Saat satu nikmat Allah diambil seketikaMulut. Mulut saja. Mulutnya masih ada, tetapi gagal berfungsi sebagaimana seharusnya. Apa yang terjadi? ternyata bisa kolaps juga saat mulut terpaksa dibungkam... Tidak bisa berbicara, tidak bisa makan, sakit untuk minum, tidak bisa masuk obat, 1 jam, 2 jam, 3 jam, 5 jam, 10 jam, 16 jam, dan saya pun menyerah. Menolak menyerah, saya paksa untuk tetap masuk minum air, es krim untuk mendinginkan.. Saya yang menghindari dingin, tengah malam, subuh, sambil nyetir, minum es krim mc flurry.... Beruntungnya saya, masih bisa berkomunikasi dengan tulisan, fisik lain masih menopang dengan baik, masih nyetir sendiri ke Rumah Sakit, alhamdulillah.
Hanya satu nikmat Allah yang Allah tangguhkan dari kamu... Dari sekian banyak nikmat-Nya yang tidak terhitung... Nikmat Allah mana lagi kah yang kamu dustakan?
0 Comments
Menyerah....Kalimat menyerah berkali-kali terlintas dalam hidup saya... Tetapi saya selalu mendapatkan alasan kenapa saya tidak boleh menyerah. Banyak alasan yang sebenarnya jika saya renungi lebih dalam lagi ternyata berbeda dari pengertian umum. Bagi orang lain, bagi pengertian umum, menyerah itu adalah sesuatu lebih ke "negatif", putus asa, dll, sehingga jargonnya selalu "Kamu nda boleh menyerah..." bla..bla..bla... Menurut keyakinan saya...Menurut saya pribadi, apa salahnya menyerah saat kamu sudah nda merasa anggup lagi? Menyerahlah dan ask for help. Tidak semua hal harus kamu tanggung dan tahan sendiri... Menurut keyakinan saya.. (efek mensrea), saat kamu "menyerah" itu artinya kamu sudah "Feel Safe" instead of negatif. Secara ruang, waktu, tenaga, finansial, bahkan mental, ketika kamu sudah bisa menyerah itu artinya kewajiban-kewajiban, beban-bebanmu itu sudah "safe", "well managed" atas kegigihan usaha kamu selama ini yang selalu menolak untuk menyerah. Menyerah tidak selalu berarti mengakhiri hidup. Memilih menyerah untuk episode kali ini, dan terbangun keesokan hari dengan diri kamu yang baru, yang sudah "menyerah" kan diri yang lama ke "masa lalu". dan terlahir kembali menjadi pribadi baru, yang lemah, mulai beradaptasi lagi dan perspektif pandangan baru kedepan. So, saat tiba waktunya kamu bisa menyerah, "just give up". Menyerah aja. Embrace it. Kamu nda perlu selalu kuat sepanjang waktu. Kamu juga perlu maintain diri kamu sendiri. Kali ini saya menyerah, memilih untuk memilih diri sendiri. Without approval from others. Karena saya merasa anak-anak sudah safe, mereka masih terjangkau, mereka berada di tempat aman bersama orang-orang baik. I feel safe too dengan kondisi pekerjaan saya sekarang, they wont give me any negative comments karna saya sakit. Keluarga saya, tidak akan ada yang berubah. So, as simple as that. Sometimes we push other people so hard to keep them strong for you.
Apakah kemudian menjadi kriminal untuk kemudian sakit? Artikel kali ini, sekali lagi hasil e-learning saya di Linkedin Learning dalam rangkaian topik wellbeing learning path nya Perusahaan. Kali ini judulnya, Embracing Unexpected Change - bagaimana kita menerima, merangkul perubahan tidak terduga yang terjadi dalam hidup kita. The reality of change Perubahan adalah bagian dari hidup. Sehebat apa pun kita merencanakan masa depan, perubahan tetap bisa datang tiba-tiba dan tidak disangka-sangka sebelumnya. Misalkan penugasan atau Mutasi, kehilangan pekerjaan, masalah ekonomi, perubahan hubungan, atau sakit. Sebenarnya yang terpenting bukan hanya perubahannya, tapi bagaimana sikap kita dalam menghadapinya. Merangkul perubahan yang tidak disangka sebelumya - secara efektif merupakan sebuah keterampilan yang sebenarnya bisa dipelajari dan dilatih. Yang mengharuskan kita mulai memikirkan perubahan dalam konteks yang lebih besar. Sehingga, kita bisa memilih sudut pandang yang membuat perubahan menjadi lebih mudah dikendalikan. Karena perubahan tidak bisa dihindari, maka strategi terakhir adalah bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang lebih tangguh / resilience / grit — dan kita tahu banyak referensi yang membahas mengenai bagaimana cara untuk mewujudkan pribadi yang tangguh / resilience / grit. Change in context Perubahan sering dianggap lebih sebagai sesuatu yang sulit dan negatif yang harus mereka hadapi. Padahal, tidak seperti itu. Perubahan sebenarnya adalah hal yang normal dan tidak bisa dihindari. Stres yang kita rasakan, tantangan yang kita hadapi, kita semua mengalaminya dari waktu ke waktu, dan itu wajar. Sejak dulu, manusia selalu beradaptasi dengan cara hidup dan teknologi yang baru. Sekarang, perubahan bahkan terjadi lebih cepat karena perkembangan teknologi seperti internet, AI, dan komputer. Sifat pekerjaan kita pun terus berubah. Kompleksitas karier meningkat dan lajunya seolah tak pernah melambat. Akibatnya, pekerjaan dan kehidupan kita juga terus berubah. Kita sebenarnya tidak sendirian pada saat kita menghadapi perubahan, dan keahlian dalam bereaksi atas perubahan tersebut dapat dikembangkan sehingga dapat mengubah tantangan ini menjadi salah satu aset terbesar kita. Benar.... merangkul perubahan yang tidak terduga adalah sebuah keterampilan. Dibutuhkan kejujuran, refleksi diri, dan waktu, tetapi keterampilan ini bisa dipelajari. Seiring kamu semakin nyaman mengelola perubahan dalam hidupmu secara lebih bijaksana, keahlianmu akan cukup kuat untuk membantu orang lain—sebagai atasan, pelatih, atau mentor. Dan itu luar biasa. Bahkan, bagi para profesional berpengaruh dan pemimpin formal, membantu orang lain memahami dan berhasil melewati perubahan adalah keterampilan yang sangat penting. Saat mulai terpikirkan hal ini, ingatlah: bagaimana perasaan kita terhadap perubahan dalam hidup sepenuhnya tergantung pada diri kita sendiri. Menghadapi perubahan bisa menjadi beban berulang terbesar, atau justru menjadi aset yang membantumu memaksimalkan potensi diri dan orang-orang di sekitarmu. Jadi, mulailah dengan melepaskan perasaan negatif yang terkait dengan perubahan terbaru yang kamu hadapi, cobalah melihat masalah itu dalam konteks yang lebih luas dan cobalah melihat perubahan dalam konteks yang produktif, sebagai sesuatu yang bisa kamu manfaatkan, bukan sekadar kita tahan. Creating perspective Saat menghadapi perubahan, kita sering merasa stres dan takut. Karena itu, penting untuk tidak langsung bereaksi secara emosional. Ambilah waktu sejenak, jangan membuat keputusan besar dalam keadaan emosi. Setelah lebih tenang, kita bisa mulai berpikir dengan lebih jernih. Benar, terkadang yang terbaik adalah mundur sejenak dan tidak langsung mencoba mengendalikan masalah. Terdapat banyak contoh perubahan dalam kehidupan profesional, Mutasi yang tiba-tiba, PHK, pengetatan anggaran, atau regulasi baru. Dalam kondisi apa pun, jangan langsung membuat keputusan besar. Terima dan akui terlebih dahulu bahwa terjadi perubahan. Cobalah memahami alasannya, tetapi jangan gegabah. Sering kali, pada saat perubahan datang, emosi menjadi berlebihan. Jadi, Jangan membuat keputusan besar setidaknya selama 48 jam. Apa pun yang terjadi, tahan diri untuk tidak mengambil keputusan besar selama 48 jam. Biarkan emosi kembali normal agar kamu bisa menganalisis situasi secara lebih rasional dan memikirkan langkah selanjutnya. Mencari perspektif lain juga akan sangat membantu. Cobalah memecah masalah besar menjadi langkah-langkah kecil. Ingat kembali pengalaman sulit yang pernah kita lalui dan berhasil kita atasi. Kita juga bisa membandingkan masalah kita dengan tantangan hidup orang lain yang lebih berat, supaya kita sadar bahwa kita masih mampu melewatinya. Selanjutnya, carilah nasihat. Kita tidak tahu segalanya dan tidak perlu menemukan semuanya sendiri. Sesekali meminta bantuan itu normal dan sehat. Hubungi atasan, mentor, coach atau pelatih profesional. Berbicara dengan mereka tidak hanya memberimu saran praktis, tetapi juga mengingatkan bahwa kita bukan orang pertama yang menghadapi masalah ini. Berikut ini adalah tiga latihan kognitif yang sangat berguna untuk membangun perspektif yang lebih produktif, yaitu: 1. Pecah tantangan menjadi bagian-bagian kecil. Jangan fokus pada gunungnya, fokuslah pada satu atau dua langkah pertama untuk melewatinya. Semakin kamu melihat tantangan sebagai bagian-bagian kecil, semakin tidak terasa besar dan menakutkan. 2. Refleksikan, Ingat kembali pengalaman kita sebelumnya. Sangat mungkin kita pernah menghadapi masalah serupa di masa lalu. Jika belum, kita pasti pernah melihat orang lain mengalaminya. Pengalaman-pengalaman ini membantu mengingatkan bahwa ini hanyalah satu perubahan lagi yang bisa kamu atasi. 