wkwkkwk..
Picture
Picture
Picture
Di training ini, surprisingly, Anda ga diharuskan pandai berenang. Malahan kadang kepandaian berenang itu menjadi faktor penyulit saat berada dalam kondisi emergency di dalam air. Logikanya, Anda perlu tahu bagaimana caranya bertahan hidup didalam air, hingga datang bantuan. Jika Anda berenang kesana kemari ditengah lautan luas, Anda bisa kehabisan energi, dan bisa mengundan Makhluk lain/binatang dari dalam laut.
Picture
Picture
Training ini mengajari kami cara bertahan didalam air, baik kondisi sendirian, ataupun dalam team [beberapa orang]. Kami belajar juga bagaimana cara hemat energi saat berada dalam air, bagaimana membantu teman yang cideram bagaimana melakukan penyelamatan, dan yang seru buat saya adalah bagaimana cara melompat dari kapal ke laut untuk menyelamatkan diri. wuiih.. deg-deg an banget. 
Kami juga diajari peralatan2 dan bahan2 emergency yang ada di setiap kapal/perahu dan bagaimana cara menggunakannya. 

Sea Survival

Air menutupi sekitar 75% permukaan bumi, dengan sekitar 70% merupakan laut dan lautan.
Tidak dapat dihindari bahwa ada kalanya anda akan melintasi hamparan air yang luas, dan akan selalu ada kemungkinan bahwa pesawat atau kapal yang Anda tumpangi akan menghadapi kondisi bahaya seperti badai, tabrakan, kebakaran, atau bahkan perang.
Sea survival atau bertahan hidup di laut bisa jadi merupakan situasi bertahan hidup yang paling sulit.  Kelangsungan hidup jangka pendek dan panjang Anda tergantung pada ransum, peralatan yang tersedia, dan tentu saja kecerdikan Anda. Anda harus banyak akal untuk dapat bertahan hidup di lautan. 
Picture
Picture
Sebagai orang yang selamat (survivor) di lautan lepas, Anda akan menghadapi ombak dan angin, mungkin juga menghadapi panas atau dingin yang ekstrem. Untuk menjaga bahaya lingkungan ini agar tidak menjadi masalah serius, maka perlu diambil tindakan pencegahan sesegera mungkin. Juga perlu digunakan sumber daya yang tersedia untuk melindungi Anda dari unsur-unsur alam dan dari suhu panas, dingin atau kelembaban yang ekstrim.

Selain melindungi diri dari elemen alam, Anda juga harus bisa mendapatkan air minum dan makanan untuk memenuhi kebutuhan dasar  yang dapat mencegah masalah fisik dan psikologis yang serius. Anda juga harus tahu cara mengobati masalah kesehatan yang mungkin timbul.

Jadi, kelangsungan hidup Anda dilautan tergantung pada:
  • Pengetahuan dan kemampuan Anda untuk menggunakan peralatan bertahan hidup yang sudah tersedia
  • Keterampilan khusus dan kemampuan Anda untuk mengatasi bahaya yang akan Anda hadapi
  • Keinginan Anda untuk hidup
Pada saat Anda menaiki kapal atau pesawat terbang, cari tahu dimana lokasi penyimpanan peralatan bertahan hidup, dan apa isinya. Misalkan, berapa banyak jumlah pemelihara kehidupan (life preservers), sekoci, atau rakit? Dimana disimpan? Jenis peralatan bertahan hidup yang mereka miliki? Berapa banyak makanan, air, dan obat-obatan? Berapa banyak orang yang dapat ditangani? juga, jika Anda bertangggung jawab atas personnel lain dipesawat, pastikan Anda tahu dimanan mereka berada dan mereka tahu dimana Anda berada.

Jatuh di lautan

​Apabila pesawat Anda jatuh dilaut, lakukan tindakan berikut:
  • Jauhkan diri Anda dari pesawat dengan melawan arah angin pesawat sesegera mungkin,  tetapi tetap disekitarnya hingga pesawat tenggelam
  • Bersihkan air yang mengandung bahan bakar, berjaga-jaga mana tau bahan bakan terbakar
  • Cobalah untuk menemukan survivor lain
Pencarian survivor lain biasanya dilakukan di sekitar seluruh area kecelakaan dan area dekal lokasi kecelakaan. Personel yang hilang mungkin dalam kondisi tidak sadarkan diri dan mengambang rendah di air.
Picture
Langkah-langkah dalam penyelamatan air:
  • [A] Teknik terbaik untuk menyelamatkan personel dari air adalah dengan melemparkan mereka pemelihara kehidupan yang melekat pada garis.
  • [B] Teknis lainnya adalah mengirim perenang (penyelamat) dari rakit dengan garis yang terpasang pada alat pengapung yang akan menopang berat penyelamat.
  • Perangkat ini akan membantu menghemat energi penyelamat sambil memulihkan korban selamat.
  • [C] Teknik yang paling tidak dapat diterima adalah mengirim perenang yang terpasang tanpa alat pengapung untuk mengambil yang selamat.

Untuk semua kasus, penyelamat [Rescuer] memakai pemelihara kehidupan.
Seorang Rescuer tidak boleh meremehkan kekuatan orang yang dilanda kepanikan di dalam air. Pendekatan yang cermat dapat mencegah cedera bagi Rescuer.
Ketika Rescuer mendekati penyintas [Survivor] dalam kesulitan dari belakang, ada sedikit bahaya yang akan ditendang, dicakar, atau ditangkap oleh Survivor. Rescuer berenang ke titik tepat di belakang yang selamat dan menggenggam tali belakang pemelihara. Rescuer menggunakan gaya samping untuk menyeret yang selamat ke rakit.
Jika Anda berada di dalam air, pergilah ke rakit. Jika tidak ada rakit yang tersedia, cobalah untuk menemukan sepotong besar puing-puing mengambang untuk melekat. Rileks; Seseorang yang tahu cara bersantai di air laut berada dalam bahaya tenggelam yang sangat kecil. Daya apung alami tubuh akan menjaga setidaknya bagian atas kepala di atas air, tetapi beberapa gerakan diperlukan untuk menjaga wajah di atas air.
Picture
Mengambang di punggung Anda membutuhkan energi paling sedikit.
Berbaring telentang di dalam air, rentangkan lengan dan kaki Anda, dan lengkungkan punggung Anda.
Dengan mengontrol pernapasan Anda masuk dan keluar, wajah Anda akan selalu keluar dari air dan Anda bahkan mungkin tidur dalam posisi ini untuk waktu yang singkat.
Kepala Anda akan terendam sebagian, tetapi wajah Anda akan berada di atas air.
​Jika Anda tidak dapat mengapung di punggung Anda atau jika laut terlalu kasar, mengapung menghadap ke bawah di dalam air.

the best swimming strokes during a survival situation

Berikut ini adalah pukulan renang terbaik selama situasi bertahan hidup:
  • Dayung anjing. Goresan ini sangat baik saat berpakaian atau mengenakan jaket pelampung. Meskipun lambat dalam kecepatan, itu membutuhkan energi yang sangat sedikit.
  • Gaya dada. Gunakan sapuan ini untuk berenang di bawah air, melalui minyak atau puing-puing, atau di laut yang kasar. Ini mungkin pukulan terbaik untuk berenang jarak jauh: ini memungkinkan Anda untuk menghemat energi dan mempertahankan kecepatan yang wajar.
  • Gaya samping. Ini adalah pukulan bantuan yang baik karena Anda hanya menggunakan satu lengan untuk mempertahankan momentum dan daya apung.
  • Gaya punggung. Stroke ini juga merupakan stroke bantuan yang sangat baik. Ini mengurangi otot-otot yang Anda gunakan untuk stroke lainnya. Gunakan jika kemungkinan ledakan bawah air.

Survival in an area where surface oil is burning

Jika Anda berada di area di mana minyak permukaan terbakar:
  • Buang sepatu Anda dan pelampung yang mengapung. CATATAN: Jika Anda memiliki pemelihara kehidupan yang tidak meningkat, simpanlah.
  • Tutup hidung, mulut, dan mata Anda dan cepat pergi ke bawah air.
  • Berenang di bawah air sejauh mungkin sebelum muncul untuk bernapas.
  • Sebelum muncul untuk bernapas dan saat masih di bawah air, gunakan tangan Anda untuk mendorong cairan yang terbakar menjauh dari area di mana Anda ingin muncul ke permukaan. Setelah area bersih dari cairan yang terbakar, Anda dapat muncul ke permukaan dan mengambil beberapa napas. Cobalah untuk menghadapi angin kencang sebelum menghirup.
  • Rendam kaki terlebih dahulu dan lanjutkan seperti di atas sampai bersih dari api.
  • Jika Anda berada di air yang tertutup minyak yang bebas dari api, pegang kepala Anda tinggi-tinggi untuk menjauhkan minyak dari mata Anda. Pasang pemelihara hidup Anda ke pergelangan tangan Anda dan kemudian gunakan sebagai rakit.
  • Jika Anda memiliki pemelihara kehidupan, Anda dapat tetap bertahan untuk waktu yang tidak terbatas. Dalam hal ini, lihat posisi tubuh "Heat Escaping Lessening Posture (HELP)". Tetap diam dan ambil posisi janin [meringkuk seperti janin] untuk membantu Anda mempertahankan panas tubuh. Anda kehilangan sekitar 50 persen panas tubuh Anda melalui kepala Anda. Karena itu, jauhkan kepala Anda dari air. Area lain yang kehilangan panas tinggi adalah leher, sisi, dan selangkangan.

Survival when you are in a raft

Picture
Picture
Jika Anda berada di rakit [raft]:
  • ​Periksa kondisi fisik semua yang ada di raft. Berikan pertolongan pertama jika perlu. Minum pil mabuk laut jika tersedia. Cara terbaik untuk meminum pil ini adalah dengan meletakkannya di bawah lidah dan membiarkannya larut. Ada juga supositoria atau suntikan terhadap mabuk laut. Muntah, baik karena mabuk laut atau penyebab lain, meningkatkan bahaya dehidrasi.
  • Cobalah untuk menyelamatkan semua peralatan apung—ransum; kantin, kendi termos, dan wadah lainnya; pakaian; bantal kursi; Parasut; dan hal lain yang akan berguna bagi Anda. Amankan barang-barang yang diselamatkan di dalam atau ke rakit Anda. Pastikan barang-barang tersebut tidak memiliki ujung tajam yang dapat menusuk rakit.
  • Jika ada rakit lain, dayung rakit bersama-sama sehingga jaraknya sekitar 7,5 meter (25 kaki). Bersiaplah untuk mendekatkan mereka jika Anda melihat atau mendengar pesawat terbang. Lebih mudah bagi awak pesawat untuk melihat rakit yang berdekatan daripada tersebar.
  • Ingat, penyelamatan di laut adalah upaya kooperatif. Gunakan semua perangkat pensinyalan visual atau elektronik yang tersedia untuk memberi sinyal dan melakukan kontak dengan penyelamat. Misalnya, mengibarkan bendera atau memantulkan bahan pada dayung setinggi mungkin untuk menarik perhatian.
  • Siapkan perangkat pensinyalan lain untuk penggunaan instan. Jika Anda berada di wilayah musuh, hindari menggunakan perangkat pensinyalan yang akan memperingatkan musuh. Namun, jika situasi Anda putus asa, Anda mungkin harus memberi isyarat kepada musuh untuk diselamatkan jika Anda ingin bertahan hidup.
  • Periksa rakit untuk inflasi, kebocoran, dan titik-titik kemungkinan chafing. Pastikan ruang apung utama kokoh (bulat dengan baik) tetapi tidak terlalu ketat. Periksa inflasi secara teratur. Udara mengembang dengan panas; Karena itu, pada hari-hari yang panas, lepaskan udara dan tambahkan udara saat cuaca mendingin.
  • Dekontaminasi rakit semua bahan bakar. Minyak bumi akan melemahkan permukaannya dan memecah sendi-sendinya yang terpaku.
  • Buang jangkar, seret dari kasing rakit, ember jaminan, atau gulungan pakaian. Jangkar laut membantu Anda tetap dekat dengan situs pembuangan Anda, sehingga memudahkan pencari untuk menemukan Anda jika Anda telah menyampaikan lokasi Anda. Tanpa jangkar laut, rakit Anda mungkin melayang lebih dari beberapa kilometer (96 mil) dalam sehari, membuatnya jauh lebih sulit untuk menemukan Anda.
  • Bungkus tali jangkar dengan kain untuk mencegahnya merusak rakit. Jangkar juga membantu menjaga rakit menuju angin dan ombak.
  • Jaga rakit Anda sekering mungkin. Jaga agar tetap seimbang. Semua personel harus tetap duduk, yang terberat di tengah.
  • Pertimbangkan dengan tenang semua aspek situasi Anda dan tentukan apa yang harus Anda dan teman Anda lakukan untuk bertahan hidup. Inventarisasi semua peralatan, makanan, dan air. Barang-barang tahan air yang dapat dipengaruhi oleh air asin. Ini termasuk kompas, jam tangan, sextant, korek api, dan korek api. Ransum makanan dan air.
  • Tetapkan posisi tugas untuk setiap orang atau tetapkan tim, misalnya, pengumpul air, pengumpul makanan, pengintai, operator radio, pemberi sinyal, dan penjamin air. CATATAN: Tugas pengintaian tidak boleh lebih dari 2 jam. Perlu diingat dan ingatkan orang lain bahwa kerja sama adalah salah satu kunci untuk bertahan hidup.
  • ​Simpan log. Catat perbaikan terakhir navigator, waktu pembuangan, nama dan kondisi fisik personel, dan jadwal ransum. Catat juga angin, cuaca, arah gelombang, waktu matahari terbit dan terbenam, dan data navigasi lainnya.
  • Jika Anda berada di perairan yang tidak bersahabat, ambil langkah-langkah keamanan khusus untuk menghindari deteksi. Jangan bepergian di siang hari. Buang jangkar laut dan tunggu malam tiba sebelum mendayung atau mengangkat layar. Tetap berada rendah di rakit; Tetap ditutupi dengan sisi biru kain kamuflase ke atas. Pastikan kapal atau pesawat yang lewat ramah atau netral sebelum mencoba menarik perhatiannya. Jika musuh mendeteksi Anda dan Anda hampir tertangkap, hancurkan buku catatan, radio, peralatan navigasi, peta, peralatan pensinyalan, dan senjata api. Lompat ke laut dan tenggelamkan jika musuh mulai mencekik.
  • Putuskan apakah akan tetap di posisi atau berpindah. Tanyakan pada diri Anda sendiri, "Berapa banyak informasi yang diberikan sinyal sebelum kecelakaan itu? Apakah posisi Anda diketahui oleh penyelamat? Apakah Anda mengetahuinya sendiri? Apakah cuaca menguntungkan untuk pencarian? Apakah kapal atau pesawat lain kemungkinan akan melewati posisi Anda saat ini? Berapa hari persediaan makanan dan air yang Anda miliki?"

Survival in a cold weather consideration

Jika Anda berada di iklim dingin:
Perlindungan terbaik Anda terhadap efek air dingin adalah masuk ke rakit penyelamat, tetap kering, dan mengisolasi tubuh Anda dari permukaan dingin bagian bawah rakit. Jika tindakan ini tidak memungkinkan, mengenakan setelan antiexposure akan sangat memperpanjang harapan hidup Anda.
Picture
Ingat, jauhkan kepala dan leher Anda dari air dan terisolasi dengan baik dari efek air dingin ketika suhu di bawah 19 derajat C (66 derajat F). Mengenakan pemelihara kehidupan meningkatkan waktu bertahan hidup yang diprediksi karena posisi tubuh di dalam air meningkatkan peluang untuk bertahan hidup.

Survival in a hot weather consideration

Jika Anda berada di iklim panas:
Perlindungan terbaik Anda terhadap efek air dingin adalah masuk ke rakit penyelamat, tetap kering, dan mengisolasi tubuh Anda dari permukaan dingin bagian bawah rakit. Jika tindakan ini tidak memungkinkan, mengenakan setelan antiexposure akan sangat memperpanjang harapan hidup Anda. Ingat, jauhkan kepala dan leher Anda dari air dan terisolasi dengan baik dari efek air dingin ketika suhu di bawah 19 derajat C (66 derajat F). Mengenakan pemelihara kehidupan meningkatkan waktu bertahan hidup yang diprediksi karena posisi tubuh di dalam air meningkatkan peluang untuk bertahan hidup.

Raft Procedures

Sebelum menaiki rakit apa pun, lepaskan dan tambatkan (tempelkan) pemelihara hidup Anda pada diri Anda sendiri atau pada rakit.  Pastikan tidak terdapat benda logam atau benda tajam lain pada pakaian atau peralatan Anda yang dapat merusak rakit. Setelah menaiki rakit, kenakan kembali pemelihara hidup Anda.
Untuk semua rakit, ingat lima "A", yaitu lima hal pertama yang harus Anda lakukan jika Anda adalah orang pertama yang masuk ke dalam rakit:
  1. Air-Check [Periksa Udara]: Pastikan semua ruang dalam rakit digelembungkan; semua katup inflasi ditutup; dan klem tabung pemerataan dijepit saat digelembungkan sepenuhnya.
  2. Assistance [Bantuan]: Membantu orang lain naik ke dalam rakit; Keluarkan semua barang penghasil tusukan dari saku dan pindahkan perangkat flotasi ke bagian belakang tubuh; Gunakan teknik boarding yang tepat [misalnya, loop boarding pada rakit tujuh orang dan landai boarding pada rakit 25, 35, dan 46 orang].
  3. Anchor [Jangkar]: Pastikan jangkar disebarkan dengan benar.
  4. Accessory bag [Tas aksesori]: Temukan tas aksesori. Ini akan ditambatkan ke rakit antara sisi halus botol CO 2 dan jalan boarding terdekat.
  5. Assessment [Penilaian]: Nilai situasi dan pertahankan sikap mental yang positif.

