|
Judul artikel saya kali ini membahas mengenai mindfullness.. Memulai hari kerja dengan kesadaran, atau mindfulness, merupakan sebuah cara yang ampuh untuk meningkatkan fokus, produktivitas, dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Sebagai seorang Pekerja, dalam keseharian sebenarnya ada banyak kesempatan lho untuk bekerja dengan lebih sadar (mindful) yang akan saya ulas mulai dari perjalanan ke kantor, cara kita mengatur meja kerja, memanfaatkan waktu istirahat, hingga cara kita bertemu dengan atasan. Perjalanan Pagi yang Tenang Setiap orang memiliki cara berbeda untuk berangkat kerja: berjalan kaki, bersepeda, naik kendaraan umum, atau mengemudi. Apa pun caranya, tujuan utama perjalanan adalah tiba di tempat kerja dengan tenang dan siap, bukan stres. Beberapa hal ini bisa kamu lakukan:
A mindful work surfaceRuangan, Meja kerja dan layar komputer adalah “ruang utama” yang kita lihat setiap hari. Karena itu, penting untuk menata ruang kerja dengan benda-benda yang membantu kita merasa tenang dan menjadi diri sendiri. Tujuannya adalah menciptakan ruang yang mendukung kesejahteraan mental dan membantu Saya untuk dapat tetap hadir serta fokus. Contohnya:
Approaching a one-on-one with your bossSebelum bertemu atasan (one-on-one), penting untuk menentukan niat dan beberapa pendekatan yang dapat membantu membangun hubungan kerja yang sehat dan saling mendukung. Misalnya:
Better breaks and downtime Banyak orang jarang mengambil waktu istirahat, padahal istirahat sangat penting bagi otak dan kesehatan mental. Ide-ide terbaik sering muncul justru saat kita berhenti sejenak. Gunakan waktu istirahat secara mindful, misalkan dengan beberapa hal simpel sebagai berikut:
Living break to breakJika kita terus bekerja sambil menunggu jam istirahat berikutnya, atau menunggu off duty di hari rabu selanjutnya, atau terngiang "I hate Monday" itu bisa menjadi tanda bahwa:
Apabila mengalami hal-hal seperti ini, serasa berat dan tidak sejalan, maka kamu perlu melakukan asessment; apakah hidup kamu sepadan dengan beban ini; ataukah sebenarnya jangan-jangan ada solusi lain diluar sana. Misalkan, jika kamu berada dilingkungan yang tidak cocok dengan kamu, tidak se-frekuensi, maka apapun yang kamu lakukan akan terasa berat; karena lingkungan adalah support system kamu. Terkait ini saya akan ulas di postingan yang lainnya.. Mindful meetingsUntuk dapat hadir secara sadar dalam rapat, maka perlu diterapkan beberapa hal berikut:
The commute homePerjalanan pulang adalah waktu untuk melepaskan energi kerja dan beralih ke kehidupan pribadi; untuk beristirahat dari rutinitas pekerjaan; dan merecharge energi kembali untuk siap kembali bekerja di keeseokan harinya. Beberapa cara untuk melapaskan energi yang penting agar kita bisa hadir sepenuhnya untuk keluarga, teman, atau diri sendiri di rumah adalah dengan:
Beberapa langkah praktis memulai hari dengan penuh kesadaranMemulai hari kerja dengan kesadaran, atau mindfulness, adalah cara yang ampuh untuk meningkatkan fokus, produktivitas, dan kesejahteraan secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa langkah praktis dan meditasi singkat yang dapat Anda terapkan:
Meditasi Singkat di Meja Kerja (5 Menit)Kamu dapat melakukan ini tepat sebelum memulai bekerja, atau saat kamu merasa teralihkan saat membutuhkan fokus:
0 Comments
Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi pengalaman dan pembelajaran yang saya peroleh selama mengikuti Training Train of the Trainer (ToT) Level 4. Pelatihan ini merupakan jenjang lanjutan dalam pengembangan kompetensi instruktur, yang tidak hanya berfokus pada kemampuan menyampaikan materi, tetapi juga pada peran strategis trainer dalam merancang, mengelola, dan mengevaluasi proses pembelajaran secara profesional dan berkelanjutan. Kenapa saya mengikuti training ini? dan bahkan menggunakan uang pribadi? Sesimple karena saya tidak pernah merasa menggunakan uang pribadi untuk pertumbuhan saya adalah sesuatu yang merugikan. Dari dulu saya sudah ada target setidaknya minimal satu pernambahan skill dalam setiap tahunnya. Alasan yang kedua, saya penasaran sih, sebenarnya jadi trainer yang sebenarnya itu bagaimana sih.. Saya beberapa kali ikut TOT tapi belum pernah yang SKKNI itu bagaimana. Tapi, pengen saya rasa saya sudah qualilified enough lah buat menjadi Trainer. Persiapan
Gambaran Umum Training ToT Level 4 Training ToT Level 4 dirancang untuk meningkatkan kapasitas trainer agar mampu bertindak sebagai master trainer/fasilitator tingkat lanjut; mengembangkan program pelatihan berbasis kebutuhan organisasi, dan menjadi agen perubahan (change agent) dalam pengembangan SDM, serta memberikan pengakuan kompetensi resmi melalui sertifikat BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) sebagai bukti legalitas. Pada level ini, peserta tidak lagi diposisikan hanya sebagai pengajar, tetapi sebagai perancang sistem pembelajaran dan pengendali mutu pelatihan Materi Training yang DipelajariStrategic Learning & Development Materi ini akan membekali Trainer untuk tidak hanya “mengajar”, tetapi memastikan pelatihan memberikan nilai tambah nyata bagi organisasi, misalkan saja mengenai bagaimana pelatihan dikaitkan langsung dengan:
Instructional Design Tingkat Lanjut Materi ini menekankan bahwa kualitas pelatihan sangat ditentukan oleh desain pembelajaran yang tepat, bukan hanya oleh kemampuan berbicara trainer. Pada bagian ini, peserta mempelajari:
Facilitation & Coaching Skills Trainer dipersiapkan untuk mampu menjadi coach dan mentor, bukan sekadar penyampai materi satu arah dengan memperdalam keterampilan fasilitasi, seperti:
Evaluation & Assessment of Training Materi ini memperkuat peran trainer dalam memastikan pelatihan berjalan efektif, terukur, dan berkelanju; dan juga membahas evaluasi pelatihan secara menyeluruh, meliputi:
Professional Ethics & Trainer Leadership, Peserta juga dibekali pemahaman mengenai:
Tugas.. Tugas.. Tugas...Tugas serius yang pertama adalah dengan membuat Program Pelatihan, setidaknya sebagai berikut Presentasi SayaMelalui Training Train of the Trainer Level 4, saya memperoleh pemahaman bahwa peran trainer tidak hanya terbatas pada aktivitas mengajar di kelas, tetapi mencakup tanggung jawab strategis dalam pengembangan SDM dan peningkatan kinerja organisasi. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari training ini dapat diterapkan secara optimal serta dibagikan kepada rekan-rekan lainnya, sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi organisasi. Sebagai tugas akhir, saya mempersiapkan materi pelatihan dengan judul "Penanggulangan Tumpahan Minyak di Industri MIGAS" Tugas ini didesain mendetail, dengan sasaran peserta yang dituju, silabus, test, terori dan praktek, pamflet bahkan sesi tanya jawab yang harus bisa menjawab semua pemenuhan kualifikasi dalam KKNI dengan No SKKNI No. 118 Tahun 2024 / B.09KKK00.028.1. Capaian unit kompetensi dalam SKKNI No. 118 Tahun 2024 / B.09KKK00.028.1 adalah "Dapat melakukan penanggulangan tumpahan minyak di kegiatan tempat kerja baik di laut (offshore) maupun di darat (onshore) dengan tepat", dengan dua elemen kompetensi: "Menyiapkan peralatan untuk penanggulangan tumpahan minyak" dan "Mengimplementasikan penanggulangan tumpahan minyak" Dimulai dengan judul, Profile trainer, Sebagai Trainer, saya confidence untuk menyebutkan bahwa pengalaman kerja saya terlama adalah sebagai Consultant, my dream job saya dulu. Alhamdulillah yaaaa... Saya termasuk cukup serius sebenarnya dalam mempersiapkan materi pelatihan ini, karena saya tertarik untuk mengetahui dengan detail dan lebih banyak terutama di prakteknya. Saya menyiapkan 35 slide presentasi, panduan dengan video-video praktek dan File Presentasi saya saja hampir 1 GB sendiri.. wkwkwk.. Saya pribadi sudah mengikuti Training IMO Level-2 sebenarnya, jadi sangat melengkapi, materi yang saya buat menurut saya lebih mudah bahasanya.. Adios! Sebelumnya saya sudah pernah menuliskan versi saya terkait Ibu Rumah tangga, Ibu Pekerja, bahkan saya kasih tambahan bonus Ibu pekerja freelance yang work from anywhere, amphibi, antara kerja dan tidak kerja, lebih sering dianggap pencitraan aka nda kerja.. Naah sekarang, berhubung referensi pekerjaan saya sudah bertambah sebagai seorang rotator, saya jadi mau nambahin nih tentang enak nda enaknya jadi Pekerja Rotator, tentusaja menurut point of view saya... btw, saya nyicil nulis disini dijam jam istirahat lho yaa.. karena rumah saya jauh, mager juga mau keluar kemana juga... makan siang sm coffee time saya juga bawa bekal, jadi jam istirahat tutup pintu ruangan n diam aja. nulis, dengerin lagu, atau nungguin monkey lewat... Pekerja Rotator atau Pekerja dengan sistem rotasi atau biasa disebut dengan Roster kerja adalah salah satu jenis sistem kerja yang sering diterapkan pada pekerjaan migas. Sistem ini memiliki aturan jam kerja tersendiri untuk meningkatkan efisiensi, serta membantu perusahaan untuk memaksimalkan seluruh tenaga kerja yang ada. Dari sisi tenaga kerja, sistem roster kerja juga dapat memberikan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadinya. Enaknya jadi Pekerja Rotator...Kerja hanya 14 hari dalam sebulan. yang kami sebut dengan on duty; selanjutnya 14 hari kami libur atau off duty. Karena berada dilokasi 24 jam, jadi kompensasinya 2 minggu full kerja -sabtu minggu/lebaran/tanggal merah tetap masuk kerja- trus 2 minggu full libur setelah dikurangi perjalanan. Off duty 14 hari bener-bener libur. Saat libur off duty kami benar-benar libur; karena masing-masing dari kami memiliki back to back; pekerja lain yang mempunyai tugas pokok dan fungsi sama persis seperti saya; jadi saat saya off duty pekerjaan tetap berjalan karena ada yang lain on duty. Pikiran bebas dan fokus kerja. Ini sih numero uno lah buat saya diawal-awal kerja rotator ya... Soalnya setelah saya punya anak, saya menahan diri nda bisa total di pekerjaan; yaa standar-standar aja nda mengejar apapun; karena nda bisa. Bangun sudah dari dini hari; mesti buru2 selesaiin kerjaan biar cepet pulang karena anak nungguin dirumah. Pas dulu baru Mas Aidan kami masih terpisah; saya tinggal berdua aja sm mas Aidan; jadi pikiran saya fokusnya ke Mas Aidan instead of kerjaan. Naah.. selama masuk jadi rotator kan; mau mikirin kaya apapun, sampai nangis-nangis berdarah juga saya nda bisa ngapa-ngapain kan selama 16 hari [14 hari kerja + 2 hari perjalanan]; jadi selama on duty saya fokus kerja aja... Semua kebutuhan hidup di Lokasi Kerja, ditanggung Perusahaan Misalkan nih, akomodasi kamar tidur dan kelengkapannya; kecuali ada preferensi pribadi ya beli sendiri. Makan nda pake mikir, makan pagi, siang, sore, 2x coffee time disediakan perusahaan. Laundry nda pakai mikir. Fasilitas olahraga disediakan, halaman luas, pengamanan tersedia 24 jam, Air listrik apalagi.. nda perlu isi token listrik.. kecuali ya lagi lagi, ada preferensi pribadi dari apa yang disediakan perusahaan ya mesti beli sendiri.. misalkan, pengen makan sate kambing; astor; buah-buahan, dll ya beli sendiri. Bisa Tarawih Bisa tarawih itu priviledge buat saya... Sejak diberi Mas Aidan saya nda bisa tarawih ke masjid atau mushola. Tarawih dirumah, sampai sekarang. Kalau pengen tarawih dimasjid ya gantian... Jadi selama saya on duty di Lawe saya selalu tarawih, gantian suami saya yang tarawihnya dirumah... Bisa tidur siang saat istirahat Setelah makan siang kami pada balik ke kamar masing-masing; dari akomodasi ke kantor cuman jalan kaki sebentar aja, jadi sempet tidur siang. Nda Enaknya jadi Pekerja Rotator...Tidur nda nyenyak... Selama jadi rotator saya punya ritual buat tidur. Pakai selimut, jaket, Matikan lampu, pakai penutup mata, pakai head set putar suara menenangkan/deepsleep/ceramahnya buya arrazy yang suaranya lembut, Kalau masih nda mempan saya minum obat yang ada efek mengantuk. sebegitupun banyak ritual saya lakukan, tetap ajaa.. kalau diluar masih ada suara saya tetap denger; nda ada suarapun - hening - juga bikin otak saya mikir kenapa hening. Trus lagi... jam 2 atau 3 pagi dah bangun; hampir selalu. Kasurnya juga nda mendukung. sempit dan keras. Jadi, seringkali agak kurang segar badan saya... Capek... Kerjanya sebagai HSSE officer, kesana kemari keliling... capek. Seringkali serasa energi saya tersedot habis. Apalagi jika harus bersosialisasi sepanjaaaang hariiii.. mesti smileee all the timeee... Melayani permintaan ini itu ini itu yang kadang permintaannya itu remeh temeh, tapi masih aja minta nyuruh orang yang ngerjakan... Setiap habis ada rombongan visitor datang; begitu sampai kamar langsung terkapar. dan saya membutuhkan waktu berhari-hari buat kembaliin energi saya full lagi Wasting time di jalan... Paling sebal ini. Wasting time. Saya paling nda suka wasting time begini. Buat saya yang domisili di Pekanbaru dan kerja di Kalimantan