mariacreativity
  • Home
  • Kidsclopedia
  • BooksDiction
  • WorkLedge
  • Travelography
  • LifeCoaster
  • Contact
  • Home
  • Kidsclopedia
  • BooksDiction
  • WorkLedge
  • Travelography
  • LifeCoaster
  • Contact

Mulut

1/21/2026

0 Comments

 

Saat satu nikmat Allah diambil seketika

Mulut. 
Mulut saja. Mulutnya masih ada, tetapi gagal berfungsi sebagaimana seharusnya.
Apa yang terjadi? ternyata bisa kolaps juga saat mulut terpaksa dibungkam...
Tidak bisa berbicara, tidak bisa makan, sakit untuk minum, tidak bisa masuk obat, 1 jam, 2 jam, 3 jam, 5 jam, 10 jam, 16 jam, dan saya pun menyerah.

Menolak menyerah, saya paksa untuk tetap masuk minum air, es krim untuk mendinginkan..
Saya yang menghindari dingin, tengah malam, subuh, sambil nyetir, minum es krim mc flurry....

Beruntungnya saya, masih bisa berkomunikasi dengan tulisan, fisik lain masih menopang dengan baik, masih nyetir sendiri ke Rumah Sakit, alhamdulillah.

Picture

​Hari Ke-2 opname, hari ke-6 bertahan dengan reaksi alergi obat...

Saya minta dibelikan sapo tahu.. saya lapar...
Otak saya terbayang sapo tahu...
Financially saya masih bisa beli satu porsi sapo tahu..
Otoritas saya sebagai orang sakit bisa request minta belikan atau diantar ke kamar

Tapi, apa yang terjadi saat si sapo tahu datang? 

Saya bisa mengicip kuahnya sedikir sekali meskipun setelah itu saya menangis kesakitan... 

Setidaknya, saya bisa foto dan hasilin satu tulisan ini lagi......

Hanya satu nikmat Allah yang Allah tangguhkan dari kamu...
Dari sekian banyak nikmat-Nya yang tidak terhitung...
Nikmat Allah mana lagi kah yang kamu dustakan?

0 Comments

Sekali ini saja, biarkan saya menyerah....

1/13/2026

0 Comments

 

Menyerah....

Kalimat menyerah berkali-kali terlintas dalam hidup saya... Tetapi saya selalu mendapatkan alasan kenapa saya tidak boleh menyerah.
Banyak alasan yang sebenarnya jika saya renungi lebih dalam lagi ternyata berbeda dari pengertian umum. 
Bagi orang lain, bagi pengertian umum, menyerah itu adalah sesuatu lebih ke "negatif", putus asa, dll, sehingga jargonnya selalu "Kamu nda boleh menyerah..." bla..bla..bla...

Menurut keyakinan saya...

Menurut saya pribadi, apa salahnya menyerah saat kamu sudah nda merasa anggup lagi?
Menyerahlah dan ask for help. Tidak semua hal harus kamu tanggung dan tahan sendiri...

Menurut keyakinan saya.. (efek mensrea), saat kamu "menyerah" itu artinya kamu sudah "Feel Safe" instead of negatif.
Secara ruang, waktu, tenaga, finansial, bahkan mental, ketika kamu sudah bisa menyerah itu artinya kewajiban-kewajiban, beban-bebanmu itu sudah "safe", "well managed" atas kegigihan usaha kamu selama ini yang selalu menolak untuk menyerah.

Menyerah tidak selalu berarti mengakhiri hidup. 
Memilih menyerah untuk episode kali ini, dan terbangun keesokan hari dengan diri kamu yang baru, yang sudah "menyerah"  kan diri yang lama ke "masa lalu". dan terlahir kembali menjadi pribadi baru, yang lemah, mulai beradaptasi lagi dan perspektif pandangan baru kedepan.

