|
Saat ini saya duduk dikantin, setelah meeting, makan, menulis artikel ini sambil menunggu si bapak driver pulang dari Jum’atan. Bulan ini, 21 bulan saya berkerja di Project Site Remediation di Pekanbaru, hampir 2 tahun. Alhamdulillah. Di Project ini tugas saya adalah sebagai auditor, tepatnya auditor lingkungan untuk Environmental team yang menjalankan project site remediation ini. Tim enviro ini sangat besar, yaaaa jika dibandingkan dengan tim-tim Enviro di project lainnya ya.. How do we workSebagai konsultan, pekerjaan saya mainly adalah membantu klien/user. Membantu dalam hal ini bisa macam-macam, bisa membantu dalam hal memecahkan masalah, mencari masalah, bahkan membuat masalah baru. Hahaha.. Sering, apa yang akan kami bantu itu bahkan kami belum tau sama sekali prosesnya, jadi perlu menelusur, mencari informasi, bahkan terkadang bagaikan mencari jarum ditumpukan jerami. Sama seperti perkerjaan lainnya, terkadang kami diam, ribut, dimarahin, marahin, bertengkar, garuk-garuk kepala, geleng-geleng kepala juga. Kami sering berdiskusi, mulai dari masalah mencari jarum ditumpukan jerami, hingga diskusi tentang apa HP teryahud di abad ini.. haha.. Kami sering metang meeting, ngomongin ini itu, dalam meeting formal, setelah jam kerja, sambil duduk, sambil berdiri, sambil tidur, yaa seperti kebanyakan lah.. hahaha.. Perusahaan ini bukanlah sebuah perusahaan yang ISO Certified, jadi ya internal audit nya internal saja. Tapi tetap saja, dimana-mana akan selalu ada yang tidak nyaman untuk di audit; jadi dalam perjalanan dipekerjaan ini macam-macam respon kami dapatkan. Ada yang easy going, susah, ga nyambung, support banget, dkk. Pertama-tama join di project ini saya bukan sebagai auditor, posisi saya sebagai seorang Quality & Environmental Management Specialist lebih banyak ke business process, mempelajari prosses bisnis yang ada/sedang berjalan atau plan kedepannya bagaimana; kemudian menuangkan dalam sebuah prosedur/ business process procedure/bahkan guideline. Di proses pekerjaan ini saya belajar banyak hal. Dari mulai tidak tau apa-apa mengenai project ini, sampai satu-persatu mendapatkan pencerahan dan faham atau sedikit paham. Setelah develop procedural mulai berkurang, proses bisnis project mulai stabil dan banyak kegiatan yang menjadi subyek audit, mulailah saya mengaudit. Ya jadi auditor internal bukanlah hal yang baru buat saya. Jadi saat di challenge buat jadi auditor, ya.. memang ini yang saya tunggu.. hahaha.. Tapi memang sampai sejauh ini saya belum pernah ngalamin field audit, ke site. Jadi, saya ke site nya per tiga bulan aja, ke site project lumut Balai Geothermal Project. Hahaha.. Entah kenapa. Sepertinya saya dispesialisasikan di office audit dan segala macem pembuatan prosedur, BPP, atau flow process. Atau istilahnya disini special project. Bagus sih, Alhamdulillah ga perlu travel jauh kesana kemari menysuri kebun-kebun sawit…
Proses pembuatan sesuatu yang baru itu juga beda-beda tipis sih dengan teknik saya menulis feeding di blog ini. Saat awal-awal mau develop, itu mikir yang paling lama butuh waktu. Jadi, misalkan saya membuat report koq ga selesai-selesai atau butuh waktu lama, itu akhirnya saya belum begitu dong, paham atau masih ga yakin dengan konsep saya. Dalam blog ini ya saya masih belum yakin tentang kerangka utama yang akan saya bahas dalam artikel blog. Tapi begitu sudah dapat, menulis itu bagaikan air yang mengalir. Ya menulis ala ala sayalah. Kemampuan dan insting untuk bisa berfikir membuat sesuatu yang baru ini agaknya terlatih sejak awal saya bekerja. Karena di SYF dulu, saya sudah diassign untuk memantau pengembangan pabrik SYF yang kedua, jadi saya bisa dibilang ada di SYF 2 sejak awal, masih konstruksi udah ditempatin buat memantau, melaporkan any issue dan begitulah. Trus lagi, di SGS yang diceburin begitu aja, SGS sangat banyak memberikan saya pengalaman yang berharga dalam perjalanan karir saya. Masa-masa kuliah S2 juga sangat berperan, proses bagaimana untuk melakukan studi literature, analytical thinking dan prngalaman membuat tugas ini berdasarkan literature-literatur yang scientific, sangat membantu saya dalam bekerja untuk ELC, yang mostly yang saya buat adalah sesuatu yang baru buat saya. What we eatApa yang saya makan selama di Pekanbaru, Rumbai, bahkan Minas? Yang jelas saya kangen banget menu masakan warteg ala kampus undip atau menu angkringan ala jogja.