Timur, saya butuh waktu full 12 jam perjalanan. Saat berangkat on duty; rabu subuh saya dah berangkat dari rumah; pesawat jam 6 pagi ke Jakarta. di jakarta jam 8 pagi sudah sampai, trus nunggu pesawat ke Balikpapan yang hampir selalu delay. Sampai Balikpapan jam 3-an sore; lanjut perjalanan darat ke Pelabuhan Somber; trus naik seatruck ke Pelabuhan PSB. Dari PSB masih lanjut perjalanan darat ke Terminal Lawe-Lawe. Naah pas mau off duty, lebih daebak lagi. dari Terminal Lawe-Lawe saya jalan jam 3 sore ke Pelabuhan PSB; trus lanjut sea truck ke Pelabuhan Somber. dari Somber saya naik taxi online ke bandara; trus menunggu; pesawat jam 6 atau jam 7 sore. Sampai Jakarta sekitar jam 9 malam; mesti menginap di Jakarta dulu. Sampai di hotel sekitar jam 10 malem; trus besok subuhnya dari hotel jam 4 pagi pakai shuttle ke bandara lagi; ambil first flight ke Pekanbaru. Dulu pas awal pernah salah pesan maskapai; delay sampai jam 9 malam, alhasil sampai jakarta jam 12 malem. dan ini mencak-mencak pun nda ada guna. Sudahlah terlanjur booking hotel; ditempatin cuman 3 jam an; tapi kalau nda pesan hotel juga sedih betul kerja jauh2 begini ngemper di bandara. Peralatan tempur saya saat travel dijalan. Headphone, masker, tas kecil, buku. Seringkali susah mengalihkan kalau sudah ada yang ngejak ngobrol, jadi pake headphone dan masker, mode cuek. Makanan...... Dulu, makanannya buat saya aneh-aneh. Saya termasuk pemilih makanan; tapi diam aja disana karna menu udah ditentukan. Jadi suka nahan laper. Lebih sering basa basi memaksa diri makan biar nda sampai sakit; setidaknya beberapa suap perut terisi. Sampai akhirnya, mungkin ada yang notice ya.. jadi saya dibantu disisihkan lauk yang bisa masuk sama saya; alhamdulillah. terimakasiih... Sakit sendirian.... Sedihnya, saat sakit ya kamu sendirian disini. Sesimple pas sakit PMS bulanan jatuh pas on duty di lapangan; udahlah emosi bergejolak; sakit pula. Sedih. Belum lagi kalau semua menumpuk; energi habis; makanan nda sesuai; capek; demam; sering banget saya sepulang kerja itu pakai kompres demam. Jadi setiap berangkat on duty itu saya hampir selalu membawa obat-obatan macem-macem; mulai dari obat sakit kepala; obat pilek; obat batuk; obat demam; kompres demam; obat radang; obat tidur; obat nyeri; obat sakit kepala pun sampai sedia 3 level. Belum lagi per-minyakan.. Nda bisa ketemu anak-anak Pulang ke Akomodasi, ya udah. Saya bawa buku, tapi seringkali energi sudah habis jadi nda sanggup baca buku lagi. Bahkan nyalakan TV, lagi atau nonton pun tidak sanggup karena kadang dilapangan terlalu banyak exposure yang membuat telinga, mata dan kela itu over pressure. Apalagi anak-anak, Video call aja cuman bisa sebentar. Perbedaan waktu antara WIB dan WITA meskipun hanya 1 jam sangat berdampak. Jam 9 saya harus sudah memposisikan diri dengan ritual tidur saya aka jam 8 WIB. jika jamnya terlewat; alamat saya akan begadang hingga jam 2 pagi. Gender based Issue Isu gender di dunia pekerjaan rotator sangat santer saya terima dan alami langsung. Sangat menyedihkan dan tidak menyenangkan. Ini adalah salah satu alasan utama saya mengambil keputusan untuk berhenti. Yaaah.. terlepas dari priviledge yang didapatkan sebagai pekerja rotator; I deserved better dan saya yakin koq diluar sana masih banyak lingkungan kerja yang saling menghargai satu sama lain. Saya tidak merasa kekurangan dengan hilangnya benefit-benefit roatator. Saat off duty gabut sendirian dirumahKarena off duty kan hari kerja; jadi anak-anak sekolah; suami kerja.. sering menggabut sendirian dirumah atau dicafe. Capek juga lho. ada pertanyaan "Kenapa nda ambil side hustle lagi?" Nda Tega sayaa.. udah ninggalin anak-anak 16 hari, masih pula ambil kerja freelance... isi kepala saya juga rasanya capeeeeek banget selama jadi rotator. Awalnya sih segar; enjoy dan happy saya itu... Tapi sejak diserang bertubi tubi masalah respectful workplace, office politics dll itu saya jadi demotivasi dan berujung ke menurunnya performance otak saya. Beruntungnya saya... saya masih bisa menjaga pikiran saya untuk tetap berfikir jernih dan mengambil keputusan strategic thinking-based sehingga meskipun kondisi emosional acakadut tetap bisa mengambil keputusan yang tidak merugikan saya pribadi. Enaknya Sekarang.....Enaknya sekarang, saya berangkat pakai kendaraan sendiri; anak-anak udah sedikit ngerti; mereka happy banget meskipun jam 6 pagi saya udah siap-siap berangkat mereka happy mengantar saya keluar rumah karena mereka tahu mamahnya akan kembali kerumah disore harinya. Saat saya mesti pulang malem pun; mereka tetap happy dan nungguin sampai saya pulang kerumah; karena mereka tau mamahnya akan pulang kerumah. Trus, setiap kali saya pulang; dari garasi mobil aja udah terdengar jeritan mereka yang happy mamahnya pulang. Dan rasanya plong aja isi kepala saya dengan sambutan mereka... Saat tidur, saya nyenyak nyenyak sekali tidur dari jam 9 malam sampai jam 4 pagi; dengan sikembar memeluk saya dikanan dan kiri; di kasur yang empuk.. wkwkwk... Semua tentang anak anak saya ini tidak ternilai dan tidak ada bandingannya... Alhamdulillah... My last trip to LLW"Besok adalah last trip kamu ke Lawe-Lawe, jadi manfaatkanlah sebaik baiknya" Itu kalimat suami saya di 7 October 2025 yang sepertinya biasa saja tapi buat saya ada tafsir mendalam didalam kalimat itu. Yaah setidaknya, ada satu kesempatan kamu ke Lawe-Lawe sekali lagi untuk menyelesaikan semua, meninggalkan dan melupakan semua pengalaman yg tidak baik disana. Nikmati waktu kamu disana dengan bahagia dan penuh kenangan. Belum tentu kamu dapat balik lagi kesana. ----btw, ternyata saya masih ada ke LLW lagi setelah dibulan oktober itu.. on duty bulan Oktober saya udah kena mental; sepanjang on duty saya penyakitan; nda bisa makan; batuk, demam dan sariawan bukan cuma satu tapi 3 dan 4 titik, ajaibnya itu sariawan2 langsung hilang sembuh begitu di perjalanan dari somber ke bandara. ----on duty November, baru terasa menyenangkan, karena SKMJ nya keluar pas saya di bandara CGK menuju balikpapan. Saking happy nya sampai di bandara belanja buat token training ONE SIKA... wkwkwk.. meskipun tetap kena nyinyir juga... heran ya udah inisiatif sukarela pakai uang pribadi buat token tetap aja... Seperti nasehat leader saya saat farewell di 1 Oktober, "bawa kenangan yg baik2 saja, pengalaman yg jelek dan tidak baik ditinggalkan di Lawe-Lawe, tenggelamin di pond semayang". awalnya sih pas denger pesan tersebut saya merasa agak berat begitu ya,, saya kira akan sulit buat menghapuskan pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan. Akan tetapi, ternyata semua menghilang begitu saja setelah saya perjalanan pulang meninggalkan Terminal Lawe-Lawe untuk yang terakhir kalinya. Pas tujuan mutasi pertama masih adalah peluang buat kembali lagi ke Lawe-Lawe, tapi kalau yang sekarang, sangat kecil kemungkinan buat saya kesana lagi; setidaknya tidak dalam beberapa tahun kedepan. Jadi ya, tentu saja saya tidak mengingat lagi pengalaman tidak menyenangkan itu; itu pengalaman hidup; bukan kebencian atau dendam yang perlu disimpan dalam hati. Dimana-mana pasti ada aja koq yang jahat-jahat begitu, karena setiap orang punya latar belakang yang berbeda-beda, saya nda tau dan tidak mau tahu motif apa yang melatar belakangi tindakan jahat / nyinyir n whatever yang diberikan kepada saya. Meskipun saya nangis, sedih, tapi saya sepenuhnya yakin, kalau semua tindakan tidak baik yang saya alami itu mereka lakukan secara sadar dan ada tujuan. Jadi itu urusan mereka aja. I really don't care. Saya menangis bukan karena saya ingin dikasihani atau lemah, saya nangis karena sedih - ada orang-orang yang selalu melihat "negatif" dalam semua hal yang saya lakukan tanpa pamrih dan dengan tulus. Jadi, itu cuma pengalaman tidak menyenangkan. Its only takes 1%; the other 99% was an amazing journey! Easy jobs; Good friends; delicious foods; good fellows; lingkungan kerja yang sangat menyenangkan, nyaman dan supportif. Easy jobsWhat i mean with easy jobs adalah.. dulu... waktu jadi konsultan, kerjaan2 ringan saya kasih ke temen, saya bayar per pages - per halaman. Bahkan kadang saya kasih orderannya ke suami 😁 dengan harga spesial tentu saja. Sedangkan disini, kerjaan saya i can say laah 70% ringan, nda perlu pake mikir, banyak administratif things gitu laah - yg sebenernya bisa saya coaching ke temen buat dia kerjain dan saya bayar. Tapi waktu jadi konsultan kan gaji okee banget.. kerjaan yang sulit pake mikir banget juga ada, side hustle pulaa, jadi daripada wasting time buat ngerjain yg ringan2 kan mending buy the time aja.. jadi kerjaan ringan saya bisa jadi side hustle temen/suami. 😁😁😁 Lah kalo di llw, saya 24 jam x 13 hari disana. Mau ngapain lagi? Jadi beberapa kali coacing di tahun pertama adalah tentang bagaimana gabut nya saya dillw 🤣 Dan saya bukan penikmat kegabutan yg hakiki. Jadi itu jadi masalah saya sehingga saya mesti coaching saya mesti ngapain biar saya tetap termotivasi.. Saya nda bilang easy jobs itu gada kerjaan lho ya.. Kerjaan sih banyak banget. Takes time tapi ya itu easy... Energi saya masih melimpah buat mikirin yang lain-lain.. Sisi lain dari pekerjaan saya, sering mengajar yang lain, tapi juga sering saya disuruh belajar.. Good friendsSaya orangnya apa adanya. Bukan pula people pleaser. Dan menjadi apa adanya apalagi bukan tipe people pleaser pengalaman saya tidak begitu disukai. Saya juga tidak begitu perhatian ke orang. Tidak peduli tanggal ulang tahun, tidak peduli orang pake apa, tidak menelfon2, tidak begitu suka nongkrong-nongkrong, nda suka kegiatan macem-macem, nda supel lah pokoknya Tapi di Lawe-Lawe, I think I found the other version of me. And that's really amazing... Saya bisa buat komunitas jalan sehat, sharing session, coaching-coaching simple, saya bisa berkunjung ke rumah-rumah rekan kerja lokal.. btw tetangga saya aja nda pernah saya masuki rumahnya lho. Serius. Saya kerumah oranglain itu kalau disuruh mertua - main ke rumah temen baik mertua; ke saudara. Udah. Mas Miftah, Mba Hikmah dan Mas Budi, mereka satu Tim di OSF. Dulu mas Miftah awalnya di HSSE-OH, ketemu di per AoC an Zona 10 dan kami sefrekuensi, jadi ngobrol nyambung dan mengalir aja meskipun sebenernya jarang ketemu. Selain si Mas ini memang supel nyambungan ke siapa aja, high vibration ya jadi bisa masuk ke vibrasi mana aja.. Mba Hikmah ini pernah juga satu kamar di SQ-10; pas tiba-tiba pindah ke Zona 10 saya pikir ada kenapa napa lagi.. later on baru tau memang ada apa apa dan si mba nda mau cerita ke saya karena kuatir bakal saya jadiin panjang kali lebar. 😁😁 Mas Budi ini dia kusebut pembohong 😁😁. Saya sering nda bisa bedain omongan bercanda atau beneran; awalnya sering banget kena tipu. Trus tipe yang provokatif juga kalau berada di arena - Mess Hall. Katanya -berulang kali- saat pindah nanti saya bakalan merindukan suasana arena bercandaan di messhall. 😁😁 Mas Imin dan Mas Saman, bagaikan Upin dan Ipin.. 🤣🤣 Mas Imin ini soft spoken dan ngustadz banget, tapi becandaannya mesum juga kadang.. Pernah saya omelin gara-gara si Mas ini mencoba "menasehati" saya waktu berkonflik di LLW. Saya bilang waktu itu "Jangan ikut campur urusan pribadi saya, saya bisa selesaiin masalah saya sendiri dengan cara saya." Yaa gimana ya, saya tau Mas Imin bermaksud baik, tapi saya bukan tipe orang yang diam aja kalau dikerjain orang melebihi batas. Trus, saya bukan penganut mahzab "terima.. ikhlas... ikhlas.. diam.. diam.. pasrah..." ooh big No!. Mahzab saya lebih ke meme: "Lu tau rasanya kerja sama orang yang sebenernya pengen banget lu sleding?" Mas Saman, dari awal saya join ini satu schedule sama saya, jadi ya gimana.. pas diomongin tiap ada mba Maria pasti ada mas Saman ya gimana sih.. lah emang satu tim HSSE, satu schedule, bahkan dari datang ke Lawe sampai pulang lagi ya bakal bareng, sama sama ke bandara, satu schedule, gimana sih..🤣🤣