3. Berhentilah membandingkan perubahan yang kamu hadapi hanya dengan pengalaman pribadimu. Berpikirlah lebih besar. Ingat ayahmu yang bekerja tiga pekerjaan demi menghidupi keluarga. Ingat rekan kerjamu yang membangun karier sukses sambil melawan penyakit autoimun. Apakah perubahan yang kamu hadapi benar-benar sebesar itu? Mungkin iya, tapi akan terasa lebih ringan ketika kamu mengubah titik acuanmu. Apa pun perubahan yang saat ini membebanimu, carilah secara aktif perspektif yang lebih produktif. Lalu bagikan energi itu kepada orang lain yang juga menghadapinya, agar mereka pun bisa mendapatkan perspektif yang lebih baik. Building personal resilience / Membangun Ketangguhan PribadiSeiring waktu, orang-orang yang berhasil merangkul perubahan itu sebenarnya bergantung pada ketangguhan mereka. Ketangguhan [resilience] berarti kekuatan mental dan kemampuan untuk bangkit kembali dengan cepat saat menghadapi tantangan. Kabar baiknya, siapa pun bisa membangun ketangguhan ini. Itu semua dimulai setiap hari dengan memilih untuk melihat apa pun yang terjadi dari sudut pandang positif. Dalam menghadapi kesulitan, kita harus memilih untuk menjadi lebih baik, bukan lebih pahit. Jadikan pilihan ini bagian dari rutinitas pagi kita. Memilih untuk bersikap positif membawa manfaat mental yang nyata: membantu pengambilan keputusan dan menjauhkan perspektif negatif yang tidak produktif. Mungkin terdengar mustahil untuk bisa selalu positif setiap hari 100% positif, tetapi dengan menjadikannya pilihan harian, peluang itu akan semakin meningkat. Strategi berikutnya adalah merangkul berbagai identitas. Untuk menjaga kesehatan mental dan membangun ketangguhan, kamu harus lebih dari sekadar identitas profesionalmu. Orang-orang yang tangguh secara mental biasanya memiliki dua atau lebih identitas positif selain pekerjaan mereka, misalkan seperti orang tua, relawan, pelatih olahraga atau yang lainnya.Sehingga, apabila terjadi ancaman terhadap satu identitas tidak akan terlalu melukai diri kita secara keseluruhan. Tips klasik lainnya adalah menghitung berkah yang kita miliki. Luangkan waktu untuk merenungkan hal-hal spesifik yang patut kita syukuri—tempat tinggal yang layak, teman, dan keluarga yang berarti. Rasa syukur mendorong pikiran ke arah yang lebih positif dan membantu melihat tantangan dengan lebih produktif. Terakhir, jangan lupa merawat diri sendiri. Tubuh dan pikiran kita membutuhkan perawatan agar bisa berfungsi maksimal. Orang-orang sukses tidak bekerja sepanjang waktu; mereka meluangkan waktu untuk memperkuat kesehatan mental dan fisik—melalui olahraga, istirahat, hobi, hiburan, bertemu teman lama, atau berlibur. Final thoughtsHidup adalah serangkaian dari pilihan. Pilihlah untuk bersikap positif saat menghadapi perubahan. Kita bisa meratapi keadaan, atau melangkah menuju kemenangan berikutnya. Kita bisa menyalahkan orang lain, atau memilih untuk mengambil pelajaran dari situasi yang terjadi. Pikirkan perubahan terbesar yang sedang kita hadapi. Sebutkan satu pikiran atau perilaku yang tidak produktif—lalu lepaskan itu. Yang Terakhir, cara kita memandang perubahan sangat menentukan hasil akhirnya. SQ 1-10, almost midnight... Hari ini saya sudah merasa too much exposure karena menghadapi banyak orang seharian.. Apalagi malam sebelumnya begitu berisik membuat telinga berdenging dan tidak bisa tidur sampai tengah malam.. dan ternyata.. malam ini juga saya dengar sesuatu hal lain yg nda sampai ke akal saya. Saya memang tidak boleh bahagia. Lebih tepatnya.. Saya tidak boleh memperlihatkan bahwa saya bahagia n happy ke orang lain. sekali lagi saya diingatkan kalau.. "People love to ruin beautiful things..." Saya sering heran, takjub, melihat uniknya pemikiran orang lain itu. Kenapa sampai seperti itu ke saya. Who do you think I am? Memangnya saya itu siapa? Bisa nda dipikir dulu sebelum ngucap. Trus saya tentu saja cari escape. Setelah dunia warna dan motivasi tidak mampu mengalihkan pikiran saya,, Saya kemudian teleport pergi ke dunia potterhead my favorit escape way.. Biasanya expecto patronum menjadi andalan saya. Tapi kali ini juga ada unsur Benci. Hates... Anger... and of course, Pain... Expecto patronum bisa menghalau, tapi saya terlihat lemah dan bersusah payah melenyapkan mereka hingga kehabisan tenaga. Saya ingin melenyapkan semuanya dengan angkuh dan kuat. Dan sayapun pakai sekali lagi "avada kedavra" AVADA KEDAVRA!!! Lenyaplah kalian semua yang suka membuat saya jadi pesakitan! dan kemudian.. Saya teringat teman kecil ku.. winnie the pooh n piglet. Mereka berdua menemani saat saya berada di kegelapan dulu.. saat piglet mendatangi saya dan mengatakan: "Difficult days are so much easier when you know you've got someone there for you. And I will always be there for you, Pooh... " [Because I have no one in my side, so I'm positioning myself as pooh at that time... sad but truth...] Piglet mendatangi saya malam ini dengan kondisi "Poor Piglet" yang badan ringannya terbang terbawa balon dan bertubi tubi menabrak... Piglet ringan, terlihat lemah, merengek hampir menangis, ketakutan, menabrak berkali kali, Tetapi sejatinya hatinya.. pikirannya.. juga ringan, tidak membawa beban berat. He's just thinking about himself... no hates... no anger... no pain... Sedangkan the dark lord, kuat, dengan avada kedavra nya bisa memusnahkan musuhnya, tetapi dia terlihat heavy... berat dengan bebannya.. Berat sakit nya.. Berat bencinya.. Berat amarahnya.. Berat prasangkanya.. So, which one do you prefer to be? Dalam dua karatker ini, saya ingin jadi kuat bagai the dark lord tetapi hati dan pikiran ringan bagaikan piglet. Hanya menjadi piglet tidak akan membantu saya untuk survive di dunia yg penuh kemunafikan ini. Hanya menjadi the darklord sama saja berarti flexing, memperlihatkan kekuatan diluar padahal didalamnya digerogotin penyakit hati. Itu artinya, saya mesti menciptakan karakter ke-tiga versi saya. Bukan karakter buatan orang, kemauan orang dan tentu saja bukan karakter people pleaser in orang ***just my random thoughts... or might be my anger thoughts... Terakhir adalah kakak lelakiku yg mengatakan peribahasa itu untuk mengingatkanku. Mengingatkanku untuk tidak terburu buru mengambil keputusan, agar mensyukuri apa yang sudah saya miliki saat ini, agar tetap waras dan tidak memiliki keinginan yang menyulitkan diri sendiri. Kalau pekerjaan ku saat ini adalah keinginan banyak orang diluar sana. kalau pekerjaanku yang hanya 14 hari ini impian banyak orang yang kerjanya kantoran sampai malam seperti kakak saya ini.. Kalau aku itu tidak seharusnya memikirkan dan menganggap semua omongan orang yang aku terima.. Kalau aku mesti belajar tidak menjadi terlalu sensitif terhadap hal-hal yang bisa men downgrade diri aku.. Kalau aku juga harus bersiap jika ekspektasi aku atas semua yang aku usahakan tidak terjadi. Kalau aku harus menerima, berlapang dada atas segala ketetapan Allah. Menerima kalau kita hanya berusaha semaksimal kita bisa, hasilnya tetap pada Allah yang Maha Tahu. Ide tulisan saya ini muncul saat saya membaca sebuah kalimat dalam notulen.. dan otomatis mendengus "hah!"
Entah apa gunanya begitu ya.. Terkadang saya masih sering kagum dengan orang orang yang selalu sibuk memikirkan hidup orang lain. Daripada wasting time memikirkan orang lain, bukankah lebih baik melakukan sesuatu buat diri sendiri? Orang lain, bukan keluarga atau kerabatnya. Memikirkan saja, bukan membantu. Memikirkan kenapa dia bisa begini begitu tanpa aku melakukan sesuatu. Memikirkan kenapa dia mendapatkan hal itu padahal yg dia usahakan terlihat sangat mudah, padahal aku tidak melakukan hal yang sama. Memikirkan kenapa dia yang biasa biasa saja mendapat apresiasi tapi aku tidak, padahal aku tidak melakukan apa yang dia lakukan. Padahal aku tidak tidur selarut dia tidur. Padahal aku ingin seperti dia tapi aku tinggi hati untuk mengakui. Ternyata.. waktu sudah merubah saya dalam banyak hal. Saya tidak lagi terganggu dengan pandangan orang lain yang meragukan, meng-under-value, meremehkan.. Ternyata saya bisa lho santai seperti ini.. Ternyata mempunyai meaning dalam hidup itu memberi fokus, pijakan dan tujuan yg kokoh dalam diri saya. Perkataan, tuduhan yang menurut mereka itu hanya terasa seperti hembusan angin lalu yang cepat berlalu.. Nda usah banyak ngatain orang. Buktiin deh pake hasil kalo kamu bisa.. Malulah masa kaya gitu.. kalo nda bisa ya udah jangan ngatain orang yang bisa.. Kalau nda bahagia jangan ngatain orang yang bahagia.. Kalau nda bisa bantu.. jangan nyusahin, jangan bikin masalah.. Trus... Kurang kurangilaah perasaan n sikap yang nda suka liat orang bahagia atau terlihat bahagia. Kurang kurangilah kebiasaan mempersulit hidup orang. Kurang kurangilah ngeghibahin orang. Kurang kurangilah ngatain orang. Apa gunanya sih. Heran.