So, saat tiba waktunya kamu bisa menyerah, "just give up". Menyerah aja. Embrace it.
Kamu nda perlu selalu kuat sepanjang waktu. 
Kamu juga perlu maintain diri kamu sendiri.
Kali ini saya menyerah, memilih untuk memilih diri sendiri. Without approval from others.
Karena saya merasa anak-anak sudah safe, mereka  masih terjangkau, mereka berada di tempat aman bersama orang-orang baik. 
I feel safe too dengan kondisi pekerjaan saya sekarang, they wont give me any negative comments karna saya sakit.
Keluarga saya, tidak akan ada yang berubah.
So, as simple as that.
Sometimes we push other people so hard to keep them strong for you. 
Apakah kemudian menjadi kriminal untuk kemudian sakit?
0 Comments

Embracing Unexpected Change

1/7/2026

0 Comments

 
Artikel kali ini, sekali lagi hasil e-learning saya di Linkedin Learning dalam rangkaian topik wellbeing learning path nya Perusahaan. Kali ini judulnya, Embracing Unexpected Change - bagaimana kita menerima, merangkul perubahan tidak terduga yang terjadi dalam hidup kita. 

The reality of change

Perubahan adalah bagian dari hidup.
​Sehebat apa pun kita merencanakan masa depan, perubahan tetap bisa datang tiba-tiba dan tidak disangka-sangka sebelumnya. Misalkan penugasan atau Mutasi, kehilangan pekerjaan, masalah ekonomi, perubahan hubungan, atau sakit.

Sebenarnya yang terpenting bukan hanya perubahannya, tapi bagaimana sikap kita dalam menghadapinya.
 
Merangkul perubahan yang tidak disangka sebelumya - secara efektif merupakan sebuah keterampilan yang sebenarnya bisa dipelajari dan dilatih. Yang mengharuskan kita mulai memikirkan perubahan dalam konteks yang lebih besar.  Sehingga, kita bisa memilih sudut pandang yang membuat perubahan menjadi lebih mudah dikendalikan.

​Karena perubahan tidak bisa dihindari, maka strategi terakhir adalah bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang lebih tangguh / resilience / grit — dan kita tahu banyak referensi yang membahas mengenai bagaimana cara untuk mewujudkan pribadi yang tangguh / resilience / grit.

Change in context ​

​Perubahan sering dianggap lebih sebagai sesuatu yang sulit dan negatif yang harus mereka hadapi. Padahal, tidak seperti itu.

Perubahan sebenarnya adalah hal yang normal dan tidak bisa dihindari. Stres yang kita rasakan, tantangan yang kita hadapi, kita semua mengalaminya dari waktu ke waktu, dan itu wajar.
 
Sejak dulu, manusia selalu beradaptasi dengan cara hidup dan teknologi yang baru. Sekarang, perubahan bahkan terjadi lebih cepat karena perkembangan teknologi seperti internet, AI, dan komputer. Sifat pekerjaan kita pun terus berubah. Kompleksitas karier meningkat dan lajunya seolah tak pernah melambat. Akibatnya, pekerjaan dan kehidupan kita juga terus berubah.
 
Kita sebenarnya tidak sendirian pada saat kita menghadapi perubahan, dan keahlian dalam bereaksi atas perubahan tersebut dapat dikembangkan sehingga dapat mengubah tantangan ini menjadi salah satu aset terbesar kita.
Benar.... merangkul perubahan yang tidak terduga adalah sebuah keterampilan.

Dibutuhkan kejujuran, refleksi diri, dan waktu, tetapi keterampilan ini bisa dipelajari. Seiring kamu semakin nyaman mengelola perubahan dalam hidupmu secara lebih bijaksana, keahlianmu akan cukup kuat untuk membantu orang lain—sebagai atasan, pelatih, atau mentor. Dan itu luar biasa. Bahkan, bagi para profesional berpengaruh dan pemimpin formal, membantu orang lain memahami dan berhasil melewati perubahan adalah keterampilan yang sangat penting.
 
Saat mulai terpikirkan hal ini, ingatlah: bagaimana perasaan kita terhadap perubahan dalam hidup sepenuhnya tergantung pada diri kita sendiri. Menghadapi perubahan bisa menjadi beban berulang terbesar, atau justru menjadi aset yang membantumu memaksimalkan potensi diri dan orang-orang di sekitarmu.
 