Nah sejak di Minas, tamatlah. Gada pilihan lain selain padang, padang dan padang. Saya suka masakan padang, RM sederhana di Satrio Kuningan Jakarta, itu enak banget. RM Padang di Pematang reba, ada yang saya suka. RM Padang di semarang, yang jual orang tegal, rasa netral. Hahaha.. Tapi entah kenapa RM Padang di Pekanbaru apalagi Minas itu, terlalu keras buat saya. Pedas banget. Jadi saya memaksakan diri untuk selalu sarapan (kalau bisa) dan sedia bermacam-macam cemilan, just in case, makan siang tidak sesuai harapan. Lapar di Minas, habislah saya. Ga bisa kemana mana. Dirumahpun begitu, 10 orang ART yang pernah bekerja dirumah, hanya satu dua yang masakannya cocok, selain itu hampir selalu tak termakan. Jadi kalau tidak ada suami, saya lebih milih pulang kerja masak sendiri daripada lapar tapi tak terpuaskan. Quality FunKenapa Quality Fun? Karena yang pertama saya ditempatkan di departemen QLS (Quality Lean Sigma) sebagai seorang Quality Auditor. Yang kedua, karena banyak “Fun” nya disini. Setidaknya saat kamu menikmati apa yang kamu kerjakan, kamu akan having fun dengan pekerjaan kamu. Terlepas dengan tetek bengek masalah yang ada. Di Quality Fun ini kami punya beberapa program yang tidak terkait dengan pekerjaan. Misalkan saja, sarapan bersama setiap hari rabu pagi, olahraga bersama (macam-macam) setiap rabu sore, belajar bahasa inggris, makan-makan, nyanyi-nyanyi, yaa begitulah. Haha
Ga fun nya disini adalaaah.. jauh sekali kantornya… berangkat pagi pulang maghrib, memang tidak seperti masa kuliah dulu, berangkat menjelang subuh pulang menjelang isya. Ya saya pernah ditanya “kenapa kamu gitu? Bisa menjalani hal-hal seperti ini?” ya karena saya sudah pernah merasakan yang lebih sulit daripada ini. Jadi ya tentu saja saya bersyukur. oh iya,, parahnya lagi, kami pernah lho ngadain perlombaan catur jawa (entah apa namanya) yang main silang lingkaran silang lingkaran. Adios!
0 Comments
Saya hari ini bad mood. Really really bad. Bisa dibilang, untung saya masih punya mas syamsu. Saat partner saya ga masuk kantor, driver antar jemput saya inilah yang paling saya bisa pegang. Harusnya mas syamsu yang lg dibengkel ga jemput saya, tapi ya karena saya ditinggal gitu saja, ya sudah saya telfon mas syamsu buat balik lagi jemput saya. Dalam perjalanan saya bekerja, hampir disemua tempat kerja (kecuali ELC) saya pernah memangis dikantor. 3 bulan pertama saya berkerja di PT Syang Yao Fung, saya menangis didepan Mr. Tony, saat beliau menanyai alasan saya mengajukan resign. Saat saya jujur menceritakan alasannya tak terasa saya menangis, Akhirnya saya tidak resign, tapi dipindahtugaskan dari divisi awal sebagai HSE Officer, menjadi assissten Mr. Tony Lin. Beliau entah Project Manager atau General Manager di SYF. Dari pengalaman saya menjadi assisten beliau lah saya mulai berlajar banyak hal, termasuk teknik dan proses audit. Mr. Tony adalah orang yang keras, beliau bisa mengomel dan teriak ke siapa saja sekeras apapun jika salah atau bagaimana. But, I learn a lot from him, and thank you so much. Finally, saya resign dari SYF saat beliau dipindah tugas balik ke Taiwan. Tempat kerja kedua saya adalah PT SGS Indonesia, disini saya sebagai QHSE Staff dengan target 6 bulan saya adalah pass buat serfitikasi ISO 9001; ISO 14001 dan OHSAS 14001. Pada bulan-bulan awal, Manager saya Pak Alvin, seringsekali dinas audit eksternal keluar, jadi seringkali saya sendiri gada back up di kantor. dan setting up segala sesuatu tentang ISO, develop SOP, sosialisasi dkk yang saya belum begitu familiar dengan prosesnya, berujung pada kekritisan seorang ibu-ibu yang bermulut tajam. well, SGS kan gudangnya expert ISO, apalah saiya ini yang beru bekerja dua tahun.. Saya menangis di toilet karena perkataan tajamnya. Tapi, manager saya cuek saja, beliau mendengarkan dengan seksama penuturan saya dan dengan tatapan tajam khas beliau, beliau bilang "kalau dari cerita kamu sepertinya kamu desperate gitu". Hahaha.. saya ga expect dapat tanggapan seperti itu. Buat beliau itu biasa, dan metode coaching beliau yang saya remark baik-baik "saya buat kamu belajar dengan cara menjorokkan kamu langsung ke medan perang, dan kamu cari sendiri jalannya, tiper saya bukan yang memberikan petunjuk detail kamu harus begini begitu, contoh ini itu, tidak. Dari situ you will learn many things". Si bapak ini memberikan saya kesempatan luas untuk belajar, seperti Mr. Tony. Training ini itu, macam-macam. Thank you so much. Kedua kalinya saya menangis dikantor ini adalah saat saya pamitan resign. Saya suka sekali bekerja di SGS, tapi tekanan saya yang mau menikah membuat saya mulai berkonflik dengan beliau, jadilah saya mundur daripada terlambat. Setelah saya melahirkan mas aidan, saya sempat beberapa kali berkerjasama dengan beliau, beberapa kali gagal juga. Saya belum pandai untuk menjadi konsultan mandiri, cari project, develop proposal dkk. Tempat kerja saya yang ketiga adalah PT Inhil Sarimas Kelapa. Entah kenapa saat itu sangat tidak menyenangkan. Saya hamil, dan tidak dinilai secara professional, karena kakak dan kakak ipar saya bekerja disana. Jadi istilahnya, kalau bukan karena kakaknya itu ya ga bakal diterima dan bla bla bla. Disini saya tidak sampai menangis, tapi lebih ke menahan, memendam, mendendam,horor. Saya tidak habis pikir kenapa ada orang-orang jahat seperti mereka. Jadi akhirnya, saya kabur. Saya tidak berani ngomong sendiri ke kakak saya, suami saya yang maju menghadapi mereka. Maafkeeuun saya udah