Tengah malam, memaksakan diri terbangun ketika suara tawa Mas Aidan memasuki alam mimpi saya. Memasuki tahun kedua saya bekerja sebagai rotator, jam tidur saya jadi mulai berubah, selama pulang saya jadi tidur nyenyak. pulang offduty kaliini hampir selalu saya tertidur dan bangun saat tengah malam dengan kekacauan yang dibuat mas Aidan. Selalu merasa bersalah karena tidur dan tidak menemani Mas Aidan. Merasa bersalah karena saya begitu menikmati tidur diatas kasur yang empuk, bersama anak-anak dikanan dan kiriku. Menikmati tidur nyenyak dan tenang, karena mereka semua ada dalam jangkauan pandanganku. Siapa siih yang nda mau terus bersama dengan keluarga, anak anak? Siapa sih yang begitu jahat jadi ibu sampai tega ninggalin anak-anaknya? Saya nda tanggung jawab? itu yang ada dikepala kamu. yang ada dikepala aku adalah aku bertanggung jawab atas masa depan anak-anak aku, makanya aku kerja. no debate. udahlah usilin aja orang lain sana. kita tu beda mahzab. lagian aku kan bukan istri kamu, ngapain kamu usil aku kerja apa engga. Jari-jari aku bisa kemana mana lho ini, meski aku cengeng, ketikan tangan aku bisa kemana mana. Tadinya mau menulis literatur tentang wanita dalam islam, bla..bla..blaa.. tentang wanita lemah, draftingnya udah oke,, tapi, ngapain ya, penting gitu ngurusin orang begini?
Ada dua kelompok wanita yang disebutkan dalam Al-Qur’an, di antaranya sebelum zaman Rasulullah dan saat zaman Rasulullah. Wanita yang ada sebelum zaman Rasulullah terdiri atas, istri Adam (Hawa, QS. 7:19), istri Nuh dan istri Luth (QS. 66:10), istri Ibrahim (Sarah, QS. 11: 71-72), istri Ibrahim (Hajar, QS. 14:37), istri Al Azis (sebagian riwayat menyebut Zulaikha, QS. 12: 21), istri Imran (QS. 3: 35), istri Zakaria (QS. 19: 8), istri Fir’aun (Asiyah binti Muzahim, QS. 66: 11), ibunda Musa (QS. 20: 38), saudara perempuan Musa (QS. 20: 40), dua perempuan yang bertemu Musa (QS. 28: 23-26), pemimpin negeri Saba’ (Balqis, QS. 27: 44), dan Maryam putri Imran (QS. 66: 12). Sedangkan wanita yang ada pada zaman Rasulullah adalah Istri Rasulullaah (Aisyah binti Abu Bakar ra QS. 24: 11-16), Istri Rasulullaah (Zainab binti Jahsy ra, QS. 33: 37-38), Perempuan yang mengajukan gugatan kepada Rasulullaah (Khaulah binti Tsa’labah, QS. 58:1), istri Rasulullaah (Hafshah binti Umar ra, QS. 66:3), dan istri Abu Lahab (QS. 111: 4). Dari kedua kelompok itu, maka ditemukan tiga macam wanita.
Se;anjutnya, ada lima tipe dalam perempuan. Kelima tersebut terdiri atas:
Kisah Aisyah, istri Rosulullah yang difitnah selingkuhIstri Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, Aisyah radhiyallahu anhu sempat mendapatkan tuduhan selingkuh dengan Shafwan bin Al-Mu’aththal As-Sulami. Tuduhan perselingkuhan itu tercatat dalam sejarah dengan peristiwa yang dikenal sebagai “Insiden Ifk” atau “Kebohongan”. Pada suatu perjalanan kembali dari perang, rombongan Rasulullah SAW beristirahat di sebuah tempat yang disebut dengan Wadi al-Qura. Saat itulah, Aisyah tidak sengaja tertinggal saat perjalanan kembali ke Madinah. Seorang sahabat yang diberi tanggung jawab untuk menjaga Aisyah, Safwan bin Al-Muattal, menemukan Aisyah dan membawa kembali ke Madinah dengan selamat. Namun, kejadian tersebut dijadikan bahan oleh sebagian kaum munafik dan penentang Islam untuk menimbulkan fitnah terhadap Aisyah serta mengganggu kehormatan beliau. Tuduhan fitnah ini, yang menuduh Aisyah berbuat tercela dengan Safwan bin Al-Muattal, menyebar luas di kalangan masyarakat Madinah. Nabi Muhammad SAW, yang sangat mencintai Aisyah RA sangat terpukul oleh tuduhan tersebut. Namun, beliau tetap menunggu kebenaran dan bukti yang jelas sebelum mengambil tindakan apapun Di samping itu, Aisyah merasa kebingungan harus berbuat seperti apa. Jika ia mengakui bahwa itu adalah fitnah, bisa jadi semua orang tidak akan mempercayainya karena tuduhan tersebut sudah menyebar secara luas. Akhirnya Aisyah memutuskan untuk diam saja dan menunggu pertolongan dari Allah SWT. Kemudian Allah memberikan bukti kebenaran dalam bentuk wahyu yang turun dan membebaskan Aisyah dari tuduhan tersebut melalui Surat An-Nur ayat 11 yang berbunyi: إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ وَالَّذِي تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar” (QS. An-Nur: 11). Melalui kisah inilah dapat kita ambil sebagai pelajaran berharga, ketika mendapatkan tuduhan atau fitnah dari orang lain, sebaik-baiknya sikap yang harus diambil ialah diam tanpa melakukan pembenaran. Menghadapi fitnah dengan diam melibatkan pemilihan untuk tidak memberikan reaksi yang berlebihan atau sebaliknya menanggapi fitnah dengan tenang dan dengan minim intervensi. Diam juga dapat dilihat sebagai kebijakan non-partisipasi dalam perang kata atau konflik verbal. Dengan tidak memberikan reaksi terhadap fitnah, seseorang dapat menghindari memperburuk situasi dan mengurangi kemungkinan eskalasi konflik. Dalam konteks ini, diam bukan dianggap sebagai tanda kelemahan, tetapi tindakan yang cerdas untuk mempertahankan kedamaian dan keharmonisan. But, wait.. wait.. wait... saya sih nda 100% setuju dengan paragraf terakhir terkait difitnah itu diam. okelah kalau beliau kan istri rosulullah, lah kita? speak up lah kalau difitnah. kalau nda speak up ya makin merajalela itu mulut. jangan berharap wahyu turun dan diam nangis dipojokan, insecure, ga bisa tidur. kita jadi perempuan mesti bela diri sendiri, nolong diri sendiri. terlalu banyak orang jahat diluar sana, jangan lugu berpikiran semua orang itu baik dong. Aku 9 tahun ini adalah hasil do'a ku 12 tahun lalu. and still counting... semoga Allah mengabulkan do'a dan permintaanku yang sebanyak bintang dilangit itu Jangan kau usik keluargaku, masalah pribadiku, karena aku sudah luar biasa bertahan, tetap berdiri di tengah terjangan ombak. titik. ya kecuali emang dasar kamu orang jahat, jadi main samber aja kalo ngomong. sengaja menyakiti. Kalau jenis ini mah ya mau diapain lagi selain menjauh. Saya maah males ribut drama nda guna, mending pergi. case closed. urusan aku sama orang-orang pembuli itu selesai, tapi saya inget. inget aja, buat pelajaran agar saya nda jadi orang seperti itu. tapi urusan mereka sama Allah itu belum selesai, kata ustadz. Kali pertama saya berlebaran Idul Fitri di Lokasi, masjid An Nur Desa Girimukti, Penajam Paser Utara. Jam 6 pagi kami keluar dari Living Quarter ke Masjid terdekat, sampai masjid disambut hujan yang sangat deras.. Di dalam masjid, ramai suara takbir, tapi saya merasa jauh lebih kesepian dibandingkan lebaran2 sebelumnya... Lebaran kami biasanya, saya sudah sibuk dari pagi buta, saat yang lain masih pada tertidur nyenyak... menyiapkan anak-anak, menyiapkan tempat sholat… karena kami hanya sholat dirumah saja bersama anak-anak. Saat kami sholat, sikembar akan main-main, berlarian, dan menjadikan mukena saya sebagai tempat ngumpet. Seketika saya