Jadi, mulailah dengan melepaskan perasaan negatif yang terkait dengan perubahan terbaru yang kamu hadapi, cobalah melihat masalah itu dalam konteks yang lebih luas dan cobalah melihat perubahan dalam konteks yang produktif, sebagai sesuatu yang bisa kamu manfaatkan, bukan sekadar kita tahan. ​

Creating perspective ​

Saat menghadapi perubahan, kita sering merasa stres dan takut. Karena itu, penting untuk tidak langsung bereaksi secara emosional. Ambilah waktu sejenak, jangan membuat keputusan besar dalam keadaan emosi. Setelah lebih tenang, kita bisa mulai berpikir dengan lebih jernih.
 
Benar, terkadang yang terbaik adalah mundur sejenak dan tidak langsung mencoba mengendalikan masalah.
Terdapat banyak contoh perubahan dalam kehidupan profesional, Mutasi yang tiba-tiba, PHK, pengetatan anggaran, atau regulasi baru. Dalam kondisi apa pun, jangan langsung membuat keputusan besar. Terima dan akui terlebih dahulu bahwa terjadi perubahan. Cobalah memahami alasannya, tetapi jangan gegabah. Sering kali, pada saat perubahan datang, emosi menjadi berlebihan.

Jadi, Jangan membuat keputusan besar setidaknya selama 48 jam.
Apa pun yang terjadi, tahan diri untuk tidak mengambil keputusan besar selama 48 jam. Biarkan emosi kembali normal agar kamu bisa menganalisis situasi secara lebih rasional dan memikirkan langkah selanjutnya.
 
Mencari perspektif lain juga akan sangat membantu.
Cobalah memecah masalah besar menjadi langkah-langkah kecil. Ingat kembali pengalaman sulit yang pernah kita lalui dan berhasil kita atasi. Kita juga bisa membandingkan masalah kita dengan tantangan hidup orang lain yang lebih berat, supaya kita sadar bahwa kita masih mampu melewatinya.
 
Selanjutnya, carilah nasihat.
Kita tidak tahu segalanya dan tidak perlu menemukan semuanya sendiri. Sesekali meminta bantuan itu normal dan sehat. Hubungi atasan, mentor, coach atau pelatih profesional. Berbicara dengan mereka tidak hanya memberimu saran praktis, tetapi juga mengingatkan bahwa kita ​bukan orang pertama yang menghadapi masalah ini.
​Berikut ini adalah tiga latihan kognitif yang sangat berguna untuk membangun perspektif yang lebih produktif, yaitu:
1. Pecah tantangan menjadi bagian-bagian kecil.
Jangan fokus pada gunungnya, fokuslah pada satu atau dua langkah pertama untuk melewatinya. Semakin kamu melihat tantangan sebagai bagian-bagian kecil, semakin tidak terasa besar dan menakutkan.

2. Refleksikan, Ingat kembali pengalaman kita sebelumnya.

Sangat mungkin kita pernah menghadapi masalah serupa di masa lalu. Jika belum, kita pasti pernah melihat orang lain mengalaminya. Pengalaman-pengalaman ini membantu mengingatkan bahwa ini hanyalah satu perubahan lagi yang bisa kamu atasi.
 
3. Berhentilah membandingkan perubahan yang kamu hadapi hanya dengan pengalaman pribadimu.
Berpikirlah lebih besar.
Ingat ayahmu yang bekerja tiga pekerjaan demi menghidupi keluarga. Ingat rekan kerjamu  yang membangun karier sukses sambil melawan penyakit autoimun. Apakah perubahan yang kamu hadapi benar-benar sebesar itu? Mungkin iya, tapi akan terasa lebih ringan ketika kamu mengubah titik acuanmu.
 
Apa pun perubahan yang saat ini membebanimu, carilah secara aktif perspektif yang lebih produktif. Lalu bagikan energi itu kepada orang lain yang juga menghadapinya, agar mereka pun bisa mendapatkan perspektif yang lebih baik.