Kebutuhan untuk bertahan hidup

Air

Air merupakan kebutuhan yang paling penting bagi Anda. Hanya dengan air, Anda dapat hidup bertahan hingga 10 hari atau lebih, tergantung dari keinginan Anda untuk hidup. Saat meminum air, basahi bibir, lidah dan tenggorokan anda sebelum menelan.. 

Masuk bulan ke-3 saya bekerja di Lawe-Lawe, 2x PP naik jetty dari pelabuhan, seringkali melayangkan ingatan saya ke masa lalu. belasan tahun lalu, 2010 saya mendapatkan tugas dinas luar kota saya yang pertama kali ke Bintuni, Papua, site nya BP Tanggauh. Saya tidak dibekali training Basic Sea Survival saat itu, dan nekat berangkat saja.
Penugasan kedua saya ke Balikpapan dan Samarinda, dari sungai Mahakam ke Muara Jawa, naik speed bolar double engine ke tengah lautan selama 2 jam, untuk naik ke kapal tongkang, witness loading batubara. Saya naik ke kapal tongkang dengan menggunakan personal crane. Dan saya tidak ada dibekali basic sea survival, bahkan safety induction saja tidak. Lah saya kan orang QHSE nya.. hahahaa
Dan akhirnya dapat saya simpulkan sekali lagi, sebagai penguatan, kalau saya ini dari dulu memang orangnya nekat bin pasrah. asal jebrat jebret dijalanin aja, makin senang dapat challenge, dapat peluang belajar hal baru, meskipun belum tahu apa-apa.
Adios!
Reference:
Training material, Basic Sea Survival, Global Saftindo, Balikpapan, 2022
The complete guide to sea survival - how to survive in the open sea. - Wilderness Arena Survival
​
0 Comments

1000 islands project

7/25/2022

0 Comments

 

Awal mula bergabung di project ini

Kali ini saya akan mulai menuliskan pengalaman saya mengikuti project-project yang menggunakan standard internasional, dan didanai oleh lembaga pembiayaan asing. Yang kali ini masih running projectnya, 1000 islands project, di 4 lokasi yang didanai oleh KfW dan mengacu pada standart IFC.
Awalnya saya ditanyakan oleh pak Ugo tentang availability saya untuk services project baru ELC. Of course lah saya available.  Jadi total, ada 3 kontrak berbeda antara saya dengan ELC, untuk project jangka panjangnya, Lumut Balai, Hululais dan 1000 islands. Lumut Balai dan Hululais, didanai oleh Jepang, sehingga memakai standard dari JICA, sedangkan 1000 islands ini didanai oleh KfW yang mengacu pada IFC PS. Long story short, saya melakukan site visit pertama di bulan Juni, bersama dengan Environmental International Expert dari perusahan Jerman.

Pernah dengar tentang IFC atau World Bank?

Setidaknya, yang paling umum, ada dua model pembiayaan asing yang berbeda fokusnya, yaitu project yang didanai oleh World Bank [Bank Dunia] dan didanai oleh IFC [International Finance Corporation].
1. World Bank
Project yang didanai oleh World Bank lebih difokuskan pada proyek yang diajukan suatu negara atau pemerintah. World Bank memiliki standard yang harus dipenuhi oleh penerima donor, dengan WB-OM [World Bank Operation Manual]
2. IFC
IFC lebih fokus untuk project pembiayaan asing yang difokuskan pada sektor swasta. IFC juga memiliki standard yang disebut dengan IFC PS [IFC Performance Standard],

Salah satu elemen penting yang dibahas dalam manual kedua lembaga tersebut adalah bagaimana project pembangunan yang didanai oleh mereka TIDAK BOLEH memberikan dampak kepada budaya masyarakat setempat dan keberadaan warisan bidaya yang ada. 

Didalam manual kedua lembaga tersebut disebutkan tentang bagaimana pengelolaan dan kewajiban penerima dana untuk melakukan kajian, pelaporan kepada pihak berwenangm dan pengelolaan budaya jika ditemukan.  

dan project yang saya ikuti sekarang, didanai oleh IFC, sehingga harus memenuhi persyaratan dari IFC Performance Standars. IFC [International Finance Corporation] merupakan kepanjangan tangan dari Bank Dunia [World Bank] yang khusus dibidang sektor swasta [Private Sectors].


IFC didirikan pada tahun 1956, dimana pada awalnya didorong oleh masyarakat global untuk membantu perkembangan investasi sektor swasta pada negara-negara berkembang [developing nations].

Misi IFC adalah untuk mengembangkan [to promote] investasi swasta yang berkesinambungan pada negara berkembang, membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup.

Kegiatan IFC adalah dengan memberikan pinjaman [loan], partisipasi modal [equity], berbagai bentuk pembiayaan [structured finances], serta produk-produk manajemen risiko [risk management product], konsultasi [advisory services] guna mengembangkan sektor swasta di Negara-negara berkembang. dan terhitung sejak tahun 1968, IFC telah menginvestasikan miliaran dollar di Indonesia.
​

Apa itu IFC Performance Standards

Picture
https://www.ifc.org/wps/wcm/connect/topics_ext_content/ifc_external_corporate_site/sustainability-at-ifc/policies-standards/performance-standards/performance-standards

​Performance standard IFC terdiri dari 8 point PS
  1. PS_1 Risk Management
  2. ​​PS_2 Labor and Working Conditions
  3. ​​PS_3 Resource Efficiency and Pollution Prevention 
  4. ​​PS_4 Community Health, Safety, and Security
  5. ​​PS_5 Land Acquisition and Involuntary Resettlement 
  6. ​PS_6 Biodiversity Conservation and Sustainability Management
  7. ​​PS_7  Indigenous People 
  8. ​​PS_8 Cultural Heritage 
​​

My job My adventures!

Cakupan project ini entah bagaimana bisa di 4 lokasi, bahkan di 2 pulau yang berbeda sangat jauh. Tiga lokasi project di Sulawesi Tenggara, dan satu Lokasi di Papua Barat. Perjalanan saya untuk project ini dimulai di Jakarta. Saya berada di Jakarta 3 hari untuk bertemu offline pertama kali dan melakukan persamaan persepsi dengan Environmental International Expert sebelum terjun ke Site. Selanjutnya Kami melakukan perjalanan ke Sulawesi Tenggara, Kendari; Lanjut ke Lasusus di Kabupaten Kolaka Utara dan lanjut ke site,  
Picture
Picture
dua peta diatas itu adalah hasil tracking perjalanan kami menggunakan GPS.
Jangkauan perjalanan, di tiga lokasi yang berbeda, Lapai, Watunohu dan Riorita di Sulawesi Tenggara.
Site Projectnya juga sangat challenging, lokasinya masih hutan, hutan beneran hutan dan termodifikasi dengan perkebunan yang didominasi perkebunan cokelat. PErjalanan yang saya tempuh hari demi hari mengingatkan saya pada masa kecil saya, ya di jawa pernah juga berada pada kondisi seperti ini. Saat saya duduk dibelakang motor ojek penduduk lokal yang disewa untuk mengantarkan kami kemanapun, mengembalikan kepingan ingatan masa kecil saya, yang dulu sering ikut Ibu berangkat dinas ke Sekolah, di tempat tugasnya nun jauh di Bongkok sana. Tapi itu, mungkin saat saya umur 4-5 tahun, yang artinya 32 tahun yang lalu, sedangkan dilokasi sekarang ini, sama, tahun 2022.
Jaman saya kecil juga sering main ke hutan, jalan kaki jauh, apalagi saat bulan puasa. Jalan kaki menyusuri hutan menuju air terjun ditengah hutan, berangkat setelah sholat subuh dibulan puasa. Tapi, lagi, 30 an tahun yang lalu saja hutannya aman buat dilintas anak-anak kecil seperti saya dan kakak-kakak saya, tidak seperti dilokasi ini. 
Jadi intinya, bersyukurlah. Nun jauh disana, masih banyak orang-orang yang tidak beruntung, atau mereka tidak tahu ada kehidupan yang lebih baik diluar sana. Disana bahkan belum ada listrik, kamar mandinya,, waah..
Dan, yang saya sukai dengan mengikuti project bermacam-macam, kesana kemari itu bisa melihat bagian bagian lain di Indonesia [bagaimana kalau penjelajahan ya ke belahan dunia lain.. pasti seru sekali]. Yang akhirnya, memaksa saya untuk selalu bersyukur. Terkadang saya suka lupa dengan limpahan nikmat yang sudah saya dapatkan, mengeluh, berandai-andai, merasa tertekan, tidak beruntung. Tetapi, dengan pekerjaan penjelajahan seperti ini, saya mau tidak mau melihat dan mempelajari bahwa, banyak orang yang SANGAT JAUH TIDAK BERUNTUNG dari saya, tetapi mereka tetap tersenyum, bahagia, berkerluarga, bekerja, semampu mereka.


okeh, kali ini biarkan gambar yang bercerita
Jarak dari hotel tempat kami menginap menuju ke desa terdekat dengan lokasi sekitar 30 menit perjalanan dengan mobil. kami berangkat dari hotel jam 6 pagi, teng. sampai titik berkumpul jam 6.30, persiapan hana hini hitu, isi bensin dkk dan start ke site jam 7, paling lambat.
Picture
ini adalah titik pertemuan kami dengan motorbikes yang akan mengantarkan kami ke lokasi pertama. Lapai 1. dari hotel di Lasusua menggunakan mobil sekitar 30 menit, dan disini berganti dengan motor.
Picture
Hari pertama ke site, berangkat dari hotel bertiga, berbaju cokelat [International Geologist Expert] dan berbaju putih [International Environmental Expert]

Perjalanan kami menembus rimba.. 
Hidup kami [saya lebih tepatnya] selama di site, berada ditangan di mas-mas pengemudi motor ini. Mereka orang lokal penduduk asli di sana, mereka sangat EXPERT dengan kondisi jalan dan dengan segala tantanganya. Short briefing yang saya terima pertama kali dari driver saya: "Nanti, apapun yang terjadi, sebelum ada aba-aba dari saya, apapun yang terjadi jangan pernah turun dari motor, pegangan kuat." Bayangan saya seperti mau suting fast and furious versi motor. dari nada nya sepertinya bakalan... 
dan iya,, memang challenging siih. Tapi beruntungnya, semasa KKN Undip dulu di Ungaran, saya pernah nebeng motor trail bapak perangkat desa sana saat berkunjung ke daerah perkebunan kopi dan teh, yang mana jauh lebih menakutkan, sebelah kiri tebing sebelah kanan jurang, tanah berpasir, teknik motornya beneran ngetrail parah. 
Jadi, well heyy.. I'm survived! 
ada untungnya udah punya mental suka mencoba sejak masa muda, jadi tidak kagetlah pas kerja dapat beginian. Hutan-hutan juga, aah di Paduraksa banyak hutan. Di AKL dulu sering jalan juga ke curug2 di Baturaden, beda beda tebal ajaa.... haha
Picture
perjalanan menuju ke lokasi pertama dari titik pertemuan, 1 jam naik motor ini. saya masih bisalah pegangan belakang, tidak sampai itu pegangan driver kenceng2.
Picture
saya ngebayangin, pas melintas jembatan kayu ini tali temalinya putus, dan kami berkejaran waktu mencapai ujung sebelum jatuh. korban drama banget kan saya
Picture
ini perjalanan ke lokasi kedua, naudzubillah lah parahnya jalan. 2 jam motor setelah titik pertemuan.

Ngapain aja sih mblusak mblusuk ke hutan?

Picture
itu saya beneran jalan sendiri,, entah berapa km kami berjalan kaki.. jelang siang hujan gerimis pulaa...
Picture
si bapak PM aja terpeleset peleset gitu tuuh.. kaan
Picture
Kenapa sih Ibu masuk-masuk hutan begini? tugas ibu apa? untung kuat ibu nya **pertanyaaan dari mereka
Kunjungan kami disini dari Environmental & Social Team, mau melihat kondisi project secara langsung dan mengassess kondisi sekarang, mengumpulkan data-data bisa didapat, yang mengacu pada pemenuhan persyaratan IFC PS [IFC Performance Standards]. 
Dengan berkunjung langsung, ke semua rencana lokasi project, setidaknya kami melihat dengan mata kepala kami sendiri, dan bisa memperkirakan perubahan apa yang akan terjadi dengan project ini dari sisi Enviro dan socialnya.
Caranya bagaimana?
Ya pertama jauh sebelum ke site visit, tentu saja kami melakukan dekstop study. Pelajari dulu isi dari dokumen Amdalnya, Adendum AMDALnya, ESIA nya, Feasibility Study nya,, trus tentu saja pejarai requirements nya IFC PS dari PS_1 sampai PS_8. Isinya tidak terlalu berbeda dengan requirements nya World Bank Standard.  
Yang membuat baru bagi saya, adalah jenis projectnya, micro hydropower plant. Yang mana ini baru banget buat saya, sebelumnya kan di Geothermal.
Picture
ojek kami berhenti disini, istirahat dan sarapan sebentar trus lanjut ke lokasi
Picture
Hujan, becek, gada ojeek...
Lokasi ke dua, perjalanan 2 jam motor dan dilanjutkan jalan kaki.
Dilokasi kedua ini perjalanan pulangnya saya udah hampiiiir menangis. Sebenarnya karena ketrigger juga, beberapa hari saya pergi, ga dikasih nelfon faqih, anak-anak. Palingan cuma beberapa menit aja v call dengan alasan sibuk, jadi rewel dkk dkk. Sebagai emak emak normal, jadi sedih kan ya... ga munafik.
Jadinya berantem juga, saya itu kerja begini jauh mblusak mblusuk, dikira jalan-jalan? jadi ngerasa sendirian kan kalau dihotel nelfon aja ga dikasih akses. Jadi serasa sapi perah yang lagi kerja. Tidak tau risiko tinggi banget pekerjaan ini, sepadan sama bayarannya. Meleng dikit itu supir ojek, jatuh kami masuk jurang, masuk sungai, kepental batu, kepeleset dikit masuk jurang, 
Dilokasi kedua ini juga, karena medannya wah banget, kepikiran itu, mati. Ya untungnya saya dicover asuransi, jiwa dan kecelakaan. Jadi kalau kenapa napa saya saat itu, setidaknya bisa ada tinggalan klaim asuransi jiwa dan kecelakaan buat anak-anak. Sampai segitunya coba saya mikirnya. bukannya enaena
Picture
Picture
Picture
Yaa.. enak siih,, ga munafik. jalan jalan kesana kemari mblusak mblusuk masuk hutan. Terbebas dari kewajiban cuci piring sehari 6x, dll dll. Kalau mikirkan cuci piring, kena sabun, basah basah, angkat ini itu bersih-bersih rumah, ya emang enakan mblusak mblusuk hutan, lebih bikin segar.
Picture
Picture
Picture
Lokasi ke-3, dari hotel 2 jam naik mobil, dilanjutkan motor sekitar 30 menit, kemudian jalan kaki. 
Medan dilokasi ketiga jauuuh lebih mudah, hanya saja trekkingnya melintas sungai beberapa kali. dan saya sangat menyukai sepatu boot saya. Tangguh! hahaha...
Foto-foto berikut ini adalah tipikal penduduk yang tinggal didalam area hutan, mereka berkebun, dengan komoditas utama cokelat, banyak juga yang menanam cengkeh, kopi, kemiri, pala, cabe, alpukat, rambutan.
Picture
Picture
Picture
Saya tidak dapat membayangkan bagaimana kehidupan anak-anak disini. Sekolah didaerah ini adanya SD, itupun datu desa satu. Pustu satu, itupun hanya seminggu atau sebulan sekali bukanya. Saya juga tidak bisa membayangnya jadi perempuan disini, menikah, hamil. Puskesmas di Kecamatan sana, Rumah sakit entah dimana.. 
Picture
Ibu itu, berjalan kaki, sambil menggendong bayi dan menggandeng balita. saya tunggu di pinggir jalan, saya tanyakan, kenapa Ibu mau tinggal disini? dll dll
Picture
Dan anaknya dibawa ngetrail didepan dong ya,, medannya gitu banget. bahaya banget, tapi, selain motor, jalan kaki. hayoo loh..
Picture
Hai anak-anak..
Nyesek hati saya, melihat anak2 balita begitu dilokasi yaang.. haduuhhaaaii... 
Semoga proyek ini berjalan lancar, sesuai harapan, sehingga daerah kalian ini bisa menjadi lebih baik, dan kalian juga ada pilihan lain untuk masa depan kalian. Semoga akan lebih banyak sekolah dan faskes disini, lapangan pekerjaan terbuka, dan kalian bisa hidup lebih sejahtera, aman dan sehat. aamiin