membayangkan bagaimana kondisi rumah pagi ini… Siapa yang menyiapkan dapur… bagaimana anak-anak, betapa kesepiannya suami saya,, siapa yang siapin tempat sholat… meweek kan jadinya... Tapi saya nda boleh nangis kan. karena begitu airmata menetes dari pelupuk mata saya, akan sangat sulit sekali bagi saya untuk menghentikan, dan semuanya akan ikut keluar,, saya akan meledak dalam tangis saya.. Seketika saya mengalihkan fokus pikiran saya... Saya bingung... habis sholat ied dan makan nanti apakah saya kembali pakai baju lapangan dan kerja? Atau bisa terpekur didalam kamar? Menelfon keluarga? Menelfon keluarga? haha. hari pertama tentu saja sibuk dan full schedule. Saya pikir.. mending lanjut bekerja sih ya daripada ngelamun dikamar yang berpotensi menjadi mewek dan merasa down. Akhirnya perasaan melow dan PMS mengalahkan saya... Setelah makan, balik kamar, membuka laptop, tapi tidak bersemangat... Saya tidak tau mesti ngapain. Saya harus menumpahkan semua isi pikiran saya ini dalam tulisan ini biar saya lega, saya pikir... Tetapi saya tidak bersemangat, dan melow. Telfon saya tidak diangkat suami.. ooh mungkin dia marah, atau sedang nelfon2 keluarga dan teman-temannya. Saat melow saya tidak berani menelfon Ibu, karena akan sangat berpotensi pecah. Pikiran saya berkecamuk, jadi saya minum obat dan tidur. Siang dihari lebaran saya tidur. Biasanya hari lebaran buat kami lebih terasa sepii dibandingkan bahagia seru nya... Ddisaat yang lain berkumpul dengan keluarga besar, kami berfikir 100x untuk dapat ikut serta berkumpul keluarga begitu... terutama saya. Saya sudah terbiasa tersingkir dan menyingkir dari hiruk pikuk keramaian dan kebahagiaan keluarga. Lagiaan siapa sih yang mewajibkan hari lebaran mesti mudik pulang kampung? kurang kerjaan aja. Tetapi kami tetap happy. Lebih ke saya saja mungkin. Karena anak-anak prioritas saya yang utama. No compromise. Biasanya setelah sholat Ied dirumah, makan, kami keluar jalan2 keliling kota.. toko2 tutup jadi paling kami ke jajan fast food francise… Trus orang nanya; bawa aja anak2 sholat kemasjid... ajak sosialisasi... jangan dikurung terus… dll dll... okeh. Saya jelasin kenapa. Beberapa kali bawa Mas Aidan sholat Ied, dia lari dan hilang; bisa ditemukan dalam waktu 1-2 jam. Bisa banyangin nda perasaan Ibu yang anaknya ilang? Nda bisa kan? Ya sudah dimaafkan. Trus masih ditanya lagi, yo dijagain.. dipegang, atau dirumah sm ibunya aja... dipegang??? Diikat tali??? OMG saya males berdebat. Udahlah anda menang. Silakan komentarin hidup saya semau Anda. Then it still continues to… “Dirumah sama mamahnya dan papahnya sholat?” Sebenarnya Papa Aidan bisa saja sholat Ied di masjid, tapi sepertinya beliau tidak tega membuat saya makin merana meninggalkan saya sholat ied sendirian dirumah. Apalagi meninggalkan kami mudik ke kampung halaman. Jangankan buat sholat dimasjid, saya suruh koq suami saya buat mudik sendirian saat Cuti Idul Fitri… antara 20% beneran nyuruh mudik dan 80% basa basi doang, karena kalau suami saya ambil itu mudik sendiri pas idul fitri, ya artinya... titik titik. Membuat saya makin merana jelas tidak, tetapi bisa jadi akan menambah blank space di hati saya, karena jujur saya lebih milih buat ditinggal sama anak-anak daripada ikut mudik koq. Kalaupun saya ikut mudik jugaa ya itu lebih banyak ditinggal juga dirumah sama anak-anak. tidak ada bedanya. Saya bisa men switch dunia saya ke dimensi lain... versi lain... biar saya teralihkan dari bayang-bayang saya... Tapi sepertinya saya merasa bersalah jika pada saat seperti ini pun saya switch lari ke versi lain dunia saya... and somehow. Saya tahu kalau hidup itu adalah pembelajaran tanpa akhir... Kita mesti belajar dari fase-fase kehidupan yang terjadi.. ngerasain apa yang akan kita rasakan saat sesuatu yang awalnya ada itu menjadi tidak ada.. bersyukur setiap waktu... Be present... Sebelum sesuatu itu benar-benar menghilang diambil kembali oleh Allah SWT. Tetapi kemudian, the other me muncul. Karena sering tersingkir dan menyingkir dari hiruk pikuk, Saya menjadi terlatih, suka dan sangat sering berdiskusi dengan diri saya sendiri.. Saya menyukai kesendirian, aloneness, but not loneliness. Saya sering sendiri, meskipun saya terkesan spontan, saya selalu berfikir berulang ulang kali sebelum bertindak... Saya terbiasa sendiri dan bisa berdiskusi dengan point of view saya yang lain. Sekali lagi… Bagian saya yang lain mengingatkan kalau kamu mesti strong. Kuat. Bertahan. Kamu sudah melalui banyak hal yang membuat kamu seperti ini. Kamu harus bisa mandiri dalam segala hal. Menjadi perempuan cengeng itu gada gunanya. Menjadi perempuan lemah itu tidak ada harganya. Don’t be so hard on yourself. Kamu tu nda salah. Kamu harus bertahan. Bertahan dengan serangan rasa bersalah yang terhembus perih kedalam hati... Kamu harus tetap ingat semua alasan-alasan yang membuat kamu ada diposisi sekarang ini. Persetan dengan omongan orang... Bertahan ditengah serbuan pertanyaan dan stigma negatif tentang: "perempuan pekerja"; "istri pekerja yang diartikan sebagai meninggalkan suami”; “ibu pekerja yang diartikan sebagai meninggalkan anak2nya"; “lupa suami lupa anak lupa keluarga....” “jadi single lagi” … dll dll dll dll yang mungkin tidak akan ada habisnya.. Well, hey! I Stand for myself! I have my reasons and I don't need your approval! Have it your way! Kenapa sih pertanyaan-pertanyaan seperti itu hanya ditujukan buat perempuan? Main kalian kurang jauh tau nda? Buku yang kalian baca kurang banyak… Guru kalian kurang bervariasi… Dan tetap saja ada orang yang menertawakan masalah gender equality, Kesetaraan gender, emang mau perempuan jadi supir alat berat? Angkat-angkat material berat? angkat galoon… angkat gaas… dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... dll... Ya amppyuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunnnnnn...................... Cetek banget pemahamannya tentang maksud kesetaraan gender……… Udahlah terserah, gada gunanya juga jelasin sama ente mah. Masih banyak lagi yang mau saya kerjain... Masih banyak buku yang mau saya baca… daripada buang waktu buat nerima limpahan sampah emosi negatif orang-orang yang kurang kerjaan I Stand for myself! and again, I don’t need your approval! Bagaimana komitmen anda terhadap perusahaan?Saya tidak pernah menyangka mendapatkan pertanyaan ini dari dokter di rumah sakit. Aneh saja rasanya. Saya dapat pertanyaan ini saat otewe pap smear. Itu sangat menakutkan bagi saya. Menakutkan, menjijikkan dan memalukan. Memalukan harus ngangkang2 didepan orang. Sebenernya Ibu dokter sudah mencoba beberapa cara pendekatan, sosialisasi, tapi saya memang takut dan badan saya menolak. Deg deg an nya minta ampun. Kalau bisa milih saya mending lari pulang. Tapi pertanyaan bagaimana komitmen Ibu terhadap perusahaan, seperti, OMG, there is no choices! Its given! Take it or leave it!