membuat maluu.. hahaha... Tempat kerja selanjutnya, di Electroconsult dan beberapa tempat yang short period. Roles saya disini kecil, bukan full time. Alhamdulillah saya tidak pernah menagis saat bekerja untuk ELC. Bos-bos saya lebih polite, sopan dan rekan kerja lainnya bapak-bapak semua. jadi otomatis, beda jauh lah ya sama kalau bekerja dengan sesama perempuan. Meskipun sering dapat kerjaan super baru yang belum pernah saya kerjakan, dan full self explore, tapi sangat menantang dan menyenangkan. Bertemu dengan berbagai jenis klien, yang ramah, keras, tegas, sulit, menekan, tapi sejauh ini bos-bosnya selalu back up & support. Tempat kerja yang sekarang, sudah beberapa kali saya sesak menangis dikantor. dan saya tidak malu untuk ketauan menangis dikantor. Saya tidak perlu untuk selalu terlihat kuat atau apa. Kalau pengen nangis ya nangis aja. seperti hari ini, luar biasa saya kecewa n marah. itu kenapa saya bad mood. Saya bertahan disini karena saya gada masalah dengan pekerjaan saya dan bos-bos saya. Biasanya saya akan keluar saat ada issue dengan atasan saya. Kalau levelnya masih rekan kerja, maaf saja, you are not worth enough to make me out! Mereka mungkin tidak tau, kalau doa orang terdzolimi itu makbul. Doa ibu yang sedang hamil itu makbul. Saya punya dua kartu AS untuk memohon sesuatu kepada Allah. and thanks for it. dan alhamdulillahnya, beberapa minggu ini adalah minggu yang sibuk buat saya, jadi meskipun sirik-sirik biasanya saya menganggap semua itu nothing. I have many things to do. Banyak hal yang membuat saya sibuk daripada membicarakan orang. seperti blog ini, salah satu kesibukan saya. Saya tidak akan memendam sesuatu sendiri lagi saat sedang hamil. Speak up and be heard.
Jadi, pengalaman bad mood ditempat kerja buat saya, penawarnya adalah dengan menjadi sibuk. Sibuk dengan kegiatan lain, kerjaan lain. Jadi saat kerjaan disatu tempat membuat saya kecewa, saya masih punya penghiburan dari kerjaan lain. Menjadi marah dan sedih itu manusiawi, buat saya malah aneh jika mendengar sesorang yang menyatakan dirinya tidak pernah menangis. Either dia memang setrong, atau hatinya yang setrong, keras, atau jangan-jangan justru dia yang membuat orang lain menangis! hahaha. *** Tadinya, selepas saya bebas dari pembuatan LAP report edisi pertama yang membuat saya tertaksa tertidur 4 jam sehari, saya ingin mensummariin masalah pembebasan lahan itu disini, blog saya, page my works ini. Apalah daya, saya bad mood hari ini, kalau jaman saya kuliah, bisa membuat saya mengomel-ngomel langsung to the point. Kalau diumpamakan sebuah kertas, ingin saya sobek-sobek, injak-injak, trus bakar sampai menjadi abu yang berterbangan. Sebenarnya saat ini saya sudah hampir terkapar, flu berat dan sakit-sakit, inginnya sudah tidak tahan lagi dan tidur. nyenyak. tapi apalah daya, Mas Aidan tersayang belum ngantuk dan tidak ada tanda-tanda ngantuk. jadilah saya minum obat lagi buat doping dan buka laptop nge-post ini dengan mata perih. No safety at all. Tadinya, karena sedang tepar, saya mau post mengenai obat-obatan P3K yang wajib ada dirumah, at least yang selalu ada tersedia dirumah saya. Tapi, materi ini sudah lama saya cicil, di sadur dari ILO www.ilo.org/wcmsp5/groups/public/---asia/---ro-bangkok/---ilo-jakarta/documents/publication/wcms_548900.pdf. jadi, masalah P3K kapan-kapan lagi. Banyak sekali point di daftar inspeksi K3 rumah tangga berikut ini yang saya pun belum memenuhi dirumah, yaah ginilah kalau berpindah-pindah. ART dirumah juga berganti-ganti, beda dengan saat dijogja, yang bahkan sampai sekarang masih sama. Selama hampir 2 tahun di Pekanbaru, ART saya yang sekarang adalah yang ke-7! ada yang berumur 3 bulan, 2 bulan, 5 bulan, 3 hari bahkan ada yang cuma 1 hari. Hebring lah pokoknya.. Rumah bukanlah tempat kerja yang aman‘Setiap pekerja rumah tangga memiliki hak atas lingkungan kerja yang aman dan sehat. Setiap (Negara) anggota harus mengambil tindakan yang efektif, sesuai undang‐undang, peraturan, dan praktik nasional, dengan memperhatikan karakter spesifik pekerjaan rumah tangga, untuk memastikan keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja rumah tangga K3 adalah Adalah semua kondisi dan faktor yang dapat berdampak pada keselamatan dan kesehatan kerja bagi tenaga kerja maupun orang lain di tempat kerja. K3 diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 1/1970 tentang keselamatan kerja yang mendefinisikan tempat kerja sebagai ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja. Termasuk tempat kerja ialah semua ruangan, lapangan, halaman dan sekelilingnya yang merupakan bagian-bagian atau berhubungan dengan tempat kerja tersebut Mengapa K3 di Lingkungan Rumah Tangga itu Penting? Apabila sebuah rumah tangga mempekerjakan pekerja rumah tangga (PRT), maka lingkungan rumah tangga menjadi tempat kerja bagi PRT dan sebagai pekerja, PRT juga berhak atas Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Pada umumnya kita menganggap bahwa rumah merupakan lingkungan yang aman. Namun sebenarnya ada banyak sumber bahaya kerja dalam lingkungan rumah tangga, seperti: peralatan listrik, pemutih pakaian, deterjen, kompor gas, hewan piaraan, pisau, tindakan kriminal, ergonomi (posisi kerja), dsb. Untuk Siapa K3 di Lingkungan Rumah Tangga? Bagi Pekerja Rumah Tangga (PRT): K3 sangat penting karena setiap saat mereka berhubungan langsung dengan bahaya dan resiko kerja. Jika mengalami kecelakaan kerja mereka akan sakit, terganggu pekerjaannya atau tidak dapat bekerja, dan beresiko kehilangan pendapatan atau pekerjaan. Bagi Majikan: Kecelakaan di tempat kerja, dalam hal ini rumah, akan menimbulkan kerugian yang cukup besar seperti terjadi kebakaran, kerusakan peralatan rumah tangga atau bahkan cidera pada anggota keluarga. Tujuan