Pertama kali disuruh ikut keluar ke program CSR itu asli saya takut. Ke tempat maggot sampai malam karna jauh, wiih pikiran saya udah kemana mana itu.. 🤣🤣 Jadi saya state nya, kalau ada Pak Salahuddin saya mau ikut. 🤣🤣 Pak Salahuddin itu Section Head nya Maintenance; back to back nya dulu ada Pak Hartoyo dan Pak Rudy Hartono yang sekarang. Pak Hartoyo dan Pak Rudy juga suka ikut jalan sore... Bahkan Pak Hartoyo hafal semua jalan di Lawe-Lawe. Yang suka ngajakin saya jajan keluar juga temen-temen Maintenance... Makan bebek empuk, cari bebukaan puasa, karna mas Jhonson bawa mobil ke Lawe, waah kalau diajakin pasti saya iyain.. 🤣🤣 Yang Lucunya lagi, saya punya tas kembar persis sis sama mas Jhonson. jadinya tasnya nda saya pakai di Lawe-lawe, ntar kena gosip pula lagi.. udah dibilang mas Rommy buat beli tas yang sama, ntar kita pakai bertiga baru berani saya...🤣🤣 Saya duluan lho mas yang beli tas nya ya.. karna bagus jadi ikutan beli mas Jhonson tuuh.. mas Rommy juga naksir tasnya jugaa.. 🤣🤣 Lawe Fun WalkKegiatan yang paling saya sukai, saya nikmati, dan pastinya akan saya rindukan itu adalah Lawe Fun Walk... Lawe Fun Walk ini sesimple jalan sore... Tapi beneran jalan, berkilo-kilo meter. Rute jagoan kami tentu saja jalan sore melintas ke rumah-rumah warga sekitar Terminal Lawe-Lawe. Durasi waktu jalan sore; kalau jalan keluar Terminal kami harus mulai jam 4.30 sore, bisa dapat 7 km. kalau jam 5 sore baru mulai, cukup di perimeter Terminal aja, 4-5 km an. Trus, amazingnya.. pekerja lokal di Terminal Lawe-Lawe ya rumahnya dekat2 aja.. jadi saat kami Fun walk ada aja yang menyapa, bunyikan klakson, atau nawarin mampir buat berbagi buah-buahan yang ada dipekarangan rumahnya. Saya jadi merasa seperti di Jawa jaman dulu, serasa bukan di Kalimantan yang pernah ada dalam bayangan saya. Petik buah di halaman rumah orang.. ini apalagi.. sangat menyenangkan. Jalan sore keluar terminal saat musim buah2an. Paling banyak itu sekali jalan sekitar 8 orang, karena buat teman-teman di Lawe, jalan sore itu bukan olahraga, nda berkeringat dan tidak ada unsur kompetisi nya.. Di Lawe banyak atlit. Kalau udah kesorean, jalan sore kami ambil jalur ke perimeter. Perimeter maksudnya itu jalan mengelilingi pagar batas Terminal Lawe-Lawe PHKT; jadi mengikuti alur jalan dipinggir pagar keliling gitu... Lambat laun mba-mba yang ikut jalan semakin berkurang dan tersisa hanya saya, ternyata kalau nda terbiasa jalan jauh itu jadi sakit kaki nya dan kapok ikut.. karna jalan aja, PP. Sebelum negara api menyerang, setelah jalan kami mampir makan dan pulangnya dijemput bus. Setelah Negara api menyerang kami jalan pulang pergi nda pake mampir-mampir makan apalagi dijemput. Sebenernya ada satu lagi foto saya pegangan sama mas Arie waktu lewat digenangan lumpur.. tapi belum ketemu e.... kalau ada kesempatan begini sebenarnya memang tricky ya, bakal difoto mas imin pasti nya trus jadi objek ledekan kan, kalau saya sih cuek aja, daripada jatuh? Saya mah lebih malu jatuh kotor dan lebih parah ledekannya daripada hanya sekedar takut dan minta tolong pegangan... Lawe KondanganPergi kondangan. Pake baju kerja pula. Amazing. Nda perlu rempang-rempong cari baju.. Saya nda suka kondangan. Saya sering nda nda datang kondangan; paling banter suami maksa ikut karna temen kantor suami yg acara. Lawe MantaiMba Silmi ini Nutrisionist di Lawe, waktu itu kedapatan visit offshore yang pertama kali buat kami, objectivesnya buat saya sih buat explore aja. Sayang sekali something happens ya, jadi ya sudahlah.... banyak drama memang Mba Putri ini.. dulu satu kamar sama saya di SQ 1-10, hingga suatu saat si mba pindahan kamar dengan muka jutek dan diam seribu bahasa, nda ramah seperti biasa. Later on setelah beberapa lama karena hampir terjadi lagi kejadian yang serupa barulah saya tahu kalau saya dijadiin kambing hitam ala ala -dikriminalisasi- lah. Jijay... Well hey, saya tuh kuliah di asrama dulu,, pas kerja temen2 saya suka angkut kasur tidur rame2 dikamar saya. jadi sharing dorm itu nda masalah buat saya; sok-sok an di framing seolah saya mengusir mba-mba ini.. nda gentle banget. Satu dari sekian drama yang saya alami selama 3 tahun di LLW. Banyak drama memang kerja disini. Lucuu... Lawe Open HouseBerlebaran di Lawe-Lawe, sudah pernah saya tuliskan di postingan tentang Idul Fitri yang bisa dibilang dari sisi internal saya. Naah dari sisi yang lain, berlebaran di Lawe-Lawe itu ya seru-seru aja, asalkan kamu bisa men switch personality kamu. No guilty feeling saat dibilang "yang kasihan itu kamu", "suami kamu nda nelfon?", "suami kamu nda masalah kamu pergi sama laki2 rame begini?" -------laaaaaaaahhh...trus saya mesti hidup dipojokan kamar sendirian gitu pas lebaran? sambil nangis gitu ekspektasinya? endaaaa maaau laaaaahhhh.... 😁😁 Setelah saya switch kepribadian saya - di tulisan Idul Fitri Saya ngikut aja tiap kali ada tawaran jalan ke open house. Pokoknya kalau diajak saya iyain. 😁😁 Misalkan open house di rumah Capt Imam, beliau ini satu dari 3 Group Leader Tim FERT [Fire Emergency Response Team] di Lawe Terminal. Deketan rumah Capt Imam itu ada rumah Pak Rohmat dan Pak Salman. Beliau berdua ini ing nduwe ngarso nya per-makan-an di Terminal Lawe-Lawe; naah dirumah King Salman ini makanan yang terhidang juga bisa kami bungkus-bungkus masuk ke Terminal... 😁😁😁😁 Jadwal selanjutnya di undangan open house ke rumah mba Lady Paramita... Mba Lady ini artis nya Terminal Lawe-Lawe yang hobi masak memasak, jadi wajib dikunjungi saat open house Ada juga jadwal ke rumah Pak Eko Cahyono, Pak Wisnu, Daeng Darwis, mba Triesna, dan lain lain.. Terimakasih sudah pernah mengundang saya ke open house bapak2 dan mba2 semua yaaa... sangat berarti bagi saya... Good foodsDiundang makan... Weeh ini mantaaplaaah.. thanks for having me... kenangannya saya simpan baik2 buat feeding my souls Pernah makan bersama dipantai habis gowes; dihalaman rumah pak darwis; dipantai pribadinya Pak Kadri; belum lagi di open house open house nya bapak2 llw You know what... saya amaze banget lho bapak2 open house mempersilahkan kami segerombolan datang buat makan. 😀Ini serius; karna saya kebayang dong rempongnya masak sebanyak ituu.. busseeet dah. Saya mah lebaran masak seperti biasa aja; menu lebaran tapi porsi normal. Di Lawe-Lawe saya mengenal Coto Makassar, masakan toraja, weeh... enak... i'm gonna miss makanan2 inilah pokoknya... Di Lawe ini saya kembali merasakan keseruan seperti masa saya anak-anak dulu.. ngebolang kesana kemari nda mikirin beban apapun. Makan kelapa yang ambil dari pohon langsung disebelah klinik, meskipun ya rasanya masih kelapa baby,,, pernah juga ngawal upin ipin ambil tebu atau nangka atau apapun yang ditemukan dijalan saat jalan sore.. 😀😀 Saya sempat beberapa bulan hingga setahun mengalami rasa tidak enak di Lawe-Lawe, tetapi saya tetap show up datang bekerja. Saya beberapa bulan selalu membungkus makanan, menghindari makan di mess hall. Itu adalah masa paling sendiri dalam hidup saya. serasa berhibernasi. Saya mulai agak tenang setelah mendapatkan lampu kuning terkait kepindahan saya, I'm happy here, tapi disini sudah bukan lingkungan yang tepat untuk saya Good collaborationsBeberapa kali bikin inisiatif kegiatan, selalu disupport - atau dibiarin bebas aja.. tidak didikte, dan teman-teman di Lawe-Lawe selalu siap support terhadap tugas masing-masing. Kerjaan saya di Terminal Lawe-Lawe juga bervariasi sekali.. kadang ke mitra binaan, pernah diminta mengajar, sosialisasi ini itu, joint survey ini itu, tidak membosankan sama sekali.. trus, ternyata disini saya menemukan sisi lain saya yang ternyata saya suka fasilitatorin kegiatan, konseptor kegiatan, akomodir orang2. dibalik layar aja, nda butuh tampil didepan, Saya yang selama ini tidak begitu suka keramaian, ternyata setelah mengikuti kegiatan volunterting jadi makin suka membuat dan megikuti kegiatan .... Di Lawe-Lawe ini kami punya dua jagoan yang punya hobi dibidang sinematography, Mas Rommy dan Mas Hasan, Jadi even-even video dll hampir selalu mereka berdua yang handle. Project-project video saya berperan sebagai kompor dan eksekutor mereka berdua.. 😁😁 Sayangnya mas Rommy schedulenya berubah, jadi ketemu saya cuman beberapa hari, jadinya agak ngedrop gitu produksi nya Lawe nih.. Nice ViewAda beberapa spot - spot foto favorit saya, pemandangan cantik, menentramkan hati saya... Spot ke Main Office Building Sudut pandang yang berbeda... Spot jalan dalam perimeter terminal Spot jalan ke Mess... sayaa suka banget pemandangan iniiiii.... Pengalaman PertamaKhitanan MassalJadi MC pertama kali itu juga di kegiaatan Khitanan Massal yang pertama kali saya ikuti. Lihat anak-anak dikhitan itu kayak apa, bagaimana effortnya ortu saat mengkhitan anak2nya,, weeehh,,, Saya punya dua anak laki-laki memang, tapi sudah dari awal kami perjanjian, kalau yang begini begini urusan suami saya. Saya nda akan ikut campur. 😀😀😀 Potong daging kurbanSeriously. ini capek pake banget. Bahkan menjadi jam-jam tercapek sepanjang hidup saya. Saya terkapar disiang hari saking capeknya, sampai tak sanggup buat makan siang. Saya Kapok jadi panitia kurban. Jam tangan orange kesayangan saya sampai hilang entah kemana karena saya udah nda fokus kecapean. Saya sempat terpikir "ini aku lagi ngapaiiin disini.. ya ampuuuun..." Kali kedua pertanyaan tersebut terlintas di kepala saya, setelah sebelumnya terlintas saat saya sedang trekking di tengah hutan di lasusua sana. OlahragaTerakhir saya olahraga - beneran olahraga itu sepertinya SMA; karate. Setelah itu tidak ada olahraga dalam hidup saya.. 😀😀😀 Pengalaman pertama mengkuti senam aerobik bersama bapaks2 itu really awkward lah.. Macem gimana badan mau dibikinnya, ramai laki-laki masa gerak gerik gitu. Malu. Hingga akhirnya rasa aneh itu terpaksa saya buang jauh-jauh; lah gimana olahraga itu kegiatan rutin HSSE koq masa HSSE nya nda mau olahraga.. Suami saya saja sampai heran, "Lha.. koq eva bisa semangat banget olahraga aerobiknya gitu..?" 😀😀 tuntutan pekerjaan pap... Disini saya terpapar kembali dengan kegiatan olahraga, tersadar kembali akan pentingnya kesehatan.. trus terbawa masuk ke dunia per-Gym-an sampai dengan hari ini. alhamduliiah... Donor DarahDonor darah pertama kali dalam seumur hidup saya ya disini.. agak takut-takut, takut oleng, pingsan atau apalah ya kan kalo kejadian bakal malluuuu seumur hidup... 😁😁 Pamitan Teman LawePertama kali saya datang ke Terminal Lawe-Lawe saya keliling sendirian -memperkenalkan diri- ke workshop2; sampai ada personil Lab yang memperhatikan dan heran kenapa saya keliling memperkenalkan diri sendiri. Yaa... aneh aja kan ya,, 😁😁untungnya saya orangnya tipe "ya sudahlah". Saya sempat ngebatin, waaah sedih banget mau pindah juga mesti pamitan sendiri. orang sana pasti juga nda peduli saya mau pindah atau tetap di Lawe. Orang punya kesibukan masing-masing. inilah yang saya pelajari juga dari kerja di Lapangan. Tapi ternyata, tetap lebih banyak orang yang baik sama saya di Lawe-Lawe. Terimakasih banyak..... Acara berkumpul makan bersama di Rec Hall setelah jam kerja, biasanya saat ada perpisahan.. termasuk mutasi seperti saya ini. Hari itu saya sedang di Fire Station, bersama Tim FERT. Trus ada request induction satu kompi kontraktor di Posko Security Main Gate. Jalan kaki ke Posko Main Gate ketemu Bapak-Bapak dari GS [Pak Wisnu, Pak Rusman dan Pak Syarifuddin] ini sedang istirahat.. Kata Pak Syarifuddin: "Bu, katanya mau pindah ya??? boleh foto nda bu,, Ibu mau saya ceritain ke cucu saya.. Kalau ada perempuan hebat yang kerja disini.. dll..dll" really means a lot tau Pak.. With pleasure... Beberapa chat yang sangat berarti buat saya: Terima kasih banyak atas support nya ya mbak. Baik di HSSE, CIP zona 10 dll .. Big loss for us, tapi ikut senang bisa lebih dekat dengan keluarga. That's all matters All the best _ have a great new chapter yaa .. 👍🏻😇🙏🏻🙌🏻 Jadinya rumbai mba? Wohooo congrats yaa balik ke homebase Proses tidak mengkhianati hasil mba Stay active ya nanti disana Halo mbaaa Selamat yaa, bisa mutasi ke WK Rokan So much closer to your family keep in touch yaa sampai berjumpa lg di Rokan mba, 3 tahun lg aku susul kesana 🤭 Makasih Ya Mba Maria Kenang kenangan ini yang di beri ke aq, buat orang banyak, selamat bertugas di tempat yang baru, sukses selalu dan sehat selalu bersama keluarga, Amin. Iyaa mba Mar … selamat yaa, doa keluarga yang terkabul Alhamdulillah, rejeki banget mba Mar Doa nya nembus langit selamat dan sukses yaa mba di tempat yang baru, saya minta maaf jika pernah pernah melakukan kesalahan baik lisan maupun perbuatan semoga di tempat baru bisa lebih berkarya lagi dan ilmu nya menjadi berkah buat keluarga, sukses mba Maria terima kasih banyak mbaa atas support di lapangan selama ini dan pembelajarannya🙏😊 sy merasa sedih bu, karena bu maria udh gk kerja di lawe lawe lagi Saya minta maaf kalau selama ini selama kenal mba ada tingkah lakuu saya sifat saya yang kurang berkenan di mba ... dan apa yanf sudah mba berikan apa yang sdah saya maka saya minta ridho dunia akhirat ya mba ... semoga mba dpat beradaptasi dan kembali bertemu dengan orang" baik disekitar mba .... aamiin 🤲🏻😁 btw selamat ya mbak🥳 semoga disana dipermudahkan, semakin sukses, bahagia, dan lancar-lancar semua urusannya mbaa, amin amin amin Serius pindah,Mbk Mariah Kalau gitu cuma bisa do'a🤲,Semangat Sukses dan selamat di tempat yang baru,jagan lupa sama rekan rekan,🙏🙏🙏🙏🙏 assalamualaikum mba maria. saya belum sempat ngucapin salam perpisahan karena ga sempat ketemu pas on duty😅 semoga sukses di tempat yang baru ya mba, semoga dilancarkan segala usaha-usahanya dan diberikan kesehatan untuk mba maria dan keluarga aamiin ya rabbal alamin🤲🏻☺️ Selamat ya, mba Maria... Alhamdulillah bisa bekerja deket dg keluarga Ekspresi rupa-rupaDimanapun, kapanpun, saya tidak pernah merasa kesepian atau sendiri. because I Have Me! 