My outfit of the day

Jika dibandingkan di Bapak International Expert, saya itu over banget bawaannya. Bawa sleeping bag lah, trekking pole lah, baju celana ber stel stel, dll perlengkapan cewe lah ya.. bahkan ada yang di jakarta saya paketin pulang, bawa jaket aja dua,, haha. Handuk malahan ga dipakai sama sekali.
Yaah buat saya mending over prepare daripada kondisi diluar ekspektasi kan. Manatau saya kondisi disana itu.. kalau tidurnya mesti pakai sleeping bag just in case, kamarnya agak agak.. yeekaaann... gatel nanti. 
Baju juga, mesti ganti kan tiap hari, minimal 2 baju sehari, untungnya bisa cincau laundry di hotel,  kalau engga, malah kekurangan lah itu onderdil..
Picture
muka saya udah pucet pucet mau pingsan gimanaaa gitu..
Picture
meski dihutan tapi rasanya panas, tapi saya ga bisa pakai baju tipis, gatal dan takut lecet2 atau sobek ye kaan.. jadinya saya ke hutan pake baju tebal2 macem ini
Picture
Pakai baju seragam PU dari si papap
Sepatu, saya bawa 2 sepatu [kets dan waterproof boots] dan satu sendal gunung, yang mana worth it banget.. Sepatunya kokoh, puas, kaki saya aman sentosa. 
Trekking pole, saya bawa dari Pekanbaru yang agak drama dikit dibandara. udah check in, masuk ruang tunggu ditahan, tongkat mesti di bagasi, di wrapping dulu lah, bikin keringatan aja.
Picture
Picture
Picture
Satu kopor, satu ransel, satu tas kecil. Bawaan kami serupa ternyata, hanya saja kopor saya lebih besar. haha

Makanan

Selama saya site visit, sepertinya berat badan saya berkurang berkilo kilo. Celana saya sampai longgar selonggar longgarnya. Jadi, tidak perlu diet, ga ada diet sejak melahirkan, BB balik normal dengan sendirinya. Saya tidak begitu suka dengan rasa makanan disini, gada yang salah sih, biasa aja, tapi ga berasa buat saya. 
dan herannya, malah lebih enak makanan di Kalibumi Papua daripada di Sulawesi Tenggara.. hahaha
Picture
sempatin short escape sebentar, pakai ojek motor si emba ituu.. cari makan dan keliling kota Lasusua
Picture
Sarapan bakso sebelum memulai misi di desa Saludongka
Picture
makan malam di hotel Plaza Inn Kendari
Bagian foto tentang makanan bisa sampai 9 foto sendiri.. hahaha...
Picture
menu sarapan dihotel di Lasusua, setiap hari telur.
Picture
Menu makan dihotel, tentu saja
Picture
porsi makan siang di Lapai, diantar ke tengah hutan dimanapun kami berada.
Karena berangkat dari hotel tidak sempat sarapan, jadi kami selalu sarapan dikota terdekat sebelum masuk area hutan. Sehingga banyakan makanannya sedapatnya saja yang sudah buka. Makan siang, hampir selalu terlambat, makan malam, karena sudah capek juga seringnya makan apa yang ketemu aja 
Picture
sarapan semacam grombyang, tapiiii.. gada rasanya sih, hambar
Picture
jam 2 baru berhasil makan siang, indomi rebus,
Picture
ada duren dipinggir jalan dari site, diambil dan dimakan didepan rumah Pak Kades

Sayonara!

Picture
Picture
Picture

0 Comments

Introduction & Awareness to GHG & ISO 14064

2/15/2022

0 Comments

 
Training ini masih fresh sekali, baru saya selesai ikuti minggu lalu, dua hari selasa dan rabu. Training nya seru, padat, dan kurang waktunya. Jadi, awalnya kenapa saya nyemplung di training ini, dulu, sepertinya 2 tahun lalu pernah ditanyain Pak Ugo, intinya "kamu bisa tidak melakukan penghitungan karbon". Saat itu tentu saja saya ga bisa, hahaha. bahkan baru dengar itu karbon bisa dihitung. Enviro katrok.
Dari dulu sih udah melakukan inventory untuk program energy management ya, dari pertama kerja, tapi dulu belum adalah penghitungan karbon. Hanya inverntory dan track penggunaan energy dan perlu melakukann efisiensi apa dan dimana. Direcord, waste nya dikelola, direport, udah gitu aja. 
Naah, karena penasaran dengan pertanyaan itu <pertanyaan ke saya yang ga bisa saya jawab, itu.. buat saya seperti challenge. a.k.a bikin penasaran> jadinya berawal dari saya browsing-browsing, di artikel, jurnal, youtube, dan, semakin cari tau sendiri semakin ngerasa ga ngerti. Jadinya saya tanya ke teman-teman di dunia per training an mengenai training ini. Rata-rata masih ga paham juga, belum ada trainingnya, jadilah saya inden daftar kalau ada open class. Rasanya sama seperti inden buku harry potter.. hahaha..
Trus akhirnya, teman dulu di SGS, Mba Ulni kasih tau kalau ada trainingnya tapi di SGS Thailand, SGS Indonesia belum ada. Kemudian chat lagi bulan desember fix running training dengan SGS thailand, 8 peserta dari Indonesia. Pelaksanaannya di bulan Februari 2022; biaya nya 5.000.000 + VAT 10% = 5.500.000 untuk 2 hari training.
Sempat bertanya sih, kenapa sampai 5 jt ya padahal introduction aja. Tapi, sepertinya karena masih jarang topiknya, dan ngikut ke SGS Thailand, jadinya lebih mahal. Tapi, setelah mengikuti trainingnya, sepadanlah. Ini training introduction, tapi dua topik, ISO 14064 dan juga mengenai GHG - penghitungan emisi karbon 
Picture
Sambil nunggu Abam sekolah, belajar dong yaa... haha
Picture
Niat banget training dong yaa...

Jadi, berikut overview trainingnya.. dah kebayang dong gimana isinya... padat. In total ada 5 workshop, beneran workshop, ngitung-ngitung, buat saya yang baru belajar ini, banyak banget nambah ilmunya. 
Selain  hard copy materi dan workshop yang sudah dikirimkan dari SGS, saya ada dokumen pendukung yaitu GHG protocol, ada versi pdf dan hard copy. Saya udah belajar dari hari Jum'at, baca-baca GHG protocol, sama materi yang udah dikirimkan, trus ngerjakan worksop 1 dan 2.
Picture
GHG & ISO 14064 SGS Training Program

ISO 14064:2018 
Part I : Specification with guidance at the organization level for quantification and reporting of greenhouse gas emission and removals.
Trainer: Metha Buaraksakul

​Jadi... ISO 14064 ini terdiri dari 3 bagian, dan training saya ini hanya mencakup part 1 saja. Part 1 untuk organisasi, part 2 untuk project, part 3 untuk proses validasi dan verifikasi bagi badan sertifikasi. ​dan FYI ya, ternyata ISO 14064 ini bukanlah ISO management system ya, tetapi ISO mengenai persyaratan untuk pelaporan GHG. Jadi dari training introduction tidak ada kelanjutan ke internal auditor, lead auditor, tidak ada.
Picture
ISO 14064 Standard: Framework for parts 1/2/3

Kenapa suatu oragnisasi melakukan penghitungan emisi karbon, dalam hal ini, tahapan awalnya adalah dengan melakukan risk management, dimana common risk nya ada 4 berikut:
1. Risk from Operational Cost; dimana dengan adanya peningkatan harga di sektor energi maka akan mengakibatkan kenaikan biaya operasional suatu organisasi
2. Risk from product market; Dimana adanya persyaratan lingkungan untuk melakukan pengurangan dan penghitungan pada emisi jejak karbon (carbon footprint) serta bahwa customer sekarang mulai peduli dengan produk low carbon
3. Risk from legislation and policy; adanya konsultasi global mengenai retribusi karbon, serta adanya wacana bahwa dimasa yang akan datang Kebijakan lingkungan akan menerapkan sistem kuota untuk emisi karbon 
4. Risk from social responsibility; Dimana data jejak karbon perusahaan harus diungkapkan dalam Sustainability report mereka

​ISO 14064:2018 Requirements

Berikut adalah ke 10 klausul yang ada pada ISO 14064. 
  1. Scope 
  2. Normative references
  3. Terms and definitions
  4. Principles
  5. GHG inventory boundaries
  6. Quantification of GHG emissions and removals
  7. Mitigation activities
  8. GHG inventory quality management
  9. GHG reporting 
  10. Organization's role in verification activities
dan tentu saja saya hanya manuliskan disini point klausulnya saja, tidak saya tuliskan detailah disini, karena didalalm klausul tersebut banyak point-nya dan, kalau mau belajar sendiri yang free silakan download GHG protocol, disitu lebih detail membahas mengenai GHG.
Scope
This ​document specifies principles and requirements at the organization level for the quantification and reporting of GHG emissions and removals. It includes requirements for the design, development, management, reporting and verification of an organization's GHG inventory.
Jadi, ISO 14064 ini menetapkan mengenai:
  • Prinsip dan persyaratan di tingkat organisasi
  • ​Prinsip dan persyaratan untuk kuantifikasi  emisi Gas Rumah Kaca,
  • ​Prinsip dan persyaratan untuk pelaporan emisi Gas Rumah Kaca,
  • ​Prinsip dan persyaratan untuk penghapusan  emisi Gas Rumah Kaca.
termasuk:
  • Persyaratan untuk desain emisi Gas Rumah Kaca organisasi,
  • Persyaratan untuk pengembangan emisi Gas Rumah Kaca organisasi,
  • Persyaratan untuk manajemen emisi Gas Rumah Kaca organisasi,
  • Persyaratan untuk pelaporan emisi Gas Rumah Kaca organisasi,
  • Persyaratan untuk  verifikasi inventaris emisi Gas Rumah Kaca organisasi.
Normative references
​N/A
Terms and definitions
​3.1 Terms relating to greenhouse gases
3.2 Terms relating to the GHG inventory process
3.3. Terms relating to  biogenic material and land use
3.4 Terms relating to organizations, interested parties and verification 
Principles
Penghitungan dan pelaporan GHG harus didasarkan pada prinsip-prinsip berikut:
Relevance
Pastikan inventarisasi/pendataan GHG secara tepat sehingga mencerminkan emisi GHG perusahaan dan dapat mencukupi kebutuhan pengambilan keputusan - baik internal maupun eksternal perusahaan.

Completeness
Memperhitungkan dan melaporkan semua sumber emisi GHG dan aktivitas dalam batas inventarisasi yang dipilih. Informasikan dan jelaskan apabila dilakukan pengecualian-pengecualian tertentu.

Consistency
Gunakan metodologi yang konsisten sehingga memungkinkan untuk dilakukan perbandingan emisi yang berarti dari waktu ke waktu. Dokumenkan secara transparan setiap perubahan pada data, batas inventarisasi, metode, atau faktor relevan lainnya dalam skala waktu tertentu.

Transparency
Perhitungkan semua masalah yang relevan secara faktual dan koheren, dengan menggunakan pola audit yang jelas. Informasikan semua asumsi yang relevan dan membuat referensi yang tepat untuk penghitungan dan metodologi perhitungan besera sumber data yang digunakan.

Accuracy
Pastikan bahwa penghitungan emisi GHG dilakukan secara sistematis, tidak melebihi atau di bawah emisi aktual, sejauh yang dapat dinilai, dan bahwa ketidakpastian telah dikurangi sebanyak mungkin. Mencapai tingkat akurasi yang cukup untuk memungkinkan pengguna membuat keputusan dengan jaminan yang wajar mengenai integritas informasi yang dilaporkan
GHG inventory boundaries
Batas operasional akan menentukan emisi manasaja yang disertakan dalam penghitungan dan bagaimana mereka diklasifikasikan. Pelingkupan emisi juga menghindari kemungkinan penghitungan ganda dari suatu emisi. Klausul 5 mengenai batas GHG inventory berisi beberapa sub klausul:
5.1 Organizational boundaries
​
​5.2 Reporting boundaries
5.2.1 Establishing reporting boundaries
5.2.2 Direct GHG emissions and removals 
5.2.3 Indirect GHG emissions and removals 
5.2.4 GHG Inventory categories 
Picture
steps in identifying and calculation emissions

​Quantification of GHG emissions and removals


6.1 Identification of GHG sources and sinks

6.2 Selection of quantification approach
6.2.1 General
6.2.2 Data selection and collection used for quantification 
6.2.3 Selection or development of GHG quantification model

6.3 Calculation of GHG emissions and removals

6.4 Base year GHG inventory
.
6.4.1 Selection and establishment of base year
6.4.2 Review of base-year GHG inventory
Mitigation activities
7.1 GHG emission reduction and removal enhancement initiatives
7.2 GHG emission reduction and removal enhancement projects
7.3 GHG emission reduction and removal enhancement targets
GHG inventory quality management
Prinsip penerapan klausul 8 mengenai manajemen kualitas dari inventarisasi GHG adalah dengan mengikuti 5 prinsip GHG diatas pada saat melakukan proses pelaporan GHG
GHG reporting
Klausul 9 membahas mengenai pelaporan GHG. dari mulai membuat perencanaan, isi dari laporan GHG, informasi yang diwajibkan ada pada laporan, informasi yang direkomendasikan ada pada laporan, dan juga informasi pilihan yang tidak diwajibkan akan tetapi diperlukan; misalkan performance, keikutsetaan dalam program GHG, dll.
Organization's role in verification activities
Picture

Referensi:
1. Handout training Introduction & awareness to GHG & ISO 14064. SGS Thailand Copyright.
2. The Greenhouse Gas Protocol, A Corporate Accounting and Reporting Standard, Revised edition. World Resource Institute. World Business Council for Sustainable Development.

0 Comments

Upskilling HSSE officer: Part 2 - Safety Inspection audit

2/10/2022

0 Comments

 
Dari semua bagian part QHSE [Quality; Health; Safety; Environment], saya paling suka bagian audit, inspeksi, dan kelengkapannya. Saya bisa dibilang tidak begitu nyaman dengan bagian QHSE yang seperti campaign; a.k.a kecenderungan untuk berbicara didepan orang banyak. Saya lebih suka bertanya, mendengarkan, dan manuliskan.
Audit merupakan proses yang sistematis, independen, dan terdokumentasi untuk mendapatkan bukti objektif dan mengevaluasi bukti tersebut secara objektif guna menentukan tingkat pemenuhan kriteria audit (ISO 19011:2018).  Tujuan audit adalah untuk menilai suatu sistem, apakah: 
  1. Diterapkan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan
  2. Berjalan dengan efektif
  3. Terdapat peluang untuk ditingkatkan lebih lanjut

Panduan audit sistem manajemen

Prinsip Audit
  1. Dapat dipercaya: punya integritas, dapat menjaga kerahasiaan dan berpendirian
  2. Penyajian obyektif (FAIR): Kewajiban untuk melaporkan secara benar dan akurat
  3. ​Proffesional: Kesungguhan dan ketepatan penilaian dalam audit 
  4. Independen: Dasar untuk ketidakberpihakkan audi dan objektivitas kesimpulan audit 
  5. Rasional: diperlukan untuk mencapai kesimpulan audit yang dapat dipercaya dan terjaga konsistensinya melalui proses audit yang sistematis
  6. Dapat Diverifikasi: Pengambilan sampel yang sesuai sangat terkait dengan kepercayaan terhadap kesimpulan audit 
  7. Pendekatan berbasis risiko: pada perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan audit 

Pengaturan Program Audit

  1. Menentukan, mengevaluasi risiko & peluang program audit
  2. Sasaran audit
  3. Jenis-jenis Audit 
  4. Fungsi-fungsi organisasi​
  5. Perencanaan program audit 
  6. Persiapan Audit 
Pelaksanaan Audit
  1. ​Melakukan opening meeting 
  2. Melakukan audit 
  3. Melakukan laporan audit
  4. Melakukan closing meeting 

Metode Audit

Pengecekan dokumen -Dekstop review
  1. memeriksa bukti penerapan sistem 
  2. menjadi peneliti yang baik 
  3. tentukan poin-poin yang perlu diperiksa
  4. jangan puas hanya dengan ditunjukkan keberadaan dokumen, periksa kelengkapan dan isinya 
  5. lakukan pemeriksaan dengan cara sampling 
  6. hindari Nit picking (mencari hal yang sepele)
  7. hindari berdebat dengan auditee tentang suatu ketidaksesuaian, untuk menghindarinya periksa sampel berikutnya
Wawancara
  1. meminta auditee menjelaskan penerapan sistem 
  2. menjadi pendengar yang baik 
  3. tentukan informasi yang ingin didapatkan 
  4. pilih kata yang sesuai dan mudah dimengerti
  5. pergunakan penekanan nada suara dan bahasa untuk memperjelas maksud
  6. perhatikan saat auditee berbicara
  7. catat informasi yang perlu dan penting 
  8. jangan melakukan interupsi jika tidak terpaksa
  9. buat kesimpulan informasi yang didapa serta lakukan konfrmasi kepada auditee
Pengamatan lapangan - site visit
  1. Mengamati penerapan sistem
  2. menjadi pengamat yang baik 
  3. ​Tentukan informasi yang ingin dibuktikan penerapannya 
  4. jangan terbawa oleh arahan auditee
  5. Hindari interupsi atas kegiatan yang sedang berlangsung, minta izin apabila ingin mendapatkan keterangan dari pihak pelaksana kegiatan 
  6. perhatian pelaksanaan kegiatan dengan seksama
  7. catat kegiatan (jenis, lokasi, tanggal, dsb) yang tidak sesuai dengan dokumen kerjanya

Kompetensi Auditor

Auditor merupakan profesi yang membutuhkan:
  1. Pendidikan
  2. Pelatihan audit 
  3. Pengalaman
  4. Pengetahuan
  5. Keterampilan
  6. Kepribadian
Picture

Membuat laporan audit 

  1. Tuliskan informasi audit dengan lengkap [lokasi, tanggal, auditee, dsb]
  2. catat ketidaksesuaian dengan informasi yang lengkap, minimal memenuhi kaidah PLOR [Problem, Location, Objective & Reference]
  3. Konfirmasikan seluruh temuan kepada auditee dan mintakan persetujuan (tandatangan)

Inspeksi HSSE

Inspeksi HSSE adalah proses identifikasi dan pencatatan bahaya HSSE secara komprehensif di lapangan/fasilitas bangunan melalui metode berjalan keliling area dan melakukan observasi/pengamatan detail secara visual untuk mencari kondisi ketidaksesuaian/dibawah standard pada lingkungan kerja.
Tujuan dilakukan inspeksi HSSE diantaranya adalah untuk:
  1. Mengidentifikasi potensi masalah
  2. Mengidentifikasi kecacatan pada peralatan 
  3. Mengidentifikasi dampak dari perubahan 
  4. Mengidentifikasi ketidakcukupan atas tindakan perbaikan 
  5. Sebagai indikator kinerja 
  6. Mendemonstrasikan komitmen pimpinan 
Picture
Manfaat dilakukannya inspeksi HSSE diantaranaya adalah: Mengetahui konsep inspeksi HSSE; dapat menjadwalkan inspeksi HSSE; Memahami kriteria inspeksi HSEE; memahami teknik inspeksi HSSE; serta dapat menyusun laporan inspeksi HSSE. 