Meskipun saya pada dasarnya ingin tahu hasilnya, saya hanya tidak suka metodenya karena menakutkan bagi saya. jadi tindakan pap smear sejauh ini adalah salah satu bukti komitmen dan loyalitas saya terhadap perusahaan. Peneapan AKHLAK secara pribadi, mematuhi perintah atasan buat tes pap smear.. hahaha.. Mau bukti komitmen apalagi coba..... [peace!] Apa itu Komitmen?saya sadur dari page Pengertian Komitmen, Ciri, Jenis, dan Contohnya (dosensosiologi.com): Komitmen berasal dari bahasa latin yakni “commiter” yang memiliki arti menyatukan, mengerjakan, menggabungkan dan mempercayai. Dianggap sebagai keadaan menyatukan dan mempercayai tersebut diperoleh dari keadaan di mana seseorang membuat perjanjian atau keterikatan baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Oleh karena itulah keterikatan tersebut terwujud dalam bentuk tindakan sosial atau tingkahlaku yang dilakukan secara sukarela maupun terpaksa guna tercipta keadaan yang diharapkan. Komitmen adalah sikap setia untuk bertanggungjawab terhadap sesuatu, baik itu berkaitan dengan diri sendiri, pekerjaan, organisasi, hubungan, maupun hal lainnya sehingga atas dasar inilah seseorang yang sudah melakukan kesepakatan akan senantisa memenuhi apa yang yang telah menjadi kewajibannya. Pengertian Komitmen Menurut Para AhliSteers dan Porter (1983), Pengertian komitmen adalah suatu keadaan di mana individu menjadi terikat oleh tindakannya sehingga akan menimbulkan keyakinan yang menunjang aktivitas dan keterlibatannya. Greenberg (2005), Definisi komitmen sebagai kesediaan seorang karyawan untuk memihak pada suatu organisasi tertentu dan tujuan-tujuannya serta berniat untuk memelihara keanggotaan dalam organisasi tersebut. Ciri Komitmen
Mowday, Porter dan Steers menggunakan pendekatan sikap, dimana komitmen memiliki dua komponen yaitu sikap dan kehendak untuk bertingkah laku Sikap,mencakup: Identifikasi dengan organisasi, yaitu pengetahuan akan nilai dan penerimaan tujuan organisasi, dimana penerimaan ini merupakan dasar komitment organisasi. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, terjadi setelah orang melakukan proses penginderaan terhadap objek yang diamatinya (Notoatmodjo), Perilaku yang didasari oleh pengetahuan lebih bertahan lama atau dapat diterima dari pada seseorang yang berperilaku tidak didasari oleh pengetahuan. Tingkatan pengetahuan: Tahu [Know] -- Memahami [Comprehension] -- Aplikasi [Application] -- Analisis [Analysis] -- Sintesis [Synthesis] -- Evaluasi [Evaluation] Penerimaan merupakan dasar komitmen. Penerimaan sikap dapat diukur dengan melihat tingkatan sikap yang dimiliki seseorang. sikap merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup dari sesseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Tingkatan sikap: Menerima [receiving] -- Merespon [Responding] -- Menghargai [Valuing] -- Bertanggung jawab [Responsible] Keterlibatan sesuai dengan peran dan tanggung jawab pekerjaan di organisasi tersebut. Individu yang memiliki komitmen tinggi akan menerima hampir semua tugas dan tanggung jawab serta konsekuensi yang diberikan kepadanya. Keterlibatan merupakan domain perilaku yang merupakan perwujudan dari sikap yang dimiliki dengan menunjukkan suatu praktik atau tindakan. Tingkatan Perilaku: Persepsi [Perception] -- Respon terpimpin [Guided response] -- Mekanisme [Mechanism] -- Adopsi [Adoption] Loyalitas merupakan suatu alat evaluasi terhadap komitmen. Setiap individu dengan komitmen tinggi merasakan adanya loyalitas dan rasa memiliki terhadap organisasi. Loyalitas lebih mudah dilihat dari kepatuhan terhadap nilai-nilai yang mengikat, dapat berupa peraturan atau kesepakatan. Kehendakyang termasuk kehendak untuk bertingkah laku adalah:
sehingga, seseorang yang memiliki komitmen tinggi akan memiliki identifikasi terhadap organisasi, terlibat sungguh-sungguh dan ada loyalitas serta afeksi positif terhadap organisasi. Selain itu, tampil tingkah laku berusaha ke arah tujuan organisasi dan keinginan untuk tetap bergabung dengan organisasi dalam jangka waktu lama. Hal ini mengingatkan saya kembali saat proses interview tahun lalu, iya sudah setahun. Saya masih ingat dengan baik, kalau dari awal interview sudah ditanyakan tentang masalah komitmen. Bolak balik interview menurut saya sih intinya ke komitmen. Bersedia ditempatkan dimana saja, diseluruh cabang perusahaan di indonesia. Lebih karena perusahaan ingin kualitas sumber daya merata di setiap lokasi, tidak menggemuk surplus disuatu lokasi tertentu, dan kurang dilokasi lain. Bagaimana keluarga nanti, sudah dipikirkan? suami? anak-anak? bahaimana jika ditempatkan dilokasi remote? luar daerah dengan fasilitas kurang memadai, dll dll. Komitmen. Buat saya, Komitmen saya itu tidak hanya untuk perusahaan. Saya juga berkomitmen pada pernikahan saya... Saya berkomitmen dengan tugas saya menjadi Istri, Saya berkomitmen atas tugas saya sebagai Ibu dari Aidan... Saya berkomitmen atas tugas saya sebagai Ibu dari Naira... Saya berkomitmen atas tugas saya sebagai Ibu dari Faqih.. Saya juga berkomitmen pada orang-orang dalam lingkaran support system saya... dan terutama, saya juga ada komitmen pada diri saya sebagai pribadi. Saat saya menunjukkan / terlihat / berada pada posisi berkomitmen pada Perusahaan, it doesn't mean kalau saya itu meninggalkan komitmen saya sebagai istri dan ibu. Engga lah. sabar ya..
saya masih meracik dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk spill proses recruitment experieced hire Pertamina yang berhasil saya lalui tahun lalu... Apa sih itu FUS?First unprovoked seizure (FUS) adalah rangkaian kejang pada seorang anak berumur lebih dari 1 bulan disertai kejang dan tidak diketahui adanya faktor pemicu kejang, seperti demam, trauma kepala, infeksi sistem syaraf pusat, tumor, atau kelainan metabolik seperti hipoglikemia serta obat-obatan. Rerata risiko berulangnya kejang setelah FUS adalah 22% setelah 6 bulan, 29% setelah 12 bulan, 37% setelah 24 bulan, 43% setelah 60 bulan, dan 46% setelah 120 bulan. Kejang tanpa demamDiantara ketiga anak saya, tripel AiNaFA, si cantik dan sibungsu semua sudah mengalami FUS 2 periode, bisa dibilang 1x serangan disetiap tahun umur mereka. Kejang tanpa demam, inilah yang awalnya kami kenal sebelum mendapatkan diagnosa FUS oleh dokter SPA syaraf RS. Naira, disaat usia 1 tahun mengalami kejang tanpa demam pertama kali setelah sebelumnya sakit diare dan muntah. Pada suatu subuh yang dingin di bulan Juli 2021, saat orang tua lain terbiasa dengan sakit diare dan muntah pada anak-anak, suami saya membuka pintu rumah, dan meninggalkan Naira yang sedang tidak enak badan itu di ruang tamu, dan saya memasak sesuatu untuk dimakan. Dan tiba-tiba suami saya menjerit, menggotong anak saya yang sudah membiru bibirnya. Kami panik dan menjerit. Tetangga datang, kami pakaikan baju Nay, dan setelah sadar, muntah dan dia pingsan sambil kotoran diarenya mengalir. Pikiran saya saat itu muntaber. Segera kami bawa ke UGD, dan Nay ditangani dengan diberikan obat kejang dosis tinggi. Saya memberikan keterangan ke dokter jaga UGD sambil gemetaran. 3 hari rawat ini dan diberi obat anti kejang lewat infus. Diagnosis yang diberikan adalah FUS, kejang tanpa demam, atau setelah saya baca-baca di jurnal-jurnal kedokteran merupakan kejang yang tidak terprovokasi. Episode FUS kedua Nay juga terjadi saat Nay tidak enak badan. Pada pagi hari dibulan Maret 2022, Nay masih ceria dan berangkat ke sekolah. Nay memang tidak enak badan, sepertinya hanya tidak enak badan, dan masih bisa sekolah. Tapi ternyata pada saat makan, May Baby Nay tiba-tiba kejang sambil terduduk disekolahnya. Saya yang saat itu baru saja selesai mengantar Aidan sekolah, langsung mengebut dan gemetar menjemput Nay disekolahnya. Serangan pertama dan kedua berjarak 9 bulan disaat usianya 2 tahun. Si Bungsu Faqih, diusianya yang hampir 2 tahun, juga sudah mengalami 2x episode FUS, sama seperti kakaknya, dengan jumlah kejang lebih banyak dan jarak lebih dekat. Episode pertama kejang tanpa demam si bungsu berawal ketika tiba waktunya bagi saya akhirnya tidak bisa menolak untuk menolak balik kampung. Karena satu dan lain hal. akhirnya kami membawa tripel Ainafa pulang ke Rengat, dari Pekanbaru sore hari, dan sampai Rengat malam perjalanan mobil. Nothing special. semua baik baik saja, Fay masih ceria, bermain seperti biasa. hingga sesampai di Rengat dia tidak mau makan, dan paginya masih tidak mau makan, minum dan muntah. oke masuk angin. Saya pergi mandi, dan Fay dengan papahnya. baru masuk kamar mandi terdengar suami saya menjerit, Faqih jatuh dari meja dirumah neneknya, dan tiba2 kaku, kejang mulut membiru. Dan kami langsung bawa ke klinik. setelah menunggu lama, akhirnya diklinik diberi obat macam-macam, dan dibilang saya terlalu kuatir jadi Ibu. dan sesampai dirumah, sedang saya pangku, tidak ada 2 jam dari klinik sibungsu saya tiba-tiba terkulai, terdiam, kejang, saya menjerit. dan dengan hanya bercelana pendek saya bawa sibungsu ke klinik lain, terdekat dari rumah. dan Gada obat disana. lucu sekali. Saat itu saya meminta langsung bawa ke Pekanbaru. Kami disarankan ke RSUD, dan kami langsung kesana, di UGD, menunggu lama dan disuntik obat, dan ga ada DSA available dihari minggu. Lucu sekali. what a wasting time. Dan kami meminta ambulans rujuk ke Pekanbaru, right away. meskipun realisasinya, sore hari menjelang maghrib kami baru naik ambulans.