😀😀😀 What they don't know....Apa yang mungkin mereka tidak tahu tentang saya adalah.... Saya datang ke Lawe-Lawe pada saat saya terluka sangat sangat dalam. PHE Saved me. Pekerjaan remote, roaster, adalah tempat saya mencari perlindungan. Menurut saya saya berhasil menyembuhkan luka saya itu selama di Lawe-Lawe sehingga saya siap move on untuk challenge selanjutnya. And I'm so grateful for that. Thanks a bunch! Dalam salah satu konseling sambil menangis saya sampaikan bahwa, "akhirnya saya bisa kembali tertawa lepas.." Menurut banyak orang bekerja di Remote Area dengan waktu roaster, jauh dari keluarga adalah beban bagi seorang perempuan, Ibu, akan tetapi I found my happiness selama bekerja di Lawe-Lawe. Saya memiliki jarak, saya mempunyai banyak waktu menyendiri, merenung dan memikirkan semuanya, jauh dari kebisingan dan kesibukan rutinitas yang seakan tidak pernah berhenti. Saya kembali memikirkan dan mengutamakan "Diri Saya". Jadi, sebenarnya yang teman-teman Lawe curigain tentang saya bisa jadi ada benarnya. selamat yaa... Pernah ada yang bilang saya itu "lagi happy-happy nya" kerja, karena baru. "Show up", "ngejar sesuatu", "masih butuh validasi orang" dll, dll, yaa buat mereka mungkin begitu ya.. saya show up, caper, petakilan, whateverlah... They just don't know that I have been through the hell. Ya ini jawaban saya buat semua omongan itu. Emang. Saya sangat bersyukur diterima kerja di PHE. I am enjoying myself so much selama di Lawe. Sampai hari itu tiba. Perkataan diskriminasi pekerja perempuan dan penghinaan terhadap saya pribadi didepan publik itu telah menyentak saya - jauh lebih dalam dari yang mereka bisa pikirkan. Saya tidak menyangka bakal menerima hal seperti itu didepan publik. Perkataan itu sempat sangat mengecewakan saya beberapa lama. Sekian lama saya menyendiri dan mencari jawaban "why this happens to me?" Hingga akhirnya saya seolah mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam kepala saya, bahwa "tempat kamu bukan disini". Kejadian ini adalah cara Allah menunjukkan kasih sayangnya untuk sekali lagi mengingatkan saya, "tempat kamu bukan disini, tujuan kamu bukan disini". Deep down in my heart sebenarnya Saya menyadari bahwa hidup saya seperti membentuk pola, saya harusnya ingat kalau hidup itu tidak linear, roda itu berputar, ada happinees, ada sad, ada angry, dll selalu berputar bagaikan siklus. naik turun. As the saying goes, "these too will pass..." selalu aware, ingatlah bahwa saat kamu sedang merasa bahagia, selanjutnya adalah kejutan - cobaan - kesedihan yang akan segera kamu hadapi, pun sebaliknya, saat kamu merasa dalam kesempitan, kesedihan, mendapatkan cobaan, selanjutnya akan tiba giliran kamu menuai hasilnya, kebahagiaan, naik level, dan begitu seterusnya. Saat fase denial, saya berusaha kesana kemari mencari jalur pindah. pindah schedule, pindah lokasi, bahkan pindah region. Hingga 3 attempt yang menurut saya bakal terjadi semuanya gagal, beberapa alternatif usaha yang saya bisa usahakan semua menemui jalan buntu, bahkan hanya yang sesimple tukar schedule saja, tidak ada yang bersedia, bahkan malah memberikan ungkapan yang menyakiti hati saya. Saat itulah saya menyadari bahwa Lawe-Lawe bukanlah tempat untuk saya. No one's want to help me at that time. Saat saya bermasalah itu tabir seperti terbuka, bagi saya wajah-wajah asli semua orang seperti terlihat dengan jelas. But Now Here I am! Saya bisa dapatin apa yang saya mau! Terminal Lawe-Lawe will always be in my heart...
adios! Pada tanggal 24 September 2024, Perwira dari PT. Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) Zona 10 yaitu: Pak Eko Marwoto, saya, dan Mas Yandi Pramudita bersama SKK Migas ikut ambil bagian dalam Program Media Goes to School 2024 dengan sasaran sekolah SMK Negeri 4 Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Program Media Goes to School 2024 merupakan Program yang diinisiasi oleh Ikatan Jurnalis Benuo Taka (IJBT) dengan tujuan untuk meningkatkan literasi media pada kalangan pelajar di Kabupaten PPU. Tema Media Goes to School kali ini mengambil tema “Generasi Digital Lokal Kreatif dan Inovatif”, program ini memiliki tujuan untuk dapat membekali siswa dengan pemahaman mendalah mengenai pentingnya informasi yang akurat dan keterampilan literasi digital Program ini membekali pelajar dengan keterampilan media praktis, seperti membuat, menyuntungd an menyebarkan konten secara etis, sehingga generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi konsumen media informasi tetapi juga mampu memproduksi konten yang berkualitas. Program ini juga bertujuan untuk mencari bibit-bibit muda yang memiliki ketertarikan pada dunia jurnalistik. Kegiatan Media Goes to School ini merupakan agenda kedua yang sebelumnya diselenggarakan di SMK Negeri 2 Penajam Paser Utara pada 10-11 September 2024 lalu. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dari 24 hingga 25 September 2024, dihadiri oleh 50 peserta dari empat sekolah diantaranya SMKN 4 Waru, SMAN 2 PPU, SMAN 4 PPU, dan SMKN 3 PPU Pengenalan Industri Migas oleh Perwira PT PHKTMelalui Program Media Goes to School ini Perwira PT. PHKT mengenalkan Industri Migas kepada para pelajar SMK Negeri 4 Waru Kabupaten PPU tidak hanya kepada 50 peserta Program Media Goes to School akan tetapi atas permintaan khusus dari Pihak Sekolah, Perwira juga memberikan materi Keselamatan Kerja di Lingkungan Migas kepada Siswa Siswi SMK Negeri 4 Waru lainnya yang ada di tingkat akhir dan siap bekerja. Naah, di kegiatan ini kami mengisi 2 kelas dengan 3 topik berbeda. Kelas pertama adalah kelam dari Media Goes to School, dan kelas kedua adalah gabungan dari beberapa kelas khusus dari SMK Negeri 4 Waru. Sesi pertama di isi oleh Mas Yandi, in collaboration dengan Personil SKK Migas Sumbangsel dengan materi ringan terkait Industri Hulu Migas Pertamina. Mas Yandi menjelaskan dengan paparan ringan dan mudah dimengerti mengenai apa itu Pertamina, lingkup bisnis, Bahwa PT PHKT merupakan bagian dari Perusahaan besar Pertamina Hulu Energi yang merupakan grup dari pertamina Persero serta tidak terlewat juga diberikan video animasi bagaimana sih itu pemboran migas. Keselamatan Kerja di Lingkungan MigasSesi kedua diisi oleh saya, yang memberikan materi mengenai Keselamatan Kerja di Lingkungan Migas dengan Bahasa dan contoh-contoh yang dimengerti oleh para siswa. Pada sesi kali ini tentu saja sebagai seorang Perwira Perempuan, saya, menyelipkan motivasi semangat dan harapan pada para siswa siswi, terutama Siswi bahwa mereka, perempuan bisa menjadi apa saja yang mereka inginkan. Perempuan dari daerah juga harus bersemangat untuk berjuang dan bersaing demi masa depan yang lebih baik, serta untuk tidak takut untuk bermimpi setinggi mungkin. Diskusi interaktif dan tanya jawab dengan siswa memberikan saya insight bahwa ternyata kita memang perlu melakukan sosialisasi, berbagi dan sharing ke Sekolah-sekolah apalagi di Sekolah daerah dan kejuruan seperti SMK Negeri 4 Waru ini. Sebelum memulai sesi materi kami sempat berdiskusi dengan Ibu Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Waru dan muncul informasi bahwa Siswa Siswi seringkali abai dengan prosedur, APD dan disiplin. Sehingga ketiga point ini dapat saya langsung kaitkan dengan materi Keselamatan Kerja yang saya bawakan. Saya bersukur, ternyata beberapa program HSSE yang selama ini kami jalankan itu dapat juga dapat dijadikan insight bagi Sekolah. Sebagai contoh misalnya HSSE Golden Rules dan CLSR. HSSE Golden Rules Pertamina ini yang terdiri dari Patuh Intervensi dan Peduli dan beberapa point CLSR (Corporate Life Saving Rules), KARIB (Kajian Risiko Pribadi), Campaign HFIF (Hand Finger Injury), TEMAN (Tegur Jika Saya Tidak Aman) ini sangat relate untuk bisa di aplikasikan di Sekolah Kejuruan. Overview Fasilitas dan Proses Pengolahan Minyak di Terminal Lawe-LaweSesi ketiga Program Media Goes to School diisi oleh Pak Eko Marwoto, yang memberikan overview singkat mengenai fasilitas dan proses pengolahan minyak di Terminal Lawe-Lawe. Pak Eko juga memberikan semangat dan menginformasikan bahwa Pekerja di terminal Lawe-Lawe terdiri dari bermacam-macam keahlian, dari mulai Cleaning Service, pemotong rumput, petugas kebersihan, Katering, Mekanik, IT, Driver, Admin, Akuntansi, dll, yang juga menjadi bidang konsentarasi di SMK Negeri 4 Waru. Jadi para Siswa Siswi SMKN 4 Waru ini harus mau meningkatkan kemampuan diri untuk bersaing apabila ingin menjadi bagian dari Pertamina. Sesi Q&ABerdasarkan hasil tanya jawab dengan peserta, memang sasaran program Media Goes to School sangat sesuai dengan masalah yang ada di Masyarakat PPU, yaitu Literasi. Para Peserta yang merupakan Siswa Siswi Sekolah Menengah hampir tidak ada yang mengenal Pertamina, selain SPBU dan berjualan minyak. Meskipun berada dekat dengan fasilitas Terminal Lawe-Lawe, dan beberapa program CSR kami ada di Waru, ternyata Peserta masih belum menyadari bahwa ada Pertamina Grup sangat dekat daerah mereka, dimana di Terminal Lawe-Lawe saja terdapat 4 entitas perusahaan yang berbeda, yaitu PT. PHKT, PT. Pertamina RU V, PT KPB, PT KPI. Beberapa pertanyaan yang menarik bagi saya pribadi adalah dari satu orang siswi (buat saya menarik, karena typical dengan saya dimasa muda apabila mendapatkan kesempatan ada diacara seperti ini juga akan menanyakan hal yang sama) adalah pertanyaan tentang, “Bagaimana caranya agar kami bisa menjadi Perwira seperti Kakak?” dan.. tentusaja dengan senang hati saya mau memberikan tips dan trik nya. Jawaban saya untuk pertanyaan ini diantaranya adalah bahwa informasi akan lowongan pekerjaan dapat diakses di web Home | Pertamina/karir; hilangkan mindset “harus pakai orang dalam”;
Bahwa Adik-adik harus menyiapkan diri dari sekarang jika ingin menjadi Perwira, belajar, update informasi, rajin baca buku, excellent di Sekolah, dan yang terakhir, tentu saja bahwa persaingan di pertamina adalah dari Sabang ke Merauke – seluruh Indonesia, jadi jangan menajdi Siswa rata-rata. Motivasi diri, dengan setidaknya memiliki kata-kata khusus untuk memotivasi diri sendiri. Kalimat motivasi saya pribadi dari masa SMA adalah "AKU BISA. KARENA AKU HARUS BISA. DAN AKU PASTI BISA." Kalimat itu tertulis jelas di meja belajar saya, jadi setiap mulai melemah, terdistract, kalimat itu akan tidak sadar terbaca dan masuk ke alam bawah sadarku. Sisihkan uang, luangkan waktu untuk mengambil kursus-kursus / sertifikasi yang bisa membuat adik adik mempunya nilai tambah dibanding yang lain. Opening CIP Forum Presentasi Regional 3Balikpapan - PT Pertamina Hulu Indonesia menggelar ajang tahunan CIP FORUM Region 3 pada tanggal 28 – 31 Oktober 2024 bertempat di Hotel Novotel Balikpapan. Forum Sharing CIP merupakan suatu media berbagi pengetahuan yang dilakukan secara tatap muka atau daring oleh Pekerja untuk menampilkan hasil karya inovasi atau perbaikan dan dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat Kantor Pusat Subholding Upstream/Regional/Services/AP, Subholding Upstream, Korporat dan Nasional/lnternasional. CIP Forum Regional 3 ini merupakan yang ke-7 sejak pertama kali diadakan di Tahun 2018. CIP Forum di tahun ini mengangkat tema “Innovation Excellence Unleashing the Potential Through Collaboration for Sustainable Operations and Business Performance”. Opening ceremonial CIP Forum Regional 3 diawali dengan jargor CIP yaitu: “Insan mutu? Semangat hebat! Pertamina Jaya! Jaya!” Acara kemudian opening dilanjutkan dengan Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Anthem pertamina, pembacaan Doa, dan Laporan kegiatan oleh Bapak Irwan Hardiyanto. Bapak Hardian juga menyampaikan apreasiasi kepada Insan Mutu Region 3 atas pencapaian PHI sebagai BEST OF BEST di Forum APQA 2024 dengan 9 platinum dan 2 gold serta pencapaian GOLD dalam IACPCC di Beijing china. Setelah pembacaan janji juri yang dipimpin oleh Bapak Irwan Hardiyanto dan diikuti oleh seluruh juri CIP Forum Region 3, dengan total 21 tim juri dari lintas fungsi. Bapak Irwan Hardiyanto juga menyampaikan harapannya bahwa dengan adanya CIP memacu motivasi seluruh insan mutu untuk terus berinovasi, serta dari forum CIP ini nantinya akan didapatkan gugus-gugus terbaik untuk diikutkan dalam Upstream improvement and innovations award (UIIA) dan APQA SHU. Ibu Komisaris Utama PHI Ibu Meidawati yang membuka secara resmi rangkaian kegiatan CIP Forum Regional 3 menyampaikan insight bahwa FORUM CIP ini mengadaptasi metode KAIZEN dari Jepang dimana perubahan perbaikan yangg terus menerus dilakukan, tidak penting hasilnya akan tetapi dipentingkan adalah prosesnya. Dewan Komisaris juga menyampaikan harapannya agar semua Insan Mutu PHI selalu mengedepankan aspek HSSE serta ucapan “Selamat berinovasi, dan berikan ide-ide yang terbaik bagi perusahaan”. Ibu Meidawati juga memberikan petuah khusus terutama bagi Perwira Perempuan agar kuat dan menjadi orang hebat. Bahwa Pekerja perempuan, apabila sudah memilih berkarir maka berkarirlah dengan baik dan dengan professional sehingga akan menjadi bekal pada saat menduduki jabatan nantinya. Apabila ada kesempatan mengikuti assessment, jalanilah semua rangkaian test dengan benar, maksimal, bersungguh-sungguh dan jangan setengah- setengah. Serta jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang datang karena kesempatan tidak akan datang untuk kedua kali. Petuah khusus Ibu Mediawati dipungkas dengan kalimat "Jangan pernah menyerah”. Dirut PHI yang berhalangan hadir di pembukaan CIP Forum Region 3 menyampaikan pesan pada saat Town Hall Meeting Region 3 dengan mengucapkan: “Selamat berkompetisi kepada 67 gugus peserta CIP Forum Regional 3, Semoga Allah Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan rahmatnya sehingga kita dapat menjalankan tugas dengan baik”. Pada saat Closing CIP Forum dilaporkan Total terdapat 67 gugus yang ikut serta dalam ajang CIP Forum Region 3 dan terbagi dalam 5 Stream yaitu stream Innovations, Excellence, Collaboration, Sustainability dan Culture. CIP Forum ini bertujuan selain sebagai sarana untuk sharing knowledge juga untuk sharing best practice. Kategori yang diberikan semata hanya berdasarkan kriteria CIP, bukan memberikan bagus tidaknya atau lemah unggulnya suatu inovasi. Gugus CIP yang lolos hingga ke CIP Forum Regional 3 setidaknya sudah melalui beberapa proses tahapan seleksi sebagai berikut:
CIP Forum Presentasi Regional 3Dari total 67 Gugus peserta CIP Forum Presentasi Regional 3, Zona 10 mengirimkan 15 Gugus terbaiknya, dan diantaranya terdapat 2 (dua) Gugus yang berasal dari Terminal Lawe-Lawe, yaitu Gugus RT Prove Profesor dan Gugus PC Prove Rektor Presensi Wisuda, dimana saya tergabung menjadi Sekretaris Gugus Rektor Presensi Wisuda. Hari Pertama dan kedua Forum CIP Regional 3 PHI 2024 adalah kegiatan Presentasi Gugus. PC-Prove REKTOR PRESENSI WISUDA masuk dalam kelompok Stream 1- Innovations Bersama dengan 12 Gugus Lainnya. Bapak Dekky Sunggono bertindak sebagai Koordinator Stream dengan Tim dewan juri: Juri 1 – Bapak Irwan Hardiyanto (Ass. Manager QM – Regional 3) Juri 2 - Bapak Puput Andreadi (Sr. Analyst QM SHU) Juri 3 - Bapak Agus Susanto (Manager Marketing PDC) Juri Value Creation - Bapak Muhammad Salman (Sr. Engineer Surface facilities Planning – Reg 3) Pada saat presentasi, setiap Gugus menunjukkan kehandalanan inovasi masing-masing dengan memadukan materi presentasi, metode penyajian presentasi yang kreatif dan bervariasi, dari mulai model serius, jungle story telling ala Simba, ala samurai, Yel-yel penyanyi grup ala JKT48 dan masih banyak lagi kreativitas peserta Gugus, kemudian ditambah lagi dengan tambahan bermacam mode simulasi alat dan hasil inovasi yang diperagakan setiap Gugus kepada dewan Juri dan Peserta Stream. Closing & Awarding CeremonyHari ketiga Forum CIP Regional 3 PHI 2024 di siang hari adalah kegiatan Pleno Juri All Stream, sedangkan kegiatan bebas bagi para peserta gugus, dilanjutkan dengan Awarding dan Closing Forum CIP Regional 3 PHI 2024 di malam harinya dengan tambahan award di tahun ini adalah Best performance presentation; Best costume; Best time presentation; dan Best preparation. Alhamdulillah kedua Gugus dari Terminal Lawe-Lawe yaitu RT-PROVE PROFESOR dan Gugus PC-PROVE REKTOR PRESENSI WISUDA meraih Gold Award di ajang CIP Forum Region 3 Tahun 2024 ini, dengan tambahan the Best Performance untuk Gugus RT-PROVE PROFESOR. Sekilas mengenai PC-PROVE REKTOR PRESENSI WISUDAInovasi PC PROVE REKTOR PRESENSI WISUDA muncul setelah hasil internal assessment dari Tim Terminal Lawe-Lawe terkait aspek keselamatan yang perlu dimonitoring secara kontinu pada Tangki timbun minyak bumi di Terminal Lawe-Lawe sesuai panduan dari PERTAMINA Persero Memo Direktur Logistik & Infrastruktur Pertamina Persero No062R000000002021SO; SP Direktorat Pengembangan Produksi SHU No. Prin-004PHE20002021-SO SHU; serta hasil Self-assessment Tanki Timbun yang menunjukkan adanya beberapa gap yang harus dipenuhi yaitu: Adapun Potensi Kerugian apabila permasalah ini tidak ditangani adalah sebesar Rp. 942.778.375.131, - dengan tetap menggunakan metode konvensional; Kerugian Riil Man Hours sebesar 2.190 Hours / Rp. 248.024.070, -; Kerugian Riil Fuel sebesar 241.04 liter / Rp 5.565.213,-; sehingga Total Kerugian Rp. 944.735.806.187, - Untuk mengatasi gap permasalahan tersebut, dilakukan perbandingan tiga opsi solusi berbeda. Opsi pertama adalah metode konvensional. Kita bisa menggunakan spare part lama yang ada yang merupakan opsi dengan biaya paling rendah, yaitu sekitar Rp 75 juta. Tetapi masalahnya adalah solusi ini tidak efektif. Karena spare part yang digunakan sudah usang sehingga tidak akan menyelesaikan permasalahan secara tuntas. Opsi kedua adalah modifikasi oleh pihak ketiga. Opsi ini sebenarnya lebih komprehensif akan tetapi biaya yang harus dikeluarkan sangat tinggi, sekitar Rp 25 miliar. Selain itu, durasi pengerjaannya mencapai 19 bulan. Sehingga dengan biaya besar dan durasi pengerjaan yang lama, opsi ini menjadi tidak ideal.“ Opsi terakhir adalah integrasi antara REKTOR (Radar Pole & Reflektor), PRESENSI (Protection Rim Seal Using Extended Nitrogen Surpresion), dan WISUDA (Wireless UHF Data). Total biaya yang dibutuhkan Rp 7,7 miliar, dan waktu pengerjaannya hanya 12 bulan. Opsi terakhir ini lebih murah, dan durasi pengerjaan lebih cepat sehingga dipilih menjadi solusi yang terbaik. Invensi REKTOR (Radar Pole & Reflector) adalah Invensi dengan menggunakan radar yang dipasang di atas dinding tangki timbun minyak mentah dengan rancangan pole dan reflector yang ditempatkan di atas floating roof untuk memantau level cairan. Walaupun tangki di Lawe ini adalah tipe tangki tipe floating roof tanpa stilling well sehingga invensi ini tidak memerlukan modifikasi pipa stilling well pada tangki. Gelombang elektromagnetik akan mengukur secara tidak langsung level cairan dalam tangki lewat pergerakan floating roof. Teknologi ini akan menggantikan pengukuran manual yang sebelumnya dilakukan oleh operator. Invensi PRESENSI (Protection Rim Seal using Extended Nitrogen Suppression) merupakan Sistem yang bertujuan untuk memproteksi rim seal (segel tepi) dari tangki timbun. Ketika terjadi kebakaran di sekitar rim seal, nitrogen ini akan menekan foam secara cepat dan efektif. Invensi ini meningkatkan keselamatan dengan mempercepat respons terhadap potensi kebakaran, sekaligus mengurangi keterlibatan dari teknisi untuk pengisian tanpa menggunakan crane dan manual handling dimana pengisian nitrogen cukup dari bawah tangki menggunakan pompa tekanan tinggi. Sedangkan invesi WISUDA (Wireless UHF Data) merupakan Sistem yang memungkinkan pemantauan data operasional tangki seperti level cairan, suhu, tekanan, dan kondisi rim seal fire protection secara nirkabel menggunakan teknologi UHF. Dengan WISUDA, data dari tangki dapat diakses secara real-time dari Control Room, sehingga mengurangi kebutuhan inspeksi manual dan meningkatkan efisiensi operasional. DefinisiSKKNI [Standar kompetensi Kerja Nasional indonesia] Rumusan Kemampuan Kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan. Uji Kompetensi Merupakan proses penilaian baik teknis maupun non teknis melalui pengumpulan bukti yang relevan untuk menentukan seseorang kompeten atau belum kompeten pada suatu unit kompetensi atau kualifikasi tertentu Sertifikasi Kompetensi kerja Proses pemberian sertifikat kompetensi secara sistematis dan objektif melalui uji kompetensi sesuai SKKNI, standar Internasional dan/atau Standar Kompetensi Kerja Khusus
Bentuk ujian: Test Tertulis, verifikasi portofolio/observasi, wawancara Dasar Hukum
Definisi Limbah B3 dan Non B3Kategori Limbah B3 dan Non B3Prinsip Pengelolaan LimbahPengelolaan Limbah Non B3 di Terminal Lawe-LaweTrus, kalau ada yang tanya,, seperti apa sih pengelolaan limbah di Terminal Lawe-Lawe? Naah.. Terminal Lawe-Lawe, secara organisasi Zona 10 masuk kedalam lingkup DOBS (Daerah Operasi Bagian Selatan). DOBS ini memiliki beberapa program unggulan untuk pengurangan dan pemanfaatan limbah non B3, yaitu: Program PLATINUMInisiatif untuk mengurangi timbulan sampah plastik melalui penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) tersebut dituangkan dalam program PLATINUM (Penggantian Botol Minum menjadi Tumbler) melalui pengadaan air galon (19 L) dan tumbler di berbagai area PHKT DOBS untuk meminimalisir konsumsi air minum kemasan botol plastik ukuran 600 ml. Program BULAT (Budidaya Lalat)
Program COMPLI DAILY (Compostable Plastics for Daily)Program COMPLY DAILY mengajak seluruh pekerja dan mitra kerja PHKT DOBS untuk senantiasa mengurangi penggunaan plastik polimer. Perusahaan mengganti seluruh kantong plastik dengan menggunakan compostable plastics. Plastik ini terbuat dari bahan organik seperti sari pati singkong sehingga memiliki sifat yang compostable. Dengan program COMPLI DAILY, perusahaan juga membatasi pemberian plastik kepada karyawan dengan tidak lagi memberikan plastik secara cuma-cuma jika barang yang akan dibawa masih bisa tertangani tanpa wadah. Dengan program ini, tidak hanya penggunaan plastik saja yang berkurang, namun terdapat pula pengurangan jam operasional insinerator yang menyebabkan berkurangnya beban emisi yang keluar. Program KRABSTICK (Krayon Ramah Lingkungan)Timbulan sampah plastik AMDK adalah jenis sampah plastik yang penggunaannya cukup banyak digunakan oleh karwayan maupun saat ada tamu berkunjung. Hal ini menjadi trigger Tim internal Terminal Lawe-Lawe untuk melakukan studi pengelolaan dan pemanfaatan sampah plastik AMDK. Tim PHKT DOBS memilih sampah plastik dengan kode 5 PP karena sudah terindikasi BPA-free dimana kandungannya telah aman dari zat Bisphenol A, yaitu zat aditif yang dapat merangsang pertumbuhan sel kanker. Pemilihan sampah plastik ini tentunya supaya lebih aman bagi kesehatan. Adapun tahapan program KRABSTIK yaitu pertama melakukan segregasi sampah plastik AMDK dengan kode 5 PP dari sampah domestik lainnya. Selanjutnya dilakukan pembersihan dan pemotongan plastik menjadi potongan kecil agar memudahkan saat destilasi berlangsung untuk mendapatkan residu (wax). Residu (wax) yang didapatkan lalu didinginkan dan dihancurkan menggunakan blender hingga halus. Wax yang sudah halus dicampurkan dengan komposisi krayon lainnya yaitu beeswax, parafin dan pewarna plastik. Pencampuran dilakukan dengan cara melarutkan seluruh komposisi saat suhu tinggi (kondisi panas), lalu dimasukkan dalam cetakan krayon. Setelah kondisi dingin, krayon siap digunakan. Krayon ini dimanfaatkan sebagai salah satu produk UMKM Desa Binaan. Tidak hanya itu, PHKT DOBS juga mengadakan pembagian produk krayon tersebut ke sekolah TK di sekitar Perusahaan. Program U-GREEN (Used Cooking Oil Recycling for Environmental and Energy Needs)Salah satu fasilitas yang terdapat di Terminal Lawe-Lawe dalam memenuhi kebutuhan pekerja adalah fasilitas dapur atau catering. Kegiatan menyajikan makanan dari fasilitas ini menghasilkan limbah non B3, dimana salah satunya adalah bekas minyak goreng atau lebih dikenal dengan minyak jelantah. Minyak jelantah adalah minyak yang telah digunakan lebih dari dua atau tiga kali penggorengan, dan dikategorikan sebagai limbah karena dapat merusak lingkungan dan dapat menimbulkan sejumlah penyakit. Pada proses catering di Terminal Lawe-Lawe, limbah minyak jelantah yang dihasilkan dapat mencapai 200 L per bulan. Tim internal PHKT DOBS melihat adanya peluang pemanfaatan minyak jelantah melalui program U-GREEN (Used Cooking Oil Recycling for Environmental and Energy Needs). Proses penggunaan minyak jelantah sebagai biofuel sendiri membutuhkan tambahan perlakuan yaitu dengan memanfaatkan blower sebagai pemanas. Program BASWARA (Batako Swakarya Ramah Lingkungan)Kegiatan bisnis inti PT. PHKT selaku perusahaan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi salah satunya adalah drilling. Dalam proses drilling, terdapat dua jenis material yang digunakan sebagai media untuk mempertahankan stabilitas dinding bor serta juga berfungsi untuk menjaga suhu pipa sumur saat proses drilling berlangsung. Salah satu material yang digunakan dalam proses ini adalah WBM (Water Based Mud). Bahan sintetik yang berbahan dasar air ini diinjeksikan ke dalam sumur selama proses drilling berlangsung yang bertujuan untuk membantu pengangkatan cutting (serpihan batuan). WBM yang keluar kemudian diolah kembali untuk memisahkan cutting dengan WBM itu sendiri. WBM yang masih layak pakai akan diinjeksikan kembali ke dalam sumur sedangkan untuk WBM yang tidak layak guna akan dibawa ke darat untuk proses disposal. Setelah melakukan analisa due diligent internal