Bagaimana Meningkatkan K3 di Lingkungan Rumah Tangga? Peningkatan K3 di lingkungan rumah tangga dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan sukarela. Partisipatif artinya majikan dan pekerja rumah tangga melakukan pengamatan secara mandiri mengenai kondisi kerja dilingkungan rumah tangga. Sukarela artinya majikan dan pekerja rumah tangga melakukan perbaikan kondisi kerja dilingkungan rumah tangga tanpa dipaksa tetapi karena kebutuhan agar selamat dan sehat dalam bekerja, produktivitas kerja meningkat dan kehidupan yang lebih baik. Pekerja Rumah Tangga dapat menyampaikan informasi dan mendiskusikan dengan majikan mengenai kondisi-kondisi kerja yang perlu ditingkatkan. Sebaiknya PRT dan majikan bekerjasama untuk melakukan perbaikan. Area Apa Saja yang Perlu Diperhatikan dalam Melakukan Perbaikan K3 di Lingkungan Rumah Tangga? Upaya perbaikan K3 di lingkungan Rumah Tangga perlu dilakukan setidaknya di 8 (tujuh) area sebagai berikut:
Daftar Periksa ‘WIDE’ Peningkatan K3 di Lingkungan Rumah TanggaI. Penanganan dan penyimpanan material
II. Disain tempat kerja
III. Keamanan mesin dan peralatan kerja
IV. Lingkungan fisik
V. Fasilitas kesejahteraan
VI. Upah dan manfaat
VII. Komunikasi dan hak sukses
VIII. Situasi Pekerja Rumah Tangga Anak
jadi, bagaimana dengan kondisi K3 di rumah anda? ^ ^
saya seharusnya mengerjakan report site visit kemarin, tapi capek masih terasa jadi buat mikir aja alot. jadilah saya update saja postingan ini. mungkin report baru dikerjain 10%. OMG. satu bulan ini saya seperti setrikaan. setelah pulang jogja pemalang, pekanbaru, jakarta, pekanbaru, palembang, pekanbaru lagi, jakarta lagi, pekanbaru lagi, rengat, dan pekanbaru lagi. kalau saja ibu tau, pasti udah dibilang gini "Jakarta ka nggo gejligan" saya mesti booking marthatilaar ini. hahaha. 2015ini adalah pertama kali saya ke Lumut balai. waktu visit pertama itu saya sampai pasang koyo waktu di hotel. saking "wah" nya perjuangan menuju site. habis itu, gada sarapan, gada makan siang, dorm nya masih kosong, ampun deh pokoknya. hahaha waktu itu adalah joint survey, dari PGE,kontraktor's, jica, ELC dkk. berangkat dari hotel habis subuh, sampai site jam 8 an dengan perjalanan hotel ke site sekitar 4 jam an. \saya visit bertiga dari ELC, dengan Pak Nahmias & Pak Vinansius. tidak ada perempuan lain yang ikut joint survey, saya aja sendiri. trus, oleh oleh dari visit pertama ini saya beli batu cincin dari pak Dwi, sang kolektor batu.. iseng aja saya belum tau dari Palembang oleh2nya apa. jadilah saya beli itu cincin.. hahaaha.. waktu itu masih musim lah koleksi batu. nda seperti sekarang yang betebaran batu tidak ada yang berminat lagi. 2016pada tahun ini adalah tahun drama bagi project Lumut balai. Project disuspend, saya site visit dalam kondisi site yang off, lengang, jadinya daya bisa foto-foto jeprat jepret ga pake malu. visit-visit yang lain agak jaim buat minta difoto in,.. hahhaha ditahun ini juga saya merasakan tinggal di mess kayu punya ELC, yang super dingin. meskipun saya bawa sleeping bag, tetap ga bisa tidur. mata panda. Hah 2017Perlu dicari dulu foto-foto site nya di tahun 2017,, karena laptop kerja ELC itu beda, jadi data tidak semua ada disini. trus, sudah lewat beberapa tahun juga jadi tidak teringat dengan baik.. hahaha.. Tahun 2017 adalah tahun terakhir saya memakai siputih, safety shoes saya yang berwarna putih. usianya cukup 2 tahun dan hancur. hari kedua visit di site sepatu saya mulai hancur perlahan-lahan, sehingga dengan berat hati saya tinggalkan dihotel baturaja. 2018Tahun ini adalah tahun sea games. jadi, Kota Palembang banyak berubah menjadi lebih cantik. Kebagian juga waktu main ke Palembang pas musim durian, jadinya puaas makan durian di panindaian. Tahun ini juga saya bekerja full time di Pekanbaru, tapi, saya masih mengikuti update kabar-kabar tentang project geothermal dan terutama Lumut Balai. Selepas lulus kuliah S2, pekerjaan freelance consultant dalam project ini memang tidak lagi ideal bagi saya. Tetapi, menjadi full time di project ini juga tidak ideal bagi Mas Aidan, jadi meskipun saya menyukai nya, mau tidak mau harus hijrah. Meskipun saya hanya limited role keikutsertaannya dalam project ini, I really proud to be a part of this mega project. semoga bisa bergabung untuk LMB Unit 2 ya.. wish me luck 2019Tahun ini adalah akhir dari tahap konstruksi lumut balai unit 1, itu akhirnya, kami juga berada diujung akhir masa kontrak kerja. Iya, kontrak kami hanya untuk masa konstruksi saja. berkunjung ke site saat commisioning stage, sangat berbeda dengan masa construction stage. semua rapi, bersih, sepi. sesepi hatiku tanpamu.. hahaha.. ditahun ini, saya kedapatan masuk melalui jalan tol Palembang. jalan tol yang sepi tidak seperti jalan tol di Jakarta. Jalan tol baru yang lurus (haha.. katrok!) dan cantik, tapi tidak secantik jalan tol bawen semarang yang ciamik pemandangannya Site visit kali ini juga pengalaman pertama saya direct pp palembang - lumut balai. pengalaman kedua saya naik pesawat baling-baling, pesawat kecil, setelah sekitar 10 tahun yang lalu naik pesawat serupa saat saya akan ke site BP Tangguh di Papua. serem-serem berisik gimanaaa gitu.