0 Comments

Upskilling HSSE Officer Training

2/2/2022

0 Comments

 
Terakhir kali saya bekerja dengan peran sebagai HSE adalah di PT Inhil Sarimas Kelapa, sebagai HSE & Training Coordinator, waktu itu hamil mas Aidan. Semenjak itu saya memang tidak begitu menggeluti HSE dari segi pemahaman kedalaman keilmuannya, dalam hal ini saya tidak mengambil kursus-kursus dan ataupun mengambil kuliah dibidang HSE. 
OKE, saya saat itu berfikir dari ke empat elemen QHSE, part Safetty (S) bisa saya dapatkan dalam pekerjaan saya. Health (H) saya dalami dengan kuliah D3, S1, S2; Quality (E) dan Environmental (E) dari training-training. Karena buat saya, Training keahlian atau lisensi atau pendidikan formal itu penting; selain dari hal experience. Pendidikan formal menandakan kalau saya sudah di ajar oleh pengajar poffesional, dengan metode yang sudah terstandar. Jadi, lebih tepat sasaran dan lebih efisien dong harusnya ya.. Saya juga tidak berani menuliskan disini apabila tanpa sumber (kecuali tentu saja mengenai curhat-curhat saya..), kalau yang lain tentu saja harus bersumber dari buku, proffesional atau apalah itu.
Training Upskilling HSSE officer ini saya ikuti di PHR (Pertamina Hulu Rokan), dimasa-masa saya di PHP alias digantung Company. Saya masih sempatlah ikuti ini training, buat saya rerfeshment mengenai HSSE. Saya akan coba sumarikan menjadi beberapa part, 
Tujuan training ini untuk memberikan pembekalan kepada HSSE Officer sehingga memiliki kompetensi minimal yang sama. Serta memastikan HSSE Officer yang bekerja di lapangan adalah personil yang dapat membantu pengawasan aspek HSSE dengan kompetensi yang optimal 

Part I - Basic HSE

HSE (Health, Safety and Environment)

Peraturan perundangan UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, menetapkansyarat-syarat keselamatan kerja adalah untuk :
  1. Mencegah dan mengurangi kecelakaan;
  2. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran;
  3. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan;
  4. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya;
  5. Memberi pertolongan pada kecelakaan;
  6. Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja;
  7. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebarluasnya suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara dan getaran;
  8. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik physik maupun psychis, peracunan, infeksi dan penularan;
  9. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai;
  10. Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik;
  11. Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup;
  12. Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban;
  13. Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya;
  14. Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau barang
  15. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan
  16. Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar-muat, perlakuan dan penyimpanan barang;
  17. Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya;
  18. Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.
HSE (health, safety, and environment) atau K3L (Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan) merupakan serangkaian proses dan prosedur yang mengidentifikasi potensi bahaya pada lingkungan kerja tertentu. Sistem manajemen HSE berpatokan pada kesehatan, keselamatan, dan lingkungan di tempat kerja. 
Lingkup pekerjaan HSE diharapkan dapat mengkover ke-18 point keselamatan kerja yang diatur dalam UU diatas. Sehingga pada praktiknya, bidang HSE ini dapat berbeda-beda dari satu perusahaan ke perusahaan lain, ada yang menyatukan HSE dengan aspek quality menjadi QHSE; ada juga menyatukan dengan aspek security atau keamanan menjadi HSSE; ada juga yang memisah-misahkan per elemen menjadi OH (Occupational Hygiene); IH (Industrial Hygiene); E (environment); OHS (Occupational Health and Safety) dan bahkan HSE dengan training. 

12 Corporate Live Saving Rules

Berhubung training ini adalah Upskilling HSSE Officer oleh Pertamina, maka saya tuliskan mengenai corporate live saving rulesnya yang ada di pertamina. Corporate Life Saving rules merupakan area/jenis pekerjaan yang berpotensi (contributory factor) terjadinya fatality incident, dan harus dilakukan upaya pengendalian risiko untuk mengurangi potensi terjadina fatality incident.
Corporate Life Saving rules ini disusun berdasarkan data statistik contributory factor fatalities dalam kurun waktu 2011-2018 di aktivitas operasi pertamina, sebagai pembelajaran utama, yang bertujuan agar semua pekerjaan dengan risiko tinggi dapat dikerjakan dan dioperasikan secara aman. Corporate Life Saving rules ini adalah:
  1. Tools & Equipment 
  2. Safe zone position 
  3. Permit to work
  4. Isolation 
  5. Confined Space
  6. Lifting Operation 
  7. Fit To Work
  8. Working at Height
  9. Personal Flotation Device
  10. System Over bride
  11. Asset Integrity
  12. Driving Safety
Tools & Equipment 
  • Mempunyai kompetensi, telah mendapat pelatihan, memiliki sertifikat dan otorisasi untuk menggunakan tools & equipment.
  • Waspada terhadap posisi anggota badan yang berpotensi terhadap bahaya terjepit, tertusuk, terpukul, terpotong dsb.
  • Menggunakan tools & equipment sesuai standar, layak pakai, dalam kondisi baik dan sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan.
  • Tidak melakukan modifikasi tools & equipment, tidak menggunakan tools & equipment di atas toleransi beban kerja dan tidak melakukan bypass tools & equipment.
  • Menggunakan tools & equipment yang memiliki sertifikat dan masih berlaku (khusus untuk peralatan yang memerlukan sertifikasi instansi).
  • Menghentikan pekerjaan jika memiliki keraguan terhadap keselamatan dari pelaksanaan pekerjaan.​
​Safe zone position
  • Memastikan bekerja pada lokasi yang terhindar dari peralatan bergerak. Mengikuti petunjuk dari petugas yang berwenang atauorang yang bertanggung jawab untuk pengoperasian peralatan.
  • Tidak melewati batas yang telah ditentukan.
  • Melakukan konfirmasi dengan pengawas atau asset holder apakahaman bekerja di zona dibatasi.
  • Mematuhi prosedur penggunaan peralatan bergerak yang berlaku.
  • Menyepakati tindakan pencegahan dengan pengawas pekerjaan ketika bekerja di dekat peralatan bergerak.

Pengawas pekerjaan wajib:
  • Memastikan telah membatasi area yang terpapar bahaya (line of fire/ring of fire/ hot zone) dan sudah dipasang tanda/baricade.
  • Memastikan hanya personil berwenang yang bekerja di area yang terpapar bahaya (line of fire/ ring of fire/ hot zone) tersebut dan personil berada di area aman dari pergerakan peralatan.
  • Memastikan bahwa metode sinyal dan komunikasi disepakati dan dipahami oleh semua orang.
  • Memastikan terdapat penerangan yang cukup apabila pekerjaan dilakukan di malam hari.
Permit to work
  • ​Telah mendapat penjelasan dan komunikasi detail tentang proses dan prosedur pekerjaan sesuai ijin kerja.
  • Memastikan ijin kerja telah tersedia, masih berlaku dan sesuai dengan jenis pekerjaan.
  • Menjaga dengan baik dokumen ijin kerja & JSA pekerjaan
  • Mematuhi prosedur pekerjaan dan mitigasi risiko sebagaimana yang tertulis dalam ijin kerja & JSA

Pengawas pekerjaan wajib:
  • Mempunyai kompetensi mengenai ijin kerja.
  • Menentukan jenis pekerjaan yang membutuhkan ijin kerja.
  • Memastikan hanya pekerja berkompeten yang melakukan pekerjaan yang berisiko.
  • Memastikan ijin kerja telah tersedia, masih berlaku dan ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dan sesuai dengan jenispekerjaan.
  • Memastikan mitigasi risiko dan lokasi kerja sudah diperiksa sesuai yang tercantum dalam ijin kerja (termasuk pemasangan baricade,gas test, LOTO dll).
  • Mengkomunikasikan seluruh potensi bahaya dan rencana mitigasi yang tertulis dalam ijin kerja, JSA & dokumen lain (metode kerja,penilaian risiko, SOP dll) kepada pelaksana pekerjaan.
  • Menghentikan pekerjaan jika terjadi perubahan lingkup pekerjaan dan lakukan review ulang untuk mendapatkan ijin kerja baru.
  • Memastikan ijin kerja ditutup jika pekerjaan telah selesai dan seluruhnya dalam kondisi aman.
Isolation
  • Mempunyai kompetensi dan kewenangan melakukan isolasi energi.
  • Menggunakan APD sesuai jenis pekerjaannya.• Memastikan peralatan yang diisolasi adalah peralatan yang sesuai standar dan layak pakai.
  • Memastikan label LOTO dalam kondisi baik dan sesuai syarat.
  • Melakukan konfirmasi kepada pengawas atau pejabat yang berwenang dilokasi kerja bahwa isolasi energi telah diterapkan.
  • Memastikan pekerjaan perbaikan alat atau mesin dimulai jika semua semua sistem yang diisolasi sudah dikunci (Lock Out) & dilabel (Tag Out).
  • Memastikan semua energi yang tersimpan telah di-release (pressure, voltage, atau energi potensial lainnya).
Confined Space
  • Memiliki kompetensi melaksanakan pekerjaan dalam ruang terbatas.
  • Memastikan sudah dapat briefing pekerjaan dari pengawas pekerjaan.
  • Menggunakan APD sesuai jenis pekerjaan & layak pakai.
  • Membawa peralatan komunikasi selama di dalam confined space.
  • Mematuhi prosedur, JSA & dapat persetujuan dari Pengawas Pekerjaan.
Pengawas pekerjaan wajib:
  • Memastikan kompetensi pekerja terpenuhi.
  • Memastikan JSA dan ijin kerja sudah tersedia dan telah ditandatangani pejabat berwenang sebelum memulai pekerjaan.
  • Memastikan ada Entry Watcher & Entry Supervisor sebelum masuk ke confined space.
  • Memastikan nama personil & pengendalian waktu masuk tercatat.
  • Memastikan peralatan penyelamatan (rescue) untuk penyelamatan di ruang terbatas telah disiagakan.
  • engkomunikasikan kepada pekerja tentang prosedur pekerjaan confined space dan identifikasi risikonya
  • Memastikan isolasi energi berbahaya dan lokasi pekerjaan dinyatakan aman sebelum masuk.
  • Memastikan gas testing sudah dilaksanakan, dan lakukan pengukuran gas secara rutin.
Lifting Operation
  • Memiliki kompetensi dan sertifikat sebagai operator alat angkat / rigger.
  • Memastikan alat angkat dalam kondisi layak pakai dan memiliki sertifikat yang masih berlaku.
  • Melakukan kegiatan pengangkatan sesuai batas kapasitas angkat.
  • Memasang pembatas area pengangkatan.
  • Memastikan safety devices berfungsi dengan baik termasuk alarm.
Pengawas pekerjaan wajib:
  • Memastikan bahwa pekerja (Operator dan Rigger) memiliki kompetensi yang disyaratkan.
  • Memastikan tidak ada orang yang berjalan di atas beban yang diangkat.
  • Memastikan risk assessment dan lifting plan telah disiapkan sebelum operasi pengangkatan.
  • Memastikan peralatan lifting dan aksesorisnya (sling) sesuai standar dan telah diinspeksi sebelum digunakan.
  • Memastikan baricade telah terpasang.
  • Memastikan area kerja aman untuk pelaksanaan pekerjaan.
  • ​Memastikan lifting operation prosedur sudah dikomunikasi kepada semua pekerja.​
Fit To Work
  • Melaporkan kepada pengawas apabila merasa kurang fit untuk bekerja.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan harian ketika akan melakukan pekerjaan risiko tinggi.
  • Melakukan Medical Check Up (MCU) sesuai dengan potensi bahaya di lingkungan kerjanya dan jadwal yang telah ditetapkan (maksimum masa berlaku MCU adalah satu tahun).
Pengawas pekerjaan wajib:
  • Memastikan setiap personel telah memenuhi syarat fit to work, antara lain melakukan MCU.
  • Memastikan setiap personel telah melakukan pemeriksaan kesehatan terutama untuk pekerjaan berisiko tinggi (seperti bekerja di ketinggian, bekerja di ruang terbatas, awak mobil tanki, operator alat berat, driver, penyelam / teknik bawah air).
  • Memastikan setiap personel dalam status fit untuk bekerja.
  • Tidak mengijinkan personel yang belum melakukan pemeriksaan kesehatan/ MCU/ masa berlaku MCU nya telah habis untuk melaksanakan pekerjaan.
  • Mengetahui hasil analisis dan pemantauan hasil pemeriksaan kesehatan, sehingga mengetahui pekerja yang berisiko kesehatan.
Working at Height
  • Mempunyai kompetensi dan mendapat pelatihan bekerja di ketinggian.
  • Mengenakan APD termasuk full body harness dengan benar.
  • Menggunakan peralatan, alat bantu (misal scaffolding) dan APD yang digunakan telah diinspeksi dan dinyatakan dalam
  • kondisi layak pakai dan aman.
  • ​Melakukan mitigasi risiko sesuai yang tertulis dalam JSA & ijin kerja.
Pengawas pekerjaan wajib:
  • Memastikan pelaksana pekerjaan berkompeten dan bersertifikat bekerja di ketinggian.
  • Memastikan tersedia alat pencegah jatuh saat bekerja di ketinggian dan dalam kondisi layak pakai.
  • Memastikan pelaksana pekerjaan menggunakan full body harness dikaitkan pada struktur yang benar (safety line).
  • Memastikan ijin kerja dan JSA bekerja di ketinggian tersedia telah mengidentifikasi semua potensi bahaya dan mitigasi risiko yang harus dilakukan.
  • Memastikan peralatan, alat bantu dan APD telah dilakukan pemeriksaan oleh personel yang kompeten dan diberi label layak pakai.
  • Mengkomunikasikan prosedur, rencana kerja dan rescue plan bekerja di ketinggian kepada semua pelaksana pekerjaan.
Personal Flotation Device
  • Mengenakan pelampung atau alat bantu apung lainnya saat bekerja di area yang memiliki potensi bahaya tenggelam
  • Mengenakan pelampung dengan benar sesuai dengan peruntukannya (contoh: ukuran yang sesuai, diikat dengan kencang jika diharuskan, dll).
  • Memastikan kondisi pelampung laik pakai dan tidak ada kerusakan sebelum digunakan.
Pengawas pekerjaan wajib:
  • Memastikan semua pekerja menggunakan pelampung sesuai petunjuk penggunaan personal floatation device.
  • Memastikan pelampung diinspeksi secara berkala dan layak pakai.
  • Mengkomunikasikan petunjuk penggunaan PFD kepada seluruh pelaksana pekerjaan.
System Over ride
  • Mematuhi perintah tertulis (instruksi kerja yang berlaku) dan arahan dari Pengawas terkait penerapan override pada fasilitas operasi.
  • Memiliki pengetahuan terkait keselamatan system override yang meliputi: Process System, Control System, Safeguarding System dan Shut Down System terhadap fasilitas yang akan di-override.
  • Memahami bahaya dan risiko serta melaksanakan mitigasi yang disyaratkan pada kegiatan system override.
  • Tidak melakukan inisiatif pribadi tanpa ijin dari Pengawas/pejabat yang berwenang.
Pengawas pekerjaan wajib:
  • Mempunyai kompetensi terkait keselamatan system override yang mencakup: Process System, Control System, Safeguarding System dan Shut Down System.
  • Memastikan pelaksana pekerjaan memiliki kompetensi melakukan system override.
  • Memastikan system override telah memenuhi persyaratan ijin dan disetujui oleh pejabat yang berwenang.
  • Mengidentifikasi dan mengevaluasi bahaya proses/non proses yang muncul akibat melakukan system override kemudian ​melaksanakan rencana pengendalian yang mencakup pemenuhan prosedur dan administrasi system override.
  • Memprioritaskan dan menyelesaikan system override (karena merupakan kondisi sub standard) agar dapat segera dikembalikan pada mode operasi normal (tidak ada penerapan system override yang tersisa).
  • Memastikan seluruh risiko, aktifitas serta pengendalian system override telah diregistrasi, didokumentasi dan dikomunikasikan kepada para pihak terkait.
  • Melakukan inspeksi/monitoring terhadap pemenuhan pengendalian yang disyaratkan dalam system override.
Asset Integrity
  • ​Mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi bahaya dan risiko sebelum melakukan kegiatan perawatan/ pemeliharaan/ perbaikan peralatan fasilitas operasi.
  • Memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan kegiatan pemeriksaan, perawatan, pemeliharaan, perbaikan, dan pengujian peralatan fasilitas operasi.
  • Melakukan pemeriksaan, perawatan, pemeliharaan, perbaikan, dan pengujian peralatan fasilitas operasi sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.
  • Menggunakan peralatan yang standard, layak digunakan dan sesuai peruntukannya.
  • Melakukan perbaikan/perawatan dengan menggunakan material yang standard sesuai spesifikasi desain.
Pengawas pekerjaan wajib:
  • Memastikan seluruh risiko, aktifitas serta pengendalian asset integrity telah diregistrasi, didokumentasikan serta dikomunikasikan kepada para pihak terkait.
  • Memastikan sertifikasi terhadap fasilitas operasi sesuai persyaratan.
  • Memastikan seluruh peralatan yang digunakan telah memenuhi persyaratan standard dan layak digunakan.• Memastikan prosedur asset integrity telah tersedia dan dikomunikasikan kepada para pihak terkait.
  • Memastikan program asset integrity yang mencakup: pemeriksaan, pengujian, pemeliharaan (Preventive, Predictive, dan
  • Breakdown) telah disusun, dilaksanakan sesuai prosedur dan mempertimbangkan tingkat criticality serta dievaluasi pelaksanaannya.
  • Memastikan hanya personil yang kompeten yang diberi wewenang untuk melaksanakan kegiatan pemeriksaan, pengujian, pemeliharaan fasiltas operasi.
Driving Safety
  • Mengidentifikasi bahaya dan risiko perjalanan sesuai rute yang ditempuh dan membuat serta melaksanakan rencana perjalanan secara aman (termasuk contingency plan dalam keadaan darurat).
  • Memiliki dan membawa surat-surat kendaraan yang disyaratkan dan Surat Izin Mengemudi yang berlaku.
  • Melakukan pemeriksaan kelengkapan dan kelayakan fungsi kendaraan sebelum memulai berkendara (roda, alat kemudi,seat belt, rem, lampu, spion, klakson, speedometer, dll).
  • Menggangkut penumpang/ barang sesuai kapasitas beban angkut, sesuai peruntukan serta barang diikat dengan benar.
  • Dalam keadaan sehat, cukup istirahat, tidak dalam pengaruh negatif dari obat-obatan/ alkohol, dalam keadaan siaga selama berkendara.
  • Selalu menggunakan Sabuk Keselamatan saat berada di dalam kendaraan (driver dan seluruh penumpang).
  • Menggunakan helm bagi pengemudi dan penumpang untuk kendaraan roda dua.
  • Melakukan intervensi apabila pengemudi dan/ atau penumpang tidak mematuhi keselamatan berkendara.
  • Mematuhi seluruh rambu-rambu keselamatan yang berlaku: tidak melebihi batas kecepatan, tidak menggunakan
  • Handphone/ alat lain serta aktivitas yang dapat mengganggu konsentrasi, memastikan jarak aman dan jarak pandang berkendara.
Pengawas pekerjaan wajib: 
  • Memastikan pengemudi telah mendapatkan pelatihan keselamatan berkendara dan melaksanakan cara mengemudi yang aman.
  • Memastikan kendaraan Perusahaan yang digunakan telah memiliki rencana perjalanan aman (Journey Management Plan).
  • Memastikan kendaraan yang digunakan telah dilakukan perawatan dan pemeliharaan rutin sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
  • Memastikan kendaraan Perusahaan telah diperiksa kelengkapannya (termasuk surat kendaraan dan Surat Ijin Mengemudi
  • yang berlaku), kelayakan fungsinya serta sesuai ijin dan peruntukannya sebelum digunakan.
  • Memastikan pengemudi dalam kondisi fit (melalui hasil Daily Check Up), cukup istirahat, tidak dalam pengaruh negatif dari obat-obatan/ alkohol, tidak merokok serta dalam keadaan siaga selama berkendara.
  • Memastikan kendaraan yang digunakan tidak melebihi daya angkut dan kecepatan maksimum berkendara sesuai peraturan yang berlaku.
  • Memastikan pengemudi dan penumpang telah mematuhi seluruh persyaratan keselamatan berkendara yang berlaku.