perusahaan, didapatkan hasil bahwa WBM yang dihasilkan Perusahaan, salah satunya berasal dari STA Field, menurut uji TCLP PP 101/2014 Lampiran V, Uji Total Konsentrasi, Uji Total Petroleum Hydrocarbon, LC50 dan LD50 adalah termasuk LNB3 sesuai dengan pengujian yang dilakukan pada 27 Juli 2020 dengan nomor sertifikat 35506/DBBPAN Laboratorium PT Sucofindo. Dengan kondisi tekstur WBM yang menyerupai tanah berpasir, PHKT DOBS memanfaatkan limbah WBM tersebut sebagai bahan dasar bangunan melalui proses solidifikasi WBM sehingga memiliki nilai jual dan nilai material yang dapat termanfaatkan. Hasil proses solidifikasi tersebut yaitu salah satunya adalah batako melalui program BASWARA (Batako Swakarya Ramah Lingkungan). Program BULATIH (Budidaya Lalat Tentara Hitam)Program BULATIH (Budidaya Lalat Tentara Hitam) merupakah pengembangan dari Program BULAT yang telah diimplementasikan oleh internal PHKT DOBS. Program BULATIH ini merupakan salah satu program CSR. Melalui program ini, PHKT DOBS membina sebanyak 3 kelompok penerima manfaat yaitu HIMPULI, Hidayatullah, dan Kelompok Magot Lestari Tj. Tunan yang memiliki latar belakang permasalahan timbulan sampah organik. Program BULATIH merupakan replikasi program pengelolaan sampah organik melalui metode biokonversi sampah organik dengan memanfaatan lalat tentara hitam (Black Soldier Fly/BSF/Hermetia illucens). Program BALADEWA (Bata Lawe dari Water Based Mud)Program Baladewa ini merupakan pengembangan dari program Baswara. PHKT DOBS bekerjasama dengan pengrajin bata merah skala rumahan yang terletak di Kel. Petung, Kec. Penajam, Kab. Penajam Paser Utara untuk pemanfaatan WBM sebanyak 8,80 Ton pada tahun 2022. Kerjasama ini memberikan keuntungan bagi pengrajin bata merah secara ekonomi dari biaya pembuatan batu bata sebesar Rp 4.800.000,-. Batu bata yang telah selesai diproduksi, diberikan kepada masyarakat yang ada di Desa Kampung Baru, Desa Babulu Laut, Desa Labangka Barat, dan Desa Sebakung. Pemberian batu bata kepada masyarakat Desa Kampung Baru digunakan untuk pembangunan bak sampah dalam rangka mendukung desa tersebut pada Lomba PROKLIM (Program Kampung Iklim) Tahun 2022. Pemberian batu bata kepada masyarakat Desa Babulu Laut dan Labangka Barat digunakan untuk pembangunan bak sampah terpusat. Dan batu bata yang disalurkan kepada masyarakat Desa Sebakung digunakan sebagai bahan bangunan rumah manggot dalam rangka mendukung program budidaya lalat. Program SEDEKAH SAMPAHMerupakan program rutin yang dilakukan di Terminal Lawe-Lawe. Implementasi program berupa pemberian sampah yang telah tersegregasi dari Terminal Lawe-Lawe kepada Bank Sampah Kelompok Binaan PHKT DOBS yaitu Bank Sampah Anggrek. Program ini merupakan upaya pengelolaan limbah non B3 melalui pemberdayaan masyarakat setempat melalui pemanfaatan kembali sampah umumnya berupa sampah kardus atau plastik. Selain pemberian sampah yang telah tersegregasi tersebut, juga dilakukan sosialisasi mengenai pengelolaan limbah non B3 dan pelatihan pemanfaatan limbah non B3 kepada kelompok binaan Bank Sampah Anggrek. "Membangun Generasi, menginspirasi, dan Berbagi"Pertamina Energi Negeri (PEN) Adalah salah satu Program Sosial yang diinisiasi oleh Pertamina Peduli, ONE Pertamina dan Agent of Change Pertamina dibawah naungan Direktorat SDM dan Corporate Secretary yang berfokus untuk memberikan edukasi dan motivasi kepada anak–anak diberbagai wilayah di Indonesia. Pertamina Energi Negeri merupakan kegiatan kesukarelawanan yang diinisiasi secara murni oleh Pekerja-pekerja Pertamina. Program ini pertama kali dilaksanakan di 10 Sekolah dasar di Wilayah Jakarta pada tanggal 22 Februari 2016 dan 29 Februari 2016, dengan jumlah relawan sebanyak 129 pekerja Pertamina sebagai relawan pengajar dan dokumentasi yang menginspirasi 3528 siswa. PEN Tahun ini sudah memasuki pelaksanaan yang ke-6 yang DIADAKAN LEBIH DARI 35 Kota di seluruh Indonesia dan mencakup hingga 70 sekolah Dasar, merupakan rangkaian dari HUT Pertamina ke-66. Mengusung tema NAWASENA yang memiliki arti “Masa Depan Yang Cerah” penuh harapan dengan membaca membuka jendela dan wawasan dunia. Pertamina Energi Negeri 6.0 tahun 2023 memiliki harapan menjadi cakrawala penghubung dan pembangun mimpi melalui edukasi, motivasi dan memberikan inspirasi kepada anak-anak Indonesia untuk masa depan gemilang. Latar Belakang Kegiatan
Manfaat KegiatanBagi Perusahaan kolabolasi Komunitas Bergerak Pertamina dalam kegiatan PEN 6.0 akan memberikan nilai tambah ESG Pertamina khusunya terkait Employee Development, Community Engagement dan Impact for Sociecty . Sejalan Sustainable Development Goals (SDG’s), yang merupakan tujuan dari implementasi program – program Berbasis ESG Berkelanjutan di Pertamina sesuai arahan dari Kementrian BUMN yaitu, antara lain: [4] Quality Education [5] Gender Equality [7] Affordable & Clean Energy [10] Reduced Inequalities Naah.. Ngapain aja sih PEN-6 itu???Kebetulaan.. saya udah bergabung dalam Komunitas Bergerak dan Agent of Change [AoC] Pertamina, jadi sebelum info PEN-6 di broadcast saya sudah dapatin infonya di komunitas. Saya udah tau informasinya kapan dan pas dengan jadwal saya off duty. Jadi begitu dibroadcast saya langsung mendaftar sebagai fasilitator. Kenapa Fasilitator? lebih ke saya pribadi yang ingin mendapatkan exposure yang berbeda. Setidaknya saya sudah pernah menjadi pengajar, jadi pengen tau gimana sih rasanya jadi fasilitator, siapin ini itu agar kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan sesuai targetnya. Kick Off PEN-6 dilakukan pada tanggal 18 oktober 2023, saat saya sedang mengikuti training Oil Response Spill Level 2 di Jakarta, jadi tidak begitu konsen, dan juga terkejut saat nama saya terpampang sebagai Koordinator Lapangan Wilayah Pekanbaru. Lho kok saya? hahaha.. Anyway.. meskipun terpisahkan pulau, kami relawan Pekanbaru tetap bisa berkoordinasi internal dengan baik hingga Hari-H. dan setidaknya inilah yang kami lakukan: PersiapanPersiapan oleh panitia pusat, yang pertama adalah kegiatan kick off PEN-6 2023 pada tanggal 18 Oktober 2023, kemudian akan dilanjutkan dengan beberapa sesi upskilling mengenai viedogafi, fotografi, materi PEN dan metode pengajaran. Nah, di kickoff tersebut kita dijelaskan mengenai tugas masing-masing, setidaknya sebagai berikut: Fasilitator
Sedangkan untuk internal Pekanbaru, saya mengadakan beberapa kali koordinasi internal online MS teams, 1x saat di Lawe, 1x saat di Jakarta dn 1x di Pekanbaru. Koordinasi meeting pertama dengan internal Tim Pekanbaru sih saya awalnya meawarkan apakah ada yang mau gantian dengan saya jadi korlap di Pekanbaru, karena posisi saya di Kaltim. jadi 2 minggu on duty nda bisa deh bantu persiapan offline. Tapi, sepertinya nda ada yang berminat dapat tugas tambahan korlap, atau masih tidak terbiasa buat volunterism gitu, Sebenarnya ada dua concerns saya terkait korlap ini, yang pertama karena saya dari luar PHR, saya tentu saja tidak menguasai medan perang kan.,. hahah.. tapii.. concern ke dua,, saya pengen nih jalanin challenge ini. seru juga sekali dapat challenge mantap, kerjsaama dengan tim dari perusahaan lain, terpisah jarak, ga kenal sama sekali.. seru ya kaan.. dan yaa okelah koordinasi internal pertama saya sudah bawain konsep yang saya ajukan ke audience buat didiskusikan. Persiapan di SDN 32 Pekanbaru Kalau pengalaman mengajar sebelumnya, saya terima bersih saja.. semua sudah dikoordinasikan oleh Tim Environment & CDO PHKT, saya tinggal masuk kelas, trus ngajar. udah. perlengkapan, sovenir dkk dkk sudah beres. Naah kalau PEN-6 ini, semua full kami kerjain sendiri, relawan. Dari mulai pendanaan, pengadaan perlengkapan, materi, snack, sovenir dll dll. Ga sakit kepala sih, tapi memang diluar ekspektasi saya untuk donasinya, jadinya kami ngasih godie bag isi token n snack aja.. plus coklat. dan waktunya memang mepet banget, sekitar 2 minggu jadi untuk donasi dll. truuuss.. berhubung saya jadi Korlap, saya mesti mikirin gimana caranya di 4 lokasi sekolah ini kegiatan tetap berjalan, dengan sama gitu. Kalau mau nalangin buat satu sekolah tempatku aja sih, oke aja, tapi karena mesti bawa 4 sekolah, ya nda bisa begitu,, Persiapan di SDN 08 Pekanbaru Persiapan onsite dilakukan konvoi 3 SD di Rumbai, karena 1 SD lainnya ada di Duri. Konvoinya sekalian kita lihat lokasi, pasang spanduk, back drop dll perlengkapan untuk kegiatan di setiap sekolah, dan seterusnya hingga sampailah ke hari-H pelaksanaan. PelaksanaanUpacara Bendera Pelaksanaan PEN-6 itu di hari Senin, konsep saya awal di upacara itu bisa di take pake drone kan.. eeh, saya ga dapat kabar tentang drone nya gimana. jadinya ya apaadanya pake kamera HP aja. Kami ikut upacara, dan diminta jadi Pembina Upacara, mas Andri Perdana jadi Pembina bacain Pancasila, kasih pesan-pesan, dll. ini adalah upacara bendera ke-2 saya sejak bergabung dengan Pertamina. terakhir upacara kayaknya jaman kuliah, upacara ospek FKM dulu. hahaha. Kami berbaris di barisan guru, dan saya mengamati anak-anak kecil pada berbaris rapi, dan mulai menggeliat tidak tenang.. hahhaha.. kasian anak-anak kecil mesti berdiri diam 30 menitan lebih. Saya bayangin gimana Mba Nay sama Dek Faqih itu besok kalau SD.. Jaman SMA saya aja dulu, saya suka jadi petugas PKS jaga diubelakang barisan upacara, karena males baris dibarisan upacara tuh; diam aja ga ngapa-ngapain, bosssaaaannn... Trus,, kesan saya saat upacara ini, anak2 dengan antusias mendatangi kami semua dan salaman deeh,, macem sama cik gu... haha.. pada berani pula ngajak kenalan, tanya ini itu.. good lah anak-anak SDN 08 Pekanbaru.. Awal yang baik dek.. Masa depan cerah dek, insya Allah.. Selesai ber-upacara ria, kami mulai masuk ke aula untuk bersiap mengadakan acara. btw, diaula jadinya anak2 dari 2 kelas terlihat sedikit ternyata.. hahaha.. dan ribut banget.. berisik... hahaha.. Ga kebayang deh gimana anak-anak yang belajar dikelas keganggunya sama kegiatan kami di aula yang pake mik sound system dan berisik heboh gitu.. hahaha.. Trus, mungkin kalau saya yang jadi pengajar, bakalan kurang seru deh, jadinya saya nyerah. mantau-mantau aja sama jadi tukang poto-poto. Karena areanya luas dan sepertinya diluar jangkauan saya. Apalagi puanaasss banget ya ampyuuun... baru mulai materi aja saya dah bolak balik ke kamar mandi ganti baju dalam FRC saya.. hahaha. Materi: AKHLAK, Pengenalan Pertamina, dan Motivasi Pemberian materi PEN-6 kami bungkus dengan tema sedikit papra, studi kasus dan games, dan seru! Anak-anaknya oke, semangat dan fokus. Games ada beberapa jenis games yang diberikan oleh tim pengajar, dan oke banget. Saya aja terkesima. hahaha.. kalau saya jadi pengajar, mungkin udah habis suara saya.. hahahaha.. Waah seru banget deh pokoknya.. Saya pribadi suka ikut-ikutan kegiatan volunterism. dan baru bisa terlaksana ikut kegiatan ini itu saat saya udah di posisi rotator, kerja on off. kalau kerja full time mana bisaa... Saya suka lihat antusias anak-anak, dan juga para relawan, wah coba deh, para relawan meluangkan waktu, tenaga, pikiran, dana, buat kegiatan volunteerism ini.. keren deh pokoknya.. Penutupan - ClosingFinally, ada awal juga akan ada ending. Kegiatan yang di persiapkan 2 minggu ini berakhir hanya dalam hitungan jam. Keseruannya masih terasa hingga sekarang. dan berhubung saya tidak pandai berbasa basi, penutupan kegiatan PEN-6 di Pekanbaru dilakukan di RM Ayam Goreng Suharti, makan bersama pakai dana sisa kegiatan - yang nda akan cukup kalau dibuat isi godie bag semua siswa siswi di 4 sekolah. Untuk teman-teman relawan Pekanbaru, thank you for having me... Terimakasih sudah menerima saya yang dari Region 3 buat jadi Koordinator Lapangan di Region 1 ini, dapat berkerjasama dengan baik hingga terlaksananya kegiatan ini. dan tentu saja dengan segala kekurangan, kesalahan yang tidak disengaja, saya mohon maaf.. semoga dilain kesempatan kita bisa berkerjsama lagi.. Saya bangga bisa berkerja sama dengan rekan-rekan semua... Sayonara.. Terminal Lawe-Lawe, 29 Juni 2023 Kali pertama saya berlebaran di Field, masjid An Nur Desa Girimukti, Penajam Paser Utara. Perkenalkan, nama saya Maria Ulfah. Saya adalah seorang Ibu dari 3 anak yang berdomisili di Pekanbaru. Saya adalah Perwira baru di Pertamina Hulu Energi, saya bergabung dari rekrutmen experienced hire Pertamina Hulu Eenergi 2022 batch 1 , dan on board Desember 2022. Saat ini masuk trip ke 8 saya bekerja roaster untuk Pertamina Hulu Energi, sebagai HSSE Officer di Terminal Lawe-Lawe, Zona 10 Pertamina Hulu Kalimantan Timur. Untuk mencapai tempat tugas saya di Terminal Lawe-lawe saya harus menempuh 2x flight Pekanbaru-Jakarta Balikpapan, dilanjutkan perjalanan darat dari Balikpapan ke Pelabuhan PTK Somber, kemudian perjalanan dengan jetty selama 30 menit, dan perjalanan darat lagi dari pelabuhan ke Terminal. Kegiatan rutin saya sebagai HSSE