periode ini juga pengalaman pertama saya disite cuma satu setengah hari aja. emejing. biasanya 2 hari, turun dari site sekitar jam 4 sore, nginap di baturaja. kemarin karena berombongan, jadi ikuti schedule yang lain. setelah sholat dhuhur cao turun lokasi langsung ke palembang. Kali ini juga perngalaman pertama saya menginap di Palembang dan naik pesawat pagi dari Palembang. sampai Pekanbaru jam 1 siang. Pertama dalam sejarah! alhamdulillah! biasanya saya sampai Pekanbaru melek segan merem tak bisa, karena udah malem menjelang midnight, pake badan rontok se-rontok-rontoknya. haha Yogyakarta, 09.03.2019 19.35 Kali ini saya ingin menceritakan kisah perjalanan saya dalam mengikuti ujian kompetensi auditor lingkungan. karena akhirnya, setelah beberapa tahun saya ingiiin sekali menjadi auditor lingkungan yang terdaftar, akhirnya.. hari ini, Alhamdulillah saya dinyatakan kompeten. tinggal menunggu SIM nya jadi dan dikirim. jadi, beberapa tahun lalu saya mencari2 informasi mengenai pelatihan auditor lingkungan. saya sudah mendaftar ke PSLH UGM akan tetapi beberapa kali di undur. hingga akhirnya saya mengambil kursus AMDAL A di tahun 2017 sebagai pengganti auditor lingkungan. Saya akhirnya jadi mengikuti training auditor lingkungan di tahun 2018. yang cerita singkatnya sudah saya uraikan di postingan saya sebelumnya. Proses saya hingga akhirnya mengikuti uji kompetensi juga hampir serupa dengan proses saya mengkuti kursus AMDAL A. sebenarnya, yang target saya tahun ini adalah saya mengikuti kursus Project Management Professional (PMP). saya sudah mendaftar dari bulan desember, sudah cetak buku PMBook edisi 5. tapi diundur diundur diundur terus, karena peserta tidak meenuhi kuota minimal. Hingga akhirnya, sampailah saya pada pencarian informasi mengenai uji kompetensi Auditor Lingkungan Hidup. dari sejak training PMP di cancel, hingga akhirnya saya mendaftarkan diri untuk ujian di periode 9 Maret 2019 di Lab Akprind Yogyakarta. setelah saya memastikan diri sudah terdaftar, saya mengajukan cuti 1 minggu, untuk ujian sekaligus pulang ke Pemalang. atau sebenarnya untuk pulang sekaligus ujian. sambal menyelam minum air. karena jujur, memang saya saat itu sedang penat-penat nya dengan suasana kerja dan harus menyibukan diri agar masalah di tempat kerja tidak menjatuhkan mental saya. Saya masih punya BANYAK hal yang ingin saya nikmati, daripada menghabiskan waktu dengan penat berkepanjangan. Proses uji kompetensi auditor lingkungan ini juga penuh drama. dimulai ketika saya meninggalkan Pekanbaru dengan emosi, karena baru kali pertama saya pulang sendiri, tanpa membawa Aidan. Tiket Mahal Mas,, Maafin Mama.. hiiikkss... truss.. saya sampai minggu siang, sedangkan kereta saya ke pemalang senin pagi. jadilah saya bengang bengong sendiri dirumah yang super duper sepi dan serem udah kosong lama. hingga akhirnya saya memutuskam nginap dihotel saja 2 hari saat ujian hingga pulang besok pagi. trus.. karena dengan polosnya saya, mau ujian dan pulang dengan berlengang tangan. ga bawa dokumen apapun. ada semua di laptop, saya pikir. Hingga akhirnya, senin sore, saya menerima email panggilan beserta persyaratan yang harus dibawa saat ujian. yang membuat saya lemas, galau jedak jeduk. Dokumen ASLI yang diminta! seriously? damn! jadi , bagi yang ingin mengambil uji kompetensi, berikut adalah syarat-syarat yang harus dibawa pada saat ujian:
jadi, dokumen dengan (ASLI) sudah pasti tidak akan dapat saya penuhi, karena tidak saya bawa. Akhirnya saya telefon dan mengkomunikasikan bahwa dokumen asli tidak saya bawa, apakah saya masih bias mengikuti uji kompetensi?. jawaban dari panitia saat itu adalah masih bisa. Kemungkinan yang terjadi adalah saya akan diminta melengkapi persyaratan yang kurang dan jika lulus sertifkat ditahan dulu. Ya sudahlah saya tetap sesuai rencana ikut ujian. dan saya melanjutkan begadang saya menyelesaikan laporan magang audit LH. akan tetapi saya juga meminta tolong suami untuk men scan warna beberapa sertifikat saya yang hanya discan hitam putih. setidaknya saya akan mengeprin warna semua sertifikat dan ijasah yang terkait dengan uji kopetansi hingga seperti aslinya. Tapi saya masih ragu dan menunda transfer biaya uji kompetensi, karena jujur saya kuatir dapat assessor yang ga kenal excuse. gimana kalau saya udah bayar trus ga bisa ujian? Tetapi rupanya, Allah membantu saya. salam perjalan joglosemarkerto saya dari pemalang ke Yogyakarta dengan keraguan, pihak LSP LHI menelefon dan mengkonfirmasi kehadiran saya. ya sekali lagi juga menegaskan kalau saya masih bisa ikut ujian. hingga sampailah saya dijogja stasiun tugu. ala-ala wisatawan, berjalan kaki menyeret kopor n bertas ransel, menyeberang jalanan menuju ke hotel unisi, yang rupanya mati listrik gada genset. niat saya sampai jogja mau belajar dihotel, masuk kamarpun ga bisa. karena jogja mati listrik dan hotel gada genset. ampyun... jadilah saya hanya luggage nitipin kopor ke receptionis trus cao. pergi cari makan sama tempat buat baca2 belajar di laptop sampai listrik nyala. setelah listrik nyala saya balik hotel beberes diri dll, barulah saya baca lagi persyaratanyya, rupanya ada foto berwarna 3x4 sebanyak 3 lembar. langsunglah saya cus turun pesan gojek ga dapat-dapat.. rupanya demmooo... untug selama di pemalang pakai grab jadi saya pakai grab, buat cari studio foto atau apalah tempat cetak foto. sambal cari-cari sama bapak grab, hingga ke jln kaliurang, akhirnya saya ketemu percetakan yang bisa cetak foto. fyuuuiiih... dan akhirnya hari ujian pun tiba.