0 Comments

Basic Lean Training Manufacturing

1/17/2022

0 Comments

 

Sedikit mengenang masa lalu

Pagi ini saya akan menuliskan pengalaman saya mengikuti training yang sangat berkesan bagi saya.  Saya mengikuti training ini tahun 2009, 12 tahun lalu. Training Basic Lean Manufacturing ini merupkan training pertama saya sejak menjadi pegawai. Sewaktu saya bekerja di PT Shyang Yao Fung Indonesia. Awalnya posisi saya disana adalah sebagai HSE Officer, kemudian diminta menjadi Assisstant to Factory Manager, Asistenin Mr Tony Lin. Naah saat jadi asisten inilah saya berkesempatan mengikuti training keren ini, selama 2 minggu full. Trainernya saat itu Mrs. Gisella Brachert, dari CI Adidas SEA (Continuous Improvement Adidas South East Asia), dan asistennya saat itu CI Adidas Indonesia, Mr. Agustino Go.
Picture
kami lulusss... !!!
Berhubung trainingnya ini terjadi tahun 2009, dan saya menuliskan tahun 2022, bisa jadi contoh-contoh project yang akan saya tampilkan nanti sudah tidak sesuai, atau ada yang lebih mantap lagi projectnya. Saya menuliskan ini pada akhirnya, karena beberapa bulan ini ada kontak lagi dengan teman-teman di SYF yang sekarang pabriknya pindah ke Brebes, dan kakak saya masuk minggu kedua kembali bekerja di sana lagi. Pembicaraan mengenai SYF ini memutar kembali kenangan saya akan training yang sangat berkesan bagi saya. Saya rinduu sekali mengikuti project-project seperti ini, melakukan sesuatu yang baru, improvement, mikir, tidak hanya mengerjakan apa yang disuruh atasan saja. Bismillah ya,, sabaar...

​Oke lanjut ke topik kita kali ini:

Konsep Dasar Lean Manufacturing 

Lean manufacturing (Toyota production system) pada intinya merupakan  suatu  sistem  produksi  yang  bertujuan  untuk  mengeliminasi  pemborosan (waste)  disemua  aspek  produksi,  mulai  dari  aliran  bahan  baku  dari  supplier  sampai dengan  aliran  produk  akhir  ke  konsumen,  melalui  metode  continuous  improvement sehingga  dapat  meningkatkan  output  dan  produktifitas.  Pemborosan  dapat  dikurangi dengan  melakukan produksi pada  jumlah  yang tepat, pada waktu yang tepat (konsep just-in-time). Continuous improvement merupakan tindakan perbaikan secara bertahap dan dilakukan teris-menerus. ​
Picture

Thes history of Lean Manufacturing 

Picture
Definition of LEAN:
Taiichi Ohno, Founder of TPS, 1998
"All we are doing is looking at the time line from the moment customer gives us an order, to the point when we collect the cash. And we are reducing that time line by removing the non value added wastes" 

James Womack & Daniel Jones, 1996
"Lean manufacturing is a five steps process: defining customer value,  defining the value stream, making "it" flow, pulling from customer back, and striving for excellence"
Toyota Lessons​
  • Pada 1930-an, Eiji Totoda pergi ke AS untuk mempelajari sistem produksi massal di pabrik Ford dan GM. Mereka belajar mengenai cara penggunaan sistem konveyor, alat mesin presisi, dll.
  • Pada 1950-an, dia dan timnya mengunjungi pabrik Ford lagi dan menemukan bahwa banyak limbah dalam waktu dan bahan yang dihasilkan dari sistem (pekerjaan dalam proses skala besar dan kelebihan produksi pada proses batch skala besar yang mendorong ke tahap berikutnya)
Picture
Toyota discoveries
  • Fokus pada menghilangkan waktu dan bahan yang terbuang dari setiap langkah proses produksi
  • Ketika Anda meemperpendek lead time dan fokus pada menjaga produksi agar fleksibel, Anda benar-benar mendapatkan kualitas yang lebih tinggi, respon pelanggan yang lebih baik, produktivitas yang lebih baik dan pemanfaatan peralatan dan ruang yang lebih baik.
Picture
14 Prinsip Toyota Production System
  1. Apply a long term philosophy [Menerapkan filosofi jangka panjang]
  2. Create continuous flow [Membuat aliran proses yang berkelanjutan]
  3. Use pull and avoid overproduction [menggunakan metode tarik dan menghindari kelebihan produksi ]
  4. Heijunka
  5. Build the right culture [Membangun budaya yang tepat]
  6. Standardize tasks [Standarisasi tugas]
  7. Use visual control [Menggunakan kontrol visual]
  8. Use only tested technology [Menggunakan teknologi yang teruji]
  9. Grow leaders who live the philosophy [Tumbuhkan pemimpin yang menjalankan filosofi TPS]
  10. Develop people and teams [Mengembangkan sumber daya dan tim]
  11. Respect your outside forces [Menghormati kekuatan di luar Anda]
  12. Observe and reflect [Mengamati dan merefleksikan]
  13. Decide slowly, implement fast [Memutuskan perlahan, menerapkan dengan cepat]
  14. Practice reflection all the time [Refleksikan di sepanjang waktu ]

The 3 M's of Lean

Lean manufacturing merupakan metode Jepang yang berfokus pada 3M, yaitu: (1) Muda (waste); (2) Mura (inconsistency); dan (3) Muri (unreasonableness)
Muda (waste)
Salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi adalah dengan menghilangkan pemborosan (waste). Pemborosan dalam bahasa jepang adalah Muda,  merupakan  segala  sesuatu  baik  material,  mesin,  perlengkapan  dan  peralatan, sumber  daya  manusia,  modal  informasi,  proses,  managerial  yang  tidak  memberikan nilai tambah (non value added) pada produk atau hasil kerja (Womack & Jones, 1996). 
Picture
type of waste
Muda dapat dikategorikan sebagai berikut: 
  1. Motion
  2. Waiting 
  3. Conveyance
  4. Correction 
  5. Over processing 
  6. Over production 
  7. Inventory
  8. Knowledge disconnection

  1. Motion - Gerakan yang tidak perlu. Setiap  gerakan  yang  dilakukan  oleh  karyawan  selama  melakukan  pekerjaan mereka yang bukan gerakan yang memberi nilai tambah pada komponen, seperti mencari,  meraih,  menumpuk  komponen,  alat,  berjalan  juga  merupakan pemborosan dan lain-lain. [Motion affects to Quality, Productivity dan Safety.]
  2. Waiting - Waktu menunggu. Para pekerja hanya mengamati mesin otomatis yang sedang berjalan menunggu antrian pada proses selanjutnya atau menganggur saja karena kehabisan material, dan menunggu mesin rusak, keterlambatan proses.  [Waiting increases lead time]
  3. Conveyance - Transportasi  atau  pengangkutan  yang  tidak  perlu  (Excessive  Transportation). Memindahkan barang, material, komponen, atau barang jadi ke dalam atau keluar gudang  penyimpanan  atau  dari  satu  proses  ke  proses  lain.  Hal  ini  menciptakan angkutan yang tidak efisien karena jarak yang jauh [Conveyance is often necessary but it must be minimized]
  4. Correction - Produk  cacat  (Deffect).  Produksi  komponen  yang  cacat  atau  yang  memberikan perbaikan.  Perbaikan  atau  pengerjaan  ulang,  barang  rongsokan,  memproduksi barang penganti dan inspeksi berarti penangan, waktu dan upaya yang sia-sia. 
  5. Over Processing - Proses yang tidak tepat (Innapropriate processing). Melakukan langkah yang tidak perlu untuk memproses komponen. Melaksanakan pemprosesan yang tidak efisien karena  alat  dan  rancangan  produk  yang  buruk  menyebabkan  gerakan  yang  tidak perlu  dan  menghasilkan  barang  cacat.  pemborosan  juga  terjadi  ketika  membuat produk yang memiliki kualitas yang lebih tinggi daripada yang diperlukan. ​
  6. ​Inventory - ​Persediaan  berlebih  (Unnecessary  Inventory).  Bahan  baku,  barang  dalam  proses atau  barang  jadi  yang  berlebih  menyebabkan  lead  time  yang  panjang,  barang kadaluwarsa, barang rusak, peningkatan biaya transportasi dan penyimpanan, dan keterlambatan.  Persediaan  berlebih  juga  menyembunyikan  masalah ketidakseimbangan  produksi,  keterlambatan  pengiriman  dari  pemasok,  produk cacat, waktu turun mesin peralatan dan waktu setup yang lebih lama. 
  7. Over  production - Produksi  berlebihan.  Memproduksi  sesuatu  barang  lebih  awal atau dalam jumlah yang besar daripada yang dibutuhkan oleh pelanggan. Hal ini menyebabkan pemborosan lain seperti biaya berlebih tenaga kerja, penyimpanan, dan transportasi. 
  8. Knowledge disconnection - terjadi apabila tidak terdapat konektivitas antara pemasok dan supplier 
Mura (Inconsistency)
​
is a problem that increases the variability of manufacturing. Mura is evidences in all manufacturing activities ranging from processing to material handling to engineering  to management.
Picture
Inconsistency. Source: Chapter 18. Lean Manufacturing; google.com
Henry Ford on standards (or against inconsistency) :
"To standardize a method is to choose out of the many methods the best one, and use it. Standardization means nothing unless it means standardizing upwards.
Today's standardization, instead of being a barricade against improvement, is the necessary foundation on which tomorrow's improvement will be bases.
if you think of "standardization" as the best that you know today, but which is to be improved tomorrow - you gfet somewhere. But if you think of standards as confining, the progress stops."

​
[Today and tomorrow, Henry Fords, 1926]
Muri (Unreasonableness)
Muri berlaku untuk berbagai kegiatan manufaktur dan manajemen. Tidak masuk akal untuk menyalahkan dibandingkan memitigasi masalah -- do what is reasonable. Don't be emotional!
Paradigma baru: Non-Blaming Culture
Managemen menciptkan budaya dimana: 
  • Masalah (Problems) dianggap sebagai peluang (opportunities)
  • Tidak apa-apa membuat kesalahan
  • Masalah ditampilkan karena meningkatnya rasa percaya (trust)
  • Orang (people) bukanlah masalah- mereka adalah  yang menyelesaikan masalah (problem solvers)
  • Penekanan pada penemuan masalah, daripada mencari "siapa yang melakukan"
Picture
Blaming culture. Source: Google.com

 Cara melihat waste 

  1. We must create continuous flow to enable pull production [Ciptakan aliran yang berkelanjutan untuk memungkinkan produksi tarik ]
  2. Create stability so that impediments to flow are apparent [Ciptakan stabilitas sehingga hambatan pada aliran terlihat]
  3. Use Visual management so that the out of standard condition is visible [menggunakan manajemen Visual sehingga apabil terdapat kondisi yang di luar standar terlihat]
  4. Involve tam members in all these activities to insure continuous improvement. create "Kaizen mind" [Libatkan anggota tim dalam semua kegiatan untuk memastikan perbaikan berkelanjutan. ciptakan pola "pikir Kaizen"

Value Stream Mapping (VSM)

Langkah pertama yang sangat berguna dalam memulai Lean adalah pemetaan proses menggunakan peta proses, kemudian menilai jumlah pemborosan dalam sistem menggunakan Value Stream Map (VSM)
Picture
Future state map
Value Stream Mapping (VSM) adalah  visualisasi  yang  menggambarkan  semua  langkah, perkerjaan  atau  aktivitas  didalam  proses  dan  mendokumentasikan  langkah-langkah dari  mulai  awal  proses  sampai  akhir  proses  (George,  2002). 
Pemetaan dilakukan untuk  mengidentifikasikan  kondisi  terkini  dari  proses; untuk mendapatkan  langkah-langkah  yang  mempunyai  nilai  (VA=Value added) dan  tidak  mempunyai  nilai tambah (NVA=Non value added).  Sebuah  langkah  yang  mempunyai  nilai  tambah  adalah  karena  salah  satunya berdampak  langsung  terhadap  persepsi  pelanggan  terhadap  produk  tersebut  menurut George dalam Fawaz (2003). 
Tujuan pemetaan  ini adalah untuk mengidentifikasi seluruh  jenis pemborosan di sepanjang value stream dan untuk mengambil langkah dalam upaya mengeliminasi pemborosan  tersebut. 
Mengambil  langkah  ditinjau  dari  segi  value  stream  berarti ​bekerja  dalam  satu  lingkup  gambar  besar  (bukan  proses-proses  individual),  dan memperbaiki  keseluruhan  aliran  dan  bukan  hanya  mengoptimalkan  aliran  secara sepotong-sepotong.
​Hal ini memunculkan suatu bahasa yang umum digunakan dalam proses  produksi,  dengan  demikian  akan  mampu  memfasilitasi  keputusan  yang  lebih matang dalam memperbaiki value stream. 