OfficerPada trip ini saya berangkat H-1 lebaran Idul Adha, di saat yang lain memulai hari cuti bersama, kami para pekerja rotator di field tetap bertugas demi menjaga kedaulatan energy di Negara Tercinta Indonesia. Sebagai seorang HSSE officer di lapangan, saya akan memulai aktifitas dari jam 4 pagi. Terbangun karena alarm, sholat subuh, bersiap-siap, mandi, dan sarapan. Jam 6 pagi berjalan ke kantor, log in komputer dan email, tulis target to do list di hari ini, minggu ini, trip ini. Sekitar jam 6.30 saya akan keluar dengan APD lengkap, dan bergabung ke Toolbox meeting teman-teman di workshop secara bergiliran hampir setiap hari. Di Terminal Lawe-Lawe ini, setidaknya saya bagi menjadi 10 kelompok tim yaitu: (1) Process & production, (2) Maintenance, (3) Construction & Project, (4) Operation Support, (5) General Services, (6) FERT, (7) Security, (8) Mess Hall/Kitchen, (9) First Aid Station, dan (10) Main office. Selama beberapa bulan ini, saya lebih fokus ke area 5 workshop (1) Process & production, (2) Maintenance, (3) Construction & Project, (4) Operation Support, dan (5) General Services. Saya bergabung dalam toolbox meeting, datang melakukan inspeksi HSSE dan diskusi, mengamati pekerjaan mereka dan setidaknya secara general saya kemudian akan mendapatkan PR, gap apa yang ingin saya isi dan perlu melakukan improvement. Dalam pengamatan saya sejauh ini, saya mengidentifikasi gap yang ada menjadi beberapa point: personal target saya sebagai pribadi, ageing fasilitas, tipe personality pekerja dan system. Sebagai anak baru, dalam Toolbox meeting inilah saya mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan diri saya, juga mengenal Tim dan anggota tim tempat saya bekerja saat ini. Saya perlu mengenal terlebih dahulu, untuk dapat mengetahui gap yang ada dan tentu saja kontribusi apa yang dapat saya berikan disini. Dari toolbox meeting tersebut juga didapatkan informasi mengenai pekerjaan apa yang akan dilakukan di hari itu, risiko pekerjaan apa saja yang mungkin ditimbulkan, bagaimana mitigasi yang perlu dilakukan, serta persiapan apa saja yang sudah dilakukan. Di tiga bulan awal yang menjadi challenge prioritas saya adalah bahwa tentu saja saya memiliki banyak sekali hal yang harus saya pelajari dan ketahui, mulai dari proses bisnis perusahaan, sistem yang sendang berjalan, bahkan sampai ke kebiasaan dan local rules. Saya perlu secepatnya mendapatkan gambaran mengenai bagaimana system yang berjalan; standard apa yang diberlakukan; apa yang sudah dilakukan; bagaimana level safety awareness disini; bagaimana dukungan dalam hal HSSE yang diberikan perusahaan; bagaimana safety leadership yang ada; bagaimana status compliance terhadap aspek K3LLnya; bagaimana teknik pengendalian dokumennya; kompetensi; training; complain; follow up; dan banyak sekali yang berkecamuk dalam kepala saya yang ingin saya dapatkan informasinya. Selain poin personal target diatas juga ada tantangan besar yang tidak dapat dihindari dari segi fasilitas. Field Terminal Lawe-Lawe ini merupakan fasilitas yang sudah mature, sudah tua dan perlu maintenance serta peremajaan. Mature tidak hanya dari segi fasilitas besarnya, tapi unit-unit yang ada didalamnya juga sudah sangat mature, misalkan dari unit heavy equipment. Secara kompetensi, pekerja di lapangan kami tidak diragukan lagi. Mereka kompeten melakukan pekerjaan mereka masing-masing, yang dapat dibuktikan on paper dan praktek selama melaksanakan pekerjaan. Diluar dari segi kompetensi personil tersebut, saya mengamati, dari sudut pandang saya, bahwa tentu saja terdapat banyak jenis tipe personality pekerja. Ada yang antusias, aktif, supportif, kreatif, cenderung mendominasi, pasif, pesimis, permisif, nrimo, cuek, over confidence, ignorant, standar, dan santai. Kemudian, dari pengamatan personal tersebut challenge saya selanjutnya adalah (1) bagaimana membuat orang-orang yang highly competent tetap antusias dan termotivasi untuk terlibat aktif dalam HSSE culture di lawe, dapat menjadi contoh safety culture yang baik, dan tentu saja tidak kecewa atau terdemotivasi atas gap yang dihadapi. (2) tantangan kedua dari sisi personality ini adalah bagaimana menarik pekerja yang pasif, nrimo, cuek, atau berawareness kurang tentang safety culture agar tertarik dan ikut serta mengikuti program-program safety culture Perusahaan. Selanjutnya tantangan yang sulit bagi saya adalah (3) bagaimana membuat orang-orang yang ignorance, tidak peduli dan pesimistis untuk setidaknya berubah mindsetnya. Selanjutnya adalah dari sisi system. Saya teringat kembali semasa saya interview tahun lalu, saya bercerita secara umum mengenai HSSE dari semua industri tempat saya bekerja sebelumnya, dan proses interview berjalan, hingga sampailah pada point kalau saya mungkin menguasai sistem Quality Health Safety & Environment, tapi belum untuk teknikal safety di oil and gas. Sehingga saya perlu belajar di front liner di lapangan. Hal tersebut satu frekuensi dengan prinsip saya pribadi, saya hampir selalu menganggap segala sesuatu yang saya alami adalah proses pembelajaran. Lalu, apa hubungannya dengan tulisan saya ini? Sistem. Hierarki Perusahaan sangat berjenjang. Dari Lapangan Terminal Lawe-Lawe à PHKT à Zona 10 à Regional 3 PHI à Sub Holding Upstream PHE à Pertamina Persero. Serta, tidak dipungkiri bahwa PHKT – Terminal Lawe-Lawe adalah mantan KKS operator sebelumnya yang kemudian bergabung dengan Pertamina pada tahun 2018. Perjalanan harmonisasi antara aturan operator sebelumnya, aturan Zona 10, aturan Region, aturan Sub Holding bahkan Persero, merupakan challenge lain dari organisasi besar Pertamina yang diluar lingkup pekerjaan saya sebagai HSSE Officer. Saya juga mengamati bahwa di lapangan kami terdapat beberapa praktek yang berbeda antara satu tim dengan lainnya, bahkan dalam satu tim, antara satu pekerja dengan pekerja lainnya. Terdapat beberapa point klausul dalam Sistem Manajemen K3LL sepertinya terlewat, tidak dilakukan, ada dilakukan tetapi tidak terkontrol, atau tidak terstandar. Secara Kompetensi sangat mumpuni, tetapi masih perlu diperbaiki di sistem dan pengendalian. Sebagai contoh saja, dalam pengendalian dokumen, Pedoman, tatakerja / prosedur, Instruksi kerja, dokumentasi, sangat beragam. Setidaknya perlu ada dedicated position agar informasi, standar, prosedur, atau apapun itu dapat terkendali, traceable dan dapat satu pintu satu jawaban yang sama. Mengutip dari pendekatan pembelajaran yang dikatakan oleh Elon Musk: “Penting untuk melihat pengetahuan sebagai semacam pohon semantic – Pastikan anda memahami prinsip-prinsip dasar, yaitu batang dan cabang besar, sebelum Anda masuk ke dedaunan dan detilnya” Saya merasa beruntung sudah dididik untuk mempunyai pengetahuan QHSE secara sistematis terlebih dahulu, sehingga dapat mengimplementasikan dalam pekerjaan sesuai dengan apa yang system persyaratkan. Dalam system/standard ISO 9001, 14001, ISO 45001, OHSAS ataupun SMK3 tidak mempersyaratkan detail teknis pelaksanaan, akan tetapi persyaratan yang harus dipenuhi, caranya bagaimana diserahkan pada organisasi. Sehingga pada implementasi di lapangan memang dapat berbeda antara satu organisasi dengan organisasi lainnya, tetapi mempunyai tujuan yang dipersyaratkan dalam sistem. Nah, pengetahuan akan sistem itu yang menurut saya belum merata dimiliki oleh pekerja. Jadi, terkadang toolsnya sudah ada tetapi kurang tepat sasaran, atau bahkan tidak mengenai sasaran. Tujuan apa yang ingin didapat, apa yang dipersyaratkan oleh sistem/standar itu belum dapat dikenai dengan tepat. Sayangnya lagi pada saat krusial seperti audit misalnya, terkadang pekerja tidak dapat menjelaskan dengan baik, bahkan terkesan tidak tahu menahu akan hal tersebut. Padahal sebenarnya adalah kita sudah melakukan, hanya saja istilah/nama berbeda, dan ada beberapa poin perlu disempurnakan agar tadi ‘tepat sasaran’ menjawab apa yang dipersyaratkan oleh sistem. Terminal Lawe-Lawe dalam Komunitas Masyarakat sekitarSebagai seorang mantan Environmental Specialist, saya mendapatkan perbedaan di sisi Environmental antara pekerjaan-pekerjaan saya sebelumnya dan saat sekarang, di Terminal Lawe. Sebelum bekerja untuk Pertamina, kegiatan saya lebih ke Environmental compliance dari mulai desain sistem agar memenuhi persyaratan standard ISO 14001, World Bank, IFC, JICA, ESIA/AMDAL atau SSPLT. Sedangkan sekarang, kontribusi saya di program lingkungan lebih ke front liner, banyak ke komunitas sekitar Terminal, karena dari segi sistem ditangani oleh level Zona. Akan tetapi hal ini menarik karena merupakan hal yang baru bagi saya, meskipun untuk tingkat kesulitan jauh lebih mudah, tetapi menyenangkan untuk dijalani, ada kontak secara sosial, serta ada keterlibatan dan kebermanfaatan bagi masyarakat lebih terasa langsung. Dalam 7 trip tugas sebelumnya saya setidaknya mengikuti kegiatan binaan, Bank Sampah Anggrek, daerah binaan Sebakung, ada kegiatan tanam pohon mangrove di area pesisir pantai, kegiatan bersih pantai Corong, kegiatan sosialisasi hemat energi ke SD, serta proyek inovasi budidaya jamur merang dengan sterilisasi. Sebagai contoh, pada hari Senin tanggal 5 Juni 2023 kami memperingati hari Lingkungan Hidup dengan melakukan penanaman 5.000 bibit mangrove Avicennia dan Soneratia di Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam serta melakukan kegiatan bersih-bersih Pantai Corong sepanjang 1 km dan berhasil terkumpul sekitar 20 kg sampah resudi dan sampah ekonomis. Kegiatan ini dilakukan dengan berkolaborasi antara PHKT, Kementrian Lingkungan Hidup (KLHK), Pemerintah Kabupaten penajam Paser Utara PPU, beberapa Sekolah Adiwiyata dan dua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pertamina Agent of ChangeKembali mengingat masa interview, saya menceritakan kalau saya mengidentifikasi diri pribadi sebagai seorang yang high performer, saya merasa tidak cukup dan tidak puas hanya dengan pekerjaan atau tugas rutin. Saya merasa kalau terkadang ada titik dimana pekerjaan rutin tidak lagi menantang, serta juga ada kebutuhan pribadi untuk terus berkembang dan bertumbuh dengan berbagai macam cara. Kesempatan berkembang dan bertumbuh itu terbuka lebar di Pertamina, kami hanya perlu menyesuaikan waktu agar dapat tetap amanah menjalankan tugas-tugas pekerjaan namun juga dapat memanfaatkan kesempatan yang sudah disediakan Perusahaan. Mata saya berbinar, saya mendaftar sebagai coachee di program coaching and mentoring Pertiwi Pertamina; meskipun sampai saat ini karena mungkin saya berada jauh di lapangan Kalimantan Timur saya belum mendapatkan sesi mentoring. Saya menunggu mendapatkan mentor untuk belajar, setidaknya belajar CIP. Saya merasa bersemangat saat mendapatkan Surat Perintah tentang Agent of Change PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur, nama saya ada didalam SPRINT itu sebagai salah satu Culture Change Agent. Pikiran saya meletup-letup dengan ide apa yang bisa saya lakukan dengan kewenangan ini, minimal yang segera bisa saya lakukan dalam jangkauan kewenangan pekerjaan saya sebagai HSSE Officer. Saya juga senang sekali setelah mengikuti pelatihan Training of the Trainer HSSE Marshall, saya senang jika mendapatkan PR setelah pelatihan. Awal diajukan pelatihan saya merasa ragu, apalagi daftar peserta semua laki-laki, dan security. Sampai saya berkonsultasi dengan rekan zona 10 sesama calon peserta training dan beliau mengingatkan saya bahwa “di Pertamina itu HSSE, S satunya adalah Security”. Setelah saya mengikuti pelatihan, ternyata seru, dan hasil dari pelatihan itu harus ada yang ditindaklanjuti, diterapkan, dan bersifat resmi, permintaan Perusahaan. Saya membuat rencana program implementasi dan apa yang akan saya dapat lakukan berkolaborasi dengan para Tim security sebagai HSSE Marshall yang akan saya propose ke HSSE Superintendent saya. Saya bersemangat menunggu bagaimana masa depan saya di Pertamina Hulu Energi. Saya akan tetap menjaga pola makan, perilaku dan kesehatan saya agar tetap fit for duty hingga 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun kedepan. Saya akan tetap mempertahankan prinsip diri pribadi saya agar tetap bertumbuh, terus termotivasi, terus belajar, agile dan cepat beradaptasi dimanapun saya ditugaskan. Terakhir, tentu saja, sebagai seorang istri dan Ibu dari ketiga anak saya, saya ingin membuat mereka bangga memiliki saya, bahwa apa yang saya lakukan dengan bekerja rotator tentu saja untuk masa depan yang lebih cerah bagi keluarga kami. Be Safe, Warm regards, Maria Ulfah Tulisan diatas tentunya sangat jauh berbeda dengan gaya menulis saya selama ini disini. Sejauh ini tulisan saya sangat dipengaruhi oleh perasaan yang saya dapatkan pada saat itu. Artikel diatas saya adalah latihan saya untuk membuat essay. trus juga, agak cemas-cemas gimanaa gitu nge-post disini. manatau kena sempriit.. hahaha..