setelah begadang belajar buat ujian,, ketauan banget SKS nya, saya habis sarapan dihotel berangkat. dan terlalu pagi bos! rupanya jarak hotel ke lab akprind dekat, 5000 nge gojek. uji kompetensi ini dibagi menjadi 2 tahap, yang pertama adalah ujian tertulis, dengan soal yang banyak banget, seperti ujian semester magister epidemiology! hahaha saya menulis hingga 6 lembar hvs bolak balik, so in total 12 halaman, itupun karena kehabisan waktu. jadi soal-soal terakhir langsung to the point jawabnya. saat ujian tulis ini, lucunya adalah saya sempat tertegun saat pertama kali buka soal, soal nomor pertama. its about HSE. K3. bidangku, dan I have no idea buat jawab apa karena focus banget ke aspek lingkungan. jadi.. soal nomor satu itu saya jawab paling terakhir, tp flawless. ingatan saya akan K3 sudah kembali disaat injury time. wkwkwkwk... tahap yang kedua, adalah wawancara dengan assessor. agak grogi sih, karena meskipun saya yakin dan pede tentang teknis n susbtansinya, saya memang ngerasa tidak hafal dengan baik mengenai regulasi nomor berapa tahun berapa tentang apaja... but I'm doin good! senang sekali dengan assessor nya yang ramah dan mengerti kondisi saya yang tidak membawa dokumen asli.. sehingga mengurangi grogi.. trus, excited banget denger info dari assessor nya kalau nanti ada tambahan titel dibelakang nama karena dinilai sudah kompeten. titel yang nanti ditambahkan adalah CEA - certified environmental auditor. Yeeeaayyy!!! berhasil!! Alhamdulillah Wa syukurillah... Senin, 14 Januari 2019, Pekanbaru, Riau. 14 bulan terakhir ini saya join dalam remediation project di Riau, tepatnya Pekanbaru, Rumbai, Minas. tentu saja daerah ini sangat lekat dengan perusahan oil & gas yang terkenal itu, Chevron. Jika mengingat dua tahun lalu, di 2017 adalah masa-masa yang bergejolak. Bergejolak dalam arti, ada waktunya untuk mengambil keputusan dan bersiap untuk new opportunity. Saat itu, suami saya sudah masuk waktunya deadline tesis, sehingga itu artinya akan segera selesai masa libur kerja kuliah S2 nya, arti lainnya, kami mungkin akan terpisah jarak jauh lagi, entah untuk sampai kapan. Hingga akhirnya, kejadian demi kejadian, mempertemukan saya dengan project ini, di Pekanbaru. dengan segera saya moved, pindah dulu ke Pekanbaru meninggalkan suami saya menyelesaikan tesisnya. di beberapa bulan awal saya join di project ini penuh perjuangan. sebenarnya kami disediakan mess di pekanbaru, akan tetapi karena mertua saya ada rumah singgah tidak terpakai di Pekanbaru, jadilah saya tinggal dirumah mama. beberapa minggu pertama saya hanya tinggal sendiri di rumah, suami dan Mas Aidan masih dijogja. saya pun masih nge-gojek tiap pagi sore ke meeting point di hotel tangram. rasanya luar biasa. Setelah dapat pilihan sekolah untuk Mas Aidan, barulah aidan saya bawa ke Pekanbaru. trus hamper setahun juga tinggal berdua Mas Aidan saja disini, papahnya sibuk tesis Surabaya Jogja. kadang terbersit di pikiran saya, sampai kapan kami begini. disana disini disitu. Bekerja di project ini, seperti bekerja didalam hutan. memang didalam hutan. Setiap hari ketemu monkeys, bergelantungan, menyeberang jalan, atau sekedar berjalan-jalan itu monkey. Belum lagi biawak, kura-kura, tapir, burung macam-macam yang cantik,, Ular cobra bahkan pernah ketok2 pintu mau ikut ngantor di alamanda. Adalagi "giant centipede" selama 3 bulan ngantor di Tokhtor, 2x dapatin lipan jumbo didalam ruanga kami. mau ikut kerja ya mas Lipan!?.