dan si sulung serta si bungsu dirawat inap bersebelahan dalam satu ruang yang sama, di RS Syafira. What a messy life. Episode kedua kejang tanpa demam Faqih terjadi belum lama ini, saat kami serumah sakit batuk. Naira yang paling parah batuk, karena lama batuk dan kuatir kejang, nay opname 3 hari. 2 hari setelah sepulang Nay opname, Si bungsu muntah ditengah malam, masih aktif, masih makan masih minum. Dan di pagi yang tenang, setelah makan sarapan dengan semangat, si bungsu kejang saat sedang saya mandikan bersama Nay. tiba-tiba kepalanya terkulai terjatuh di lengan saya. Dan saya menjerit sekuat tenaga saya. It's breaking my heart. itu adalah kali ke 4 kejadian kejang tanpa demam, dan saya masih gemeteranan dan menangis, bahkan menuliskan ini saya masih bergetar. Semua kejadian anak-anak saya sakit dan dirawat adalah bagian terhoror dalam hidup saya. melihat Aidan sakit lumpuhnya, melihat Naira pingsan kejang dan bibir membiru menghitam, again, it breaks my heart. DefinisiBerdasarkan American Academy of Neurology, FUS didefinisikan dengan menggunakan kriteria dari International League Against Epilepsy (ELAE) yaitu rangkaian kejang pada seorang anak yang berumur lebih dari 1 bulan disertai pulihnya kesadaran diantara kejang dan tidak diketahui adanya faktor pemicu terjadinya terjadinya kejang seperti demam, trauma kepala, infeksi sistem syaraf pusat, tumor, atau kelainan metabolik seperti hipoglikemia serta obat-obatan. Kejang yang terjadi pertama kali dapat berupa kejang biasa, berulangnya kejang atau status epileptikus. Kejang yang berulang dalam satu hari dianggap sebagai satu episode kejang. EtiologiPenyebab dari FUS belum diketahui dan dikatakan tanpa pencetus jika tidak ditemukan penyebab kejang yang biasanya terjadi pada anak seperti hipoglikemi, hipokalsemia, gangguan elektrolit, paparan toksin, infeksi sitem syaraf pusat, trauma, tumor, iatrogenik seperti pada terbutakin dosis tinggi, klorpomazin, obat-obat imunosupresan, dan lain-lain. Klasifikasi KejangKejang adalah gangguan akibat abnormalitas aktifitas sinkronisasi aliran listrik pada otak. Berdasarkan penyebab, kejang dibedakan menjadi dua yaitu:
PatofisiologiSecara umum, kejang terjadi apabila neuron-neuron dalam area otak teraktivasi dengan cara sinkronisasi. Aktivasi fokal sekelompok neuron kemudian menyebar ke neuron sekitarnya dan ke neuron-neuron jauh dalam aktivasi abnormal. Terjadinya suatu kejang melibatkan berbagai macam aspek selular atau biokimiawi seperti gangguan fungsi kanal ion, level neurotransmitter, fungsi reseptor neurotransmittes, atau metabolisme energi yang mengganggu eksitabilitas neuron sehingga menimbulkan kejang. Secara umum, depolarisasi diperantarai oleh neurotransmitter eksitatori yaitu glutamat dan aspartat. Peningkatan efektivitas sinaptik terjadi akibat meningkatnya ambilan reseptor N-methyl-D-aspartate (NMDA) sehingga terjadi influks kalsium kedalam sel dan peningkatan eksitabilitas sel. Ketika proses eksitatori meningkat terjadi reduksi simultan sirkuit inhibisi sehingga manifestasi kejang berlangsung. DiagnosisFirst unprovoked seizure ditegakkan bersama dengan anamesis, pemeriksaan fisik, dan dibantu dengnan pemeriksaan penunjang untuk menyingkirkan penyebab kejang lainnya. Berdasarkan anamesis ditanyakan mengenai jumlah episode kejang dalam satu hari, jika berulangnya kejang ditanyakan jarak antara kejang pertama dengan kejang terakhir, jenis kejang, durasi kejang, dan deskripsi periode postiktal. Pemeriksaan fisik dilakukan dengan menyingkirkan penyebab kejang yang lain seperti demam, penurunan kesadaran, tanda-tanda perdarahan intrakranial, gejala intoksifikasi, dan lainnya. Sedangkan pemeriksaan penunjang dikerjakan sesuai indikasi dan klinis pasien seperti pemeriksaan laboratorium, elektroensefalografi atau pemeriksaan pencitraan. Diagnosis bandingDiagnosis banding FUS adalah acute symptomatic seizure yaitu bangkitan kejang yang terjadi akibat suatu pencetus sistemik berhubungan dengan kelainan pada otak atau kerusakan otak yang berhubungan dengan gangguan lobus temporal. Akan dikatakan pencetus pada acute symptomatic seizure apabila kejadian tersebut berlangsung dalam kurun waktu satu minggu sebelum serangan. Pencetus tersebut dapat seperti stroke, kerusakan otak traumatik, ensefalopati anoksik, pembedahan intrakranial, diketahui mendertita subdural hematoma, infeksi sistem syaraf pusat yang aktif, fase aktif dari sklerosisi multipel atau penyakit autoimun lainnya, gangguan metabolik berat dalam kurun waktu 1 jam sebelum kejang, serta intoksinasi alkohol. Pemeriksaan PenunjangBeberapa pemeriksaan penunjang yang diperlukan pada anak yang mengalami FUS seperti:
Pemeriksaan laboratorium dikerjakan bersifat individual berdasarkan riwayat dan kondisi klinis pasien seperti muntah, diare, dehidrasi, dan tidak sadar. Skrining toksikologi dikerjakan jika dicurigai ada paparan atau kecanduan obat atau toksin. Elektroensefalografi (EEG) sangat berguna untuk mengidentifikasi jenis kejang, membantu mengklasifikasi kejang dan memperkirakan prognosis jangka panjang. Pemeriksaan EEG dapat membantu dalam mengenali ensefalopati, kejang subklinis, dan abnormalitas metabolik. Dengan melakukan EEG maka dapat mengungkapkan fokal epilepsi atau kelainan lateralisasi. Apabila memungkinkan, EEG harus diperoleh saat pasien terjaga dan tidur. Jika kejadian FUS merupakan kejang umum tonik klonik (kurang dari 10 menit) maka EEG tidak mutlak diperlukan, akan tetapi jika awitan kejang itu teidak disaksikan, maka sebaiknya dilakukan EEG. Magnetic resonance imaging (MRI) merupakan modalitas utama dalam pemeriksaan pencitraan dari pasien dengan kejang pencetus pertama kali. Pemeriksaan MRI emergensi dikerjakan pada setiap anak dengan defisit postiktal (paresis Todd's) yang tidak segera membaik atau tidak kembali dalam beberapa jam pengamatan. Pemeriksaan MRI tidak emergensi dikerjakan pada pasien FUS disertai adanya kelainan neurologis seperti keterlambatan perkembangan global, kejang parsial, umur kurang dari satu tahun atau pada gambaran EEG tidak menunjukkan epilepsi parrsial benign atau epilepsi umum primer. Computed Tomographyscan (CT Scan) bermanfaat pada pasien dengan riwayat trauma kepala. JIka tidak ada trauma kepala dan anak tampak normal maka pemeriksaan CT Scan tidak diperlukan. Faktor Risiko Berulangnya KejangKelainan neurologis dan gambaran EEG epileptiform Kelainan neurologis yang mendasari seperti retardasi mental, serebral palsi, pasca trauma kepala atau pasca infeksi sistem syaraf pusat sebelumnya, serta gambaran EEG epiletiform. Kedua faktor tersebut bersifat menguatkan dan kehadiran keduanya pada pasien menjadikan risiko berulangnya kejang ; jika dibandingkan tanpa kedua atau salah satu faktor risiko tersebut. Pada penelitian Multicenter epilepsy and single seizure (MESS), pasien dengan EEG normal dan gambaran neurologis normal berisiko paling rendah untuk berulangnya kejang yaitu: 20%, 25% dan 30% pada 1, 2 dan 4 tahun setelah FUS. Umur saat kejang Beberapa penelitian observasional dan penelitian MESS dengan jumlah subyek yang besar menunjukkan tidak ada pengarun antara umur terhadap berulangnya kejang Tipe kejang Tidak terdapat cukup bukti yang mendukung tipe kejang tertentu terhadap risiko berulangnya pada FUS. Durasi kejang Kejang menginduksi kerusakan hipokampus dan faktor risiko misalkan umur, kelainan neurologis, durasi kejang, dan juga predisposisi genetik dapat memperberat kerusakan hipokampus. Beberapa penelitian eksperimental menunjukkan bahwa walaupun kejang berkepanjangan mungkin tidak menyebabkan kerusakan hipokampus dalam otak normal, akan tetapi kejang ini dapat mempengaruhi kemampuan belajar dan tingkah laku. Meskipun durasi kejang bukan merupakan faktor risiko yang mendukung terjadinya berulangnya kejang, akan tetapi pertimbangan pemberian pengobatan OAE bukan hanya untuk menurunkan risiko berulangnya kejang tetapi juga menurunkan risiko terjadinya kejang yang berkepanjangan bahkan status epileptikus. Keadaan tidur Beberapa penelitian menunjukkan peningkatan risiko berulangnya kejang jika terjadi pada saat pasien tidur. Tidur pada saat kejang pertama menimbulkan risiko berulang sebesar 50% atau lebih pada kejadian berulangnya kejang. Riwayat epilepsi dalam keluarga Beberapa tipe epilepsi bersifat diturunkan melalui kode genetik dan berhubungan dengan kejadian kejang pada anggota keluarga lainnya. Belum didapatkan bukti yang mendukung terjadinya peningkatan risiko kejang berulang pada pasien dengan FUS yang memiliki riwayat epilepsi dalam keluarga. Riwayat kejang demam kompleks sebelumnya Ditemukan peningkatan risiko berulangnya kejang pada pasien dengan riwayat kejang demam kompleks sebelumnya. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan angka berulangnya kejang bervariasi mulai dari 24% pada pasien tanpa faktor risiko hingga 65% atau lebih pada pasien yang memiliki dua atau lebih faktor risiko (misalnya riwayat epilepsi dalam keluarga, awitan parsial, gambaran EEG epileptiform, dan kelainan pada sistem syaraf pusat) PengobatanPendekatan terhadap anak yang mengalami FUS merupakan hal yang penting dalam praktek neurologi klinis sehari-hari, untuk menentukan pertanyaan utama: Apakah perngobatan dengan Obat Anti Epilepsi (AED) harus dimulai atau tidak? Alasan utama untuk meresepkan AED adalah untuk mencegah kejang lebih lanjut. Dengan demikian, terapi seperti itu dibenarkan ketika ada kemungkinan kejang yang masuk akal akan kambuh. Memutuskan untuk memulai pengobatan membutukan pertimbangan risiko efek samping obat terhadap konsekuensi psikososial dari kejang-kejang dimasa depan. Pun begitu, pengobatan tidak akan memastikan bahwa kejang tidak akan kambuh, dan hanya menurunkan kemungkinan kekambuhan, itu juga menjadi pertimbangan tambahan untuk memulai terapi AED Kenapa perlu diobati?Alasan utama untuk memulai pengobatan adalah kekhawatiran akan risiko cedera fisik atau kematian akibat kejang berikutnya. Cendera serius akibat kejang pada anak adalah peristiwa yang langka, yang dapat terjadi setelah terjatuh atau kehilangan kesadaran. Untuk mengurangi risiko itu maka direkomendasikan untuk pemberian batasan-batasan untuk setiap anak kecil, misalkan selelu bersepeda menggunakan helm ditrotoar daripada dijalanan, berenang hanya jika ditemani buddy, Mandi shower daripada berendam, kecuali mereka diawasi, dll. Kematian mendadak yang tidak terduga pada anak-anak dengan epilepsi, untungnya sangat jarang terjadi. Ketika kematian terjadi pada anak-anak epilepsi, itu hampir selalu terkait dengan masalah neurologis atau jantung yang mendasarinya, daripada karena epilepsinya. Sebuah studi populasi juga menemukan bahwa risiko kematian pada mereka dengan epilepsi onset pada masa kanak-kanak sama dengan populasi umum anak-anak tanpa gangguan neurologis yang signifikan. dan juga bahwa sejauh ini, tidak ada penelitian yang ditemukan yang meneliti apakah melakukan pengobatan pada anak dengan FUS akan menurunkan kemungkinan cedera serius atau kematian mendadak. Perlu diketahui juga bahwa memutuskan mengambil pengobatan bukanlah tindakan yang mudah. Efek minum obat setiap hari dapat berpengaruh pada rasa percaya diri seorang anak. Seorang anak yang minum obat untuk durasi yang lama oleh teman, keluarga dan sekolahnya dianggap sebagai anak yang memiliki penyakit yang sudah berlangsung sejak lama. Selain itu, pengobatan kronis untuk pengobatan kejang juga dapat menjadi beban bagi keluarga karena biayanya yang besar, dan dapat mempengaruhi kemampuan untuk mendapatkan asuransi kesehatan. Selain dari itu, ada juga kemungkinan saat remaja nanti yang dapat menjadi lebih rumit karena kekhawatiran ini, misalkan pada saat pengajuan SIM Kejang berulangRisiko kumulatif kekambuhan FUS meningkat dari waktu ke waktu. Namun, dalam suatu studi dimana terdapat informasi menyebutkan bahwa sebagian besar kekambuhan terjadi dalam waktu 1 hingga 2 tahun pertama sejak pertama FUS. Pada waktu tertentu risiko kekambuhan yang dilaporkan sangat bervariasi. Sebagian kecil anak-anak akan terus mengalami tidak hanya satu akan tetapi banyak kekambuhan. Suatu penelitian yang mengikutsertakan 207 anak dengan tindak lanjut selama 2 tahun, menemukan bahwa selain tingkat kekambuhan keseluruhan 54%, 26% dari anak-anak yang ikut serta dalam studi masih mengalami satu atau lebih kejang selama 6 bulan terakhir dari tindak lanjut penelitian, yaitu, lebih dari 18 bulan setelah peristiwa indeks. Penelitian lain dengan tindak lanjut yang lebih lama, melibatkan 407 anak, dan mengikuti mereka selama kurun waktu rata-rata >10 tahun. Dari jumlah tersebut, 46% memiliki satu atau lebih kekambuhan selama periode waktu penelitian. Selama periode tindak lanjut yang diperpanjang, 19% anak-anak yang terlibat mengalami setidaknya 4 kejang dan 10% mengalami setidaknya 10 episode kejang. Beberapa anak dalam kedua penelitian berakhir dengan kejang yang tidak dapat disembuhkan. Long story shortDua organisasi ini, The American Acaddemy of Neurology dan the Practice Comittee of the Child Neurology Society dalam parameter praktek mereka menyebutkan bahwa:
Pencegahan KejangSetelah melewati 4-episode kejang tanpa demam si kembar, setidaknya berikut yang saya ingat baik-baik dari saran dokter untuk mencegah kejang pada anak-anak
Pertolongan pertamaSedangkan, pertolongan pertama pada saat menghadapi episode kejang pada anak:
Literatur:
Kali ini saya akan menuliskan tentang keseruan saya dalam menyiapkan bekal makanan ketiga anak saya yang sudah sekolah full day semua. Bagaimana saya akhirnya memutuskan untuk memasak makanan anak-anak sendiri, mengalokasikan setengah waktu tidur malam saya untuk ber fighting ria di dapur. Biasanya saya terbangun jam 11 malem, jadwal Baby Fay pipis sama minum susu. trus hana hini hitu jam 3 start beraktifitas di dapur Latar Belakang kenapa repot-repot masakMasa Golden AgeAnak usia dini [AiNaFa] berada pada masa yang disebut dengan masa keemasan atau golden age. Hal ini dikarenakan pada usia tersebut pertumbuhan dan perkembangan manusia sedang terjadi dengan pesatnya. Banyak faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang salah satu faktornya adalah nutrisi/gizi. Kebutuhan gizi pada anak-anak sangatlah penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya, terutama perkembangan otak mereka yang sangat bergantung pada asupan gizi yang dikonsumsi. Seribu Hari Pertama Kehidupan Seribu hari pertama kehidupan anak (1000 HPK) adalah sejak hari pertama kehamilan sampai anak umur dua tahun yang dapat menentukan masa depan manusia. Seribu hari pertama kehidupan sendiri terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari kehidupan pertama sejak bayi lahir yang disebut juga dengan golden period karena pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat dan apabila tidak dimanfaatkan akan terjadi kerusakan yang bersifat permanen (Achadi, 2014). Periode 1000 hari pertama sering juga disebut window of opportunities didasarkan pada kenyataan bahwa pada masa janin sampai anak usia dua tahun terjadi proses tumbuh kembang yang sangat cepat dan tidak terjadi pada kelompok usia lain. Pemenuhan asupan gizi pada golden period anak sangat penting; jika anak mendapatkan asupan gizi yang optimal maka penurunan status gizi anak bisa dicegah sejak awal. Masa golden period bermula sejak saat konsepsi hingga anak berusia 2 tahun, merupakan masa paling kritis untuk memperbaiki perkembangan fisik dan kognitif anak. Status gizi ibu hamil dan ibu menyusui, status kesehatan dan asupan gizi yang baik merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik dan kognitif anak, menurunkan risiko kesakitan pada bayi dan ibu. Ibu hamil dengan status gizi kurang akan menyebabkan gangguan pertumbuhan janin, penyebab utama terjadinya bayi pendek (stunting) dan meningkatkan risiko obesitas dan penyakit degeneratif pada masa dewasa (The Lancet, 2013). Status gizi pada masa golden period akan berpengaruh terhadap kualitas kesehatan, intelektual, dan produktivitas pada masa yang akan datang. Ibu dan bayi memerlukan gizi yang cukup dan berkualitas untuk menjamin status gizi dan status kesehatan; kemampuan motorik, sosial, dan kognitif; kemampuan belajar dan produktivitasnya pada masa yang akan datang. Anak yang mengalami kekurangan gizi pada golden periodnya akan mengalami masalah neurologis, penurunan kemampuan belajar, peningkatan risiko drop out dari sekolah, penurunan produktivitas dan kemampuan bekerja, penurunan pendapatan, penurunan kemampuan menyediakan makanan yang bergizi dan penurunan kemampuan mengasuh anak. Selanjutnya akan menghasilkan penularan kurang gizi dan kemiskinan pada generasi selanjutnya (USAID, 2014). Titik kritis yang harus diperhatikan selama masa golden period1. Periode dalam kandungan (280 hari)
2. Periode 0-6 bulan (180 hari)
3. Periode 6-24 bulan (540hari)
Prinsip Gizi SeimbangZat gizi dari makanan merupakan sumber utama untuk memenuhi kebutuhan anak tumbuh kembang optimal sehingga dapat mencapai kesehatan yang paripurna , yaitu sehat fisik, sehat mental, dan sehat sosial. Oleh karena itu, slogan umum bahwa pencegahan adalah upaya terbaik dan lebih efektif-efisien daripada pengobatan, harus benar-benar dilaksanakan untuk mencegah terjadinya masalah gizi pada anak. Prinsip Gizi Seimbang Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan ideal. Gizi seimbang di Indonesia divisualisasikan dalam bentuk tumpeng gizi seimbang (TGS) yang sesuai dengan budaya Indonesia. TGS dirancang untuk membantu setiap orang memilih makanan dengan jenis dan jumlah yang tepat sesuai dengan berbagai kebutuhan menurut usia (bayi, balita, remaja, dewasa dan usia lanjut), dan sesuai keadaan kesehatan (hamil, menyusui, aktivitas fisik, sakit)