Creating stability

  • Stabilitas dimulai dengan Visual Management dan 6S.
  • Stabilitas didapatkan dengan keterlibatan dari 4M.
  • 6S menjadi landasan penopang dari standarisasi pekerjaan, TPM (Total Production Maintenance) dan JIT (Just In Time).

Standards in the Lean System

  • Landasan dari proses produksi atau pelaksanaan proyek adalah Prosedur Standar Operasi (SOP = Standard Operational Procedure) yang memuat Apa yang seharusnya terjadi pada proses produksi terkait.
  • Landasan dari Excellence (keunggulan) adalah kepatuhan terhadap standar ​

Creating a Visual Workplace

  • Sebuah visual workplace harus dapat menjelaskan sendiri; memesan sendiri; dan meningkatkan diri.
  • Situasi di luar standar harus  dapat segera terlihat dan karyawan harus diberdayakan untuk dapat segera memperbaikinya dengan mudah.

Continous Improvement "Kaizen mind"

Pada penerapannya, lean manufacturing biasanya menggunakan metode 5 S dari Jepang, yaitu
  1. Seiri (Sort, necessary item, memilah)
  2. Seiton (Set in order, efficient placement, semua pada tempatnya)
  3. Seiso (Shine, cleanliness, kebersihan)
  4. Seiketsu (Standardize, continous improvement, ada standarisari)
  5. Shitsuke (Sustain, discipline, disiplin)
  6. Safety
Berikut contoh pelaksanaan 6S's project pada saat pelatihan kami. 
Picture
Picture

Seiri - Sort

“when in doubt through it out”
​​Identifikasi barang-barang apa saja yang diperlukan dan tidak diperlukan​
  • Tetapkan apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan produksi
  • Singkirkan semua barang yang tidak dibutuhkan dari tempat kerja
  • Alat kunci: gunakan Red Tagging dengan menginformasikan setidaknya mengenai:  Klasifikasi barang; ID barang dan jumlahnya; Alasan untuk red tagging; Area kerja dan tanggal
Picture
kaizen project: sort
Red tagging merupakan suatu cara yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi barang yang tidak diperlukan atau berada pada tempat yang salah. Yaitu dilakukan dengan cara: Menetapkan aturan; identifikasi yang tidak diperlukan, atau salah penempatan; pasang red tags; pindahkan barang tersebut ke holding area; masalah safety pada barang yang di red tag; buang barang yang benar-benar tidak digunakan 

Seiton - Set in order

  • Atur apa yang tersisa untuk meminimalkan gerakan yang sia-sia.
  • Gambarlah untuk menskalakan status tata letak fisik saat ini pada Peta Status Saat Ini.
  • Standar set in order: Seperti apa seharusnya papan nama itu; di mana harus ditempatkan; Apa arti warna yang berbeda?; Dimana orang bisa berjalan; Daerah berbahaya; Pakaian pelindung apa yang dibutuhkan?;  Seperti apa seharusnya; tanda peralatan dan jejaknya
Picture

Seiso - Shine

  • Bersihkan semuanya
  • Hilangkan semua sumber kontaminasi
  • Temukan cara untuk menjaga tempat kerja tetap bersih
  • Mengadopsi pembersihan sebagai bentuk inspeksi J
  • adikan kebersihan sebagai bagian dari pekerjaan sehari-hari
Picture

Seiketsu - Standardize

Standar adalah gambar jelas mengenai suatu kondisi yang diinginkan. Standar membuat ketidaknormalan menjadi terlihat jelas sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikan. Standar yang baik itu mudah dimengerti, jelas dan visual. 
  • Buat aturan di mana 3 S pertama akan diterapkan dan dipelihara:
  • Standarisasi prosedur label merah
  • Standarisasi aturan untuk area penyimpanan label merah
  • Standarisasi lokasi, jumlah, dan posisi semua item
  • Standarisasi jadwal pembersihan/pemeliharaan dan SOP
Picture

Shitsuke - Sustain

  • Tetap berpegang pada S.O.P.:
  • Jadikan prosedur yang benar sebagai kebiasaan
  • Latih semua staf kantor dan pabrik dengan benar
  • Dapatkan kesepakatan bersama dari staf kantor dan pabrik tentang perubahan dan kebiasaan kerja
  • Mencapai ketertiban di tempat kerja
  • Mnjalankannya dengan persetujuan S.O.P.
Picture

Safety

  • Tidak ada perubahan yang harus dilakukan yang akan membahayakan keselamatan.
  • Semua kegiatan Kaizen harus sesuai dengan pedoman.
  • Setiap pekerja harus diberdayakan untuk menghentikan proses jika ada risiko keselamatan.
  • Pekerja harus dilatih tentang bahaya Keselamatan dan Kebakaran.
Picture

Value Added (VA) and Non Value Added (NVA) 

VA merupakan apa yang pelanggan kita akan bayar, yaitu kegiatan yang merubah bahan mentah hingga menjadi barang jadi, atau dapat juga informasi untuk memenuhi keinginan pelanggan. Sedangkan NVA adalah kegiatan yang tergolong muda atau waste yang tidak akan dibayar oleh pelanggan.  Kegiatan ini memakan waktu, area atau material yang tidak menambah nilai bagi pelanggan.

Picture


​Tidak terasa yang sudah saya draft ini hanya mencakup sebagian kecil dari materi training pada hari pertama saja.. belum sampai hari ke -5.
​Jauh dari kata cukup untuk bisa mewakili Lean Manufacturing, tapi okelaah.. bisa dikonfirmasi langsung 

Referensi:
  1. Eric W Dicson, et.al. Application of Lean Manufacturing Techniques In The Emergency Department. The Journal of Emergency Medicine, Vol. xx, No. x, pp. xxx, 2008.doi:10.1016/j.jemermed.2007.11.108
  2. Ma Ga (mark) Yang, Paul Hong, Sachin B, Modi. Impact of lean manufacturing and environmental management on business performance: An empirical study of manufacturing firms. Int. j. Production economics 129 (2011) 251-261. Published by Elsevier B.V. doi:10.1016/j.ijpe.2010.10.017
  3. Farah WH, Putu DK, Hari S. Penerapan Lean manufacturing untuk mereduksi waste di PT ARISU. Jurnal Teknik ITS Vol. 1, No.1 (Sept. 2012) ISSN: 2301-9271
  4. Avissa B, Rispianda GPL. Usulan Perbaikan Sistem Produksi Untuk Mengurangi Pemborosan Pada Lantai Produksi dengan Pendekatan Konsep Lean Manufacturing (Studi Kasus di PT C59). Reka Integra - ISSN 2338 5081, Jurnal online Institut Teknologi Nasional.
  5. Materi Training Basic Lean Manufacturing PT Shyang Yao Fung.

0 Comments

Training Advanced RCA for Leaders

7/30/2021

0 Comments

 

Training Root Cause Analysis for Leaders in the Geothermal industry
by NZSTIGS's

Jadi bulan lalu saya ada ikut training online, free training, certified, dan dilaksanakan oleh lembaga yang qualified di bidang geothermal. New Zealand kalau saya tidak salah ingat itu nomor satu dibidang Geothermal, dan mereka mulai masuk ke Indonesia. Good News. dan otomatisnya para engineer dibidang Geothermal, kaya saya yang baru tahap nge-freelance di project Geothermal jadi berbinar-binar matanya, ada peluang baru, semoga makin bersinar project Geothermal dan kami bisa masuk disitu project.. hahaha..
Training ini pun ga sengaja sih saya ikutnya. Jadi ada teman engineer di ELC yang post tentang pamflet training ke grup WA, dari grup INAGA. Saya baca dong.. kriteria pertama FREE [gratis. centang. hahaha] kriteria kedua lembaga penyedianya [NZSTIGS's. Ok centang.] kriteria ketiga topiknya sesuai ga yang saya butuhkan [RCA for leaders masih bisa laah ga terlalu technical. Ok centang.]
Trus saya baca lagi buat daftar, eeh.. CP [contact person] sesama alumni SGS, dulu masuk SGS hari pertama barengan, isi administrasi dari HR dan orientasi bareng. [ok banget centang]. Langsung deh telfon Alia Tengku.
Picture
Sebelah ini kalau saya buka di laman FB nya New Zealand Embassy, tentang program partnership melalui program New Zealand Support for Training in the Indonesia Geothermal Sector (NZSTIGS).
Program NZD $6,8 juta ini bertujuan untuk mengembangkan dan memberikan pelatihan praktis bagi teknisi dan operator Geothermal selama lima tahun ke depan.  
“Program NZSTIGS akan memanfaatkan pelatihan Geothermal berkualitas tinggi di Selandia Baru. WINTEC [salah satu perusahaan Geothermal terbaik di NZ], bekerja sama dengan institusi Indonesia, untuk program pelatihan ini.
Trus program pelatihan mencakup semua aspek panas bumi mulai dari eksplorasi, pengembangan pembangkit baru, konstruksi dan commissioning serta operasi dan pemeliharaan.

Saya ada baca sebuah paper proceeding mengenai project "Geothermal Competencies" yang mungkin juga berkaitan dengan latar belakang program kerjasama pelatihan ini. 
Picture
Kesimpulan dan saran paper tersebut diantaranya 
"This paper is a review of competency needs in the geothermal 
industry, regulations related to the development of the geothermal human resource, capacity building programs by the MEMR, and support from stakeholders. It can be concluded that to meet geothermal human resource needs, both quality and quantity, all parties, both government, companies, and educational institutions, are needed. The government, through the Director General of EBTKE and the Human Resource Development Agency, has carried out various roles, including the preparation of SKKNI and training in the geothermal field."

Saya ingin banget bisa kerja seperti dulu, kasih saya ikut project-project, apalagi bisa dijadiin research.. proceedings..  mantaplaah... 


Setelah cek cek cek saya kirim email daftar. Waktunya pas jam kerja sih, 3 jam an  selama 4 hari. Tapi worthed lah ya,, karena 3 jam an juga saya ga ambil cuti, cuma ijin aja biar ga diganggu pas waktu training, change waktu kerja. kan WFH.. asal kerjaan tetap selesai lah ya.. 
Dari pamflet pengumuman training itu masih adalah topik yang bisa saya ikut; kalau topik lain udah technical banget, tuing tuing nanti saya pas training. Trus setelah daftar training by email, bakal dapat email konfirmasi lebih lanjut. Di email konfirmasi dikasih juga panduan ikut training ini, dapat akses login details; e-learnning dan e-material melalui LMS
Picture
jadwal training
Picture
email konfirmasi
Training ini online interactive gitu, trus ada break room nya buat diskusi. Pas diskusi ini kemarin sih dibagi jadi 2 break room, dikasih bahan exercise untuk diskusi sama trainernya trus dicompile per team nya n di present. Selain diskusi ini ada juga assignment, Pe ER gitu tiap harinya. Trus, assignment final dikirim terakhir kalau pass baru dapat sertifikat trainingnya.
Saat sesi training saya ikut ini, pesertanya banyak dari PGE, dari akademisi ada juga trus dari konsultan ELC dua orang saya sama Pak Prihatmaka. 
Picture
Picture

berikut brief sedikit tentang RCA, tapi ga saya translatin lah ya.. 
RCA is a process used to identify the underlying cause(s) of an equipment failure or breakdown. RCA involves;
• Analysing all possible causes for an equipment failure
• Selecting the most probable causes
• Identifying and selecting solutions to eliminate or control the causes
• Implementing controls to ensure that solutions are sustained.
​RCA is a process used to determine how and why a breakdown or equipment failure happened. The purpose of RCA is to prevent failures from happening again. RCA is sometimes known as Root Cause Failure Elimination.
The processes and systems used in RCA evolved from the quality management movement
Dr. W. Edwards Deming’s System of Profound Knowledge provides a framework for the thinking and actions required to improve quality, reliability, productivity and business results.
he four principles in the System of Profound Knowledge are evident in Total Quality Management and in the Toyota Production System. They ultimately form the basis for “Lean Thinking”. The System of Profound Knowledge brings together Dr. W. Edwards Deming’s theories and teachings on quality, management and leadership into four interrelated areas:
1. Appreciation for a system
In RCA, appreciation for a system requires us to develop an understanding of the interdependent components. We need to understand how components work together and the impact that changes will have on the system. . A failure in one area will have an impact in other parts of the system.
2. Knowledge of variation
RCA requires us to ask why a system has failed. More importantly, it requires us to find the right answers and take the right course of action. It is not possible to understand how a system has failed without an understanding of the systems variation. 
3. Theory of knowledge
​Dr. Deming stated that, theories, hypotheses and beliefs must be tested using data and experiments to understand what is actually happening. Effective RCA uses data and not opinions or theories that can often lead to an incorrect diagnosis. 
4. Psychology 
​In RCA the facilitator must also have a good understanding of people. Not only of the skills and knowledge that they bring to the RCA sessions, but also the bias and potential defensiveness that they can bring. Teamwork is essential for a quality RCA. 
RCA PROCESS STEPS - OVERVIEW
There are different RCA methods. Each RCA process may use different terms and definitions but the fundamental steps remain the same. The seven steps listed in the table below are common to most RCA processes. 
Picture
berikut beberapa contoh tools yang digunakan sewaktu melakukan RCA
Picture
Picture
Picture
Berikut adalah contoh exercise selama training, belum lagi yang final assignment..
Picture
Picture

Two weeks Basic Lean Training

jaman dulu, tempat saya kerja pertama, PT Shyang Yao Fung, saya pernah iku training Lean Manufacturing selama 2 minggu [2 minggu.. cuma training n ngerjain project training aja.. kereenlah]. 
Training ini inhouse di perusahaan, yang ngadakan n jadi trainernya dari buyer [Adidas CI]. Disini saya belajar banyak hal tentang manufacturing production dkk dkk. Wuuuihh itu training mantep bangetlah.
Nantilah saya update postingan ini, saya buka dulu laptop lama, karena ga adalaaah filenya laptop yang sekarang saya buat nulis ini...

Saya rindu training, merasakan mata berbinar jantung berdegup ingin tau ini itu saat belajar hal yang baru.. apalagi training yang gratisan.. hahahha..
0 Comments

Buku catatan meetiang saya

5/8/2021

0 Comments

 
"sometimes it's better to let the silence do the talking"
Picture
mewarnai bentuk pada botol aqua. hahaha kurang kerjaan banget
Postingan blog saya kali ini receeeh bangeet... 
Tulisan singkat mengenai isi buku catatan saya selama kerja, pas lagi meeting ngapain, dan ga disangka-sangka, pas nulis ini saya jadi mikir gini,, pantesan karir gini gini aja,, habisnya suka ngerjain recehan siih pas meetiang, bukannya menyala nyala berambisi buat bikin ini itu, excited biar cepat nanjak dan up up up..
hahaha..
pengennya siih ada peningkatan karir gitu, tapi.. buat menjadi seperti itu pasti ada pengorbanan deh.. terutama waktu dan pikiran. Bukannya nda mau, tapi kan prioritas saya sekarang masih anak-anak. Semoga saya ada kesempatan buat merasakan semangat yang dulu, ikut project ini dan itu.
dan setidaknya saya udah naik level senior lah disini.. alhamdulillah..