To be continued, Tokhtor Office, Minas, 15/01/2019 “What we learn with pleasure, we never forget” -Alfred Mercier- Catatan saya kali ini adalah mengenai pengalaman saya mengkuti Pelatihan Auditor Lingkungan di PSLH UGM yang saya ikuti dari tanggal 25-29 Juni 2018. Sebenarnya, training auditor ini sudah saya incar dari satu tahun yang lalu, begitu saya menyelesaikan kuliah S2 saya. Sayang sekali, tahun 2017 tidak dibuka pendaftaran untuk training ini, sehingga saya ambil pelatihan Dasar-dasar AMDAL (AMDAL-A). Saya memang berminat sekali untuk belajar hal-hal yang baru, ya salah satunya dengan mengikuti pelatihan-pelatihan seperti ini. Pelatihan yang saya ikuti ini pure keinginan pribadi saya untuk sehingga menggunakan biaya pribadi, bukan dari perusahaan, jadi.. beruntunglah kalian yang masih mendapatkan kesempatan belajar yang dibiayai dari perusahaan kalian bekerja. Singkat cerita, tahun 2018 ini pelatihan auditor lingkungan dibuka pendaftaran. Jadilah saya langsung di bulan Februari mendaftar untuk kloter pertama – July 2018. Akan tetapi, pucuk dicinta ulampun tiba,, pelatihan dimajukan ke Juni 25-30, 2018 cocok dengan masa libur sekolah Aidan dan cuti saya pulang ke Yogyakarta. Sehingga saya seperti menyelam sambal minum air; berlubur dan belajar. Saya belajar, suami dan anak saya berlibur di Yogyakarta. Alhamdulillah. Sejak awal, berdasarkan pengalaman mengikuti training AMDAL-A, saya kira pelatihan ini adalah pelatihan tingkat dewa. Padat dan susah. Tetapi rupanya tidak demikian juga. Kenapa begitu, sepertinya lebih karena pengalaman. Mungkin, pengalaman kerja dan pengalaman beberapa kali mengikuti pelatihan auditor serta pengalaman mengaudit membuat saya melihat pelatihan ini lebih rileks. Meskipun dari segi schedule pelatihan, super padat, terutama pada hari-hari terakhir. Peserta pelatihan ini rata-rata senior / sudah berpengalaman kerja bertahun-tahun, alias tidak ada yang fres graduate. Perbedaan pandangan bisa dilihat dari basic pekerjaan; bagi peserta yang berprofesi sebagai akademisi, lebih ke pemaparan umum; profesi PNS lebih ke regulasi dan daerah masing-masing; dan dari segi swasta seperti saya tentunya lebih ke teknis dilapangan berdasarkan kasus-kasus yang pernah kami alami. Hari pertama pelatihan, kami melakukan pembukaan bersama dengan peserta pelatihan kelas yang lain, sehingga ramai. Selama 3 hari pertama kami lebih membahas mengenai aspek-aspek lingkungan, pemaparan dari akademisi dan tim ahli. Lebih seperti kuliah. Serius. 3 hari selanjutnya, kami mulai berjibaku dengan audit. Protocol audit dkk. Hari ke-4 mulailah kami pulang manghrib, sibuk pembagian kelompok, pembagian tugas dan membuat protocol audit – checklist. Hari ke-5 kami melakukan praktek audit di RS Akademik UGM Yogyakarta. Sebenarnya agak sedikit mengecewakan, melihat tempat yang dituju untuk audit rata-rata menolak untuk dijadikan sebagai lokasi praktek audit. Jadilah pilihan terakhir ke fasilitas milik UGM, yaitu RS Akademik UGM yang hamper pasti tidak akan menolak, sebagai sesama keluarga UGM. Tetapi, praktek audit nya lumayan menyenangkan dan capek. Hahaha… dari alokasi waktu 2 jam saja untuk audit, kami walkthrough, masing –masing fasilitas 30 menit, dimana kami dibagi menjadi 3 kelompok dengan masing-masing 2 pemandu, 1 pemandu dari PSLH dan 1 pemandu dari RSA UGM. It’s really fun! Karena fasilitas prakteknya adalah RS, maka kami juga harus menguasai dan belajar mengenai regulasi di bidang kesehatan. Ternyata ada beberapa exceptions untuk fasilitas kesehatan. Lingkup aspek yang menjadi fokus audit kami dibagi menjadi lima, yaitu 1. Aspek perijinan 2. Aspek Pengelolaan Air 3. Aspek Pengelolaan Udara 4. Aspek Pengelolaan B3 5. Aspek Pengelolaan Limbah B3 dan serunya lagi,, jangan dikira,, hari terakhir pelatihan bisa langsung terima sertifikat setelah ujian. tidaaaakk... Pada pelatihan auditor lingkungan ini, setelah praktek audit di hari ke 5, hari ke-6 masing-masing kelompok presentasi hasil audit masing-masing. trus, ujian tulis 2x; satu kali ujian open book satu kali ujian close book. setelah itu, masih harus mengerjakan laporan audit dengan jangka waktu 1 bulan. jaadi.. hingga hari ini, 1 bulan setelah ujian kami belum dapat juga itu sertifikat. malahan baru jatuh tempo pengumpulan laporan. setelah laporan dikumpulkan, masih ada lagi revisi perbaikan laporan. baru setelah itu final. Pada akhirnya, Pelatihan ini sangat berkesan bagi saya,, dan adanya praktek mengaudit dan segala macam tugas diskusi menjadikan kami lebih akrab. disamping karena jumlah peserta yang cukup dengan kompetensi yang padat dan tujuan sama. jadi, pelatihan pun berakhir dan.. sayonara! sayonara..!! sedikit ringkasan materi auditor lingkungan hidupBerikut ini adalah ringkasan singkat mengenai audit lingkungan, yang saya ringkas demi keperluan uji kompetensi auditor lingkungan hidup.