Building personal resilience / Membangun Ketangguhan Pribadi

​Seiring waktu, orang-orang yang berhasil merangkul perubahan itu sebenarnya bergantung pada ketangguhan mereka. Ketangguhan [resilience] berarti kekuatan mental dan kemampuan untuk bangkit kembali dengan cepat saat menghadapi tantangan.

Kabar baiknya, siapa pun bisa membangun ketangguhan ini.

Itu semua dimulai setiap hari dengan memilih untuk melihat apa pun yang terjadi dari sudut pandang positif.
Dalam menghadapi kesulitan, kita harus memilih untuk menjadi lebih baik, bukan lebih pahit. Jadikan pilihan ini bagian dari rutinitas pagi kita. Memilih untuk bersikap positif membawa manfaat mental yang nyata: membantu pengambilan keputusan dan menjauhkan perspektif negatif yang tidak produktif.
Mungkin terdengar mustahil untuk bisa selalu positif setiap hari 100% positif, tetapi dengan menjadikannya pilihan harian, peluang itu akan semakin meningkat.

Strategi berikutnya adalah merangkul berbagai identitas. Untuk menjaga kesehatan mental dan membangun ketangguhan, kamu harus lebih dari sekadar identitas profesionalmu. Orang-orang yang tangguh secara mental biasanya memiliki dua atau lebih identitas positif selain pekerjaan mereka, misalkan seperti orang tua, relawan, pelatih olahraga atau yang lainnya.Sehingga, apabila terjadi ancaman terhadap satu identitas tidak akan terlalu melukai diri kita secara keseluruhan.

Tips klasik lainnya adalah menghitung berkah yang kita miliki. Luangkan waktu untuk merenungkan hal-hal spesifik yang patut  kita syukuri—tempat tinggal yang layak, teman, dan keluarga yang berarti. Rasa syukur mendorong pikiran ke arah yang lebih positif dan membantu melihat tantangan dengan lebih produktif.

Terakhir, jangan lupa merawat diri sendiri. Tubuh dan pikiran kita membutuhkan perawatan agar bisa berfungsi maksimal. Orang-orang sukses tidak bekerja sepanjang waktu; mereka meluangkan waktu untuk memperkuat kesehatan mental dan fisik—melalui olahraga, istirahat, hobi, hiburan, bertemu teman lama, atau berlibur.

Final thoughts

​Hidup adalah serangkaian dari pilihan.
Pilihlah untuk bersikap positif saat menghadapi perubahan.
Kita bisa meratapi keadaan, atau melangkah menuju kemenangan berikutnya.
Kita bisa menyalahkan orang lain, atau memilih untuk mengambil pelajaran dari situasi yang terjadi.
Pikirkan perubahan terbesar yang sedang kita hadapi. Sebutkan satu pikiran atau perilaku yang tidak produktif—lalu lepaskan itu.
Yang Terakhir, cara kita memandang perubahan sangat menentukan hasil akhirnya.

0 Comments
    Life, is the classroom

    My_Life

    Means: My life in words
    ​
    Isinya kebanyakan curcol alias curhat colongan, kalimat-kalimat yang bersenandung dan berputar didalam kepala saya, yang saya tuangkan ke dalam sebuah cawan pensieve.
    Tulisan random kapansaja sesuai mood, jangan baper, terkadang saya bumbuin pakai garam, merica, cabe, penyedab, pewangi,
    Silakan di SKIP page ini jika anda ga perlu tahu menahu mengenai kehidupan saya dalam sudut pandang saya.

    Picture

    "Formal Education will make you a living;
    ​
    Self education will make you a fortune."

    "Happiness is not something you postpone for the future.
    ​it is something you DESIGN for the present. for right NOW"

    You decide every day to be happy by the choices you make every day.

    Archives

    January 2026
    January 2025
    October 2024
    June 2024
    April 2024
    May 2023
    November 2022
    October 2022
    March 2022
    August 2021
    July 2021
    December 2020
    February 2020
    January 2020
    October 2019
    April 2019
    March 2019
    February 2019
    January 2019
    August 2018
    January 2012

    Categories

    All

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Exabytes - Indonesia