Saya butuh coach btw, yang bisa dan mau mengajari saya tentang apapun, nulis, project, kerjaan, dll. coachh... Tulisan kali ini adalah mengenai training basic firefighting yang kami lakukan dalam rangka memeriahkan bulan K3 Nasional, ya kegiatan rutin setiap tahun. Bulan ini juga ada kejadian kebakaran besar yang terjadi di Jakarta dan Pekanbaru juga. Tanggal 5 Maret 2023, saat kami sedang jalan keliling kota di hari minggu pagi, terlihat kepulan asap hitam membumbung tinggi, dan ternyata Mall Pelayanan Satu pintu Pekanbaru terbakar, malah sepertinya disitu baru ada acara, karena persis dihalaman yang banyak kursi2 dan remaja berbaju seragam berkumpul dipinggir jalan. Waah seram sekali, macet dan api sebesar itu, pagi-pagi disaan Sunday Morning... Tapi syukurnya sih beberapa jam kemudian pas kami pulang jalan-jalan api sepertinya sudah padam, sudah tidak lagi terlihat kepulan asap. 12 tahun yang lalu, kerja saya ngasih training basic firefighting yang teori, dan prakteknya nanti sm tim security. dan setelah 12 tahun saya kembali bersinggungan dengan training ini, tapi lebih menjadi fasilitator saja sih, sama seksi dokumentasi. Trainer teori dan praktek dihandle oleh tim FERT [Fire Emergency Response Team] nya Terminal lawe-Lawe. Training ini dibagi menjadi 2 sesi, sesi teori dan sesi praktek. Praktek nya dengan latihan pemadaman api kecil dengan APAR dan dengan hydran. Saya sempat cobain pakai hydran, tapi pas api nya udah mati. hahaha... Keamanan Terhadap KebakaranKetika terjadi kebakaran, pertimbangan pertama adalah keamanan untuk jiwa manusia. Banyak penelitian yang dilakukan untuk menemukan cara yang paling efektif untuk evakuasi yang aman dan cepat dari segala jenis kebakaran. Ukuran nyata dari masalah kebakaran adalah kerugian yang dihasilkannya. Kerugian tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut:
Beberapa fakta umum yang harus dipikirkan ketika memperhatikan keamanan terhadap kebakaran:
Pengenalan Terjadinya APIApi merupakan reaksi kimia yang cepat dan awet yang melepaskan panas, cahaya, dan produk kimia. Reaksi kimia dari bahan yang dapat terbakar dan oksigen atau yang lebih dikenal sebagai oksidasi ini bersifat eksotermis.
Pencegahan KebakaranPencegahan timbulnya api dapat dilakukan dengan mencegah kombinasi bahan bakar, sumber panas / sumber pemantik, dan oksigen dengan menghilangkan salah satu unsur dari ke tiga unsur segi tiga api tersebut. Penghilangan Sumber Oksigen. Bejana, kontainer, perpipaan, atau tangki bahan bakar sebelum diisi oleh bahan bakar (gas hidrokarbon) dibersihkan dari kadar oksigennya dengan cara mendorongnya dengan gas inert (gas yang tidak bisa bereaksi) yang disebut “purging”. Purging menghindari terjadinya kontak antara hidrokarbon dengan udara. Gas inert yang digunakan adalah gas nitrogen (N2) atau karbondioksida (CO2). Gas inert ini mendorong gas oksigen (sekitar 20% bagian dari udara) keluar dari bejana, kontainer, atau perpipaan sehingga diperoleh unsur oksigen yang tidak cukup untuk terjadinya reaksi pembakaran yang disebut kadar minimum oksigen untuk pembakaran. Peghilangan Sumber Api. Sumber api dihilangkan dengan melarang merokok, penggunaan alat yang dapat menimbulkan api terbuka seperti las, atau alat yang berpotensi menimbulkan percikan api seperti gerinda, mesin bor, chipping gun, blasting, alat pemotong (power saw), instrumen yang dapat menimbulkan percikan api (Non-Explosion Proof, non-IS / non-Intrinsically Safe type) pada daerah berklasifikasi bahaya bahan bakar (Classified area/combustible area). API (American Petroleum Institute) RP 500, RP 505, IP 15, dan NFPA 70 merekomendasikan cara-cara menentukan daerah berklasifikasi bahaya kebakaran. Dengan adanya klasifikasi area berbahaya ini di lingkungan pabrik dan pematuhan atas ketentuan atau persyaratan bekerja dengan peralatan listrik, pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan api (hot work) diharapkan dapat memisahkan antara unsur pemantikan (sumber api) dan sumber bahan bakar. Penghilangan / Penahanan Sumber Bahan Bakar Sebaik-baiknya pencegahan kebakaran adalah dengan menghilangkan sumber bahan bakar. Namun, hal ini sering tidak sesuai dengan kondisi bisnis perusahaan minyak dan gas bumi yang memang berinteraksi dengan bahan bakar Pengendalian dan Perlindungan dari kebakaranSistem pengendalian dan perlindungan dari n kebakaran dibutuhkan ketika usaha pencegahan kebakaran tidak tercapai. Tujuan dari system pengendalian dan perlindungan kebakaran adalah untuk meminimalisasi akibat dari kebakaran sehingga kerugian (jiwa manusia, aset perusahaan, dan lingkungan hidup) tidak menjadi besar dimulai dari pengendalian api sehingga tidak menjalar lebih jauh hingga ke pemadaman kebakaran. Sistem ini terdiri dari beberapa tingkatan yang menunjukkan tingkat kesulitan pengendalian kebakaran tersebut. Setiap tingkatan dalam pohon keputusan pengendalian kebakaran menyediakan pilihan yang dapat digunakan untuk mengendalikan kebakaran di suatu kondisi. Level 1 – Pengendalian Bahan Bakar Jika bahan bakar terkendali, serta proses pembakaran terkendali pula maka potensi terjadinya kebakaran akan dapat diminimalisasi. Misalnya dengan pengendalian sifat bahan bakar, mengendalikan jumlah bahan bakar yang ada dan mengatur distribusinya. Level 2 – Pengendalian Lingkungan Level ini ditargetkan untuk mengendalikan proses pembakaran dari lingkungan tempat bahan bakar berada, seperti mengendalikan sifat fisik lingkungan dan mengendalikan komposisi kimiawi lingkungan. Contohnya adalah pemilihan pelapis interior dari suatu bangunan dan menjadikan tangki penyimpanan tidak reaktif. Level 3 – Penghentian api secara otomatis Penghentian api secara otomatis merupakan cara yang paling dapat dihandalkan dari level-level pengendalian kebakaran lainnya. Agar efektif, system ini harus dirancang dan dipasang dengan benar, selalu dilakukan inspeksi dan dirawat, serta dites secara berkala. Level 4 – Konstruksi dengan deteksi otomatis Pengendalian kebakaran dapat juga dilakukan dengan penggunaan bahan dan teknik konstruksi yang sesuai. Intinya adalah menjaga api berada dalam ruang yang tertutup. Jika terdapat deteksi otomatis, api akan terdeteksi pada tahap awalnya. Cara ini meliputi pula pemilihan bahan konstruksi yang tidak akan meningkatkan beban api (fire load) pada konstruksi, penggunaan bahan yang tahan api, membatasi penyebaran api, mengurung api, pemisahan, dinding api (firewall) dan penghalang (barrier), membatasi bukaan atau penetrasi dan venting. Level 5 – Konstruksi tanpa deteksi otomatis Pada level tanpa deteksi api otomatis ini, api menjadi terus semakin besar sampai ada orang yang berada di dalam atau dari luar fasilitas yang menyadarinya. Tentunya ini akan membiarkan api untuk menjadi sangat besar sebelum akhirnya terdeteksi sehingga akan membutuhkan upaya penghentian yang lebih. Level 6 – Penghentian kebakaran secara manual dengan regu pemadam kebakaran Jika kebakaran ditemukan sedini mungkin, orang yang berada di fasilitas tersebut dapat menggunakan alat pemadam kebakaran atau cara lain yang tersedia untuk mengendalikan api. Kemampuan orang itu untuk mengendalikan api secara alamiah bergantung pada kemampuan individu, pelatihan tentang prosedur pemadaman yang benar, dan ketersediaan peralatan pemadam kebakaran. Legislasi mensyaratkan pengadaan pelatihan untuk regu pemadam dan/atau pekerja yang diharapkan dapat turut memadamkan api di tempat kerja mereka. Pada beberapa fasilitas, perusahaan mengharapkan seluruh pekerja di dalam fasilitas tersebut mampu menggunakan alat pemadam kebakaran untuk mengendalikan api pada tahap awal. OSHA mensyaratkan bahwa pekerja tersebut harus terdidik dengan baik sehingga memenuhi persyaratan. Level 7 – Penghentian kebakaran manual dengan bantuan dinas pemadam kebakaran Level ini merupakan level terakhir dari system pengendalian kebakaran. Penghentian kebakaran secara manual sama halnya dengan bertaruh dan penuh resiko. Pada waktu api mencapai level ini, seluruh level sistem pengendalian kebakaran telah gagal. Oleh karena itu, tidaklah pada tempatnya untuk mengharapkan tim dari dinas pemadam kebakaran dengan pengetahuan dan kemampuan yang belum tentu sesuai untuk dapat dengan segera untuk memadamkan kebakaran industri. Trus, apa sih requirements / persyaratan yang harus di cek?Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 26/PRT/M/2008 tanggal 30 Desember 2008 mengatur tentang Pesyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran Pada bangunan Gedung dan Lingkungan, buat saya pribadi, Peraturan ini sih udah oke banget lah, tinggal perlu diikuti apalagi untuk bangunan dgedung dan lingkungannya. Untuk oil dan gas, sepertinya masih perlu dispesifikan lagi, dan saya masih search dan studi literature untuk persyaratan fire di oil and gas. next kalau sudah siap materinya saya publish juga dimari. Mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 26/PRT/M/2008 tanggal 30 Desember 2008 tentang Pesyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran Pada bangunan Gedung dan Lingkungan, maka, ada 9 pesyaratan teknis sistem proteksikebakaran pada bangunan gedung dan lingkungan, yang meliputi:
Buat yang ga percaya, karena terkadang regulasi memang mencakup hal generik saja, maka setidaknya berikut ini adalah isi dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 26/PRT/M/2008 tanggal 30 Desember 2008 , yang bisa jadi bisa membantu teman-teman dalam merencanakan dan menginspeksi sistem proteksi kebakaran di lokasi masing-masing Ketentuan Umum
Akses dan pasokan air untuk pemadamam kebakaran
Sarana penyelamatan
Sistem Proteksi Kebakaran pasif
Sistem Proteksi Kebakaran Aktif
Utilitas bangunan dan gedung
Pencegahan Kebakaran pada bangunan gedung
Pengelolaan Proteksi Kebakaran Pada Bangunan Gedung
Pengawasan dan pengendalian
Buat yang ingin tahu detailnya, silakan download dan baca isi peraturannya ya...
Happy reading! |
WorkLedge
|
Site powered by Weebly. Managed by Exabytes - Indonesia
RSS Feed