Potongan TGS juga dilapisi dengan air putih yang idealnya dikonsumsi 2-liter atau 8 gelas sehari. Luasnya potongan TGS ini menunjukkan porsi konsumsi setiap orang per hari. Karbohidrat dikonsumsi 3 - 8 porsi, sayuran 3 - 5 porsi sedikit lebih besar dari buah, buah 2-3 porsi, serta protein hewani dan nabati 2 - 3 porsi. Konsumsi ini dibagi untuk makan pagi, siang, dan malam. Kombinasi makanan per harinya perlu dilakukan. Dibagian bawah TGS terdapat prinsip gizi seimbang yang lain, yaitu: pola hidup aktif dengan berolahraga, menjaga kebersihan dan pantau berat badan. Tanda anak sehat bergizi baikIndonesia memiliki kesepakatan tanda anak sehat bergizi baik yang terdiri dari 10 kriteria, yaitu:
Energi
Energi merupakan kemampuan atau tenaga untuk melakukan kerja yang diperoleh dari zat-zat gizi penghasil energi. Kebutuhan energi anak secara perorangan didasarkan pada kebutuhan energi untuk metabolisme basal, kecepatan pertumbuhan, dan aktivitas. Energi untuk metabolisme basal bervariasi sesuai jumlah dan komposisi jaringan tubuh yang aktif secara metabolik bervariasi sesuai umur dan gender. Aktifitas fisik memerlukan energi di luar kebutuhan untuk metabolisme basal. KarbohidratPangan sumber karbohidrat misalnya serealia, biji-bijian, gula, buah-buahan, umumnya menyumbang paling sedikit 50% atau separuh kebutuhan energi keseluruhan ProteinSelama pertumbuhan, kadar protein tubuh meningkat dari 14,6% pada umur satu tahun menjadi 18-19% pada umur empat tahun, yang sama dengan kadar protein orang dewasa. Kebutuhan protein untuk pertumbuhan diperkirakan berkisar antara 1-4 g/kg penambahan jaringan tubuh. Protein diperlukan untuk pertumbuhan, pemeliharaan, dan perbaikan jaringan tubuh, serta membuat enzim pencernaan dari zat kekebalan yang bekerja untuk melindungi tubuh balita. LemakSerat
Vitamin dan Mineral Vitamin adalah zat organik kompleks yang dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil untuk beberapa proses penting yang dilakukan di dalam tubuh. Fungsi vitamin adalah untuk membantu proses metabolisme, yang berarti kebutuhannya ditentukan oleh asupan energi, karbohidrat, protein, dan lemak Mineral adalah zat anorganik yang dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagai fungsi. Mineral penting untuk proses tumbuh kembang secara normal. Kekurangan konsumsi terlihat pada laju pertumbuhan yang lambat, mineralisasi tulang yang tidak cukup, cadangan besi yang kurang, dan anemia Bekal AiNaFaPola pengasuhan yang saya berikan kepada anak-anak sedikit banyak sangat terpengaruh dengan pengalaman saya selama hidup dari kecil hingga saat ini. Demikian juga dengan pola menu dan makanan yang saya terapkan ke anak-anak. GTM [Gerakan Tutup Mulut] buat saya....Lesson learned 1: Dari kecil hingga sudah jadi emak-emak pun, saya pribadi mending nahan lapar tidak makan, jika makanan yang ada tidak cocok dengan selera saya, atau tidak suka. yaa setelah punya anak2 agak berubah sedikit, dikarenakan tidak boleh sakit, jadi makan terpaksa untuk kewajiban agar tidak sakit [jika menu tidak sesuai yaa..]. Jadi, saya analogikan ke anak-anak, jika anak-anak tidak mau makan, padahal ada makanan, bisa jadi karena tidak suka dengan menu makanannya. Jadi nya hampir selau saya masakkan lagi menu yang lain Bawang-bawangan bagus untuk Mas Aidan, jadi bumbu masakan Mas banyak, dan pekat gitulah. Cabai, tomat, bawang merah, bawang putih, bawang bombai, udang/ikan, semua blender. Dalam tas bekal Mas berisi termos nasi, satu kotak bekal lauk, botol isi air minum, dan sendok garpu. Makan siang mas ada katering dari sekolah. Awalnya bekal ini untuk sarpan disekolah, tetapi, sepertinya karena semakin besar kelasnya, jadi jarang sarapan dan seringnya lauknya dimakan di makan siang juga. Trus jadinya, karena sepertinya tidak sempat sarapan di sekolah, Mas Aidan begitu mandi langsung sarpan dirumah, atau saya bawain bekal satu lagi buat dimakan dimobil. Bagaimana mem-Bekal-i AiNaFaLesson learned 2: Saya SMA dibawakan bekal makanan, karena seringkali tidak sempat sarapan, dan pulang sekolah sore. trus uang saku juga yaaah buat makan siang aja sm transport. Makan siang tidak ya? lupa saya, sepertinya tidak. Bekal yang saya bawa dari pagi itu, paling Mi goreng, Nasi goreng, telur dadar, telur ceplok. udah seingat saya itu aja. Padahal kadang saya makan buat makan istirahat siang. makan nasinya sepulang sekolah. Kebayang ya, mi goreng atau telur dari pagi buat makan siang, di kotak bekal biasa. Jadi, saya sebisa mungkin, gimana caranya agar anak-anak saya bisa suka makan, enak, happy, hangat. Jadinya, saya setiap pagi memasak 5 jenis menu makanan yang berbeda, di tempat bekal makanan dan termos2 untuk nasi dan sayur agar setidaknya sampai siang masih hangat dimakan. Saya ada jadwal menu setiap hari, 5 menu lauk dan 3 menu sncak/buah. setiap hari. Saya tidak ada sempat untuk menghias hias bento atau apalah itu, karna buat saya lebih penting variasi menu, rasa, kuantitas, kualitas, dan tentu saja, 5 menu itu memberikan anak-anak saya pilihan, tidak suka menu yang ini bisa ada menu lain. Masing-masing Baby Nay dan Baby Fay bawa 2 tupperware, 1 termos isi nasi, 1 termos isi sayur dan 1 termos kecil isi tumisan/yang lain. Tupperware 1 isi lauk, satu lagi isi snack. Sncak nya 3 variasi buah, bolu, puding atau biskuit-biskuit. Jumlah porsi sikembar lebih banyak dari Mas Aidan, karena si Kembar tidak ada katering, jadi porsi untuk 2x makan dan 2x snack. Suka kepengen siih kalau liat bento2 cantik imut dan berwarna warni.. Truss... terpikir, itu sayur mentah? cuma hiasan atau buat dimakan? kalau saya takut masih ada salmonellanya nda siiiihh...? masa sayur mentah buat balita... trus,, nasinya cuma sebentuk kepala beruang, emang cukup ya?? iih hebat banget deh anaknya makan selada/brokoli/tomat mentah.. kereen! KateringLesson Learned 3: Saya pernah katering untuk mas Aidan sewaktu tk, 20 rb per hari. Tapi menunya.. waah engga Mas Aidan banget. Pernah dibawain pulang kateringnya karena ga pernah dimakan, kasian saya nengoknya. haha. jadi ya sudahlah, siang ART antar ke sekolah atau pesankan Go send atau pesankan Mc D kirim ke sekolah. Naah, kalau katering Mas Aidan sekarang di SD itu mah layak bangetlah, malah sepertinya sama kaya menu katering saya pas kerja di ERM dapat katering. harganya 20 rb juga, tapi menu dewasa. Kenyang lah. Masalahnya, Kalau katering, kita tidak bisa mengontrol menu. Menu apa yang anak pasti suka dan mau makan. Seperti lesson learned 1, kalau menunya ga suka ya tetap saja mas Aidan milih engga makan. Jadii.. maka dari itu,, bekal makanan dari rumah, menu yang anak-anak suka dan hampir pasti mau. Kenapa masak sendiri?Tetangga saya pernah nyindir gini: "eeh.. mba koq belanja sendiri? masak sendiri? kemana ituu para asisten-asistennya" Saya itu termasuk boros banget memang, saya akui. asisten dirumah ada yang khusus gosok baju, khusus masak, khusus bersih-bersih, belum yang disekolah pegang anak2 sepanjang pagi-sore kan.. berapa itu perputaran uang setiap bulannya. Padahal kalau ibu-ibu lain, mereka strong banget pegang anak 1,2,3,4 dirumah ga pake asisten. okay. Saya tidak setrong. Saya akui saya lemah dan tidak sesetrong ibu-ibu. Peace! Tapi palingan, selama saya masih bisa dan ada dirumah, oke saya masak sendiri untuk AiNaFa, terutama bekal setiap paginya. Terkadang,, menurut saya, cuma ibu lah yang akan mikirin menu masakan hingga ke variasi menu dan dikaitkan dengan kecukupan kebutuhan gizi dari segi karbohidrat, protein, vitamin, mineral, energi, dll itu. iya engga sih? saya koq sampai segitunya dari 5 menu masakan saya, satu saja menu sayur atau tumis sayur saja saya mikir setidaknya harus ada warna hijau, orange, kuning, putih, merah (hahaha) satu warna mewakili kandungan gizi yang berbeda. selain dari color coding warna, ada lagi saya bagi, sayuran, protein hewani dan protein nabati. [anda gitu juga nda sih?? haha] trus juga bawang-bawangan, bumbu nya biar nambah vitamin dan mineral dan lebih tasty rasanya.. Trus dalam 5 menu itu juga, satu menu protein. lauk. entah itu ayam ikan sosis.. eeh, sosis nuget itu tambahan sih, fast food bermicin. meskipun nugetnya homemade, tetap aja pakai micin agak banyak sepertinya.. Tapi... pilihan setiap orang tua bisa berbeda-beda tentu saja, karena latar belakang setiap ortu juga berbeda, yang menentukan bagaimana mereka mengambil keputusan untuk anak-anaknya masing-masing. ada yang no asi ekslusif, ada yang sama sekali no asi, ada yang sufor pro banget, ada yang campur, ada yang pro bekal, ada yang pro katering, ada yang pro anak harus diasuh emaknya dan no sekolah dini,,, ya udah siih... saya pro anak sekolah dini. ***term and conditions applied, aka tergantung situasi & kondisi sekolahnya juga Peace! |
Life, is the classroom
My_LifeMeans: My life in words "Formal Education will make you a living;
Self education will make you a fortune." "Happiness is not something you postpone for the future.
it is something you DESIGN for the present. for right NOW" You decide every day to be happy by the choices you make every day. Archives
January 2026
Categories |
RSS Feed