Perkembangan Peraturan Audit Lingkungan 1982 UU no 4/1982 1986 PP 29/1986 1993 PP 51/1993 1994 Kepmen LH 42/1994 1997 UU 23/1997 2001 Permen LH 30/2001 2009 UU 32/2009 2010 Permen LH 17/2010 2013 Permen LH 17/2013 Dokumen Pengelolaan Lingkungan PP no 29/1986; Kegiatan yang sudah ada: PIL, PEL, SEL, SEMDAL dan PP no 51/1993, rencana Kegiatan yang sudah ada UKL-UPL dan/atau AMDAL Maka memerlukan instrumen untuk mengevaluasi hasil pengelolaan audit lingkungan. Audit Lingkungan KepmenLH no 42/1994 : suatu alat managemen yang meliputi evaluasi secara sistematik, terdokumentasi, periodic, objektif, tentang bagaimana kinerja suatu organisasi dan atau kegiatan untuk memfasilitasi control manajeman PermenLH no 03/2013 : evaluasi yang dilakukan untuk menilai kegiatan penanggung jawab usaha san atau kegiatan terhadap persyaratan hokum dan kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Jenis Audit LH, Audit LH dibagi menjadi dua jenis atau kategori. Audit sukarela yang diprakarsai oleh pemilik usah dan/atau kegiatan Audit wajib, dilakukan dengan melihat dua indikasi berikut yaitu: pabila usaha dan atau kegiatan menunjukkan adanya ketidaktaatan. dalam hal ini, ada dugaan pelanggaran terhadap suatu peraturan, dan pelanggaran tersebut setidaknya terjadi 3x dan berpotensi terjadi lagi; serta apabila belum diketahui sumber dan/atau penyebab ketidaktaatan. (2) apabila usaha dan atau kegiatan masuk kategori berisiko tinggi. dalam hal ini, apabila terjadi kecelakaan pada usaha dan atau kegiatan berisko tinggi ini maka akan menimbulkan dampak yang besar dan luas terhadap kesehatan manusia dan LH, seperti: petrokimia, kilang minyak dan gas bumi, serta PLT nuklir Rabu, 14 Maret 2018 saya mulai bekerja dengan ELC hampir sejak 3 tahun yang lalu. tidak dapat dipercaya sebenarnya, mengingat saya baru balik ke pelamalang setelah 3 tahun tinggal diriau. kembalinya saya ke pemalang saat itupun karena akan mulai kuliah S2, bukan diniatkan untuk bekerja. dan saya pun tidak juga apply untuk posisi ini. Jadi saya sebut, pekerjaan di ELC adalah bonus langsung dari Allah SWT. Allah rupanya mendengar doa-doa saya dan memberikan solusi di saat yang sangat tepat. Alhamdulillah. PT Electroconsult ini adalah perusahaan main consultant untuk proyek Geothermal Lumut Balai, saya menjadi salah satu engineernya dengan scope pekerjaan Environmental consultancy. Posisi saya disini sebagai seorang Environmental Specialist. Karena saat saya mendapatkan pekerjaan ini status saya adalah seorang mahasiswa S2 di UNDIP Semarang, dengan 1 anak balita di Pemalang, jadilah saya hanya menjadi seorang freelancer saja, atau based on call saja. jadi, saya akan dihitung bekerja, atau bisa dibilang argo saya berjalan saat mulai ada pekerjaan saja. tidak rutin tiap bulan. rata-rata setiap 3 bulan sekali saya ada pekerjaan, dimana sekali pekerjaan paling tidak hanya 2 minggu / 12 hari kerja saja. Tetapi, alhamdulillah, saya kuliah hingga selesai dan pendapatan dari freelancer di ELC ini sangat membantu saya dalam menyelesaikan kuliah saya. Tugas saya di project ini adalah melakukan site visit, kemudian melakukan environmental assessment dan merangkum temuan beserta rekomendasi dalam sebuat site visit report. Saya ingat, pertama kali masuk dalam dunia ini dengan sedikit drama. karena pertama kali, saya tidak pede sehingga meminta bantuan. karena pertama kalinya juga, saya belum tau bagaimana dunia kerja freelance ini berjalan, jadilah drama dimulai dengan senior saya yang menjadi mentor saya. Maafkan saya, karena newbie dan project baru berjalan.. Dalam sekali site visit, dulu, dari Semarang. saya akan ijin kuliah satu minggu, mas aidan saya tinggal dengan Ibu dan Pak Edi. dari Semarang saya diberi flight pertama untuk transit ke Jakarta dan lanjut ke Palembang. dari Palembang, akan dijemput oleh driver perusahaan, untuk membawa saya ke Baturaja. Perjalanan dari Palembang ke Baturaja memakan waktu sekitar 5 jam. biasanya saya akan minum antimo, bukan karena saya mabok tapi lebih agar saya tertidur sepanjang perjanalan. haha! Di Baturaja, saya akan menginap satu malam sebelum dipagi hari melanjutkan perjalanan ke Lumut Balai. Selain tinggal dihotel Baturaja, setidaknya, saya mengalami 2x tinggal di mess rumah kayu ELC di site lumut balai. Selalu ga bisa tidur saking dinginnya. sehingga pengalaman yang kedua saya sampai membawa selimut dan sleeping bag. Perjalanan pertama saya ke Lumut Balai juga agak drama. Saya belum pernah tau kondisi project. rupanya masih sepiiiiii dan tidak ada apa-apa. tidak bawa bekal makanan, tidak makan siang di proyek, serius! waktu itu saya ke site bertiga dengan bule italy satu senior expert civil dan Pak Vinan, Mechanical Engineer. Dalam perjalanan pulang ke Palembang pun, kena macet super parah..
*that's why i am a freelancer consultant,, and a freelancer lecturer.. https://mariacreativity.blogspot.com/to be continued |
WorkLedge
|
Site powered by Weebly. Managed by Exabytes - Indonesia
RSS Feed