Foto diatas, candid dari teman pas meeting. 
Kadang meeting itu kan ya, ga munafik, kadang sebenernya udah tau ujung nya dimana, atau udah tau salah bener, hitam putih abu-abunya mana, hanya kan kalau audien nya masih berdebat agu argumen ya sutralah yaa.. dengerin aja. Sambil melakukan sesuatu agar ekspresi muka saya ga mengganggu suasana. hahaha..
Trus, sepertinya Aidan nurun saya deh, jari-jari saya koq susah buat diam diam aja.. mesti ngapaiin gitu. entah mainan pulpen atau sekedar corat-coret. jadinya beginilah isi buku catatan saya
Picture
Picture
Trus kadang, kalau udah ga ngerti mw mencorat coret apa, kalau bosan di ruang meeting saya kadang nulis yang dibicarain dalam meeting pake tangan kiri,, atau nulisnya gaya tulisan jepang dari atas kebawah atau dari kanan ke kiri. pokoknya saya tuh kurang kerjaan bangetlah sebenernya. Kurang diberdayakan saya mah dikantor.. hahaha..
Picture
Picture
gambar.. 
gambaar tangan pulaaa...
btw, atasan saya bisa disimpulkan baik banget kan. dan berlapang dada, alias sabar. lihat anak buahnya bentuknya begini. Secara kan ya, ga mungkin mereka itu ga tau saya kerjanya corat coret begitu, orang kadang saya bawa spidol warna warni ke ruangan meeting. trus terang-terangan ngegambar di meja.. hahaha... 
Picture
Picture

intermezzo,
beberapa evidence kondisi meeting kami. ada yang serius banget, pusing, tegang, menyimak, sedang saya, sok sok an nulis padahal ngegambar. hahaha
Picture
Picture

as the saying goes, handwritten is an imprint of the self on the page.
​S
o, kuuy.. feel free buat coba analisa kepribadian saya dari tulisan tangan saya.. hahaha

0 Comments

Leaving Environment; Welcoming Rokan Stand Alone

4/27/2021

0 Comments

 
"Leaving Environment and welcoming Rokan Stand Alone"
​a tribute to QLS Team

bacanya "Rokan Stand Alone" pakai nada magisnya Prof. Albus Dumbledore yang lagi pidato didepan murid-murid Hogwarts yaa,, 
Picture
Picture
Tulisan saya kali ini, lagi lagi mengenai farewell.. farewel dengan tim Environment, nanti hari jumat dengan tim QLS, dan Agustus besok dengan Chevron. Sediih, iyaa,, tapi pisah sambut suatu hal yang biasa dalam pekerjaan, dalam hidup, life must goes on. we have to survive kan.
​Hariini adalah meeting farewell dengan Tim Environment Chevron. Saya gabung di project ini dari tahun 2017, sekitar November 2017; tidak terasa sudah masuk tahun ke 4 saya tinggal di Pekanbaru. Lumayan lama dan rekor terlama saya kerja di satu tempat.

selama di Pekanbaru ini saya udah beberapa kali farewell.. 
farewell satu persatu sama teman2 dari ERM; Farewellan sama tim QLS yang di Alamanda office; trus bahkan farewell sama ERM; farewell lagi sm Alamanda office; trus trus farewellan sama tim QLS yang di thokthor; trus trus,, ni farewell sm tim Environment nya; trus besok jum'at farewell sm QLS nya; trus Agustus nanti farewell sama Chevron nya.. 
Apa yang saya tuliskan disini hanyalah pendapat saya pribadi saja, sebagai farewell pribadi dengan tim QLS, dan semoga tidak ada informasi sensitif apapun yang keluar terkait tempat saya bekerja ataupun hasil pekerjaan kami
Picture
dari kiri ke kakanan: Dega, Andre, Adi, Maria, Yayuk, Chieka

​Farewell saya yang pertama dengan teman2 di Alamanda office, lumanyan banyak.. apalagi dari ERM.. hahaha.. dari Chevronnya sendiri, pertama pindah itu ada mba Ratih yang ke PHM; well saya baru pindah waktu itu, jadi ga begitu kenal dengan beliau. Yang saya tahu sih, Mba Ratih beneran sanitize, kemana mana bawa tisu sama hand sanitizer, bahkan jauh sebelum wabah korona melanda dunia.
Trus, ada lagi faewell sm data adminnya QLS, mba Nadia sama Icha. Kalau mba Nadia dia pindah ke tim sebelah; sedangkan Icha, meneruskan hidup baru alias menikah dan pindah ke Surabaya. Mba Nadia dan Icha ini lumayan sering makan bersama.. apalagi hari Jum'at, kami makan keluar sama-sama. 
Sedangkan dari ERM, jeng..jeng.. mulai dari Harry; Brian, Wendy, Pak Riza, Adam, Pak Agus, mas Prasetya, Riefqy;  dan sampai sekarang tersisa bertiga dari ERM di QLS dan beberapa alumni ERM yang masuk DW tetapi ada di tim lain.
Picture
Bubaran kerjaan kaliini juga ga menyenangkan, status masih WFH udah 1 tahunan, trus sempat sih ada acara ngumpul, trus rencana bukber, atau foto bersama, tapi karena Korona menanjak lagi statusnya di Pekanbaru, jadinya ga jadi semua. akhirnya kami foto sendiri-sendiri, bukber sendiri-sendiri. farewell virtual, hadiah dikirim, foto bersama virtual, sedih. 
foto diatas itu terakhir kalinya kami ngumpul sama sama, didanau buatan apaaa lupa deh namanya. itupun saya ga bisa ikut sampai selesai, karena mesti jemput naira & faqih. dan dimasa wfh.. setelah itu bubar bubar virtual.. saya ke tim baru, departemen siapa usernya siapa dikasih tau nih diacara ini.. 
dapat kenang-kenangan jersey gratis pula, dari bapak2 CPI. terimakasiiih..
Bersyukurnya sih, meskipun tim bubar masih bisa gabung di tim lainnya, jadi ga sampai lah keluar pindah kota lagi. Saya siih udah "open to work", tapi kalau masih bisa di Pekanbaru aja ya sudah, sini aja.. 
Masih ada keinginan sih buat nyoba yang baru, kaya waktu kuliah kann,, tapi krucils udah tiga,, hahaha.. jadi kaya udah terikat rantai buat kesana kemari.. Syukur-syukur kalau covid selesai, Geothermalnya up lagiii.. atau dapat project freelance an yang lain,, 

Picture
Mas Akbar
Mas Akbar ini ketawa nya kueenceeeng banget, suaranya juga kenceng kalo ngobrol, jadi tiap ngegossip udah pasti deh kena "ppsssttttt...." sejauh yang saya tau tentang QLS, mas Akbar ini yang paling sering pindah tim atau dipinjamkan ke tim lain. ada ke Construction, EAR, Land, trus entah kemana lagi.
Pas jamannya ngantor, Mas Akbar sm Mas Maeko hampir selalu bawa bontot, alias bekal makan sarapan n makan siang. kalau makan kami sama-sama, kadang tuker-tukeran lauk.
Saya pernah tandem sm mas Akbar waktu dikasih ngaudit SE Office, secara saya ga pernah ke field, ga ngerti deh kondisi lapangan, jadi banyak diajarin juga sm mas Akbar ini.
Habis tu fotonya ini yang paling kerenlah, sama hello kitty. hahaha
Dilla
Dilla ini jebolan ERM juga, dulu finance yg urusin invoice WO 4 juga, suka mintain close out juga ke saya. di QLS ini Dilla agak seperti ice breaker. Sebelumnya, ruangan saya sepi sepi aja, ada yang masuk kalau ada perlu urusan kerjaan aja sih, itupun kesannya formal ya, jaranglah ngobrol diluar kerjaan. hahaha
Trus sejak ini anak join satu ruangan sama saya jadi rame banget. Ada aja yang nongkrong diruangan. Tempat ngegossip, mau sebar gosip baru, atau mau denger gosip baru,bisa ini anak dikulik kulik ntar keluar semua.. hahahaha..

Picture

Ruangan saya di thokhtor office Ruang #2 = 2nd pantry
Ruangan kami juga akhirnya selain jadi tempat bergosip juga jadi tempat makan, makan siang disitu, snack dkk. sampai kecap, saus, krupuk pun ada dilaci meja,, emak emak hebring.
Picture
Picture

Mas Maeko atau Pak Aji
Mas Maeko ini mau saya tulis apa yaa.. yang membekas banget itu dulu, pas mobil jemputan masih ga jelas,, kadang pulang kantor ikut bareng satu mobil sm mas Maeko, yang beda jalur jauuh banget. udah macet, jauh, ga mau ke rumah saya duluan pulaa.. padahal di Pekanbaru ngekost n single lho, saya ada anak balita nunggu dirumah. ga mau tukeran.. bikin emosi aja.. wkwkwkwk..
Sepertinya, ngobrol2 sm Pak aji hanya setelah kami gabung di DW deh, dulu maah semasa saya ERM dan mas Maeko Sucofindo kayaknya ga pernah ngobrol. koq bisaaa ya?
Picture
Mas Maeko, itu tuuuh yang dibelakang,,
Picture
Mas Romi yang paling depan

​Mas Romi aka HES Sanitizer

​Saya jadikan satu dengan Pak Aji karena sepertinya ada sesuatu diantara mereka. wkwkwkwk..
Mas Romi ini HES lama kami, merangkap HR, awal-awal sering banget saya komplain. haha. trus sepertinya dapat peluang lebih baik yang minim komplain dan deket keluarga, jadilah pindah tim. Saya kalau komplain langsungan aja tanpa tedeng aling-aling. apalagi masalah jemputan, masker, dkk dkk sampai slip gaji komplain ke dia.. hahaha.. Suara mas Romi juga besar, ringtone Hpnya juga kenceng, kadang bikin terlonjak saya kalau Hp nya bunyi, secara ruangannya depan depanan.. hahaha

Picture
Intan
Kami pernah satu ruangan dulu di Rg #10 bertiga dengan bu Elvira. Intan ini kalau saya amatin itni fresh graduate yang memang lagi semangat-semangatnya. bisa dibilang meledak-ledaklah, khas anak-anak muda.

Intan ini suka banget makan, suka posting makanan, dan review makanan-makanan keliling Pekanbaru. Trus kalau liat Intan makan itu kayaknya ueennaaak banget. sampai bawa pemanas listrik kekantor buat manasin makanan, soto bakso dkk.. Hebring kan. 
Saya juga ngiri sama ini anak. Baru masuk QLS udah diikutin Green Belt training. hahaha.. kami dulu mesti diadu satu sama lain dulu, to compete siiih maksudnya, tapi akhirnya juga gada yang di training.  mba Yayuk aja sm Intan yg green belt. Btw saya dulu waktu SMA udah sampai Green Belt sih, jadi ya udaaahh siiih yaaa..  hahaha.. kerenan green belt saya jaman sma lagi,, dari perguruan GOKASI. hah
Trus, kalau saya tipikal orang yang anteng, jarang banget hampir ga pernah nerima telfon dari orang - kecuali kerjaan sm dari suami. Naaah, diruang #10 ini baik Intan atau Ibu Elvira ini serriiiing bgt nerima telfon (kalau dibandingkan saya yaa) trus kadang curhat / ngobrol ini itu di telfon. Ya kan saya denger dan saya tahu jadinya kan.. hahahaha...
Ibu Perkutut alias Ibu Elvira
Ibu Perkutut ini ibu kita kartini banget. Urusan pantry, perkertasan, makanan, potluck, tumpeng dkk bisa hubungi ibu satu ini. macem call center. mau makanan apa bisa request, asal ramai2 mau juga itulaaah jadi sarapan rabu pagi kami.. hahaha.. btw, jadi kangen sarapan pagi dikantor rame - rame
Picture
Kepribadian saya yang serius dan lebih suka dengerin alias diem, susah banget dan ga konekan kalau buat bercanda menjaddikan saya ga begitu diterima di ruang #10 ini. Alhasil saya didepak saat ada wacana anak baru masuk, si Chieka. hahaha.. girls. gitu deh. Begitu ada tawaran pindah ruangan sm MJ, baru dibilangin aja rencananya, belum disuruh pindah; langsung saya bilang oke saya pindah ruangan sekarang. Pindah ruangan sendiri di ruang #2 Hahaha.. kocaak..
Chieka
Naaah ini dia member QLS yang berhasil mendepak saya dari ruangan #10 bahkan sebelum masuk kantor hari pertamanya. 
Chieka ini dia owner n founder dari chieka's cake,, anaknya ini pendiam banget, suaranya pelan nyaris tak terdengar. Hampir setiap meeting gada suaranya, kecuali kalau jadi host. Begitupun di grup, gada suaranya kalau tidak disebut namanya 3x. wkwkwkwk..
Picture
Masih tentang Chieka, Yang seru dan saya ingat banget itu chieka pernah balas gebrak meja, saat dia digebrak duluan mejanya, kena tegur sm PM Lama. hahaha.. kocak. mana kejadiannya pas lagi weekly meeting pula. didepan orang2 kelahi gebrak2an meja... kocaaak..kocaakk... hahahaha.. 
Jadi bikin saya ingat kejadian dulu, saya pernah ngejawab saat dikasih tugas bertumpuk tumpuk sama manager lama, diperusahaan lama. tapi kelepasan gitu lho saya.. udah tinggi banget presurrenya, jadi ngejawab saya... trus akhirnya beberapa lama kemudian saya ajukan resign. Sepertinya saya ga bisalah kerja kalau ada masalah / ganjelan sama atasan. Ga enak kan rasanya nelan ludah muluu..
tapi,, yang lebih kocak dari kasus gebrak menggebrak, kalau saya kan saya yang resign ya,, naah kalau kasus chieka, justru PM nya yang tidak lama ajukan resign. Ya ga karna masalah itu juga.. saya maah cocokologi ajaaa.. wkwkwkwk...
Picture
Mba Yayuk
Mba Yayuk ini paling senior diantara kami, jika dilihat masanya gabung QLS. pas saya join di November 2017, udah ada mba yayuk under Sucofindo. Kayaknya gara-gara mba Yayuk inilah kami juga dapat fasilitas antar jemput kerumah sm driver kantor.
Kalau saya bilang ni mba itu act kaya cowo deh, ngaudit ke semua field diborong sm mba yayuk, kemana mana lah. Kalau dibandingin sama saya maah jauuuh, saya ke field aja ga pernah. Saya sampai pernah nanya, kenapa ya saya ga pernah dikasih ke field? apa ga begitu meyakinkankah?  [Padahal maaah didalam hati, alhamdulilllaaaaaaaa... MasyaAllaaah...Leadernya pada baik hati sama sayaaa.. hahaha]
Picture
Naah, saat saya pindah ke ruang#2, awalnya ruangan itu sering dipakai sm mba yayuk, dan diwacanakan buat berdua saya dan mba yayuk. Tapi entah kenapa, saat saya masuk ruang#2 mba Yayuk jadi permanen di ruang#10, kaya tukeran ruangan gitu.. hahaha.. yang jelas saya bahagia saat itu pindah ruangan meski sendirian.. hahaha
​​kalau versi sinetron azab itu, judulnya kira kira gini: "Ruangan kerjaku dibajak dia yang belum muncul dikantor dan akupun membajak ruangan dia yang sudah diruangan" hahaha.. hiperbola.

Picture
Om Gondam
Mas Gondam ini dulu masuk ERM juga, posisi Senior n gantiin posisinya Pak Wendy. Tentulah saya jadi manggil Pak Gondam. hahaha.
​koq aneh gitu dikantor manggil mas bang ya, mas inget nya manggil kakak laki-laki saya,, bang koq ingetnya serasa manggil abang abang bakso.. Entah sejak kapan ya jadi manggil ke Mas, aneh juga rasanya.. 
Asli memang adaptasi budaya selama pindah ke Pekanbaru agak bikin kikuk. seringnya dikantor pada pakai bahasa Minang, ambuoo cieeek laah.. hahaha.. roaminglah
Naah.. si Bapak satu ini, pas di ERM itu keliatan bapak-bapak banget, diem, ngomong seperlunya, meeting diaam.. seruangan juga diam. atau karna sayanya yang serius kali ya. akan tetapi, saat kami gabung ke DW entah kenapa mulai keliatan belangnya, satu persatu seiring dengan frekuensi makan siang bersama yang makin rutin, mulailah aslinya si bapak ini keluar.. hahaha..
Picture
Mas Anash Retro
Kadang saya masih ga habis pikir lho, ada ya yang kaya mas anash ini.. hahaha..
ini beneran retro habis, dan kerennya jadi ga keliatan umurnya. Saya manggilnya aja mas, padahal harusnya udah dipanggil Pak. hahaha
Meski senior, mas Anash ini junior di QLS, dan saya suka laah ngamatin para new comer di challenge menuju dikerjain di QLS. hahahaha, saya juga dulu digitukan koq.. 
Sejak skope audit saya ditambahin SE Office, tandem sm Mas Anash ini, jadi sering komunikasi dan sering kerumahnya karena masih diharapan raya. kalau ada acara makan-makan juga palingan kami aja yang bawa tim lengkap, pasangan sm anak-anak, selain mas Gondam juga yang kadang bawa pasukan. 
PM
Mas Andre ini PM baru kami di dw, lebih nyantai orangnya dah ga sepaneng. Suka ngasih bocoran soal ujian juga,, info-info dikasih tau juga lebih cepat,, hahaha
trus tetanggaan juga nih lokasi rumahnya, jadi bisa jadi satu area jemputan antara PM, saya sm mba yayuk sesama dari geng Bukit Barisan.
Picture
Pak Adi Lubis
si bapak ini sama saya persis sama masuknya ke ERM. Hari pertama masuk ERM yang masih di Fox Harris hotel (dulu namanya bukan Fox Harris, lupa saya nama hotel itu apa). si bapak ini di assign buat planner, dan rupanya sama satu tim di WO#4
New HES aka Mas Dega
​Mas Dega ini memper bungsu di QLS, dulu semasa saya masih join morning calls masih tu bapak HES ini jadi bulan-bulanan salaaah aja. hahaha biasalah member baru kaan.. trus ketemu beberapa kali aja dan sekilas, jadi belum bisa lihat kepribadiannya gimana gimana, belumd apat juga celah buat ngegosipin dimari.. haha

Picture
FS. Pak FS ini adalah CPI pertama yang berinteraksi dengan saya, karena saat itu si Bapak adalah contract owner (CO) WO4. saat dulu masih di ERM, WO4 itu terkenal bangetlah, sering jadi gunjingan di ERM, jadi WO4 itu merupakan tempat yang menyeramkan, mesti ngantor sama user, jam kerja ga fleksibel n ngikut jam kerja user, dkk dkk trus antara lain adalah karena CO nya yang galak banget katanya.. hahaha
RHD. tiap ingat Mas RHD ini saya seperti ingat utang, adalah kerjaan saya saat sm mas rizki yang ga maksimal banget. dan saya seperti berhutang banget. itu kerjaan mudah sebenarnya, tp saat itu aidan lagi sakit sakitnya dan pikiran saya ga fokus bin kacau balau. Maaf ya mas Rizkii... 
ABE. Mas Abe ini suka banget lah cerita-cerita macem-macem dari sabang sampai merauke. hahaha.. kadang tau saya gabut, jadi suka ngasih kerjaan lain. pokoknya asal dengar kami banyak ngobrol, nanti dikasihnya kerjaan. ruangan kami sebelahan soalnya, jadi kalau ngerumpi kedengeran sepertinya.. hahaha 
MJ. Mas Jallil ini nyantai banget, saya sempat ngerasa bingung - saya ini sebenernya dipakai kerja apa engga ya.. karena ngerasa gabut banget, dikasih kerjaan Mj nyantai bgt n kaya ga ngapa ngapain. Sepertinya karna MJ udah jauh levelnya diatas saya, makanya pengertian bgt pas saya lagi banyak masalah dikasih kegabutan yang hakiki. hahaha
Gumawo
OWISNU. Bapak satu ini adalah Manager QLS, masih mudah banget udah jadi Manager di Chevron. trus, alumni Undip juga, trus lagi kami ada mengalami pengalaman serupa tapi tak sama dengan anak kami. 
Jadi si Bapak ini setelah gabung, sepertinya analyse kerjaan kami, dan mereformasi besar-besaran. Ya ga besar-besaran sih, tapi ada buat improvement disana sini yang membuat kerjaan kami lebih efisien, terukur terfollow up dan tereksekusi dengan baik. 
Naaahh.. kesamaan mengenai pengalaman dalam hal anak inilah yang membuat saya merasa beruntung sekali bekerja di QLS. Setidaknya adalah ya yang agak memahami latar belakang tindakan saya kenapa begini kenapa begitu, karena kadang sedih, ijan ijin atau ga bisa ini itu dikira alesan alesan alesan aja.. hikss..

and finally, as the saying goes,
"it's sad, but sometimes moving on with the rest of your life, starts with goodbye"

Picture

0 Comments

Freelancing job

1/14/2020

0 Comments

 
Hari ini, tanggal 14 januari 2020 adalah tepat satu bulan saya melahirkan baby nay, anak kedua kami. Disaat sedang menikmati cuti melahirkan dan keseruan mengurus baby nay, pekerjaan dengan status freelance sebenarnya sedang sibuk-sibuknya buat metang meeting. Sehingga berkali-kali saya menolak sejak hamil trimester 3. Sayang sih, tapi tetap saja baby nay ga sepadan untuk ambil risiko apapun.  Well, ga sayang gitu juga sih, hanya saja ada rasa bersalah tentang tanggung jawab yang ga bisa saya selesaikan karena keadaan.
Itulah kenapa saya menulliskan tentang pekerjaan freelance, awalnya saya ingin memberi judul "mobile office" tapi, kalau di search mobile office itu related sama aplikasi hp. Beda mahzab. 

Apa itu freelancing

Freelancing merupakan salah satu tren yang menurut saya paling fit buat ibu-ibu yang ga bisa diam seperti saya ini. Freelancing memungkinkan saya untuk bekerja dengan syarat dan ketentuan saya sendiri, yang memberikan kekebasan untuk bekerja "DARI MANAPUN" yang saya inginkan. "DARI MANAPUN" inilah yang awalnya memberi ide saya untuk memberi judul "mobile office".
Picture
Seorang freelancer adalah profesional yang tidak berkomitmen pada employer tertentu untuk jangka waktu lebih dari satu tahun. Biasanya mereka mewakili perusahaan atau pihak tertentu dalam waktu yang singkat, untuk satu atau lebih pekerjaan lepas tertentu yang biasanya kurang dari setahun. 
Kebeasan yang mereka dapat biasanya sangat besar. Mereka dapat dengan bebas memilih untuk bekerja kepada siapa dan menentukan biaya secara efektif. Bahkan, mereka bisa mengambil beberapa proyek sekaligus jika itu nyaman bagi mereka. Yang harus mereka lakukan adalah menyelesaikan semua proyek secara akurat dan menyerahkannya kepada pemberi kerja.

Wanna be a freelancer?

Picture
Berikut adalah beberapa situs internet dimana kalian bisa mulai searching mencari tahu bagaimana pekerjaan freelancer.
point ke 7 "relasi" itu saya tambahkan, karena percaya atau tidak relasi itu juga menyumbangkan banyak peluang untuk pekerjaan bagi seorang freelancer. ^^

Picture
Saya sejauh ini baru memakan situs "freelancer" aja sih, belum sampai join ke situs yang lain. Jadi coba saja kalau berminat.
  1. Freelancer, of course!
  2. Upwork
  3. Fiverr
  4. Broxer
  5. CollegeRecruiter
  6. GetACoder
  7. Relasi kerja, ^^

my Mobile office, so far

Picture
Picture
Dua foto diatas adalah my mobile office terfavorit nomor satu buat saya. Itu adalah perpustakaan umum UII Yogyakarta. Perpus ini selain dekat banget dengan rumah kami di Jakal, view nya oke.. dari jendela bisa lihat candi yang baru ditemukan saat proses pembangunan perpustakaan ini. Jadi adanya candi tersebut membuat desain perpus diubah. Kadang pada hari tertentu saya bisa lihat ada yang datang sembayang di area candi itu. 
Picture
Picture
Biasanya saya ngerjakan kerjaan freelance saya di week end, sabtu minggu, atau kapan saja suami saya free. Jadi Mas Aidan sama papahnya, pagi-pagi antar saya ke perpus, sorenya mereka udah bobo siang, makan, jalan, jemput saya trus jalan keliling dan makan deh. What a wonderful life! haha
​
Picture
Kalo ga salah, ini di Kali milk
Picture
Bahkan saya bisa lho ngerjain sambil duduk di kursi taman pinggir jalan begini.. wkwkwk..
Saya lupa nama cafe difoto sebelah kiri atas, masih dijalan kaliurang dekat dengan rumah dan kampus uii, rekomendasi suami. Tapi sayang sepertinya ga ada AC, panas. Disini mas aidan bisa pesan snack dan mau makan sembari saya ketak ketik
​
Picture
Picture
Dua foto diatas masih disekitaran jogja, yaitu kafe internet luxury. Disini enaknya bisa pesan makanan. Lokasi favorit saya itu dilantai 2, sofa. Disebelah warnet ini juga ada warung ketoprak kesukaan saya. wkwkwk.. 
Jadi sebelum kerja saya suka sarapan ketoprak dulu, baru deh disini nyemal nyemil snack sama minum aja, jadi fokus kerja bukan makan.
​
Picture
Picture
Tempat terfavorit saya di Pekanbaru itu di vansquare. ada cafe D'Bistro di lantai 2. Biasanya saya kesini bahkan sejak kafe belum buka.. haahhahaha.. duduk sendirian setiap week end hingga sore jam 5 an, dengan pesanan menu yang hampir selalu sama. Selalu pesan kelapa bulat sama roti sabit bakar atau spagheti tuna.. ^^
Picture
Picture
Masih di van square, dilantai 3 ada cafe La Fusion yang cozy abis. Makanannya juga aneh-aneh yang perlu lah dicoba.. kurangnya La Fusion ini jam bukanya agak lambat, dan kalau belum buka saya ga bisa masuk. Ga seperti di D'Bistro. yang pelayannya udah hafal jadi, begitu nampak muka saya langsung senyum... (silakan masuk dirumah sendiri.. wkwkkwk..)
Picture
Daipi.. alias kedai kopi ^^
Picture
Pizza hut Pekanbaru
Picture
Daipi.. alias kedai kopi ^^
Berikut beberapa tempat-tempat yang sering jadi tempat pelarian saya yang ga punya kantor ini.. ^^
Picture
Daipi.. alias kedai kopi ^^
Picture
di kantor
Picture
Lobby hotel tempat nginap

Ga enaknya jadi freelancer

Ada ga sih ga enaknya jadi seorang freelancer itu? Tentu saja ada.. 
Berdasarkan pengalaman saya, ga enaknya jadi seorang freelancer di negara berkode +62 ini diantaranya adalah... 
1. Sering dianggap bohong kalau bilang kerja dan punya penghasilan. 
Soalnya apa, ga masuk kantor, ga pake seragam, ga punya kantor, kerja ga jelas! ok. I see. yang penting saya masih bisa belanja-belanja. No worries lah sama sirik maksimal anda. Wkwkwk
2. Dimasa Lebaran, Natal, atau akhir tahun, gada itu namaya THR, Bonus, Gaji ke 13, 14, 15, 16, dst.
Ya begitulah, penghasilan freelancer yang tergantung apa yang udah dikerjain. udah gitu aja. Kadang iri lho, disaat grup WA pada bahas terima bonus, THR, atau apapun itu istilahnya,, ngileeerr.. wkwkwk..
3. Don't expect dapat gaji rutin, monthly
Ya iyalah, balik lagi penghasilan freelancer yang tergantung apa yang udah dikerjain. Jadi... kalau pas ga ambil job ya gakan ada sms cinta dari bank. kadang juga terlambat transferannya.. hihihi...
Atau apesnya niih.. pas lagi sakit, kena musibah atau apa sehingga ga bisa kerja, ya udah. Lagi susah ditambah gada pemasukan. Komplit. 
4. Ga selalu itu ada job bagi freelancer

Yang ini mungkin ga berlaku jika masa terbang udah tinggi sih.. kalau awal-awal bisa aja ga ada job sama sekali berbulan-bulan. Belum dapat aja celahnya.. Kalau sudah dapat, bisa jadi ga habis-habis itu kerjaan. Terkadang bisa sampai ga tidur
5. Manajemen waktu, is a must!
Kerjaan seorang freelancer mostly sih dikasih tide target gitu. jadi gada itu caranya berleha-leha. Meskipun pengerjaannya dihitung perdaily. Taruhannya bisa panjang, misalkan nih. harusnya bisa selesai 3 hari, kamu mark up jadi 10 hari, waah bahaya itu bagi masa depan. Bisa-bisa employer lihat kamu not good enough buat takle kerjaan dia karena butuh 10 hari buat ngerjain itu doang. Kalau saya sih ga mau ambil risiko nama tercoreng. 
Terkait manajemen waktu juga nih, biasanya kerjaan ditarget harus kapan selesai, saya pernah terima job email jam 1 dini hari, hari sabtu. senin suruh selesai. Seriously?

Enaknya jadi freelancer ituuu...

Picture
Picture
Bagi saya pribadi, enaknya menjadi freelancer itu diantaranya adalah :
1. SERU!
Bagi saya, kerjaan freelancer itu seru. Saya sering dapat kerjaan yang sebelumnya belum pernah saya kerjakan. Report ini itulah, assessment ini itulah, cari-cari sendiri begitulah.. it's really fun!
2. Jarang Bosan
Jarang bosan, karena bukan rutinitas yang menahun. Trus, bisa ngerjain kapan aja, dimana aja tempatnya yang bsia buat kita jadi fun dan produktif. Kerjaan yang sama dilakukan selama berminggu-minggu aja udah cukup buat saya bosan. Pernah juga bosan, saat harus entry data survey ratusan, sampai kedap kedip mau muntah saya.. wkwkwk..
3. Waktu Fleksible 
Terutama bagi istri dan Mommy kaya saya ini. Pekerjaan utama tentusajalah istri sama ibu, ketiga barulah kerjaan. Jadi memang tipe pekerjaan yang fleksibel ini cocok banget.
Bahkan saya bisa nyicil ngerjain yang remeh temeh sambil gendong baby Nay.. sambil ngulek sambal.. sambil nonton sailormoon.. sambil makan.. wkwkwk..
4. Smile face saat terima SMS cinta
Tentu saja payment yang saya terima itu setelah pekerjaan kita submit, tergantung perjanjiannya. ada yang langsung ditransfer, ada yang nunggu per tanggal sekian seperti waktunya gajian, atau bisa juga entah (telat maksudnya, ga sesuai tanggal yang dijanjikan). Tapi tetap saja, begitu dapat sms selalu bisa bikin senyum tersungging gimanapun kondisinya dan berapapun nominalnya. wkwkwk..
Income dari freelancer ini biasanya buat hal-hal lain, jalan-jalan, makan, ke al fath,,, uups.. rindunya saya ke al-fath malioboro.. 
1 bulan baby Nay, berbulan-bulan tidak keluar kota, nge mobile office aja. cayo!
see u in my another post!
0 Comments
<<Previous
Forward>>

    WorkLedge 
    means work knowledge or workplace Knowledge 

    Knowledge work is all about problem-solving and requires both convergent and divergent thinking to answer all the simple and complex questions that arise in daily work.
    ​Knowledge workers would be expected to innovate often, routinely coming up with new and better ways of doing things.

    Workplace knowledge represents the intersection of three key trends: the leverage of intellectual capital, the virtualization of the workplace and the shift from hierarchical to organic models of management. The focus is on knowledge as the primary source of competitive advantage- Gartner.

    Knowledge hunt!

    Upskilling HSSE Officer Training

    Picture
    Merupakan pembekalan kepada HSSE Officer agar memiliki kompetensi minimal yang sama.
    Part 1
    Membahas mengenai dasar K3 dan Corporate Live Saving rules: 
    1. Tools & Equipment 
    2. Safe zone position 
    3. Permit to work
    4. Isolation 
    5. Confined Space
    6. Lifting Operation 
    7. Fit To Work
    8. Working at Height
    9. Personal Flotation Device
    10. System Over bride
    11. Asset Integrity
    12. Driving Safety

    Basic Lean Training Manufacturing

    Picture
    Berisikan pengalaman saya mengikuti training lean manufacturing selama 2 minggu. 
    Membahas mengenai konsep Lean, TPM, muda, mura, muri, 6S, konsep kaizen, continous improvement, etc. 
    Training super padat dan seru, yang menberikan saya baseline yang sangat bagus dan kuat dalam hal productivity, quality dan audit.
    3M's of Lean:
    Muda (waste);
    ​Mura (inconsistency);
    ​
    Muri (unreasonableness)
    6S's of Kaizen
    1. Seiri (Sort)
    2. Seiton (Set in order)
    3. Seiso (Shine)
    4. Seiketsu (Standardize)
    5. Shitsuke (Sustain)
    6. Safety

    RCA FOR LEADERS

    Picture
    ​Satu training yang saya ikuti di tahun ini, oleh NZSTIG's dengan trainernya Jeff Tuffnell.
    Program New Zealand Support for Training in the Indonesia Geothermal Sector (NZSTIGS) senilai NZD $6,8 juta yang bertujuan untuk mengembangkan dan memberikan pelatihan praktis bagi teknisi dan operator Geothermal selama lima tahun ke depan.  
    “Program NZSTIGS akan memanfaatkan pelatihan Geothermal berkualitas tinggi di Selandia Baru. WINTEC [salah satu perusahaan Geothermal terbaik di NZ], bekerja sama dengan institusi Indonesia, untuk program pelatihan ini.

    K3L DIRUMAH 

    Picture
    K3L dalam rumah tangga percaya atau tidak seringkali disepelekan dan dianggap biasa saja. 
    Kalau di perusahaan ada tim HSE yang memonitor, bagaimana dengan rumah kita? sudahkah kita memperhatikan aspek-aspek K3L bagi keluarga terdekat kita? 
    Tentu saja artkel ini suatu saat akan saya update agar lebih eye cathcing lagi, wait yaa...

    UJI KOMPETENSI AUDITOR LINGKUNGAN

    Picture
    ​Mengulas tentang perjalanan saya mendapatkan C.EA (Certified Environmental Auditor).
    Mulai dari persyaratan administrasi, bukti pengalaman audit,  ujian tulis, wawancara, hingga terregister di web nya klhk sebagai auditor lingkungan. 

    PELATIHAN AUDITOR LINGKUNGAN

    Picture
    Mengulas mengenai Pelatihan auditor lingkungan yang saya ikuti di PSLH UGM. 
    Pelatihan ini padat, dengan tujuan utama menjadikan peserta sebagai auditor lingkungan yang handal dan kompeten. 
    Kompeten dilegalkan dengan mengikuti uji kompetensi. 
    Pelatihan ini akan memberikan kepercayaan diri bagi kita sebagai seorang auditor yang kompeten dan kredibel, telah dilatih dan diajar oleh lembaga dan gutu-guru yang mumpuni dan memang ahli dalam bidang lingkungan.

    Archives

    January 2026
    December 2025
    November 2025
    November 2024
    December 2023
    November 2023
    June 2023
    March 2023
    December 2022
    July 2022
    February 2022
    January 2022
    July 2021
    May 2021
    April 2021
    January 2020
    July 2019
    April 2019
    March 2019
    January 2019
    September 2018
    March 2018

    Categories

    All

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Exabytes - Indonesia